Jalur kereta api Tegal–Brumbung

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Tegal–Brumbung
Spoorlijn bij Weleri, Bestanddeelnr 1759.jpg
Sinyal mekanik arah Weleri
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusTegal
Brumbung
Operasi
Dibuka1867-1897
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam
Peta rute

CN–TG
TG–PPK
TG
Tegal
TGD
Tegalgudang
LR
Larangan (Tegal)
MRB
Maribaya
SD
Suradadi
BDA
Babadan
PML
Pemalang
PTA
Petarukan
UGD
Ujung Gede
CO
Comal
SRI
Sragi
WU
Waru
PK
Pekalongan
MPT
Mipitan
BTG
Batang
BTB
Batang Baru
UJN
Ujungnegoro
RBN
Roban
KRP
Kuripan
CEL
Celong
PLB
Plabuan
KNS
Krengseng
KKO
Kalikuto
WLR
Weleri
PNB
Panaruban
MJO
Mojo
SID
Sidayu
KBD
Kalibodri
KL
Kendal
KLN
Kaliwungu
MKG
Mangkang
JRK
Jerakah
SMC
Semarang Poncol
SMT
Semarang Tawang
SMH
Semarang Pelabuhan
SMG
Semarang Gudang
ATA
Alastuwa
BBG
Brumbung
BBG–GBN

Jalur kereta api Tegal-Brumbung adalah jalur kereta api aktif yang menghubungkan Stasiun Tegal dengan Stasiun Brumbung sejauh kurang lebih 160 kilometer lewat Stasiun Semarang Poncol dan Stasiun Semarang Tawang. Jalur ini merupakan bagian dari jalur utara kereta api di Pulau Jawa yang sekarang sudah menjadi jalur ganda dan keseluruhannya termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang. Jalur ini termasuk jalur yang pemandangannya paling beragam, mulai dari persawahan, tengah kota, hutan jati, hingga pemandangan tepi laut di petak antara Pekalongan-Semarang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Jalur Samarang–Tangoeng[sunting | sunting sumber]

Pada bulan Agustus 1861, diajukan konsesi pembangunan jalur kereta api pertama di Jawa, yaitu rute Samarang hingga Vorstenlanden (Solo dan Djokdjakarta) dan pada tanggal 28 Agustus 1862 disahkan oleh Gubernur Jenderal yang berkuasa saat itu, Ludolph Anne Jan Wilt Sloet van de Beele. Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) kemudian dibentuk untuk menyelenggarakan proyek lintas tersebut. Pada tanggal 27 Agustus 1863, perusahaan ini disahkan menurut akta notaris Amya Esser di Amsterdam, dan segera melaksanakan proyek pembangunan lin Samarang hingga Vorstenlanden.[1]Jalur ini mulai dibangun pada hari Jumat pada tanggal 17 Juni 1864 di Kemidjen (km 0). Di km ini Stasiun Samarang dibangun. Pembangunan dilanjut hingga ke Tangoeng hingga akhirnya dibuka untuk umum pada tanggal 10 Agustus 1867.[2]

Jalur Semarang Poncol–Cirebon[sunting | sunting sumber]

Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS) didirikan pada tahun 1895 dan mendapat konsesi izin dari Pemerintah Kolonial Hindia Belanda untuk membangun jalur kereta api dari Semarang menuju Cirebon. Perusahaan ini berkantor di Tegal, dan mulai membangun jalur kereta apinya pada tahun 1895 hingga akhirnya rampung pada tahun 1897. SCS memfokuskan pengangkutan penumpang dan barang (khususnya gula, minyak bumi, dan pupuk) di lintas Semarang–PekalonganTegalCirebon, serta menghubungkannya dengan jalur milik Staatsspoorwegen di Cirebon dan NIS di Semarang Tawang (sejak 1914).[3][4]

Kepindahan ke Stasiun Tawang[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1911, Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij mulai menyusun masterplan baru terhadap sistem perkeretaapian di jalur kereta api segmen Semarang–Solo–Yogyakarta yang sebelumnya diresmikan pada tahun 1873. Hal ini dikarenakan Stasiun Samarang NIS—stasiun pertama di Indonesia—yang pada enam tahun sebelumnya ditutup, sudah tak memungkinkan lagi dioperasikan sebagai stasiun sentral NIS apabila Semarang mengalami air rob.[5] Bangunan stasiun ini selesai dan diresmikan pada pertengahan tahun 1914 dan segera digunakan untuk menggantikan Stasiun Samarang NIS yang selalu terendam air jika Laut Jawa mengalami pasang.[6]Sebagai akhir masterplan tersebut, NIS mulai membangun stasiun kereta api baru di Tawang, yang mulai dibangun pada tanggal 29 April 1911.

Penggandaan[sunting | sunting sumber]

Pembangunan jalur ganda di tahap pertama dimulai pada tahun 2007, dengan dibangunnya jalur Petarukan menuju Pemalang. Proyek ini dianggarkan tahun 2007, diuji coba pada tanggal 30 Oktober 2008[7] serta dilanjut menuju Tegal pada tahun 2009.[8] Pada tanggal 9 September 2009, jalur kereta api Tegal menuju Pekalongan akhirnya diresmikan oleh Presiden RI saat itu, Susilo Bambang Yudhoyono.[9]

Progres pembangunan jalur ganda dilanjut lagi pada tahun 2012-2013, dengan total pembebasan tanah seluas 1.165.395 meter persegi.[10] Pembangunan jalur ini termasuk di dalamnya mengganti rel, bantalan, hingga mengepras bukit di Plabuan. Total panjang lintas Pantura yang telah digandakan mencapai 727 km. Proyek ini akhirnya selesai pada tahun 2014 dengan menghabiskan biaya Rp9,8 triliun. Istimewanya lagi, kisah ini kemudian dibukukan dalam buku Jalur Ganda Lintas Utara: Percepatan dan Manfaatnya yang ditulis oleh Hermanto Dwiatmoko, Dirjen Perkeretaapian pada masa itu.[11]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

Tawang Jaya Premium, tujuan Jakarta dan tujuan Semarang

Kelas ekonomi AC plus[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi[sunting | sunting sumber]

Lokal/Komuter[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 6, 12 SemarangTegalCirebon
Segmen TegalPemalang
Diresmikan pada tanggal 23 Juni 1898 oleh Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij[12]
Termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang
2410 Tegal TG Jalan Pancasila, Slerok, Tegal Timur, Tegal km 148+110 lintas Semarang PoncolTegalCirebon
km 0+000 lintas Tegal–Prupuk
+4 m Beroperasi Stasiun Tegal 2017.jpg
2411 Tegal Gudang TGD Tidak beroperasi
2412 Larangan LR Munjungagung, Kramat, Tegal km 142+592 +4 m Beroperasi Stasiun Larangan Tegal 2019.jpg
2413 Maribaya MRB Tidak beroperasi
2414 Suradadi SD Suradadi, Suradadi, Tegal km 132+522 +3 m Beroperasi Stasiun Surodadi 2019.jpg
2415 Babadan (Tegal) BDA km 126+627 Tidak beroperasi
- Sumberharjo SBH km 122+743 Tidak beroperasi
Segmen PemalangPekalongan
Diresmikan pada tanggal 1 Februari 1899
2416 Pemalang PML Mulyoharjo, Pemalang, Pemalang km 120+087 +6 m Beroperasi Stasiun Pemalang 2019.jpg
2417 Petarukan PTA Serang, Petarukan, Pemalang km 113+210 +10 m Beroperasi Stasiun Petarukan 2019.jpg
2418 Ujunggede UGD km 105+995 Tidak beroperasi
2419 Comal CO Jalan Stasiun Comal, Purwosari, Comal, Pemalang km 103+500 +10 m Beroperasi Stasiun Comal 2019.jpg
2421 Sragi SRI Sragi, Sragi, Pekalongan km 99+202 +7 m Beroperasi Stasiun Sragi 2019.jpg
2422 Waru (Pekalongan) WU km 94+984 Tidak beroperasi
Segmen PekalonganWeleri
Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1898
2430 Pekalongan PK Nasional 1 Jalan Gajah Mada, Bendan Kergon, Pekalongan Barat, Pekalongan km 87+944 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon
km 0+000 lintas Pekalongan-Wonopringgo
+4 m Beroperasi Sta-PK01a.JPG
- Mipitan MPT km 86+200 Tidak beroperasi
2432 Batang BTG Batang, Batang km 80+103 +4 m Tidak beroperasi Batang station.JPG
- Batang Baru BTG Sambong, Batang, Batang km ? +5 m Beroperasi Stasiun Batang 2019.jpg
2433 Ujungnegoro UJN Ujungnegoro, Kandeman, Batang km 73+591 +5 m Beroperasi Stasiun Ujungnegoro 2019.jpg
2434 Roban RBN km 66+730 Tidak beroperasi
2435 Kuripan KRP Kuripan, Subah, Batang km 61+333 +6 m Beroperasi Stasiun Kuripan 2019.jpg
2436 Celong CEL km 56+607 Tidak beroperasi
2437 Plabuan PLB Ketanggan, Gringsing, Batang km 54+003 +4 m Beroperasi Plabuanstation.jpg
2438 Krengseng KNS Krengseng, Gringsing, Batang km 44+396 +9 m Beroperasi DSC00101.JPG
2439 Kalikuto KKO km 41+436 Tidak beroperasi
Segmen WeleriKalibodri
Diresmikan pada tanggal 1 November 1897
2501 Weleri WLR Jalan Stasiun Weleri 1, Karangdowo, Weleri, Kendal km 39+065 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon
km 0+000 lintas WeleriBesokor
+12 m Beroperasi Stasiun Weleri 2019.jpg
2502 Panaruban PNB km 35+002 Tidak beroperasi
2503 Mojo MJO km 33+115 Tidak beroperasi
2504 Sidayu SID km 31+700 Tidak beroperasi
Segmen KalibodriKaliwungu (tanpa via Kendal)
Diresmikan pada tanggal 1 Januari 1914
2505 Kalibodri KBD Tegorejo, Pegandon, Kendal km 30+191 +9 m Beroperasi Stasiun Kalibodri 2019.jpg
2506 Panyangkringan PNY km 27+250 Tidak beroperasi
2507 Banyuurip BYP km 25+013 Tidak beroperasi
2508 Srogo SO km 22+500 Tidak beroperasi
Segmen KaliwunguSemarang Poncol
Diresmikan pada tanggal 2 Mei 1897
2509 Kaliwungu KLN Krajan Kulon, Kaliwungu, Kendal km 18+189 +4 m Beroperasi Stasiun Kaliwungu 2019.jpg
- Gambilangu GBL km ? Tidak beroperasi
2512 Mangkang MKG Mangkang Kulon, Tugu, Semarang km 12+655 +5 m Beroperasi St-Mangkang 03.jpg
2513 Karanganyar (Semarang) KGR km 9+404 Tidak beroperasi
2514 Jerakah JRK Jerakah, Tugu, Semarang km 5+902 +1,5 m Beroperasi Stasiun Jerakah 2019.jpg
Jalur ke Semarang Poncol (1914)
2520 Semarang Poncol SMC Jalan Imam Bonjol, Purwosari, Semarang Utara, Semarang km 0+000 +3 m Beroperasi Semarang Poncol in Busy.jpg
Lintas penghubung NIS-SCS dan segmen ke Semarang Tawang
Lintas 13 SemarangGambringanSurabaya Pasarturi
Segmen Semarang Tawang–Semarang Gudang
Diresmikan pada tanggal 25 Mei 1914[13] oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
2530 Semarang Tawang SMT Jalan Taman Tawang 1, Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang km 0+000 lintas Semarang Tawang-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta, Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan, dan Semarang Tawang-Tegal-Cirebon +2 m Beroperasi Semarang Tawang.jpg
Segmen Semarang Gudang–Brumbung
Diresmikan pada tanggal 10 Agustus 1867
2531 Semarang Gudang SMG Kemijen, Semarang Timur, Semarang km 1+320 +1 m? Tidak beroperasi Semaranggudang.jpg
- Ngablak NGL km 4+850 Tidak beroperasi
2602 Alastua ATA Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang km 7+113 +6 m Beroperasi Stasiun Alastua 2019.jpg
2603 Jamus JMS km 10+385 Tidak beroperasi
2604 Brumbung BBG Kembangarum, Mranggen, Demak km 13+093 +16 m Beroperasi St-Brumbung 07.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [14][15][16]


Percabangan menuju Pelabuhan Tanjung Emas[sunting | sunting sumber]

Percabangan menuju Pelabuhan Tanjung Emas
TG–BBG
ke Semarang Poncol, Pekalongan, Jakarta
SMT
Semarang Tawang
TG–BBG
ke Brumbung, Ngrombo, Surabaya
SMG
Semarang Gudang
Samarang NIS
Nasional 1 Jl. Yos Sudarso
Jl. Coaster (Akses Pelabuhan)
SMH
Semarang Tanjungmas

Segmen baru ini dibuat oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk meningkatkan arus pengangkutan peti kemas di rute Semarang–Jakarta maupun Semarang–Surabaya pp. Wacana ini ternyata sudah muncul dari 2014, dengan ditandatanganinya nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara DJKA, PT KAI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dan Pelindo III selaku operator Pelabuhan Tanjung Emas pada tanggal 21 Maret 2014.[13] Dengan begitu, diharapkan volume angkut peti kemas dapat ditargetkan menjadi 1 juta TEUs dari sebelumnya 640 ribu TEUs.[17]

Jalur kereta apinya sendiri sedang dalam tahap pembangunan sejak Mei 2016,[18] namun sayangnya pembangunan jalur KA ini terhenti karena masalah sengketa lahan walaupun jalurnya sendiri kini sudah tersisa 200 meter.[19][20]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Trase NIS

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Segmen Semarang Pelabuhan–Semarang Gudang
Diresmikan pada tanggal 10 Agustus 1867 oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij
2521 Semarang Pelabuhan SMH Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang Tidak beroperasi
2531 Semarang Gudang SMG Kemijen, Semarang Timur, Semarang km 1+320 +1 m? Tidak beroperasi Semaranggudang.jpg

Trase DJKA

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
2530 Semarang Tawang SMT Jalan Taman Tawang 1, Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang km 0+000 lintas Semarang Tawang-Gundih-Solo Balapan-Yogyakarta, Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan, dan Semarang Tawang-Tegal-Cirebon +2 m Beroperasi Semarang Tawang.jpg
2521 Semarang Pelabuhan SMH Tanjung Mas, Semarang Utara, Semarang Tidak beroperasi

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Banck, J.E. (1869). Geschiedenis van het Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij. M.J. Fisser. 
  2. ^ Schetskaart van de spoorweg Samarang-Vorstenlanden door de Raad van Beheer der Nederlandsch-Indische Spoorweg-Maatschappij aan de Heeren leden van de Staten-Generaal aangeboden. 1869. 
  3. ^ Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij (1917). Verslag - SCS - 1916. Semarang-Cheribon Stoomtram Maatschappij. 
  4. ^ R., Knight, G. (2013). Commodities and colonialism : the story of Big Sugar in Indonesia, 1880-1942. Leiden: Brill. ISBN 9004250514. OCLC 847623409. 
  5. ^ Kompas., Penerbit Buku ([2008]). Ekspedisi Anjer-Panaroekan : laporan jurnalistik Kompas : 200 tahun Anjer-Panaroekan, jalan untuk perubahan. Jakarta: Penerbit Buku Kompas. ISBN 9797093913. OCLC 298706775. 
  6. ^ 1895-1963., Liem, Thian Joe, (2004). Riwayat Semarang (edisi ke-Cet. 2). Jakarta: Hasta Wahana. ISBN 9789799695215. OCLC 60326750. 
  7. ^ "Detail Badan Usaha". lpjk.org. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  8. ^ "Rel Kereta Api Ganda". www.antarafoto.com. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  9. ^ Media, Kompas Cyber. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11. 
  10. ^ "Sudah 795.654 Meter Lahan Dibebaskan untuk Jalur Ganda KA Pantura - Berita Trans". Berita Trans. 2013-10-02. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  11. ^ Media, Kompas Cyber. "Berakhirnya Era Rel Tunggal di Lintas Pantura Jawa Dibukukan - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11. 
  12. ^ Semarang–Cheribon Stoomtram Maatschappij (1916). Verslag der SCS. Den Haag: SCS. 
  13. ^ a b Sudarsih, A. (2014). "Menanti Jalur KA ke Pelabuhan Tanjung Emas Aktif Lagi". Majalah KA. 94: 26. 
  14. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  15. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  16. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia
  17. ^ Yogya, LN Idayanie (2015-08-04). "Proyek Rel Kereta ke Pelabuhan Tanjung Emas Terhalang Lahan". Tempo (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-18. 
  18. ^ admin (2017-05-21). "Reaktivasi Rel KA Tawang-Tanjung Emas". RADARSEMARANG.ID. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  19. ^ "Penyelesaian Proyek Jalur KA ke Pelabuhan Tanjung Emas Tunggu Status Lahan | Semarang Bisnis.com". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-10-18. 
  20. ^ "Koneksi Tanjung Emas dengan Jalur KA Terkendala Sengketa Tanah | Industri". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-10-18.