MetroMini

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Metromini)
Lompat ke: navigasi, cari
Metro Mini
MetroMini 640 Sudirman 2.JPG
Bus Metro Mini di Jalan Jenderal Sudirman
Info
Wilayah Jakarta, Indonesia
Jenis Minibus

MetroMini adalah salah satu tipe bis di Jakarta yang dikenal dengan warna khas merah-oranye dan biru dengan garis putih ditengahnya. Panggilan bis ini juga menjadi nama perusahaan, PT Metromini, sebagai badan penyedia jasa angkutan kendaraan umum yang mengoperasikannya, dengan kekhususan Jakarta, Indonesia.

Memiliki kapasitas sekitar 20-30 tempat duduk. MetroMini melayani 60 trayek-trayek dalam kota Jakarta [1] yang setiap rutenya ditandai dengan suatu nomor khusus, misalnya MetroMini 92, S69, dll. Awalan S, T, B, U, P di depan nomor menandakan wilayah layanan operasi: Jakarta Selatan, Timur, Barat, Utara, atau Pusat. MetroMini yang melayani lintas wilayah tidak mendapat awalan huruf pada nomornya dan awalan x untuk rute patas AC.

Pada tahun 2017, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan meluncurkan Scania Citywide Low Entry untuk menggantikan bus yang tidak layak jalan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Bus Merah di tahun 1962 sumber PT Arion

Metromini diperkenalkan pada tahun 1962 oleh Gubernur Soemarno di Jakarta atas instruksi Presiden Sukarno.[2] Tujuan awal dioperasikannya bus adalah untuk kebutuhan transportasi peserta Pesta Olahraga Negara Negara Berkembang atau Games of the New Emerging Forces (GANEFO).[2] Saat itu di Jakarta, moda transportasi masal baru beralih dari kereta listrik (trem) yang dioperasikan oleh Perusahaan Pengangkutan Djakarta (PPD) yang dihentikan tahun 1960, dan bus pertama yang dioperasikan PPD adalah bus Leyland bantuan Australia pada 1956.[1] Selain bus PPD, Jakarta tidak memiliki transportasi umum resmi, dimana oplet adalah kendaraan angkutan masal selain bis PPD. [3]

Pada awal operasionalnya belum ada manajemen yang dibentuk untuk mengelola bus-bus tersebut, dan MetroMini dikenal dengan sebutan "bus merah". [2] Setelah pesta olahraga usai bus-bus merah ini tetap beroperasi dan oleh Gubernur Henk Ngantung di tahun 1964, dititipkan pada perusahaan swasta seperti Arion namun tak mampu dikelola dengan baik.[3] [2] Pada tahun 1976 PT Metromini didirikan bersamaan dengan Koperasi Angkutan Jakarta (Kopaja) untuk menaungi 152 orang yang mengoperasikan 313 bus mini atas instruksi Gubernur Ali Sadikin. [3] [1]

Menurut Mal Siantar Nainggolan, salah satu komisaris perusahaan PT Metromini di tahun 1976, bentuk bus awal pada tahun 1962 adalah seperti roti tawar dengan gembung dibagian moncong depannya. [3] Jenis bus ini (1962) adalah Bus Robur buatan Jerman Timur dan mengisi trayek trayek kosong yang tidak ada bus dikarenakan dihentikannya trem. [1] Setelah PT Metromini dan Kopaja diresmikan pada tahun 1978 oleh Gubernur Tjokropranolo sebagai pengelola bus mini, armadanya diminta diremajakan.[1] Mulailah bus robur diganti dengan bus-bus Mitsubishi buatan Jepang, pada tahun 1990 MetroMini menguasai 60 trayek di Jakarta dengan 3.000 armada bus. [1]

Bus MetroMini di tahun 2016 yang melayani jalur khusus TransJakarta di Kawasan Manggarai. sumber:Media Indonesia, difoto oleh: Imanuel.

Pada tahun 2016, dikarenakan berbagai permasalahan internal perusahaan yang dimulai pada tahun 1993 yang berimbas langsung pada buruknya pelayanan operasional MetroMini, dari 60 trayek hanya separuh yang masih aktif dan jumlah armada menyusut menjadi 1.000 bus dari sebelumnya tiga ribu armada.[1] Menurunnya armada karena sebanyak 1.600 bus telah disita oleh Pemprov DKI. [4]

Tarif, budaya populer, dan perilaku pengemudi[sunting | sunting sumber]

Tarif[sunting | sunting sumber]

Tarif MetroMini untuk penumpang diatur oleh organda DKI yang juga mengatur tarif untuk Taksi dan Mikrolet.[5] Organda melakukan perbedaan antara tarif penumpang umum dan pelajar . Tarif ini turun/ naik (lebih sering naik) dengan memperhitungkan biaya BBM, biaya operasional kendaraan, operasional kantor, dan upah minimum provinsi.[5] Pada tahun 1982 tercatat tarif Metromini sebesar Rp. 100,- (seratus rupiah) per trayek[6] sementara pelajar dikenakan Rp. 25,- ( dua puluh lima rupiah atau "jigo" atau "selawe" dikarenakan dibayar menggunakan koin 25 rupiah). [7] Pada April 1996 tercatat tarif naik dari Rp. 300,- menjadi Rp. 400,- untuk umum, sementara pelajar Rp. 100,- harga pelajar ini bertahan sejak tahun 1990 tidak dinaikkan. [8] [9] Pada tahun 2014 tarif menjadi Rp. 4.000 untuk umum dan Rp. 2.000 untuk pelajar. [10] Pada tahun 2016 tarif turun menjadi Rp. 3.800,- kemudian Rp. 3,500,- untuk umum [5], walaupun pada realitasnya di jalanan banyak pengemudi enggan menurunkan tarif.[11]

Budaya populer[sunting | sunting sumber]

Sumber: Media Indonesia. Foto oleh Immanuel

Metromini muncul dalam berbagai film, salah satunya adalah Kukejar Cintaku Dalam Metromini yang merupakan film FTV yang ditayangkan SCTV. [12] Warga Jakarta juga mengenal MetroMini dari stiker stiker yang ditempel di dalam dan luar badan bus yang lucu dengan subjek seksual, do'a, kode trayek, hingga mengolok olok trend terbaru. Seperti:

Anda butuh waktu, kami butuh uang
Harap bayar dengan uang pas
Doa Ibu
Buronan Mertua
Bukan salah ibu mengandung, salah bapak ngga pakai sarung
Sekarang bayar besok gratis
An 3 dis (Anti Gadis)
Ber 2 1 7 an (Berdua Satu Tujuan)
The Me Is Three ~ Demi Istri
Thonk he love ~ Tong Khilaf (Jangan Khilaf)
Be are the kill us all come fuck ~ Biar Dekil Asal Kompak
Putus cinta sudah biasa, putus rokok merana, putus rem matilah kita
Sabar mas, ura sabar mabur ro ~ sabar mas, kalau ngga sabar terbang aja
Janda Baru Nenen ~ (Trayek) Juanda - Ps. Baru - Senen
—Tidak diketahui

Stiker bis kota [13] [14]

Lagu "Bis Kota" oleh Achmad Albar [15] melukiskan perasaan naik bis kota yang tidak nyaman dan mengolok olok hanya orang tak punya yang naik bis.

Serba salah,
nafasku terasa sesak
Berimpitan berdesakkan, bergantungan
Memang susah, jadi orang yang tak punya
Kemanapun naik bis kota.
—Achmad Albar

Bis Kota (1990)

Perilaku pengemudi[sunting | sunting sumber]

MetroMini juga terkenal akan kebrutalan supirnya, armadanya yang tidak layak lagi untuk mengangkut penumpang karena tidak berfungsinya beberapa instrumen bis, seperti speedometer, dan juga salah satu polutan di Jakarta dengan sistem pembuangan karbon di knalpot yang sudah tidak sempurna. [4]

Rute Metromini[sunting | sunting sumber]

Metro Mini
  • P01 Terminal Senen - Letjen Suprapto - Taman Solo
  • P03 Terminal Senen - Letjen Suprapto - Jend. A. Yani - Pemuda - Terminal Rawamangun
  • P05 Terminal Senen - Letjen Suprapto - Mardani - Johar Baru
  • P07 Terminal Senen - Letjen Suprapto - Yos Sudarso - Pasar Ular - Plumpang - Semper
  • P10 Terminal Senen - Angkasa - Benyamin Sueb - Bendungan Jago - Sunter - Sumur Batu
  • P11 Terminal Senen - Garuda - Benyamin Sueb - Bendungan Jago
  • P15 Terminal Senen - Kwitang - Tugu Tani - Menteng - Thamrin - Sudirman - Bendungan Hilir (Universitas Katolik Atmajaya)
  • P17 Terminal Senen - Kramat Raya - Cikini - Terminal Manggarai
  • U23 Terminal Tanjung Priok - Enggano - Raya Sulawesi - Raya Pelabuhan - Jampea
  • U24 Terminal Tanjung Priok - RE Martadinata - Sunter - Benyamin Sueb - Terminal Senen
  • B29 Terminal Muara Angke - Baywalk Pluit - Pluit Village - Gedong Panjang - Stasiun Jakarta Kota - Jembatan Batu - Mangga Dua - Gunung Sahari - Rajawali - Pekan Raya Jakarta - Sunter
  • B30 Terminal Muara Angke - Baywalk Pluit - Pluit Village - Gedong Panjang - Stasiun Jakarta Kota - Terminal Kota Tua
  • T41 Terminal Pulo Gadung - Tipar Cakung - Semper - Plumpang - Yos Sudarso - Enggano - Terminal Tanjung Priok
  • T42 Terminal Pulo Gadung - Pasar Cakung - Penggilingan - Terminal Klender
  • T44 Terminal Pulo Gadung - Pulo Gebang - Stasiun Cakung
  • T45 Terminal Pulo Gadung - Pasar Klender - Pondok Gede
  • T46 Terminal Pulo Gadung - Rawamangun - Pemuda - Pramuka - Matraman - Jatinegara - Terminal Kampung Melayu
  • T47 Terminal Pulo Gebang - Penggilingan - Pemuda - Rawasari - Letjen Suprapto - Terminal Senen
  • T49 Terminal Pulo Gadung - Rawamangun - Pramuka - Matraman - Terminal Manggarai
  • T50 Terminal Kampung Melayu - Jatinegara - Duren Sawit - Pasar Klender
  • T506 Terminal Kampung Melayu - Jatinegara - Pondok Kopi
  • T52 Terminal Kampung Melayu - Jatinegara - Buaran - Penggilingan - Stasiun Cakung
  • T53 Terminal Kampung Melayu - Cililitan - Pasar Rebo - Terminal Kampung Rambutan
  • T54 Terminal Kampung Melayu - Klender - Kalimalang
  • T58 Terminal Cililitan - UKI - Pondok Kelapa
  • S60 Terminal Manggarai - Supomo - Saharjo - Tebet - Jatinegara - Terminal Kampung Melayu
  • S61 Terminal Manggarai - Bukit Duri - Jatinegara - Terminal Kampung Melayu
  • S610 Terminal Blok M - Panglima Polim - Prapanca - Fatmawati - Pondok Labu
  • S611 Terminal Blok M - Gandaria City - Pondok Indah Mall - Tanah Kusir - Pondok Pinang - Terminal Lebak Bulus
  • S619 Terminal Blok M - Prapanca - Brawijaya III - Fatmawati - Pondok Labu - Cinere
  • S62 Terminal Pasar Minggu - Pancoran - Saharjo - Supomo - Terminal Manggarai
  • S64 Terminal Pasar Minggu - Kalibata City Square - Cililitan
  • S640 Terminal Pasar Minggu - Pancoran - Gatot Subroto - Sudirman - Thamrin - Pasar Tanah Abang
  • S69 Terminal Blok M - Pasar Mayestik - Cipulir - Terminal Ciledug
  • S70 Terminal Blok M - Pasar Mayestik - Gandaria City - Kebayoran Lama - Permata Hijau - Pos Pengumben - Joglo
  • S71 Terminal Blok M - Pasar Mayestik - Gandaria City - Ciputat Raya - Bintaro Raya - Tanah Kusir
  • S72 Terminal Blok M - Pasar Mayestik - Radio Dalam - Pondok Indah Mall - Terminal Lebak Bulus
  • S74 Terminal Blok M - Pasar Mayestik - Gandaria City - Ciputat Raya - Bintaro Raya - RC Veteran - Rempoa
  • S75 Terminal Blok M - Senopati - Kapten Tendean - Mampang - Ragunan - Terminal Pasar Minggu
  • S76 Terminal Blok M - Panglima Polim - Fatmawati - Cilandak Town Square - TB Simatupang - Pasar Rebo - Terminal Kampung Rambutan
  • S77 Terminal Blok M - Senopati - Bangka - Kemang - Ampera - Pejaten Barat - Kebun Binatang Ragunan
  • S79 Terminal Blok M - Panglima Polim - Fatmawati - Metro Pondok Indah - Terminal Lebak Bulus
  • B80 Terminal Kalideres - Rawa Buaya - Daan Mogot - Pesing - Angke - Jembatan Lima
  • B82 Terminal Grogol - Roxy - Mal Ciputra Jakarta - Daan Mogot - Pesing - Kamal Raya - Kapuk
  • B84 Terminal Kalideres - Daan Mogot - Rawa Buaya - Angke - Jembatan Tiga - Emporium Pluit Mall - Gedong Panjang - Terminal Kota Tua
  • B84X Terminal Kalideres - Daan Mogot - Rawa Buaya - Tol Sediyatmo - Jembatan Tiga - Emporium Pluit Mall - Bandengan - Gedong Panjang - Terminal Kota Tua
  • B85 Terminal Kalideres - Daan Mogot - Bojong Indah - Puri Kembangan - Kebayoran Lama - Ciputat Raya - Terminal Lebak Bulus
  • B91 Terminal Grogol - Roxy - S. Parman - Central Park Jakarta - Mal Taman Anggrek - Tanjung Duren - Kemanggisan - Batusari
  • B92 Terminal Ciledug - Joglo - Pos Pengumben - Panjang - Daan Mogot - Mal Ciputra Jakarta - Grogol
  • X1 Terminal Cileungsi - Trans Yogi - Buperta - Tol Jagorawi - Tol Wiyoto Wiyono - Cempaka Putih - Letjen Suprapto - Terminal Senen
  • X2 Terminal Cibinong - Bogor Raya - Mayor Oking - Tol Jagorawi - Tol Wiyoto Wiyono - Cempaka Putih - Letjen Suprapto - Terminal Senen

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]