Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Institut Seni Indonesia Yogyakarta
Lambang ISI Yogyakarta
Didirikan 30 Mei 1984
Jenis Perguruan tinggi negeri
Rektor Dr. M. Agus Burhan, M.Hum
Lokasi Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia Bendera Indonesia
Kampus Jalan Parangtritis
Situs web www.isi.ac.id

Institut Seni Indonesia Yogyakarta atau yang disingkat ISI Yogyakarta adalah sebuah perguruan tinggi yang berkedudukan di Yogyakarta, Indonesia.[1] ISI Yogyakarta dibentuk atas dasar Keputusan Presiden RI No. 39/1984 tanggal 30 Mei 1984 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Nugroho Notosusanto pada tanggal 23 Juli 1984. Walaupun usianya sebagai institut masih tergolong muda, namun perguruan-perguruan yang merupakan komponen pembentukan ISI Yogyakarta sudah lama ada dan telah menunjukkan kiprahnya dalam perkembangan seni di Indonesia. ISI telah banyak meluluskan seniman-seniman dan profesional yang tersebar dalam berbagai fungsi, profesi dan keahlian, baik di dalam maupun di luar negeri[2]. Prof. Dr. Bud Mochtar adalah salah satu rektor ISI yang karyanya sampai sekarang dapat dilihat di depan gedung DPR/MPR RI, di Senayan, Jakarta.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kampus ISI Yogyakarta terletak di Jalan Parangtritis Km. 6, Desa Panggungharjo, Kecamatan Sewon, Kabupaten Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Institut ini mengkhususkan pada pendidikan di bidang seni, yang terkelompok ke dalam tiga fakultas, yakni Fakultas Seni Rupa, Fakultas Seni Pertunjukan, dan Fakultas Seni Media Rekam. Selain itu, ISI Yogyakarta juga telah membuka Program Pasca Sarjana yang memiliki program S2 dan S3 untuk konsentrasi jurusan Penciptaan Seni dan Pengkajian Seni. ISI Yogyakarta dibentuk berdasarkan penggabungan atas tiga pendidikan tinggi seni yang sudah ada sebelumnya yaitu yaitu Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia “ASRI”, Akademi Musik Indonesia “AMI”, dan Akademi Seni Tari Indonesia “ASTI”. [3][4]

AMI (Akademi Seni Musik Indonesia)[sunting | sunting sumber]

Akademi Musik Indonesia “AMI” komponen yang lain, lahir pada tahun 1961 berkembang dari Sekolah Musik Indonesia (SMIND) yang berdiri tahun 1952; dan Akademi Seni Tari Indonesia “ASTI” lahir pada tahun 1963; merupakan kelanjutan dari Konservatori Tari Indonesia (KONRI) yang lahir agak jauh di belakang, yaitu pada tahun 1961.

ASTI (Akademi Seni Tari Indonesia)[sunting | sunting sumber]

Sama halnya dengan ASRI, berdirinya AMI dan ASTI adalah juga karena dorongan yang kuat dari para pecinta seni budaya Indonesia untuk mengmbangkan apa yang dimilikinya. Walaupun jauh sebelum itu pendidikan seni secara tradisional sudah ada, tetapi untuk meningkatkan baik secara vertikal maupun horisontal diperlukan lembaga-lembaga pendidikan seni yang formal dan moderen.

Pada awal tahun 1973 sidang antara para pimpinan STSRI “ASRI”, AMI, ASTI dan beberapa akademi kesenian lainnya dengan pejabat-pejabat dari Departeman Pedidikan dan Kebudayaan, sepakat untuk membentuk suatu lembaga pendidikan tinggi seni yang lebih luas cakupannya dan lebih besar kewenangannya baik di bidang seni maupun dari segi ketentuan-ketentuan pendidikan tinggi.

ASRI (Akademi Seni Rupa Indonesia[sunting | sunting sumber]

ASRI berdiri atas dasar surat Keputusan Menteri PP dan K no. 32/Kebud., tanggal 15 Desember 1949. Peresmiannya dilakukan pada tanggal 15 Januari 1950 oleh Menteri PP dan K saat itu, S. Mangunsarkoro. Perubahan status terjadi pada tanggal 4 November 1968, yaitu menjadi Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia (STSRI), lewat SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0100/1968. Dengan nama baru STSRI itu, sebutan ASRI tidak dihilangkan karena dimanfaatkan sebagai brand name yang telah familiair dengan masyarakat yaitu STSRI "ASRI".

Pada tahun 1969, dipelopori oleh Soedarso Sp, MA, mengganti sistem kenaikan tingkat atau studi tahunan dengan sistem semester dan studi terpimpin dalam Satuan Kredit Semester (SKS). STSRI “ASRI” menjadi pelopor dalam pemakaian sistem ini. Tentu saja sistem ini dimaksudkan mendorong tradisi dan etos belajar mahasiswa untuk menjadi lebih disiplin, karena untuk mencapai derajat sarjana diperlukan target capaian yang berbobot ilmiah pula. Dan, sebutan Fakultas Seni Rupa merupakan nomenklatur terakhir menyusul berdirinya Institut Seni Indonesia Yogyakarta yang secara resmi dibentuk melalui SK Presiden RI, No. 39/1984, tanggal 30 Mei 1984.

Fakultas dan Program Studi[sunting | sunting sumber]

1. Fakultas Seni Pertunjukan

  • Jurusan Musik
  • Jurusan Etnomusikologi
  • Jurusan Teater
  • Jurusan Tari
  • Jurusan Karawitan
  • Jurusan Pedalangan

2. Fakultas Seni Rupa

3. Fakultas Seni Media Rekam

  • Jurusan Fotografi
  • Jurusan Televisi
  • Jurusan Animasi (D-3)

4. Program Pasca Sarjana

  • Magister Penciptaan & Pengkajian Seni (S-2)
  • Magister Tata Kelola Seni (S-2)
  • Doktor Penciptaan & Pengkajian Seni (S-3)

Rencana pengubahan nama institusi[sunting | sunting sumber]

Pemerintah berencana mengubah Institus Seni Indonesia menjadi Institut Seni dan Budaya Indonesia (ISBI) serta Sekolah Tinggi Seni terus bergulir. Institus seni itu meliputi Aceh, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Keempat ISBI baru ini diharapkan dapat lebih mengembangkan seni budaya khas daerah setempat. Saat ini ada lima institut seni di Indonesia yaitu ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Bali, ISI Padang Panjang, dan Institut Kesenian Jakarta, serta satu Sekolah Tinggi Seni di Bandung. Semua ISI akan diperluas tugasnya. Jika sebelumnya hanya berfokus pada kesenian, nantinya akan diperluas dengan kebudayaan yang terkait dengan kesenian tersebut.

Untuk sementara, pemerintah baru akan mengubah empat ISI menjadi ISBI, yaitu ISI Yogyakarta, ISI Surakarta, ISI Bali, dan ISI Padang Panjang. Keempat ISI milik pemerintah ini juga diserahi tugas membantu pembangunan ISBI baru. ISI Padang Panjang bertanggung jawab melaksanakan pembangunan ISBI Aceh. ISI Yogyakarta melaksanakan pendirian ISBI Kalimantan. ISI Surakarta membangun ISBI Sulawesi. ISI Bali membangun ISBI Papua. Mereka masing-masing bertanggung jawab dalam menyusun kurikulum, program pengajaran, dan kebutuhan lain. Selain ISI, pemerintah juga berencana mengubah STSI Bandung dan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) menjadi ISBI.

Berbeda dengan ISI lainnya, IKJ adalah perguruan tinggi milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Institut yang lebih mengembangkan seni urban ini didirikan Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin sehingga pemerintah menyerahkan segala keputusan kepada Pemprov DKI Jakarta[5].

Fakultas Seni Pertunjukan[sunting | sunting sumber]

Musik[sunting | sunting sumber]

  1. Pencipta musik (Untuk film, seni pertunjukan)
  2. Penata musik (komposer/are angker)
  3. Pemain musik (orkestra, pop jazz resitalis, solois, musik kamar, ensambel, band, big band, marching band)
  4. Conductor
  5. Penyaji musik
  6. Penulis/ kritikus musik
  7. Peneliti musik
  8. Pendidik
  9. Pengusaha alat musik
  10. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ Hankam/ Pariwisata
  11. Pemilik sanggar musik
  12. Manajer/ event organizer seni pertunjukan musik

EtnomusikologI[sunting | sunting sumber]

  1. Pencipta musik etnik (untuk film, seni pertunjukan)
  2. Penata musik etnik (komposer/ arranger musik etnik)
  3. Pemain musik etnik
  4. Penyaji musik etnik
  5. Penulis/ kritikus musik etnik
  6. Peneliti musik etnik
  7. Pendidik musik etnik
  8. Pengusaha alat musik etnik
  9. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata
  10. Pemilik sanggar musik
  11. Manajer/ event organizer seni pertunjukan

Teater[sunting | sunting sumber]

  1. Penulis naskah
  2. Sutradara
  3. Pemain teater (kelompok, monolog)
  4. Penata artistik (tata panggung, lampu, dsb)
  5. Penulis/ kritikus teater
  6. Peneliti teater
  7. Pelatih/ guru teater
  8. Penata busana teater
  9. Penata wajah (makeup)
  10. Karyawan/expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata
  11. Pemilik sanggar teater
  12. Manajer/ event organizer seni pertunjukan

Tari[sunting | sunting sumber]

  1. Pencipta tari (koreografer)
  2. Pengkaji tari
  3. Penari
  4. Penulis/ kritikus tari
  5. Peneliti tari
  6. Penata busana pergelaran seni pertunjukan
  7. Perias
  8. Pendidik
  9. Pengusaha busana tari
  10. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata
  11. Pemilik sanggar tari/ pengelola
  12. Manajer/ event organizer seni pertunjukan
  13. Penata musik tari

Karawitan[sunting | sunting sumber]

  1. Pencipta karawitan (komposer)
  2. Pengkaji karawitan
  3. Penyaji karawitan
  4. Pemsin karawitan (pengrajin)
  5. Penulis/ kritikus karawitan
  6. Pendidik
  7. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata
  8. Pemilik sanggar karawitan
  9. Manajer/ event organizer seni pertunjukan
  10. Pengusaha gamelan

Pedalangan[sunting | sunting sumber]

  1. Penulis naskah pagelaran wayang
  2. Dalang pewayangan
  3. Pemain wayang orang dan teater
  4. Penata artistik (tata panggung seni pertunjukan tradisi dan kontemporer)
  5. Peneliti wayang/ budaya tradisi
  6. Pendidik
  7. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata
  8. Pemilik sanggar pedalangan
  9. Manajer/ event organizer seni pertunjukan

Fakultas Seni Rupa[sunting | sunting sumber]

Seni Murni[sunting | sunting sumber]

  1. Seniman seni murni/ perupa (pelukis, pengrafis, pematung)
  2. Peneliti/ pengkaji seni rupa
  3. Penulis/ kritikus seni rupa
  4. Kurator seni rupa
  5. Pemilik galeri
  6. Pengusaha (wirausahawan) karya seni
  7. Pendidik
  8. Ilustrator
  9. Komikus
  10. Kartunis
  11. Fotografer
  12. Manajer seni
  13. Event organizer
  14. Karyawan/ expert pada laga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata

Kriya[sunting | sunting sumber]

  1. Pencipta kriya seni (tekstil, kayu, logam, keramik, kulit)
  2. Peneliti/ pengkaji seni kriya (tekstil, batik, logam, kayu, keramik, kulit)
  3. Desainer kriya seni
  4. Penulis/ kritikus kriya seni
  5. Kurator seni kriya
  6. Pemilik/ pengelola galeri
  7. Pendidik kriya
  8. Perancang busana/ batik
  9. Pengusaha (wirausahawan) karya kriya seni, garmen
  10. Pemilik sanggar kriya seni
  11. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata

Desain Interior[sunting | sunting sumber]

  1. Desainer profesional
  2. Kontraktor
  3. Akademisi

Desain Komunikasi Viual[sunting | sunting sumber]

  1. Peneliti/ pengkaji desain komunikasi visual
  2. Ahli periklanan
  3. Desainer grafis (environmental graphic), multimedia, grafis produk industri
  4. Desainer web
  5. Visual merchandiser
  6. Penulis desain komunikasi visual
  7. Pengusaha (wirausahawan) media cetak
  8. Creative director
  9. Art director
  10. Animator
  11. Audio visual designer
  12. Computer graphic design consultan
  13. Graphic design consultan
  14. Visual branding consultan
  15. Komikus
  16. Pendidik
  17. Ahli topografi
  18. Ahli fotografi
  19. Ahli ilustrasi
  20. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata

Batik[sunting | sunting sumber]

  1. Pencipta batik
  2. Perancang busana batik
  3. Pengusaha garmen batik
  4. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata

Fakultas Seni Media Rekam[sunting | sunting sumber]

Fotografi[sunting | sunting sumber]

  1. Fotografer
  2. Wartawan fotografi
  3. Editor fotografi
  4. Seniman fotografi
  5. Pengusaha (wirausahawan) fotografi, media cetak
  6. Penata artistik fotografi
  7. Peneliti/ pengkaji fotografi
  8. Ahli/ pakar proses imaji (digital imaging)
  9. Konsultan fotografi pada lembaga Pemerintah dan nonpemerintah
  10. Pegawai Humas pada lembaga Pemerintah dan nonpemerintah
  11. Karyawan/ expert pada lembaga pendidikan dan kebudayaan/ pariwisata

Televisi[sunting | sunting sumber]

  1. Peneliti program televisi
  2. Kritikus program televisi
  3. Perancang program televisi (program design we)
  4. Produser program televisi
  5. Pengarah acara/ sutradara televisi
  6. Penulis skenario program televisi
  7. Penata artistik program televisi
  8. Penata videografi program televisi
  9. Penata editing program televisi
  10. Penata dan perekam suara program televisi
  11. Kamerawan
  12. Pengusaha rumah produksi
  13. Instruktur produksi audiovisual

Animasi[sunting | sunting sumber]

  1. Seniman storyboard
  2. Pengatur/ perancang keyframe
  3. Pembuat animasi inbetween
  4. Perancang gerakan animasi
  5. Seniman animasi dua dan tiga dimensi
  6. Perancang tokoh/ karakter
  7. Seniman tekstur animasi
  8. Seniman animasi game
  9. Perancang game
  10. Penulis skenario game dan animasi
  11. Sutradara game dan animasi
  12. Seniman efek visual dan grafis animasi

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]