Stasiun Babadan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Babadan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun BBD.png
  • Singkatan: BBD
  • Nomor: 4021
BabadanCak.jpeg
Stasiun Babadan
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMadiun
KecamatanMadiun
DesaDimong
AlamatJalan Tulungrejo
Kode pos63152
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+63 m
Letak[2]km 157+889 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
LayananHanya untuk persilangan dan persusulan antarkereta api.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4:
  • jalur 2: sepur raya jalur tunggal dari arah Madiun dan sepur lurus jalur ganda arah Kertosono
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda arah Madiun
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Tipe persinyalanElektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02

Stasiun Babadan (BBD) (Hanacaraka: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦧꦧꦢꦤ꧀ , Sêtasiyun Babadan) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Dimong, Madiun, Madiun. Stasiun yang terletak pada ketinggian +63 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun dan merupakan stasiun kereta api aktif yang letaknya paling barat di Kabupaten Madiun.

Seperti Stasiun Gedangan dan Lemahabang, tepat di sebelah barat daya stasiun ini terdapat perlintasan sebidang Jalan Tulungrejo yang menghubungkan Desa Dimong dengan jalan raya Caruban-Madiun. Sebelumnya perlintasan tersebut berada di tengah emplasemen stasiun. Sebagai akibatnya, ketika ada kereta api yang berhenti di stasiun ini, sebagian rangkaiannya menutupi jalan tersebut sehingga perlintasan harus tetap ditutup, tidak peduli berapa lama kereta api berhenti sampai akhirnya kereta berangkat kembali dan tidak menutupi jalan tersebut lagi.

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen lintas antara stasiun ini dan Stasiun Nganjuk resmi dioperasikan per 30 April 2019, emplasemen stasiun ini digeser dan diperpanjang ke arah timur laut sehingga kereta api yang berhenti di stasiun ini tidak lagi menutupi perlintasan jalan tersebut. Terdapat satu jalur baru yang dibangun tepat di sebelah timur laut bangunan lama stasiun sebagai jalur 4. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus hanya untuk arah Madiun saja, jalur 2 dijadikan sebagai sepur raya jalur tunggal dari arah Madiun dan juga sepur lurus jalur ganda hanya untuk arah Kertosono, serta jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 1. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik. Kini stasiun ini menggunakan bangunan baru yang lebih besar; terletak di seberang bangunan lama.

Saat ini stasiun ini hanya melayani persilangan dan persusulan antarkereta api saja, tidak untuk melayani kedatangan dan keberangkatan penumpang. Persilangan dan persusulan yang dilayani secara resmi berdasarkan Gapeka 2017 revisi 30 April 2019 adalah:

Rencananya setelah proyek pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa selesai, bangunan lama stasiun ini yang merupakan peninggalan Staatsspoorwegen akan tetap dipertahankan dan stasiun ini hanya akan melayani persusulan antarkereta api saja.[3]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
Stasiun sebelumnya   Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg Lintas Kereta Api Indonesia Logo of the Ministry of Transportation of the Republic of Indonesia.svg   Stasiun berikutnya
Solo Balapan–Kertosono
menuju Kertosono

Koordinat: 7°35′14″S 111°35′19″E / 7.587262°S 111.588603°E / -7.587262; 111.588603