Lompat ke isi

Daftar Bupati Bekasi

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Bupati Bekasi
Lambang Kabupaten Bekasi
Petahana
Asep Surya Atmaja (Plt.)

sejak 20 Desember 2025
KediamanCikarang Pusat
Masa jabatan5 tahun dan dapat dipilih kembali untuk satu kali masa jabatan
Dibentuk15 Agustus 1950 (umur 75)
Pejabat pertamaSuhandan Umar
Situs webwww.bekasikab.go.id

Halaman ini berisi tentang daftar politikus yang terpilih dalam pemilihan umum dan dilantik sebagai Bupati Bekasi. Sejauh ini, terdapat 50 orang yang telah menduduki jabatan ini. Berikut adalah artikel tentang Daftar Bupati Bekasi, di provinsi Jawa Barat, Indonesia, dari masa ke masa sejak tahun 1950. Bupati Bekasi adalah pemimpin eksekutif tertinggi di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Pada masa kemerdekaan, Kabupaten Bogor dipimpin oleh Ipik Gandamana yang diangkat sebagai Patih Bogor pada tahun 1948. Saat itu, Kabupaten Bogor dalam kondisi yang menegangkan setelah tentara Belanda menyerbu wilayah Bogor, termasuk mata-matanya dan menyebarkan politik adu domba (bahasa Belanda: de vide impera). Beberapa kali Ipik dibujuk untuk bergabung dengan Belanda dengan berbagai macam cara, termasuk ditawari jabatan menjadi Patih Bogor di lingkungan pemerintahan Belanda, tetapi dia tetap menolak dan membela Pemerintah Republik Indonesia. Saat dalam pengasingan, Ipik Gandamana menerima tugas dari Pemerintah Indonesia untuk menyusun pemerintahan darurat Kabupaten Bogor dan dia ditetapkan menjadi Bupati Bogor, kemudian diangkat lagi oleh Wakil Gubernur Jawa Barat untuk merangkap sebagai Bupati Lebak. Perjalanan panjang Ipik dalam menerima tugas, selain berkaitan dengan penyusunan pemerintahan darurat Kabupaten Bogor tidak pernah berhenti, walaupun harus menghuni sel di penjara Paledang, karena menolak bekerja sama dengan pemerintah Belanda atau Recomba.

Selama penyusunan pemerintahan darurat Kabupaten Bogor, Raden Endoey Abdoellah diangkat sebagai Wedana Istimewa yang melaksanakan tugas pokok pengerahan tenaga rakyat untuk perjuangan, pengerahan bahan makanan untuk keperluan perjuangan, menghadapi dan atau mengikuti perundingan-perundingan dengan Belanda dan perantaraan Komisi Tiga Negara (KTN), yaitu Australia, Amerika Serikat dan Tiongkok.

No. Potret Bupati[1][2] Usia saat dilantik Menjabat Masa jabatan Partai
(Orsospol, 1971–1999)
Pemilihan umum Wakil Ref.
1 Suhandan Umar 15 Agustus 1950

19 Oktober 1951[a]
1 tahun, 65 hari
Noer Alie
(Pemangku Jabatan)
(1914–1992)
37 tahun, 96 hari 19 Oktober 1951

1 November 1951
13 hari Masyumi [4]
2 Sampoerno Kolopaking 1 November 1951

30 Januari 1958
6 tahun, 90 hari
Suhandan Umar
3 Muhammad Nausan Rindon
(sebagai Kepala Daerah Swatantra)
(1911–1989)
46 tahun, 292 hari 27 Januari 1958

26 Januari 1960
1 tahun, 364 hari PNI
4 Son Prawira Adiningrat 1 Juli 1958

30 Januari 1967
8 tahun, 213 hari
Maun
(1913–1969)
47 tahun, 22 hari 27 Januari 1960

21 Januari 1967
6 tahun, 359 hari ABRI
5 Sukat Subandi
(1926–1985)
40 tahun, 247 hari 21 Januari 1967

1 April 1973
6 tahun, 70 hari ABRI
6 Abdul Fatah
(1925–2010)
47 tahun, 311 hari 1 April 1973

9 November 1978
10 tahun, 222 hari Golkar
53 tahun, 168 hari 9 November 1978

9 November 1983
1978
7 Suko Martono
(1941–2014)
42 tahun, 108 hari 9 November 1983

9 November 1988
10 tahun, 0 hari Golkar 1983
47 tahun, 108 hari 9 November 1988

9 November 1993
1988 [5]
8
Mochammad Djamhari
(lahir 1943)
50 tahun, 7 hari 9 November 1993

9 November 1998
5 tahun, 0 hari Golkar[6] 1993 Dede Satibi
(1993–1998)
[7]
9 Wikanda Darmawijaya
(lahir 1941)
57 tahun, 95 hari 9 November 1998

9 November 2003
5 tahun, 0 hari Golkar 1998 Dimyati Syarifuddin
(1998–2003)
[8]
10 Saleh Manaf
(lahir 1950)
53 tahun, 125 hari 21 Januari 2004

16 Februari 2006
2 tahun, 16 hari PBB 2003 Solihin Sari
(2004–2006)
Herry Koeswaeri
(sebagai Penjabat)
(1952–2022)
53 tahun, 152 hari 16 Februari 2006

27 April 2006
70 hari Nonpartisipan
Tenny Wishramwan
(sebagai Penjabat)
(1950–2023)
56 tahun, 31 hari 27 April 2006

19 April 2007
357 hari Nonpartisipan
Herry Koeswaeri
(sebagai Pelaksana Tugas)
(1952–2022)
54 tahun, 214 hari 19 April 2007

14 Mei 2007
25 hari Nonpartisipan
11 Sa'duddin
(1961–2021)
45 tahun, 346 hari 14 Mei 2007

14 Mei 2012
5 tahun, 0 hari PKS 2007 Darip Mulyana
(2007–2012)
12 Neneng Hasanah Yasin
(lahir 1980)
31 tahun, 296 hari 14 Mei 2012

14 Mei 2017
5 tahun, 0 hari Golkar 2012 Rohim Mintareja
(2012–2017)
Uju Juhaeri
(sebagai Pelaksana Harian)
14 Mei 2017

22 Mei 2017
8 hari Nonpartisipan [9][10]
(12) Neneng Hasanah Yasin
(lahir 1980)
36 tahun, 303 hari 22 Mei 2017

14 Mei 2017
1 tahun, 149 hari Golkar 2017 Eka Supria Atmaja
(2017–2018)
13 Eka Supria Atmaja
(sebagai Pelaksana Tugas)
(1973–2021)
45 tahun, 251 hari 18 Oktober 2018

12 Juni 2019
237 hari Golkar Tidak ada[b]
Eka Supria Atmaja 46 tahun, 123 hari 12 Juni 2019

11 Juli 2021
2 tahun, 29 hari [11][12]
Herman Hanafi
(sebagai Pelaksana Harian)
11 Juli 2021

23 Juli 2021
12 hari Nonpartisipan [13]
Dani Ramdan
(sebagai Penjabat)
(lahir 1969)
51 tahun, 234 hari 23 Juli 2021

27 Oktober 2021
96 hari Nonpartisipan
Akhmad Marjuki[c]
(sebagai Pelaksana Tugas)
(lahir 1965)
56 tahun, 72 hari 27 Oktober 2021

22 Mei 2022
207 hari Golkar Akhmad Marjuki[d]
(2021–2022)
[15]
Dani Ramdan
(sebagai Penjabat)
54 tahun, 258 hari 23 Mei 2022

15 Agustus 2024
2 tahun, 84 hari Nonpartisipan [16][17]
Dedy Supriyadi
(sebagai Penjabat)
(lahir 1971)
53 tahun, 162 hari 15 Agustus 2024

20 Februari 2025
189 hari Nonpartisipan [18]
14 Ade Kuswara Kunang
(lahir 1993)
31 tahun, 189 hari 20 Februari 2025

20 Desember 2025
1 tahun, 22 hari PDI Perjuangan 2024 Asep Surya Atmaja
(2025)
Asep Surya Atmaja
(sebagai Pelaksana Tugas)
(lahir 1976)
49 tahun, 181 hari 20 Desember 2025

Petahana
84 hari Buruh
Catatan
  1. Suhandan menjadi bupati non-aktif sejak 13 September 1951 setelah terlibat dalam kasus penyimpanan senjata api ilegal.[3]
  2. Posisi wakil bupati sebenarnya telah diisi oleh Akhmad Marjuki setelah terpilihnya melalui pemilihan di DPRD Kabupaten Bekasi. Namun, pelantikan ditunda, bahkan hingga kematian Eka.
  3. Selama periode ini, posisi bupati definitif lowong dan hanya dijabat oleh pelaksana tugas yang ditugaskan oleh pemerintah daerah menduduki posisi ini. Wakil bupati seharusnya mengemban jabatan pelaksana tugas bupati di hari kematian bupati sebelumnya, Eka Supria Atmaja. Namun, posisi wakil bupati statusnya masih terpilih dan belum dilantik. Pada 27 Oktober 2021, wakil bupati terpilih, Akhmad Marjuki resmi mengangkat sumpahnya sebagai wakil bupati dan di saat itu juga menjadi pelaksana tugas bupati.
  4. Akhmad Marjuki terpilih sebagai wakil bupati sejak Maret 2020, namun pelantikannya tertunda.[14] Akibat dari proses yang lama, Akhmad mengambil sumpahnya pada saat setelah kematian mantan bupati Eka Supria. Dengan demikian, posisi Akhmad secara otomatis naik menjadi pelaksana tugas bupati.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2021-07-12. Diakses tanggal 2021-07-12.
  2. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2022-02-28. Diakses tanggal 2021-07-12.
  3. "Bupati beserta Wed. Bekasi Ditangkap". Abadi. 20 September 1951. hlm. 2.
  4. Sejarah Bekasi: sejak pemerintahan Purnawarman sampai Orde Baru. Diterbitkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Bekasi bekerjasama dengan Yayasan Historia Vitae Magistra (Yavitra). 1992. hlm. 89–92. ISBN 978-979-8335-00-6.
  5. "Bupati Bekasi Hari Ini Dilantik". Harian Neraca. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1988-11-09. hlm. 7. Diakses tanggal 2024-06-25.
  6. "Memperingati HUT Golkar Ke-33, DPD Bekasi Serahkan Bantuan Air". Berita Yudha. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1997-10-21. hlm. 2. Diakses tanggal 2024-06-25.
  7. "Hari Ini Djamhari Dilantik". Harian Ekonomi Neraca. Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 1993-11-09. hlm. 12. Diakses tanggal 2024-06-26.
  8. 50 tahun Kabupaten Bekasi. Pemerintah Kabupaten Bekasi. 2000. hlm. 178.
  9. "Mulai Besok, Sekda Jabat Plh Bupati Bekasi". beritacikarang.com. Cikarang Pusat. 13 Mei 2017. Diakses tanggal 25 Juni 2025.
  10. "Sekda Uju 'didaulat' Jadi Plh Bupati Bekasi". beritacikarang.com. Cikarang Pusat. 14 Mei 2017. Diakses tanggal 25 Juni 2025.
  11. Dean Pahrevi (12 Juni 2019). Icha Rastika (ed.). "Resmi Jadi Bupati Bekasi, Eka Supria Atmaja Fokus Benahi Sektor Ini". Kompas.com. Diakses tanggal 25 Agustus 2019.
  12. Isal Mawardi (11 Juli 2021). "Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja Meninggal karena Corona". Detik.com. Diakses tanggal 11 Juli 2021.
  13. Djati Waluyo (12 Juli 2021). Sabrina Asril (ed.). "Bupati Bekasi Meninggal Dunia, Sekda Ambil Alih Sementara Tugas Bupati". Kompas.com. Diakses tanggal 12 Juli 2021.
  14. Mikael Niman (18 Maret 2020). "Akhmad Marjuki Terpilih Jadi Wakil Bupati Bekasi". Berita Satu.com. Diakses tanggal 18 Maret 2020.
  15. "RK Lantik Akhmad Marzuki Jadi Wabup Sekaligus Plt Bupati Bekasi". CNN Indonesia.
  16. "Resmi Diperpanjang Masa Jabatan, Dani Ramdan Siap Tuntaskan PR". Pemerintah Kabupaten Bekasi. Bandung. 25 Mei 2023. Diakses tanggal 25 Juli 2025.
  17. "Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan, Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan". Pemerintah Kabupaten Bekasi. 23 Mei 2024. Diakses tanggal 25 Juli 2025.
  18. "Pj Gubernur Jawa Barat Lantik Dedy Supriyadi sebagai Pj Bupati Bekasi". Jurnal Indonesia Baru. 2024-08-17. Diakses tanggal 2024-08-19.

Lihat Pula

[sunting | sunting sumber]