Universitas Airlangga

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Universitas Airlangga
Universitas Airlangga.svg
Moto Excellence with Morality
Didirikan 10 November 1954
Jenis Perguruan tinggi negeri badan hukum
Rektor Prof. Dr. Mohammad Nasih, S.E., M.T., Ak.[1]
Jumlah mahasiswa 38.047 (30 September 2015)[2]
Lokasi Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Kampus Perkotaan
Warna Kuning-Biru
Julukan Unair / UA
Maskot Garuda Mukti
Afiliasi

ASEAN University Network[3]

Rumah Sakit Dokter Soetomo
Situs web www.unair.ac.id

Universitas Airlangga (disingkat Unair) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terletak di Surabaya, Jawa Timur. Universitas ini didirikan tanggal 10 November 1954 bertepatan dengan hari pahlawan yang ke-9. Berdasarkan data 30 September 2015, terdapat 38.047 mahasiswa yang terdaftar di Unair.[2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Berdirinya Universitas Airlangga memiliki sejarah yang cukup panjang. Sebelum Unair resmi didirikan, pada tanggal 9 dan 11 Oktober 1847, disampaikan usul kepada Pemerintah Kolonial Belanda untuk mendidik pemuda-pemuda Jawa yang berbakat menjadi ahli-ahli praktek kesehatan. Pada tanggal 2 Januari 1849, melalui Keputusan Pemerintah No. 22, didirikan NIAS (Nederlandsch Indische Artsen School)[butuh rujukan] sebagai tempat pendidikan dokter di Surabaya. Sejak tahun 1913, pendidikan dokter di Surabaya berlangsung di Jl. Kedungdoro 38 Surabaya. Pada tahun 1923 gedung NIAS dipindah dari Jl. Kedungdoro ke tempat berdirinya Fakultas Kedokteran Unair di Jl. Mayjen. Prof. Dr. Moestopo Surabaya.

Kemudian Dr. Lonkhuizen, Kepala Dinas Kesehatan pada masa itu, mengajukan usulan untuk mendirikan Sekolah Kedokteran Gigi di Surabaya yang dirintis sejak bulan Juli 1928 hingga 1945. Ia mendapat persetujuan dari Dr. R.J.F. Van Zaben, Direktur NIAS. Berikutnya, sekolah tersebut lebih dikenal dengan nama STOVIT (School Tot Opleiding Van Indische Tandarsten). Kala itu, STOVIT berhasil mengumpulkan 21 orang siswa. Dalam perjalanannya, STOVIT berganti nama menjadi Ika Daigaku Shika dengan Dr. Takeda sebagai Direktur pertamanya, menjabat antara tahun 1942-1945.

Dua tahun kemudian, pemerintah Belanda mengambil alih dan kemudian mengganti namanya menjadi Tandheekunding Institute. Pada tahun 1948 sekolah ini berubah status menjadi Universitier Tandheelkunding Instituut (UTI). Di bawah otoritas Republik Indonesia Serikat (RIS), UTI kembali berganti nama menjadi LKIG (Institute of Dentistry) selama 4 tahun masa studi, di bawah pimpinan Prof. M. Knap dan Prof. M.Soetojo. Pada tahun 1948 Universitas Airlangga merupakan cabang dari Universitas Indonesia yang memiliki 2 fakultas, yakni Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi.

Universitas Airlangga secara resmi berdiri pada tahun 1954 berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 57/1954 dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 10 November 1954, bertepatan dengan perayaan hari pahlawan yang kesembilan. Pada tahun yang sama pula berdiri Fakultas Hukum yang dulunya merupakan cabang dari Fakultas Hukum, Ekonomi dan Sosial Politik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada saat diresmikan, Universitas Airlangga terdiri dari lima fakultas, yaitu:[4]

  1. Fakultas Kedokteran;
  2. Fakultas Kedokteran Gigi, yang semula merupakan cabang dari Universitas Indonesia;
  3. Fakultas Hukum, yang semula merupakan cabang dari Universitas Gadjah Mada;
  4. Fakultas Sastra, yang berkedudukan di Denpasar, yang pada tahun 1962 fakultas ini memisahkan diri dari Universitas Airlangga untuk menjadi bagian dari Universitas Udayana;
  5. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, yang berkedudukan di Malang, dan pada tahun 1963 memisahkan diri dari Universitas Airlangga menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Negeri Malang, yang sekarang telah berubah menjadi Universitas Negeri Malang (UM).

Nama dan simbol[sunting | sunting sumber]

Nama Airlangga diambil dari nama raja yang memerintah Jawa Timur pada tahun 1019 hingga tahun 1042 yaitu Rakar Galu Sri Lokeswara Dharmawangsa Airlangga Anantawikramattungadewa atau dikenal dengan nama Prabu Airlangga.

Simbol Universitas Airlangga adalah Garuda Mukti dengan tunggawan Bhatara Wisnu yang membawa guci berisikan air “Amrta” yakni air kehidupan abadi. Simbol ini melambangkan Universitas Airlangga sebagai sumber ilmu yang senantiasa kekal.

Bendera Universitas Airlangga berwarna kuning dan biru. Warna kuning melambangkan keagungan, biru melambangkan ksatria dan jiwa yang mendalam. Warna-warna itu diambil dari warna selubung yang menutupi patung Wisnu pada upacara pendirian Universitas Airlangga oleh Presiden Pertama Republik Indonesia pada tanggal 10 Nopember 1954.

Lokasi[sunting | sunting sumber]

Universitas Airlangga memiliki 14 fakultas dan 1 sekolah pascasarjana yang menempati tiga kampus yang tersebar di Surabaya:

  • Kampus A di Jalan Prof. Dr. Moestopo 47. Di kampus ini terdapat Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)
  • Kampus B di Jalan airlangga 4-6. Di kampus ini terdapat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Hukum (FH), Fakultas Psikologi (FPsi), Fakultas Farmasi (FF), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Fakultas Vokasi (FVokasi), dan Program Pascasarjana (PPs)
  • Kampus C di Mulyorejo, Surabaya Timur. Di kampus ini terdapat Fakultas Sains dan Teknologi (FST), Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM), Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), Fakultas Keperawatan (FKp), dan Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK)
  • Kampus Banyuwangi, kampus PDD (Pendidikan Di Luar Domisili) yang bertempat sementara di Gedung SMAN 1 Giri, Banyuwangi mulai 2014. Di Kampus ini terdapat 4 program studi, yakni S1 Kesehatan Masyarakat, S1 Kedokteran Hewan, S1 Budidaya Perairan dan S1 Akuntansi.[butuh rujukan]
  • Kampus Jakarta terletak di Graha STR Kemang, Jakarta Selatan ini khusus dibuka untuk Program Studi Magister Hukum, Magister Kenotariatan serta Sains Hukum dan Pembangunan.[5]

Rektor[sunting | sunting sumber]

Rektor[4] Periode
Prof. Mr. A.G. Pringgodigdo 1954 - 1961
Prof. Dr. Moh. Toha 1961 - 1965
Kol. CKH. Chasan Durjat, S.H. 1965 - 1966
Prof. Dr. Eri Sudewo 1966 - 1974
Prof. Dr. Kwari Setjadibrata 1974 - 1975
Prof. Abdul Gani, S.H., M.S. 1976 - 1980
Prof. Dr. Marsetio Donoseputro 1980 - 1984
Prof. Soedarso Djojonegoro 1984 - 1993
Prof. H. Bambang Rahino S. 1993 - 1997
Prof. H. Soedarto, DTM&H, Ph.D. 1997 - 2001
Prof. Dr. Med. H. Puruhito 2001 - 2005
Prof. Dr. H. Fasich, Apt. 2005 - 2015
Prof. Dr. Mohammad Nasih, SE., Mt., Ak., CMA 2015 - 2020

Fakultas dan program studi[sunting | sunting sumber]

* Fakultas Kedokteran (FK)[6]
    • S1 Pendidikan Dokter
    • S1 Pendidikan Bidan
    • S2 Ilmu Kesehatan Reproduksi
    • S2 Ilmu Kesehatan Olah Raga
    • S2 Ilmu Kedokteran Dasar
    • S3 Ilmu Kedokteran
    • Program-program spesialis
  • Fakultas Kedokteran Gigi (FKG)[7]
    • S1 Pendidikan Dokter Gigi
    • S2 Ilmu Kesehatan Gigi
    • Program-program spesialis
  • Fakultas Hukum (FH)[8]
    • S1 Ilmu Hukum
    • S2 Ilmu Hukum
    • S2 Ilmu Kenotariatan
    • S3 Ilmu Hukum
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB)[9]
    • S1 Manajemen
    • S1 Akuntansi
    • S1 Ilmu Ekonomi
    • S1 Ekonomi Syariah
    • S2 Manajemen (Magister Manajemen)
    • S2 Sains Manajemen
    • S2 Akuntansi
    • S3 Ilmu Manajemen
    • S3 Ilmu Akuntansi
    • S3 Ilmu Ekonomi
    • S3 Ilmu Ekonomi Syariah
    • Pendidikan Profesi Akuntansi
  • Fakultas Farmasi (FF)[10]
    • S1 Pendidikan Apoteker
    • S2 Farmasi Klinik
    • S2 Ilmu Farmasi
    • S3 Ilmu Farmasi
  • Fakultas Kedokteran Hewan (FKH)[11]
    • S1 Dokter Hewan
    • S2 Vaksinologi & Imunoterapetika
    • S2 Ilmu Biologi Reproduksi
    • S2 Ilmu Penyakit & Kesehatan Masyarakat Veteriner
    • S2 Agribisnis Veteriner
    • S3 Sains Veteriner
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)[12]
    • S1 Ilmu Hubungan Internasional
    • S1 Ilmu Komunikasi
    • S1 Ilmu Administrasi Negara
    • S1 Ilmu Informasi & Perpustakaan
    • S1 Ilmu Politik
    • S1 Antropologi
    • S1 Sosiologi
    • S2 Hubungan Internasional
    • S2 Sosiologi
    • S2 Ilmu Politik
    • S2 Kebijakan Publik
    • S2 Media & Komunikasi
    • S3 Ilmu-ilmu Sosial
  • Fakultas Sains dan Teknologi (FST)[13]
    • S1 Statistika
    • S1 Fisika
    • S1 Teknobiomedik
    • S1 Ilmu & Teknologi Lingkungan
    • S1 Biologi
    • S1 Matematika
    • S1 Kimia
    • S1 Sistem Informasi
    • S2 Biologi
    • S2 Kimia
    • S3 Matematika dan IPA
  • Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM)[14]
    • D3 Kesehatan & Keselamatan Kerja
    • S1 Kesehatan Masyarakat
    • S1 Ilmu Gizi
    • S2 Kesehatan Lingkungan
    • S2 Administrasi & Kebijakan Kesehatan
    • S2 Epidemiologi
    • S2 Kesehatan Lingkungan
    • S2 Epidemiologi
  • Fakultas Psikologi (FPsi)[15]
    • S1 Psikologi
    • S2 Sains Psikologi
    • S2 Perubahan & Pengembangan Organisasi
    • S3 Psikologi
  • Fakultas Ilmu Budaya (FIB)[16]
    • D3 Bahasa Inggris
    • S1 Sastra Jepang
    • S1 Ilmu Sejarah
    • S1 Sastra Indonesia
    • S1 Sastra Inggris
    • S2 Ilmu Linguistik
    • S2 Kajian Sastra & Budaya
  • Fakultas Keperawatan (FKP)[17]
    • S1 Pendidikan Ners
    • S2 Magister Keperawatan
  • Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK)[18]
    • S1 Budidaya Perairan
  • Fakultas Vokasi[19]
    • D3 Analis Medis
    • D3 Fisioterapi
    • D3 Teknik Kesehatan Gigi
    • D3 Hiperkes dan Keselamatan Kerja
    • D3 Kesehatan Ternak
    • D3 Pengobat Tradisional
    • D3 Sistem Informasi
    • D3 Otomasi Sistem Instrumentasi
    • D3 Teknik Perpustakaan
    • D3 Perpajakan
    • D3 Akuntansi
    • D3 Kepariwisataan / Bina Wisata
    • D3 Bahasa Inggris
    • D3 Manajemen Pemasaran
    • D3 Manajemen Kesekretariatan Dan Perkantoran
    • D3 Manajemen Perhotelan
    • D3 Manajemen Perbankan
    • D4 Fisioterapi
    • D4 Radiologi
    • D4 Pengobat Tradisional
  • Program Pascasarjana[20]
    • S2 Ilmu Forensik
    • S2 Sains Ekonomi Islam
    • S2 Kajian Ilmu Kepolisian
    • S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan
    • S2 Kajian Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)
    • S2 Teknobiomedik
    • S2 Pengembangan Sumber Daya Manusia
    • S2 Sains Hukum dan Pembangunan (MSHP)
    • S2 Imunologi
    • S2 Manajemen Bencana
    • S3 Pengembangan Sumber Daya Manusia (S3PSDM)
    • S3 Ilmu Ekonomi Islam (S3EKIS)

Sumber daya[sunting | sunting sumber]

Sumber daya manusia di Universitas Airlangga terdiri dari staf akademik dan staf kependidikan. Staf akademik terdiri atas staf akademik tetap sebanyak 1522 orang dengan rincian 1472 orang yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan yang berstatus Pegawai Non-PNS berjumlah 49 orang. Staf akademik tidak tetap dengan status dosen luar biasa sebanyak 223 orang dan dosen dengan status honorer sebanyak 113 orang.

Rekapitulasi jumlah staf akademik tetap berdasarkan pendidikan adalah sebagai berikut:[2]

  • Staf akademik dengan jenjang pendidikan Sarjana (S1)  sebanyak 156 orang
  • Staf akademik dengan jenjang pendidikan Magister (S2) & Spesialis 1 (Sp 1) sebanyak 885 orang
  • Staf akademik dengan jenjang pendidikan Doktor (S3) sebanyak 481 orang

Staf kependidikan berjumlah 2002 yang terdiri atas 1129 orang yang berstatus PNS, 7 orang berstatus Pegawai Tetap Non-PNS, dan 866 orang berstatus Honorer.

Rekapitulasi jumlah staf kependidikan berdasarkan pendidikan adalah sebagai berikut:

  • Staf kependidikan dengan jenjang pendidikan Magister (S2) sebanyak 43 orang
  • Staf kependidikan dengan jenjang pendidikan Sarjana (S1) sebanyak 591 orang
  • Staf kependidikan dengan jenjang pendidikan Sarjana (S1) Profesi sebanyak 32 orang
  • Staf akademik dengan jenjang pendidikan Diploma sebanyak 326 orang
  • Staf akademik dengan jenjang pendidikan Menengah Atas (SMA) sebanyak 825 orang
  • Staf akademik dengan jenjang pendidikan kurang dari Menengah Atas (SMP & SD) sebanyak 181 orang

Kegiatan administrasi[sunting | sunting sumber]

Kegiatan administrasi Universitas Airlangga dipusatkan di Kantor Manajemen Universitas Airlangga di Kampus C Mulyorejo, Surabaya.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Profesor Nasih Terpilih Jadi Rektor Unair". okezone.com. 2015-05-30. 
  2. ^ a b c "Profil Singkat Universitas Airlangga". unair.ac.id. 2015-12-18. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  3. ^ "AUN Member Universities". aunsec.org. 
  4. ^ a b "Profil: Sejarah Singkat Universitas Airlangga", unair.ac.id, diakses tanggal 2016-01-13 
  5. ^ "PPMB Universitas Airlangga - Magisterhukumjakarta Site". ppmb.unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  6. ^ "Fakultas Kedokteran". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  7. ^ "Fakultas Kedokteran Gigi". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  8. ^ "Fakultas Hukum". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  9. ^ "Fakultas Ekonomi dan Bisnis". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  10. ^ "Fakultas Farmasi". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  11. ^ "Fakultas Kedokteran Hewan". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  12. ^ "Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poliltik". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  13. ^ "Fakultas Sains dan Teknologi". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  14. ^ "Fakultas Kesehatan Masyarakat". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  15. ^ "Fakultas Psikologi". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  16. ^ "Fakultas Ilmu Budaya". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  17. ^ "Fakultas Keperawatan". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  18. ^ "Fakultas Perikanan dan Kelautan". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  19. ^ "Fakultas Vokasi". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 
  20. ^ "Program Pascasarjana". unair.ac.id. Diakses tanggal 2016-01-13. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]