Stasiun Batavia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Stasiun Batavia merujuk pada dua buah stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kota Tua Jakarta. Terdapat dua buah stasiun kereta api yang menyandang nama Batavia, yaitu Station Batavia Noord (N.I.S.) yang berlokasi di sebelah selatan Gedung Balai Kota Jakarta Barat (sekarang Museum Seni Rupa dan Keramik) dan Station Batavia Zuid (B.O.S.) yang berada di lokasi Stasiun Jakarta Kota sekarang. Nasib stasiun tersebut berakhir di tangan Staatsspoorwegen (SS): telah digantikan dengan Stasiun Batavia-benedenstad (Jakarta Kota). Kedua stasiun ini merupakan pangkal dari seluruh lintas barat NIS dan BOS.

Stasiun Batavia NIS[sunting | sunting sumber]

Stasiun Batavia
Batavia
Station Batavia-Noord (voormalige NISM station).jpg
Stasiun Batavia ketika masih aktif
LokasiJalan Lada No. 1
Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11110
Indonesia
Operator
Sejarah
Dibuka15 September 1871
Ditutup1929
Lokasi pada peta

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang berada di segmen pertama jalur kereta api Batavia–Buitenzorg yang diresmikan oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) yaitu segmen Batavia–Weltevreden (Koningsplein). Stasiun ini tergolong besar, diresmikan pada tanggal 15 September 1871 bersamaan dengan pembukaan segmen pertama tersebut. Per 31 Januari 1873, jalur itu telah selesai.[1][2] Selain itu, NIS juga mengoperasikan jalur menuju Pelabuhan Kleine Boom untuk keperluan pengangkutan pelabuhan.[3]

Setelah membangun jalur, NIS, SS, dan Jawatan Pekerjaan Umum Hindia Belanda turut mengembangkan lintas, seperti membangun jalur kereta api dari Sunda Kelapa menuju Pelabuhan Tanjung Priok, serta membangun Stasiun Tanjung Priuk lama yang dibuka pada tanggal 2 November 1885 bersamaan dengan pembukaan Pelabuhan Tanjung Priok.[4][5]


Stasiun sebelumnya   Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
Kleine Boom
Terminus
Kleine Boom–BataviaTerminus
Terminus Batavia–Tandjongpriok
Lama
Terminus Batavia–Buitenzorg (1873–1929)

Stasiun Batavia BOS[sunting | sunting sumber]

Stasiun Batavia
Batavia
COLLECTIE TROPENMUSEUM Het voormalige station van de BOS ( Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij) het latere station Batavia Zuid van de Staatsspoorwegen (SS) in Batavia TMnr 10013995.jpg
Bangunan Stasiun Batavia BOS
LokasiPinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, DKI Jakarta 11110
Indonesia
Operator
Sejarah
Dibuka31 Maret 1887
Ditutup1923
Lokasi pada peta

Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) merupakan perusahaan yang telah diberi konsesi untuk mengoperasikan kereta api di lintas Batavia–Krawang (Karawang). Terhitung tanggal 31 Maret 1887, segmen Batavia–Bekassie (Bekasi BOS) selesai dibangun dan mulai beroperasi.[6]

Pada saat awal BOS beroperasi, perusahaan itu telah memperkirakan adanya indikasi kerugian akibat harga bahan pokok yang kala itu masih rendah dengan hasil panen juga rendah. Bila dibandingkan dengan pengangkutan lewat jalur sungai, juga menemukan kendala akibat dari faktor cuaca. BOS diketahui memiliki masalah keuangan dengan pendapatan yang diperoleh hanya cukup untuk menutup biaya operasi. Bahkan, BOS pun harus meminjam ke Pemerintah Kolonial agar perusahaan tetap dapat beroperasi.[7]

Akhir riwayat[sunting | sunting sumber]

Mulai tahun 1898, Staatsspoorwegen (SS) resmi membeli jalur BOS.[8] Sesudah dibeli, sejumlah perhentian eksisting kemudian digantikan dengan bangunan ala SS, misalnya Stasiun Klender atau Stasiun Bekasi, yang foto-foto lawasnya masih terdokumentasi. Pada masa-masa ini, Staatsspoorwegen otomatis mengganti nama stasiun Batavia BOS menjadi Batavia (S.S.) untuk keperluan pemetaan, tetapi menggunakan nama lapangan Batavia saja.

Terhitung pada tahun 1913, SS juga mengakuisisi jalur kereta api Batavia–Buitenzorg dari NIS. Pascaakuisisi tersebut, nama Stasiun Batavia N.I.S. mulai menggunakan nama Batavia Noord, sedangkan Batavia B.O.S. menggunakan nama Batavia Zuid.[9]

Lokasi Stasiun Batavia Noord terpisah 200 m dari Batavia Zuid. Pada tahun 1923, stasiun ini untuk sementara menjadi stasiun pusat dan diperbesar baik bangunan maupun emplasemennya. Stasiun ini mengambil alih peran Batavia Zuid sehubungan dengan rencana pembangunan stasiun baru yang lebih besar di lokasi itu. Stasiun tersebut memiliki peron-peron yang sederhana dan melayani KRL dan kereta lokomotif listrik menuju Stasiun Tanjung Priok yang baru, Meester Cornelis, dan Manggarai. Sempat direncanakan untuk membangun atap peron yang rendah, tetapi tidak pernah terwujud. Stasiun ini kemudian ditutup sehubungan dengan digunakannya stasiun baru Batavia-benedenstad pada tanggal 8 Oktober 1929 yang telah selesai dikerjakan.[10]

Saat ini lokasi Stasiun Batavia Noord berada di area yang sekarang menjadi kompleks Bank BNI Kota Tua Jakarta, sedangkan Batavia Zuid berubah menjadi Batavia-benedenstad (Stasiun Jakarta Kota). Selain itu ditemukan juga beberapa potongan rel dan bekas jembatan kereta api di sekitar area tersebut. Saat ini baik Stasiun Batavia Noord maupun Zuid hanya bisa dilihat melalui foto-foto saja.

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lohanda, Mona. (2007). Sejarah para pembesar mengatur Batavia (edisi ke-Cet. 1). Depok: Masup Jakarta. ISBN 978-979-25-7295-7. OCLC 225750927. 
  2. ^ Burgerlijke Openbare Werken (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Landsdrukkerij. 
  3. ^ Media, Kompas Cyber. "Menggali Jejak Stasiun Batavia Noord dan Batavia Zuid". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-06-15. 
  4. ^ Murti Hariyadi, Ibnu; Basir, Ekawati; Pratiwi, Mungki Indriati; Ubaidi, Ella; Sukmono, Edi (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 15–24. ISBN 978-602-18839-3-8. 
  5. ^ Perquin, B.L.M.C. (1921). Nederlandsch Indische staatsspooren tramwegen. Bureau Industria. 
  6. ^ Reitsma, Steven Anne (1915). Eenige Bladzijden : Indische : Spoorwegpolitiek II (De Poerwodadi-Goendih Stoomtram Maatschappij). Tegal: J.D. Boer. hlm. 1-7. 
  7. ^ "Verkort Jaarverslag der Bataviasche Oosterspoorweg-Maatschappij over 1887". de Locomotief. 30 Januari 1889. 
  8. ^ van der Stok, P.J.C. (1913). Gouvernements-exploitatie in Nederlandsch-Indië. Amsterdam: Electrische Drukkerij het Vanderland. 
  9. ^ Tjandrasasmita, U. (2000). Sejarah perkembangan Kota Jakarta. Jakarta: Dinas Museum dan Pemugaran. 
  10. ^ Batavia Noord, Stasiun