Syaukani Hasan Rais

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Langsung ke: navigasi, cari
Prof. Dr. Syaukani H.R., SE, MM
Bupati Kutai Kartanegara ke-9
Masa jabatan
1999 – 2004
Didahului oleh A.M. Sulaiman
Digantikan oleh Awang Dharma Bakti (pjs.)
Masa jabatan
2005 – 2006
Wakil Samsuri Aspar
Didahului oleh Hadi Soetanto (pjs.)
Digantikan oleh Samsuri Aspar (plt.)
Informasi pribadi
Lahir 11 November 1948 (umur 65)
Bendera Indonesia Tenggarong, Kutai
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Golkar
Suami/istri Hj. Dayang Kartini
Anak Silvi Agustina
Rita Widyasari
Windra Sudarta
Agama Islam

Syaukani Hasan Rais (akrab dipanggil Pak Kaning; lahir di Tenggarong, Kutai, 11 November 1948; umur 65 tahun) adalah Bupati Kutai Kartanegara yang ke-9 bila dihitung sejak Daerah Istimewa Kutai, dan Bupati pertama sejak pemekaran menjadi Kabupaten Kutai Kartanegara. Ia menggantikan Bupati A.M. Sulaiman pada periode 1999 sampai 2004 dan kemudian kembali menjabat sebagai Bupati setelah memenangkan Pilkada Kutai Kartanegara pada tanggal 1 Juni 2005. Ia bersama pasangannya Samsuri Aspar dilantik sebagai Bupati-Wakil Bupati Kutai Kartanegara periode 2005-2010 pada tanggal 13 Juli 2005.

Pada 18 Desember 2006, ia ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dalam kasus korupsi pembebasan lahan Bandara Loa Kulu yang diduga merugikan negara sebesar Rp 15,36 miliar, namun segera setelah itu Syaukani langsung menjalani perawatan rumah sakit selama sekitar 3 bulan dan tidak kembali ditahan setelah selesai menjalani perawatan. Pada 16 Maret 2007, Syaukani akhirnya dijemput paksa dari Wisma Bupati Kutai Kertanegara di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan di KPK.

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada 14 Desember 2007, memvonis Syaukani dengan hukuman penjara dua tahun enam bulan karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi selama 2001 hingga 2005 dan merugikan negara Rp113 miliar. Tindak pidana korupsi yang dilakukan Syaukani adalah menyalahgunakan dana perangsang pungutan sumber daya alam (migas), dana studi kelayakan Bandara Kutai, dana pembangunan Bandara Kutai, dan penyalahgunaan dana pos anggaran kesejahteraan masyarakat. Yang membuat masyarakat Kutai kecewa adalah beliau merupakan orang Kutai yang menyalahgunakan uang rakyatnya sendiri untuk membangun daerah sendiri dan hukuman yang beliau jalankan tidak sebanding dengan hak masyarakat yang telah dia rampas.

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Syaukani Hasan Rais berdarah Banjar dan Makassar. Istrinya bernama Hj. Dayang Kartini yang asli berdarah Kutai.

Syaukani memiliki tiga orang anak, yaitu:

  1. Silvi Agustina, ST
  2. Rita Widyasari, SSos
  3. Windra Sudarta

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan lainnya yang pernah ditempuh[sunting | sunting sumber]

Karier di Pemerintahan, Pendidikan dan Politik[sunting | sunting sumber]

Pendidikan dan Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

  • Kepala SMEA, Tenggarong 1973
  • Kepala Seksi Ipeda Dispenda, Kutai, 1978
  • Kepala Seksi Pendapatan Lain-lain Dispenda, Kutai, 1979
  • Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kutai, 1980
  • Kepala Bagian Sosial Sekretariat Wilayah Daerah Kabupaten Kutai, 1991
  • Asisten I Tata Praja Sekretariat Wilayah Daerah Kabupaten Kutai, 1991
  • Kepala Dinas Pendapatan Pemda Kabupaten Kutai, 1992
  • Ketua DPRD Kabupaten Kutai Kartanegara (dua periode 1997-1999 dan 1999)
  • Bupati Kutai Kartanegara, 14 Oktober 1999-2004 dan 13 Juli 2005-2009
  • Rektor Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta)

Karier Organisasi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
A.M. Sulaiman
Bupati Kutai Kartanegara
1999-2004
Diteruskan oleh:
Awang Dharma Bakti (pjs.)
Didahului oleh:
Hadi Sutanto
Bupati Kutai Kartanegara
2005-2006
Diteruskan oleh:
Samsuri Aspar (plt.)