Jalur kereta api lintas Jakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Lintas Jakarta
Ikhtisar
JenisJalur kereta api lintas utama
SistemJalur kereta api perkotaan
StatusBeroperasi
Stasiun11
Operasi
DibukaBervariasi, lihat di bawah.
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
PT Kereta Commuter Indonesia (kecuali stasiun Gambir, Pasar Senen dan Jatinegara)
Daerah Operasi I Jakarta
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 90 km/jam
Peta rute

Tanjung Priuk KRL Icon Pink.svg Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundetjk10.png Bus interchange
Ancol
Jakarta Gudang
KRL Icon Red.svg KRL Icon Blue.svg KRL Icon Pink.svg Roundeltjk1.png Roundeltjk5.png Roundetjk9B.png Roundetjk12.png Jakarta Kota
Kampung Bandan Roundeltjk5.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundetjk10.png
Jayakarta
Rajawali Roundeltjk5.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundetjk10.png Roundetjk12.png
Mangga Besar
Sawah Besar
Kemayoran
Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk3.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk7.png Roundetjk8A.png Juanda
KRL Icon Yellow.svg Angke
KRL Icon Brown.svg  ARS  Duri
Gambir Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
Gondangdia
KRL Icon Green.svg Tanah Abang
Cikini
Karet
Pasar Senen Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5D.png Bus interchange
Roundeltjk1.png Roundeltjk4.png Roundeltjk6.png Roundeltjk6B.png Roundetjk9B.png Roundetjk13.png  M1   ARS  Sudirman
Gang Sentiong
Mampang
Kramat
Roundeltjk4.png Roundeltjk4D.png Bus interchange Manggarai
Pondok Jati Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png
Roundetjk9.png Roundetjk9A.png Grogol
Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk3.png Roundetjk8.png Pesing
Palmerah
Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk3.png Taman Kota
Kebayoran Roundetjk8.png Roundetjk13.png
Bojong Indah
ke Serpong/Rangkasbitung/Merak
Rawa Buaya
Jatinegara KRL Icon Yellow.svg Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundeltjk4.png Roundeltjk7.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Kalideres
Cipinang
ke Tangerang
Klender Roundetjk11.png
Dipo Bukit Duri
Buaran Roundetjk11.png
Tebet
Klender Baru KRL Icon Blue.svg Roundetjk11.png
Roundeltjk4.png Roundetjk9.png Roundetjk9A.png Roundetjk9B.png Roundetjk9C.png Roundetjk13.png Cawang
Cakung
Duren Kalibata
ke Bekasi/Cikarang/Cikampek
Pasar Minggu Baru
Pasar Minggu KRL Icon Red.svg KRL Icon Yellow.svg Bus interchange
Tanjung Barat
Lenteng Agung
Univ. Pancasila
ke Depok/Bogor/Nambo

Jalur kereta api lintas Jakarta adalah jalur kereta api yang mengitari seluruh Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Semua jalur kereta api di lintas ini termasuk ke dalam Daerah Operasi I Jakarta. Jalur ini merupakan kumpulan dari banyak segmen jalur kereta api yang melayani berbagai jurusan di Jawa, menghubungkan Provinsi Banten dan Jawa Barat.

Jalur ini melayani kereta api jarak jauh, kereta api jarak menengah, dan KRL Commuter Line Jabodetabek.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api Batavia–Buitenzorg[sunting | sunting sumber]

Disebut-sebut sebagai jalur kereta api pertama di Batavia, jalur ini dibangun dan diresmikan oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij dan tepat dua tahun setelah jalur kereta api Samarang–Tangoeng pada tahun 1867.

Pembangunan jalur ini dimulai pada tanggal 15 Oktober 1869 dengan disaksikan secara langsung oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada saat itu, Mr. Pieter Mijer. Jalur ini dibangun oleh perusahaan Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij yang dinilai telah berhasil membangun Jalur kereta api Samarang-Tanggung pada tahun 1864-1867.[1]

Pembangunan jalur ini mengalami kendala karena masalah keuangan. Tahun 1870 proyek ini sempat macet, yaitu pada pengerjaan gelombang pertama. Pekerjaan ini dimulai dari 15 Oktober 1869 sampai Februari 1870 dimana selama kurun waktu itu jalur sepanjang 7.590 m untuk bagian Kleine Boom, Meester Cornelis sejauh 13.087 m, dan jalur sepanjang 18.730 m untuk bagian Bogor selesai dikerjakan. Pekerjaan kedua baru bisa dilaksanakan pada Juni 1870 sampai Juni 1871, yaitu jalur di Bogor sepanjang sekitar 9.270 m. Selanjutnya, pada Juni 1871 hingga Januari 1873 barulah seluruh proyek pembangunan jalur kereta api Batavia-Buitenzorg selesai, termasuk jalur Weltevreden–Meester Cornelis NIS (Stasiun Bukit duri) sampai ke Buitenzorg.[1] Sebagian besar stasiun di jalur ini masih aktif, dengan pengecualian Stasiun Kleine Boom, Stasiun Batavia, dan Stasiun Meester Cornelis NIS ditutup awal abad ke-20. Kemudian disusul Stasiun Pintu Air (Noordwijk) dan Stasiun Pegangsaan ditutup tahun 1981.

Trem Batavia[sunting | sunting sumber]

Jalur trem kuda pertama di Batavia diresmikan pada tanggal 10 April 1869 dan pada 1882 digantikan dengan trem uap.[2] Trem ini dioperasikan oleh Bataviasche Tramweg Maatschappij (BTM) yang kelak berganti nama menjadi Nederlands-Indische Tramweg Maatschappij (NITM). Trem ini menggunakan lebar sepur 1.188 mm dan lokomotif uap menjadi lebih efisien karena dapat menyingkat waktu perjalanan.[3]

Peningkatan jalur trem Batavia terus dilakukan dengan mengganti trem uap menjadi trem listrik pada tahun 1899, dan pada tahun 1909 sudah mencapai 14 kilometer.[4] Trem listrik dioperasikan oleh perusahaan yang berbeda, yaitu Batavia Elektrische Tramweg Maatschappij (BETM). Kedua perusahaan ini kelak digabung pada tanggal 31 Juli 1930 sebagai Batavia Verkeers-Maatschappij (BVM)[5] Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan, timbul ide untuk mengambil alih perusahaan BVM dan pada tahun 1957 dinasionalisasi menjadi Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD). Walaupun diambil alih, PPD hanya mengoperasikan trem tersebut selama beberapa waktu dan dihapuskan karena dianggap tidak cocok dengan tata ruang kota besar.[6]

Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij[sunting | sunting sumber]

Pembangunan jalur kereta api lainnya juga dilakukan oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOSM). BOSM adalah perusahaan kereta api swasta dan mendapat konsesi izin pembangunan jalur kereta api di lintas Batavia Timur. BOSM membangun segmen jalur kereta api Batavia–Karawang yang mulai beroperasi pada tahun 1887.[7] Untuk menunjang operasional, BOSM mempunyai stasiun sendiri di Batavia, namanya Batavia BOSM.

Elektrifikasi jalur[sunting | sunting sumber]

Keterlibatan Staatsspoorwegen[sunting | sunting sumber]

Staatsspoorwegen mulai menanamkan pengaruhnya di Batavia sejak tahun 1880-an. Berawal dari pembangunan Stasiun Tanjung Priok lama; stasiun ini letaknya berbeda dengan stasiun yang sekarang. Stasiun Tanjung Priok Lama dahulu terletak persis di atas dermaga Pelabuhan Tanjung Priok. Stasiun ini selesai dibangun oleh Burgerlijke Openbare Werken pada 1883 dan baru pada tahun 1885 diresmikan pembukaannya bersamaan dengan pembukaan Pelabuhan Tanjung Priok.[8]

Pengelolaan stasiun dan jalur kereta api Sunda Kelapa–Tanjung Priok diserahkan kepada jawatan kereta api negara, Staatsspoorwegen (SS). Sampai dengan tahun 1900, dalam sehari tidak kurang dari 40 perjalanan kereta api rute Tanjung Priok - Batavia SS pp dan NISM serta Tanjung Priok–Kemayoran p.p.

Jalur kereta api BOSM (Batavia–Karawang) akhirnya diambil alih oleh Staatsspoorwegen pada tahun 1898.[9] Selanjutnya, pada tanggal 1 Oktober 1899, selesailah jalur kereta api yang dimulai dari Batavia menuju Tanahabang yang perkembangan selanjutnya diperpanjang hingga Rangkasbitung menuju Anyer Kidul pada tahun 1900.[10]

Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia.[11] Untuk penataan ulang stasiun di Batavia, sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.[12]

Pasca-kemerdekaan dan masa depan[sunting | sunting sumber]

Dekade 1960-an menjadi dekade suram bagi kereta api perkotaan Jakarta. Banyak layanan kereta api listrik—yang kala itu masih dilayani lokomotif listrik—mengalami kemerosotan. Pada tahun 1966, seluruh pengangkutan kereta api jurusan ManggaraiJakarta Kota dibatasi. Hal ini berkaitan dengan menurunnya jumlah penumpang dan suasana kota Jakarta yang tidak kondusif. Biro Pusat Statistik mencatat, jumlah penumpang lokal yang dilayani Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA) tahun 1965 merosot 47 persen dibandingkan 1963. Tahun 1965, hanya 16.092 penumpang per hari yang memakai kereta lokal.[13]

Baru pada tahun 1972, kereta listrik mulai mulai mengalami regenerasi. KRL dan kereta rel diesel (KRD) produksi Nippon Sharyo, Jepang tiba di Jakarta tahun 1976. KRL-KRL ini akan menggantikan lokomotif listrik lama peninggalan Belanda yang sudah dianggap tidak layak. Tiap rangkaian KRL terdiri atas empat kereta dengan kapasitas angkut 134 penumpang per kereta.[14]

Sejak saat itu, Indonesia rutin mendatangkan KRL Jepang (baru maupun bekas) untuk memperkuat armada KRL di Jakarta. Pada Mei 2000, pemerintah Jepang melalui JICA dan Pemerintah Kota Tokyo menghibahkan 72 unit KRL bekas yang sebelumnya dioperasikan oleh Biro Transportasi Metropolitan Tokyo. Kereta ini diresmikan pada tanggal 25 Agustus 2000 dan menjadi KRL berpendingin udara (AC) pertama di Indonesia.[15]

KRL mulai merajai komuter Jabodetabek sejak 1990-an. Kala itu, untuk mendukung wilayah suburban, KRL yang tadinya hanya Jakarta–Bogor, Jakarta–Tanjung Priuk, dan Tanjung Priuk–Jatinegara dibuatkan relasi baru rutenya hingga merambah ke Bekasi (1992) dan Serpong (1994).[16] Persinyalan yang semula mekanik mulai dilistriki per 1994–1996 dengan sistem Solid State Interlocking. Untuk mendukungnya, centralized traffic control (CTC) dibangun di Manggarai.[17]

Di samping melistriki jalur kereta api non-KRL di Jakarta, pemerintah juga membangun jalur rel layang guna mengurangi kemacetan. Jalur tersebut adalah Jakarta Kota–Manggarai. Sebagai akibatnya, jalur kereta api peninggalan NIS/SS dinonaktifkan dan stasiun-stasiunnya dibongkar seluruhnya. Jalur ini dibangun mulai tahun 1988 dan mulai digunakan pada tahun 1992.[18]

Daftar segmen[sunting | sunting sumber]

Segmen aktif[sunting | sunting sumber]

  • Jakarta Kota–Angke–Duri–Tanahabang
  • Tanahabang–Manggarai
  • Jakarta Kota–Rajawali–Pasar Senen–Jatinegara (eks-BOSM)
  • Tanjung Priok–Jakarta Kota
  • Ancol–Rajawali
  • Percabangan ke arah Jakarta Gudang
  • Jakarta Kota–Manggarai (eks-NIS)

Segmen nonaktif[sunting | sunting sumber]

  • Lintas Salemba (Sentral):
    • Pegangsaan–Salemba
    • Tanahabang–Salemba
    • Salemba–Kramat
    • Salemba–Kramat Sentiong

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Jalur kereta api yang terhubung dengan lintas metropolitan ini adalah:

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kereta api jarak jauh dan menengah[sunting | sunting sumber]

Kereta api bandara[sunting | sunting sumber]

KRL Commuter Line[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

  • Angkutan peti kemas dengan tujuan:
    • Tanjung Priuk–Semarang–Kalimas
    • Tanjung Priuk–Gedebage
  • Angkutan parcel/Overnight Services
  • Angkutan sepeda motor gratis khusus pemudik lebaran
  • Angkutan batu bara rangkaian pendek, tujuan Cigading dan tujuan Nambo
  • Angkutan baja coil, tujuan Cilegon dan tujuan Kalimas

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Segmen Jakarta Kota–Angke–Tanahabang[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 1 MerakAngke
Segmen RangkasbitungDuri
Diresmikan pada tanggal 1 Oktober 1899 oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0410 Tanahabang THB Jalan Jatibaru, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat km 6+925 +9 m Beroperasi Tanah Abang depan.jpg
0404 Duri DU Jalan Stasiun Duri, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat, 11310 km 3+293 lintas Angke-Tanahabang-Rangkasbitung-Merak
km 0+000 lintas Duri-Tangerang
+4 m Beroperasi Stasiun Duri, 2018.jpg
Segmen DuriBatavia
Diresmikan pada tanggal 2 Januari 1899
0403 Angke AK Jalan Stasiun Angke, Jembatan Lima, Tambora, Jakarta Barat km 0+000 lintas Angke-Tanahabang-Rangkasbitung-Merak +3 m Beroperasi DSC00410.JPG
Pasar Pagi PPI Tidak beroperasi
0401 Kotainten KOI Tidak beroperasi
Kampung Bandan KPB Ancol, Pademangan, Jakarta Utara km 2+000 lintas Jakarta Kota-Kampung Bandan +3 m Beroperasi Stasiun Kampung Bandan.jpg
0420 Jakarta Kota JAKK Jalan Stasiun Kota No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat km 0+000 (pusat utama) +4 m Beroperasi Stasiun Jakarta Kota Pintu Utara.jpg

Segmen Jakarta Kota–Tanjung Priok[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 2 Tanjung PriukBatavia dengan percabangan dari Ancol menuju Rajawali
Segmen Tanjung PriukBatavia
Diresmikan pada tanggal 2 November 1885 oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0480 Tanjung Priuk TPK Jalan Taman Stasiun Tanjung Priok, Tanjung Priok, Tanjung Priok, Jakarta Utara +4 m Beroperasi Tanjung Priok Railway Station.jpg
Tanjungpriukpelabuhan TPH Tidak beroperasi
Tanjungpriukgudang TPG Tidak beroperasi
Sungai Lagoa SAO Beroperasi
Sungai Tirem SGT Tidak beroperasi
0485 Ancol AC Nasional 1 Jalan R.E. Martadinata, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara +4 m Beroperasi Stasiunancol 55.JPG
Kampung Bandan KPB Ancol, Pademangan, Jakarta Utara km 2+000 lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok +2 m Beroperasi Stasiun Kampung Bandan.jpg
0420 Jakarta Kota JAKK Jalan Stasiun Kota No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat km 0+000 (pusat utama) +4 m Beroperasi Stasiun Jakarta Kota Pintu Utara.jpg

Segmen Jakarta Kota–Manggarai[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 2 Jakarta KotaManggarai
Segmen Jakarta KotaManggarai
Diresmikan pada tanggal 1992 oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0420 Jakarta Kota JAKK Jalan Stasiun Kota No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat km 0+000 (pusat utama) +4 m Beroperasi Stasiun Jakarta Kota Pintu Utara.jpg
Jayakarta JAY Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat km 1+400 +13 m Beroperasi Poto e026.jpg
Mangga Besar MGB Jalan Karang Anyar, Karang Anyar, Sawah Besar, Jakarta Pusat km 2+480 +14 m Beroperasi Manggabesarstasiun.JPG
0423 Sawah Besar SW Jalan Krekot Jaya, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat km 3+836 +15 m Beroperasi Stasiun Sawahbesar.JPG
Juanda JUA Jalan Ir. H. Juanda No. 1, Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat km 4+535 +15 m Beroperasi Sta. Juanda.JPG
0430 Gambir GMR Jalan Medan Merdeka Timur No. 1, Gambir, Gambir, Jakarta Pusat km 5+540 +16 m Beroperasi Jakarta Indonesia Stesen-Gambir-01.jpg
0432 Gondangdia GDD Jalan Srikaya No. 1, Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat km 6+550 +15 m Beroperasi Gondangdia sta 100210-0811.jpg
0434 Cikini CKI Jalan Cikini Raya, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat km 8+300 +20 m Beroperasi Stasiun‑cikini1‑470x352.jpg
0440 Manggarai MRI Jalan Manggarai Utara 1, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan km 9+890 lintas JakartaManggaraiBogor
km 6+026 lintas TanahabangManggarai
km 0+010 lintas ManggaraiJatinegara
km 0+000 lintas Manggarai–Dipo KRL Bukit Duri
+13 m Beroperasi Manggarai sta 100210-0803.jpg

Segmen Tanahabang–Manggarai[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen TanahabangManggarai
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0410 Tanahabang THB Jalan Jatibaru, Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta Pusat km 6+925 lintas Angke-Tanahabang-Rangkasbitung-Merak
km 0+000 lintas Tanahabang-Manggarai
+9 m Beroperasi Tanah Abang depan.jpg
Karet KAT Jalan K.H. Mas Mansyur, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat +11 m Beroperasi St karet.jpg
Sudirman Baru SDB Jalan Tanjung Karang No. 1, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat Beroperasi Stasiun BNI City.jpg
Sudirman SUD Jalan Kendal No. 1, Menteng, Menteng, Jakarta Pusat +5,56 m Beroperasi Stsudirman.jpg
Mampang MPG Menteng, Menteng, Jakarta Pusat Tidak beroperasi Mampangstasiun.jpg
0440 Manggarai MRI Jalan Manggarai Utara 1, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan km 9+890 lintas JakartaManggaraiBogor
km 6+026 lintas TanahabangManggarai
km 0+010 lintas ManggaraiJatinegara
km 0+000 lintas Manggarai–Dipo KRL Bukit Duri
+13 m Beroperasi Manggarai sta 100210-0803.jpg

Segmen Jakarta Kota–Rajawali[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 3 BataviaJatinegaraCikampek
Segmen BataviaRajawali
Diresmikan pada tanggal 1887 oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij, diambil alih oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen pada tahun 1898[19]
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0420 Jakarta Kota JAKK Jalan Stasiun Kota No. 1, Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat km 0+000 (pusat utama) +4 m Beroperasi Stasiun Jakarta Kota Pintu Utara.jpg
Kampung Bandan KPB Ancol, Pademangan, Jakarta Utara km 2+000 lintas Jakarta Kota-Kampung Bandan +2 m Beroperasi Stasiun Kampung Bandan.jpg
0459 Rajawali RJW Jalan Industri No. 1, Gunung Sahari Utara, Sawah Besar, Jakarta Pusat km 2+779 +4 m Beroperasi Stasiunrajawali.jpg

Segmen Manggarai–Jatinegara[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 3 BataviaJatinegaraCikampek
Segmen ManggaraiJatinegara
Diresmikan pada tanggal 1887 oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij, diambil alih oleh Staatsspoorwegen Westerlijnen pada tahun 1898[20]
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
0440 Manggarai MRI Jalan Manggarai Utara 1, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan km 9+890 lintas JakartaManggaraiBogor
km 6+026 lintas TanahabangManggarai
km 0+010 lintas ManggaraiJatinegara
km 0+000 lintas Manggarai–Dipo KRL Bukit Duri
+13 m Beroperasi Manggarai sta 100210-0803.jpg
0441 Kebonpala KBO Tidak beroperasi
0450 Jatinegara JNG Jalan Bekasi Barat Raya, Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur km 11+750 lintas Jakarta Kota-Cikampek-Cirebon Prujakan-Purwokerto-Kroya
km 2+662 lintas Manggarai-Jatinegara
+16 m Beroperasi Sta jatinegara.jpg

Segmen Rajawali–Jatinegara[sunting | sunting sumber]

Cabang dari Kampung Bandan menuju Jakarta Gudang[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Kampung BandanJakarta Gudang
Termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta
Kampung Bandan KPB Ancol, Pademangan, Jakarta Utara km 2+000 lintas Jakarta Kota-Kampung Bandan +2 m Beroperasi Stasiun Kampung Bandan.jpg
0421 Jakarta Gudang JAKG Jalan Kampung Bandan, Ancol, Pademangan, Jakarta Utara km ? Beroperasi Hemradenplein (Jakarta Gudang railway station).jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [21][10][22]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Van Kleine Boom Naar Buitenzorg Via Meester Cornelis". Diakses tanggal 26 April 2010. 
  2. ^ Shahab, Alwi (2009). Batavia Kota Banjir. Jakarta: Penerbit Republika. 
  3. ^ "NITM". Diakses tanggal 20 Desember 2017. 
  4. ^ Mrázek, Rudolf (2006). Engineers of Happy Land: Perkembangan Teknologi dan Nasionalisme di Sebuah Koloni. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. 
  5. ^ Teuuwen, Dirk. "From horsepower to electrification: Tramways in Batavia-Jakarta 1869 – 1962" (PDF). Diakses tanggal 20 Desember 2017. 
  6. ^ Shahab, Alwi (2004). Saudagar Baghdad dari Betawi. Jakarta: Penerbit Republika. 
  7. ^ Simanjuntak, Truman; Handini, Retno; Riyanto, Sugeng (2016). Karawang dalam Lintasan Peradaban. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional/Penerbit Buku Obor. 
  8. ^ Murti Hariyadi, Ibnu (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT. Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 15 – 24. ISBN 978-602-18839-3-8. 
  9. ^ Pemerintah Hindia Belanda (1899). Staatssblad Ned. Indië over het jaar 1816. 
  10. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  11. ^ Majalah KA Edisi Agustus 2014
  12. ^ Stasiun Batavia Selatan Genap 80 Tahun Kompas.com 23 Oktober 2009, diakses 2 November 2011.
  13. ^ Media, Kompas Cyber. "Putaran Roda KRL, Bonbon, hingga KfW". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2017-03-24. 
  14. ^ Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama :0
  15. ^ Fadhli, Faris (2014). "KRL Jepang (Masih) Merajai Jabodetabek". Majalah KA. 95: 12–13. 
  16. ^ DJKA (2014). Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian Tahun 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  17. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia". Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  18. ^ Rudi, Alsadad (30 Agustus 2013). "Setelah 22 Tahun, Proyek Jalur Layang Kereta Jakarta Dilanjutkan". Kompas.com. Diakses tanggal 30 Agustus 2017. 
  19. ^ Jones, M.W. "Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij". Diakses tanggal 25 Agustus 2017. 
  20. ^ Jones, M.W. "Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij". Diakses tanggal 25 Agustus 2017. 
  21. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  22. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia