Daftar Bupati Kutai Kartanegara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Berikut ini adalah daftar bupati Kutai Kartanegara yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 1960 dengan nama Kabupaten Kutai, termasuk Daerah Istimewa Kutai pada sebelumnya hingga berubah nama menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara pada 2002.

Daftar Bupati Kutai Kartanegara (termasuk Bupati Kutai)[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
A.M. Parikesit
1950
1960
1
[ket. 1]
2
A.R. Padmo
1960
1964
2
[ket. 2]
3
Roesdibiyono
1964
1965
3
4
Drs. H.
Achmad Dahlan
1965
1970
4
[ket. 3]
1970
1975
5
1975
1979
6
5
Drs. H.
Awang Faisjal
1979
1984
7
6
Drs. H.
Chaidir Hafiedz
1984
1989
8
7
Drs. H.
Said Sjafran
1989
1994
9
8
Drs. H.
Ahmad Maulana Sulaiman
MSc
1994
1999
10
9
Drs. H.
Syaukani Hasan Rais
MM
14 Oktober 1999
14 Oktober 2004
11
[ket. 4]
H.
Awang Dharma Bakti
ST, MT
14 Oktober 2004
2 Mei 2005
[ket. 5]
Drs.
Hadi Sutanto
2 Maret 2005
13 Juli 2005
[ket. 6]
(9)
Prof. Dr. Drs. H.
Syaukani Hasan Rais
MM
2005
2006
12
[ket. 7]
Samsuri Aspar
Drs. H.
Samsuri Aspar
MM
2006
2008
[ket. 8]
Drs. H.
Sjachruddin MS
2008
2009
[ket. 9]
Sulaiman Gafur
30 November 2009
30 Juni 2010
[ket. 10]
10
Rita Widyasari Official.png Rita Widyasari
S.Sos, MM
30 Juni 2010
30 Juni 2015
13
[ket. 11]
M. Ghufron Yusuf
Chairil Anwar
9 Juli 2015
16 Februari 2016
[ket. 12]
(10)
Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari Periode II.png Rita Widyasari
S.Sos, MM, Ph.D
17 Februari 2016
10 Oktober 2017
14
[ket. 13]
Edi Damansyah
Wakil Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah.png Drs.
Edi Damansyah
M.Si
10 Oktober 2017
Petahana
[ket. 14]
Keterangan
  1. ^ Kepala Daerah Istimewa Kutai[1][2]
  2. ^ Bupati KDH Tingkat II Kutai pertama setelah berakhirnya pemerintahan Daerah Istimewa Kutai
  3. ^ Terpilih sebagai Bupati Kutai selama 3 periode berturut-turut hingga meninggal karena kecelakaan
  4. ^ Bupati Kutai Kartanegara pertama setelah pemekaran Kabupaten Kutai
  5. ^ Penjabat sementara (pjs.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Syaukani, namun ditolak legislatif dan sebagian masyarakat
  6. ^ Menjadi penjabat sementara (pjs.) Bupati Kutai Kartanegara setelah Mendagri merevisi SK Pengangkatan Awang Dharma Bakti[3][2]
  7. ^ Terpilih melalui Pilkada Kutai Kartanegara 1 Juni 2005[4]
  8. ^ Menjadi pelaksana tugas (plt.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Syaukani yang terkena kasus hukum
  9. ^ Menjadi penjabat (pj.) Bupati Kutai Kartanegara selama lebih kurang 15 bulan[5][2]
  10. ^ Menjadi penjabat (pj.) Bupati Kutai Kartanegara menggantikan Sjahruddin dan dilantik pada tanggal 30 November 2009
  11. ^ Terpilih menjadi bupati wanita pertama di Kalimantan Timur dan dilantik pada tanggal 30 Juni 2010 bersama wakil bupati Gufron Yusuf[6]
  12. ^ Penjabat bupati[7][2]
  13. ^ Berpasangan dengan wakil bupati Edi Damansyah[8]
  14. ^ Edi mengambil tampuk kepemimpinan kabupaten itu setelah Rita Widyasari ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sejarah Bupati yang Pernah dan Sedang Memimpin di Kutai Kartanegara". Arsip Kukar. Info. Badan Arsip Kabupaten Kutai Kartanegara. Diakses tanggal 20 Juni 2016. 
  2. ^ a b c d Zailani, Akhmad. Ensiklopedia Kepala daerah di Indonesia Jakarta: Sultan Pustaka, 2016. ISBN 573-62-2635-6
  3. ^ "Hadi Sutanto Dilantik Gubernur Kaltim". Arsip Kukar. Info. Pemkab Kutai Kartanegara. Diakses tanggal 20 Juni 2016. 
  4. ^ "Syaukani-Samsuri Dilantik Gubernur Kaltim Sebagai Bupati-Wakil Bupati Kukar". kutaikartanegara.com. 13 Juli 2005. Diakses tanggal 11 Desember 2016. 
  5. ^ "Sjachruddin resmi Sebagai Penjabat Bupati Kutai Kartanegara". Arsip Kukar. Info. Pemkab Kutai Kartanegara. Diakses tanggal 20 Juni 2016. 
  6. ^ Samarinda Pos - Rita-Gufron Resmi Pimpin Kukar. Diakses 30 Juni 2010
  7. ^ "Chairil Anwar ditetapkan Sebagai Penjabat Bupati Kutai Kartanegara". Arsip Kukar. Info. Pemkab Kutai Kartanegara. Diakses tanggal 20 Juni 2016. 
  8. ^ "Gubernur Tunjuk Edi Damansyah Plt Bupati Kukar Gantikan Rita". Tribun Kaltim Online. 9 Oktober 2017. Diakses tanggal 20 Januari 2017.