Bendungan, Trenggalek
Bendungan | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Timur | ||||
| Kabupaten | Trenggalek | ||||
| Pemerintahan | |||||
| • Camat | Sujatmiko, S.Sos | ||||
| Populasi | |||||
| • Total | 28.446 jiwa | ||||
| Kode pos | 66351 | ||||
| Kode Kemendagri | 35.03.09 | ||||
| Kode BPS | 3503130 | ||||
| Luas | 90,84 km² | ||||
| Desa/kelurahan | 8 | ||||
| |||||
Bendungan adalah kecamatan di Kabupaten Trenggalek yang terletak di ujung utara. Bendungan terletak di lereng Gunung Wilis dengan geografi berupa perbukitan. Bendungan terletak tepat di utara Kecamatan Trenggalek. Kecamatan Bendungan dilalui Jalan Lingkar Wilis yang menjadi alternatif penghubung Ponorogo dengan Tulungagung tanpa melalui pusat kota Trenggalek.[1] Kecamatan Bendungan terkenal dengan berbagai tempat wisatanya seperti Coban Rambat, Dilem Wilis, dan pendakian Wilis via Botoputih.[2][3] Selain itu, Bendungan juga dikenal dengan makanan khasnya yaitu "Nasi Gegok".[4]
Pusat Kecamatan Bendungan berada di Desa Dompyong di tepi Jalan Lingkar Wilis. Salah satu dusun di Dompyong adalah Dusun Bendungan yang dijadikan nama kecamatan. Bendungan adalah kecamatan dengan penduduk paling sedikit kedua di Trenggalek setelah Kecamatan Suruh yaitu 28 ribu jiwa di tahun 2024.[5]
Geografi
[sunting | sunting sumber]
Bendungan adalah kecamatan paling utara dari Trenggalek yang terletak di lereng Gunung Wilis. Botoputih adalah desa paling utara dari Trenggalek dan merupakan salah satu jalur pendakian menuju Gunung Wilis. Bendungan tidak lagi menjadi kecamatan yang terisolir dengan adanya Jalan Lingkar Wilis Ponorogo-Tulungagung yang menghubungkan kampung-kampung terpencil di lereng Wilis. Jalur ini juga terdapat trayek perintis bus DAMRI.[1][6]
Bendungan adalah lokasi hulu Sungai Bagong yang menuju ke pusat kota Trenggalek dan bergabung dengan Sungai Ngasinan. Sungai ini sudah lama dibendung oleh Dam Bagong di Kecamatan Trenggalek, tetapi pemerintah saat ini sedang membangun proyek bendungan baru yaitu Bendungan Bagong di Kecamatan Bendungan.[7]
Batas wilayah Kecamatan Bendungan adalah sebagai berikut:[8]
| Utara | |
| Timur | |
| Selatan | Kecamatan Tugu dan Kecamatan Trenggalek |
| Barat |
Daftar desa dan dusun
[sunting | sunting sumber]Kecamatan Bendungan terdiri dari 8 desa yang dibagi menjadi beberapa dusun atau dukuh dengan pusat kecamatannya berada di Desa Dompyong. Salah satu dusun di Dompyong yaitu Dusun Bendungan dijadikan nama kecamatan ini. Desa dan dusun tersebut yakni sebagai berikut:[8]
| No. | Nama Desa | Nama Dusun / Dukuh | Ref |
|---|---|---|---|
| 1 | Botoputih | Barupetak, Gangsan, Jambe, Krapyak, Mangkujayan, Talo | [9] |
| 2 | Depok | Banaran, Jabon, Joho, Kebonagung, Suko | [8] |
| 3 | Dompyong | Bendungan, Garon, Pakel, Tumpak Aren | [8] |
| 4 | Masaran | Masaran Wetan, Masaran, Jumok | [8] |
| 5 | Sengon | Beji, Puthuk, Tawing | [8] |
| 6 | Srabah | Srabah, Ampel Gading, Jeruk | [8] |
| 7 | Sumurup | Kacangan, Pojok, Pule, Winong | [10] |
| 8 | Surenlor | Jeruk Gulung, Suren, Tawing | [8] |
Tempat terkenal
[sunting | sunting sumber]
- Dilem Wilis - tempat wisata eksotis dan sejuk bekas perkebunan kopi zaman Belanda, terdapat kafe hingga peternakan sapi perah[11]
- Pendakian Gunung Wilis via Botoputih
- Air terjun Coban Rambat
- Bendungan Bagong (dalam proses pembangunan)
- Wisata Putri Maron
- Puskesmas Bendungan
Kuliner
[sunting | sunting sumber]Nasi gegok
[sunting | sunting sumber]
Nasi gegok adalah makanan khas dari Kecamatan Bendungan. Nasi gegok adalah nasi yang dicampur sambal dan lauk yang kemudian dibungkus daun pisang dan dikukus. Terdapat berbagai pilihan lauk seperti ikan teri, tuna, dan ampela. Istilah gegok diambil dari singkatan ganeman godong gedang, yang berarti bungkusan daun pisang. Nasi gegok memiliki tekstur yang lembut dan aroma yang khas. Nasi gegok dijual cukup murah, beberapa warung menjualnya dengan harga Rp. 3000 saja karena memang porsinya juga sedikit.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Pembangunan Jalur Lingkar Wilis di Trenggalek Belum Sepenuhnya Rampung". www.liputanjatim.com. 2020-11-02.
- ↑ Akhmad Nur Khoiri (2025-05-04). "Peta Pendakian Gunung Wilis Via Botoputih, Trenggalek: Jalur Menuju Puncak Kayangan 1.520 MDPL". TRENGGALEK JENGGELEK.
- ↑ Sisca Ainun Nissa (2020-02-26). "Menikmati Segarnya Air Coban Rambat Kepunyaan Trenggalek". TIMES INDONESIA.
- 1 2 Silvita Agmasari (2022-01-05). "Nasi Gegok, Makanan Khas Trenggalek yang Disukai Wisatawan Seporsi Rp 3.000". KOMPAS.
- ↑ "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2024" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Maret 2025.
- ↑ "DAMRI Bantu Aktivitas Warga Kaki Gunung Wilis, Sediakan Rute..." damri.co.id. 2024-06-03.
- ↑ Adhar Muttaqin (2025-03-07). "Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek Molor 4 Tahun, Progres Masih 52%". DETIK.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 Kecamatan Bendungan Dalam Angka 2024. BPS Kabupaten Trenggalek. 2024-09-26.
- ↑ "RT/RW". botoputih-bendungan.trenggalekkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Trenggalek. 2017-01-31.
- ↑ "Profil dan Kondisi Umum Desa". sumurup-bendungan.trenggalekkab.go.id. Pemerintah Kabupaten Trenggalek. 2025-03-05.
- ↑ M Sabda (2024-07-11). "Dilem Wilis Trenggalek, Wisata Sejarah Bekas Perkebunan Kopi dan Pabrik Pengolahan Kopi Masa Era Penjajahan Kolonial". ASWAJA NEWS.
