Jalur kereta api Wonokromo–Bangil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Wonokromo–Bangil
Brug over de Porrongrivier bij Tjepiples bij Modjokerto (titel op object) Staatsspoorwegen op Java (serietitel), NG-1988-26-30.jpg
Jembatan Kali Porong
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
LokasiJawa Timur
TerminusWonokromo
Bangil
Operasi
Dibuka16 Mei 1878
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi VIII Surabaya
Data teknis
Jenis relR42, R54
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 80 km/jam
Peta rute

Lintas Surabaya
ke Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Surabaya Kota, Sidotopo
WO
Wonokromo
KTS–WO
ke Tarik, Kertosono
MGR
Margorejo
JMS
Jemursari
KTL
Kertomenanggal
WR
Waru
STP
Sawotratap
GDG
Gedangan
BJK
Banjarkemantren
BDR
Buduran
PWJ
Pagerwojo
SDA
Sidoarjo
TRK–SDA
ke Tulangan, Tarik, Kertosono
TGA
Tanggulangin
PR
Porong
GPL
Gempol
MR–JPN–PR
ke Japanan, Mojokerto OJS
GNG
Gununggangsir
BG
Bangil
KTS–BG
ke Malang, Malang Kotalama, Blitar
BG–KLT
ke Probolinggo, Jember, Kalisat

Jalur kereta api Wonokromo–Bangil adalah jalur kereta api yang menghubungkan Stasiun Wonokromo dan Stasiun Bangil, termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.

Jalur ini merupakan jalur kereta api pertama yang dimiliki oleh Staatsspoorwegen (SS). Di sepanjang jalur petak Tanggulangin–Porong, terdapat tanggul penahan banjir lumpur panas Sidoarjo di sisi timur rel. Sementara di Stasiun Waru, terdapat terminal peti kemas yang kini telah tidak digunakan karena aktivitas bongkar muat telah dipindahkan ke Stasiun Kalimas.[1][2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Staatsspoorwegen (SS) mendapat penugasan dari Pemerintah Hindia Belanda untuk membangun jalur kereta api yang menghubungkan kota-kota penting di Jawa, yakni Batavia, Bandung, dan Surabaya dan tersambung dengan jalur Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS).[3] Pabrik-pabrik gula yang mulai bermunculan di kawasan Sidoarjo dan Pasuruan diharapkan dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat seiring peningkatan dalam mengonsumsi gula di Hindia Belanda maupun di Eropa.[4]

Jalur kereta api SurabayaPasuruan merupakan jalur kereta api pertama yang dibangun oleh SS yang selesai pada 16 Mei 1878—melalui Bangil dan Sidoarjo, menghubungkan pabrik-pabrik gula di Sidoarjo dan Pasuruan dengan pelabuhan di Surabaya. Pada 3 Mei 1884, SS kembali melanjutkan jalur menuju Probolinggo untuk menghubungkan jalur ini dengan Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pada 1895–1897, jalur menuju Kalisat selesai dibangun.[5]

Sebelum kereta api Delta Ekspres dioperasikan pada 9 Februari 2004, PT KAI membangun halte-halte kecil di lintas Surabaya–Sidoarjo—tanpa adanya wesel ataupun persinyalan—untuk melancarkan pengoperasian kereta api tersebut.[6]

Sejak terjadinya lumpur panas Lapindo pada 2006, jalur kereta api di petak Tanggulangin–Porong sering tergenang banjir akibat luapan lumpur. PT KAI dan Kemenhub telah menyusun rencana induk jalur baru dari Sidoarjo menuju Tarik melalui Tulangan, serta menuju Gununggangsir untuk mengatasi permasalahan tersebut.[7]

Profil jalur[sunting | sunting sumber]

Secara umum, jalur kereta api ini menggunakan rel tipe R42 dengan bantakan beton. Laju maksimum yang diizinkan adalah 80 km/jam, kecuali di kawasan tepi tanggul lumpur Lapindo di petak Porong-Tanggulangin diberi batas kecepatan hingga 60 km/jam.

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Bima, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya bersambung Malang via Purwokerto–Yogyakarta–Madiun–Jombang

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi premium[sunting | sunting sumber]

Songgoriti, tujuan Surabaya dan tujuan Malang

Kelas ekonomi plus[sunting | sunting sumber]

Jayabaya, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya bersambung Malang via Tegal–Semarang

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal/komuter[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Angkutan ketel/BBM, tujuan Benteng dan tujuan Malang Kotalama

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 24 SurabayaPasuruanProbolinggoJember
Segmen WonokromoBangil
Diresmikan pada tanggal 16 Mei 1878
oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4530 Wonokromo WO Jalan Stasiun Wonokromo 1, Jagir, Wonokromo, Surabaya km 7+881 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan
km 17+361 lintas Surabaya Kota-Mojokerto-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
+7 m Beroperasi Stasiun Wonokromo 2020.jpg
- Margorejo MGR Jalan Frontage Ahmad Yani, Margorejo, Wonocolo, Surabaya km 9+430 - Beroperasi Halte Margorejo.jpg
- Jemursari JMS[a] Jalan Frontage Ahmad Yani, Jemur Wonosari, Wonocolo, Surabaya km 11+050 - Beroperasi Halte Jemursari April 2011.JPG
- Kertomenanggal KTL Jalan Frontage Ahmad Yani, Menanggal, Gayungan, Surabaya km 12+320 - Beroperasi Halte Kertomenanggal Januari 2011.JPG
4651 Waru WR Jalan Raya Waru, Kedungrejo, Waru, Sidoarjo km 13+652 +5 m Beroperasi Stasiun Waru 20191016.jpg
- Sawotratap STP Nasional 1 Jalan Raya Waru / Surabaya-Malang, Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo km 15+350 - Beroperasi Halte Sawotratap Januari 2011.JPG
4652 Gedangan (Sidoarjo) GDG Jalan Stasiun Gedangan, Gedangan, Gedangan, Sidoarjo km 17+680 +4 m Beroperasi Stasiun Gedangan 2019.jpg
- Banjarkemantren BJK Banjarkemantren, Buduran, Sidoarjo km 20+240 - Beroperasi Halte Banjarkemantren 1101.jpg
4653 Buduran BDR Buduran, Buduran, Sidoarjo km 22+029 - Beroperasi Halte Buduran 1101.jpg
- Pagerwojo PWJ[b] Pucang, Sidoarjo, Sidoarjo km 23+768 - Beroperasi Halte Pagerwojo 1101.jpg
4654 Sidoarjo SDA Jalan Pangeran Diponegoro, Lemahputro, Sidoarjo, Sidoarjo km 25+510 (arah Tulangan maupun arah Tanggulangin) +4 m Beroperasi Stasiun Sidoarjo 2020.jpg
4655 Tanggulangin TGA Nasional 1 Jalan Raya Tanggulangin / Malang-Surabaya, Kalitengah, Tanggulangin, Sidoarjo km 31+072 +6 m Beroperasi Stasiun Tanggulangin 2020.jpg
4656 Porong PR Mindi, Porong, Sidoarjo km 34+651 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan
km 0+000 lintas Porong-Japanan-Mojosari-Mojokerto
+6 m Beroperasi Stasiun Porong 2020.jpg
4657 Gempol GPL Tidak beroperasi
4658 Gununggangsir GNG Gununggangsir, Beji, Pasuruan Tidak beroperasi Eks Stasiun Gununggangsir.jpg
5120 Bangil BG Jalan Stasiun Bangil, Pogar, Bangil, Pasuruan, 67153 km 47+038 lintas Surabaya KotaProbolinggoKalisatPanarukan
km 0+000 lintas BangilBlitarKertosono
+9 m Beroperasi Stasiun Bangil 2019.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [8][5][9]


Galeri[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Singkatan stasiun ini sama dengan Perhentian Jamus di lintas SemarangBrumbung
  2. ^ Singkatan stasiun ini sama dengan Stasiun Purwareja Klampok di lintas PurwokertoWonosobo

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Permintaan Angkutan Peti Kemas dengan KA Tinggi, Relasi Waru-Jakarta jadi Sehari Sekali". Info Kereta Api. 2014-09-15. Diakses tanggal 2018-03-09. 
  2. ^ Suparno. "Pemkab Janji Prioritaskan Pembangunan Frontage Road Sidoarjo". detiknews. Diakses tanggal 2018-03-09. 
  3. ^ Pemerintah Kolonial Belanda (1876). Staatsblad van Nederlandsch-Indië 1876. Pemerintah Kolonial Belanda. 
  4. ^ "Stasiun Kereta Api Sidoarjo". Informasi Situs Budaya Indonesia. 2017-10-27. Diakses tanggal 2018-01-31. 
  5. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ http://www.suaramerdeka.com/harian/0402/10/nas18.htm
  7. ^ "Jika Ada Mud Vulcano, Jalur KA Porong Direlokasi". detiknews. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  8. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  9. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Peta rute:

KML is not from Wikidata