Mochamad Nur Arifin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mochamad Nur Arifin
Bupati Trenggalek ke-17
Mulai menjabat
28 Mei 2019
PresidenJoko Widodo
GubernurKhofifah Indar Parawansa
PendahuluEmil Dardak
Wakil Bupati Trenggalek
Masa jabatan
17 Februari 2016 – 13 Februari 2019
PresidenJoko Widodo
GubernurSoekarwo
BupatiEmil Dardak
PendahuluKholiq
PenggantiTidak ada, Jabatan kosong
Informasi pribadi
Lahir7 April 1990 (umur 29)
Bendera Indonesia Surabaya, Jawa Timur
PasanganNovita Hardini
PekerjaanPolitikus

H. Mochamad Nur Arifin, atau akrab disapa Mas Ipin, [1] (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 7 April 1990; umur 29 tahun) adalah Bupati Trenggalek yang menjabat sejak 28 Mei 2019. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek mendampingi Bupati Emil Elestianto Dardak sejak 17 Februari 2016.

Arifin menggantikan posisi sebagai bupati karena Emil dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Timur pada 12 Februari 2019 [2] . Emil mendampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Nama Arifin masuk dalam Musium Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai Wakil Bupati Termuda di Indonesia [3]. Ia berusia 25 tahun ketika menjabat sebagai Wakil Bupati Trenggalek.

Pasangan Emil dan Arifin memenangkan Pemilihan Umum Bupati Trenggalek 2015 dengan perolehan 292.248 suara atau 76,28 persen. Pasangan itu diusung lima partai politik, yakni PDI-Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Gerindra, dan Partai Golkar. Mereka juga didukung dua Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan [4].

Arifin juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI-Perjuangan Kabupaten Trenggalek periode 2019-2024. Ia ditunjuk sebagai ketua oleh DPP PDI-Perjuangan dalam Konferensi Cabang PDI-Perjuangan serentak di Madiun pada 7 Juli 2019.


Kehidupan Pribadi[sunting | sunting sumber]

Arifin kecil lahir dari pasangan dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. Kedua orang tuanya pindah dari Trenggalek ke Surabaya untuk mencari pekerjaan. Saat Arifin kecil, sang bapak adalah tukang becak dan ibunya asisten rumah tangga di Surabaya. Ekonomi keluarga itu mulai terangkat ketika sang bapak sukses menjalankan usaha berjualan perabot rumah tangga.

Sang bapak meninggal dunia pada tahun 2007. Hal tersebut yang menyebabkan Arifin yang masih berusia 17 tahun harus memulai memutuskan menjalani kehidupannya kembali tanpa sang bapak. Selama dua tahun ia mondar-mandir Jakarta-Surabaya buat menekuni hobi bermusik. Ia sempat membesarkan band Marsmellow hingga sempat mengeluarkan beberapa single. Salah satunya berjudul Tegas, lagu ciptaan Pay dan Dewiq.

Arifin lalu memilih pulang kampung ke Trenggalek untuk membuka lapangan pekerjaan. Ia mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan di tanah kelahiran orang tuannya. Keputusan itu diambil lantaran Arifin kecil sempat merasakan hidup susah bersama keluarga. Dan salah satu wasiat almarhum bapaknya adalah untuk pulang dan berbuat sesuatu untuk saudaranya dan warganya yang ada di Trenggalek.

Arifin menikah dengan Novita Hardini di usia 23 tahun. Awal-awal hidup di Trenggalek, Arifin menginisasi pemberdayaan petani lewat program Trenggalek Menyemai Tunas atau Trengginas. Lewat program itu, ia dikenal tokoh-tokoh politik di Trenggalek. Hingga pada 2015, ia diajak beberapa pemuda Trenggalek menggelar festival pantai di Prigi. Di sana ia bertemu dengan Emil Dardak.

Setelah pertemuan itu, Arifin dan Emil beberapa kali berjumpa hingga akhirnya memutuskan untuk maju bersama menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Trenggalek 2015-2020. Arifin menerbitkan buku berjudul “Bung Karno Menerjemahkan Alquran” yang diterbitkan Mizan. Buku itu ditulis atas keidolaannya terhadap Prokamator RI, Soekarno [5].

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Arifin menempuh pendidikan dasar di Sekolah Dasar Margorejo V dan lulus pada tahun 2001. Ia melanjutkan ke pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 12 Surabaya dan lulus 2004. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Sekolah Menengah Atas Negeri 6 Surabaya lulus tahun 2007.

Ia sempat berkuliah di Universitas Airlangga (Unair) Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi pada 2007. Namun ia drop out dari Unair pada 2015 [6]. Saat ini, Arifin tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi, Universitas Dr Soetomo Surabaya.

Pada 2019, Arifin mengerjakan skripsi berjudul “"Implementasi Program Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan (Gertak) Sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Trenggalek" [7].

Gertak [8] merupakan inovasi yang ia bentuk ketika masih menjabat sebagai Wakil Bupati yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemsikinan. Program itu menjadi salah satu upaya andalan Pemkab Trenggalek untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya.


Referensi[sunting | sunting sumber]