Sri Mulyani (bupati)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Sri Mulyani
Sri Mulyani.jpg
Bupati Klaten 19
Mulai menjabat
27 November 2017
PresidenJoko Widodo
GubernurGanjar Pranowo
WakilYoga Hardaya
(2021-)
PendahuluSri Hartini
Pelaksana Tugas Bupati Klaten
Masa jabatan
5 Januari 2017 – 27 November 2017
PresidenJoko Widodo
GubernurGanjar Pranowo
Wakil Bupati Klaten
Masa jabatan
17 Februari 2016 – 5 Januari 2017
PresidenJoko Widodo
GubernurGanjar Pranowo
PendahuluSri Hartini
Informasi pribadi
Lahir4 Mei 1977 (umur 44)
Bendera Indonesia Klaten, Jawa Tengah
KebangsaanIndonesia
Suami/istriSunarna
AnakAbimanyu Suryo Baskoro
Sherly Kusuma Wardani
Kusumo Tirto Anggoro
Calista Nur Azizah
ProfesiPengusaha

Hj. Sri Mulyani (lahir 4 Mei 1977) adalah Bupati Klaten yang menjabat pada periode 2017–2021. Sri Mulyani dilantik sebagai Bupati Klaten setelah Sri Hartini diberhentikan sebagai Bupati karena kasus korupsi. Sebelumnya, ia menjabat Wakil Bupati sejak tahun 2016.[1] [2] Sri Mulyani adalah Istri Sunarna yang merupakan mantan Bupati Klaten dua periode tahun 2005-2015.

Pada tanggal 5 Januari 2017, Kementerian Dalam Negeri menunjuk Sri Mulyani sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Klaten, karena Bupati Sri Hartini ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus dugaan suap [3] Kemudian pada tanggal 27 November 2017, Sri Mulyani resmi dilantik sebagai Bupati Klaten periode 2017-2021.[4] Berdasarkan data yang diperoleh dari e-lhkpn, total kekayaan Sri Mulyani yang dilaporkan di tahun 2020 berkisar Rp.10.422.853.835

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Pengiriman Bantuan Sosial selama pandemi koronavirus[sunting | sunting sumber]

Bupati Klaten ini mengumpulkan keluarga ODP dan PDP untuk menerima bantuan sembako yang membuat banyak kalangan mengecam tindakan beliau mengingat risiko penyebaran virus korona diantara ODP dan PDP sangat tinggi. Sri Mulyani juga dituding melakukan pemborosan anggaran di tengah pandemik virus korona dengan memberikan kiriman bunga lengkap dengan fotonya di beberapa puskemas dan rumah sakit di Klaten.[5] Sri Mulyani juga dituding menyalahgunakan bantuan sosial untuk kampanye.[6] Hand Sanitizer yang merupakan bantuan Kementerian Sosial yang ditempeli foto beliau sendiri menjadi bahan perbincangan warganet. Selain hand sanitizer, kardus bantuan sembako, buku-buku sekolah, masker, stiker, baliho bahkan kemasan beras pun tertampang foto dan nama Sri Mulyani.[7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Sri Hartini dan Sri Mulyani Resmi Pimpin Klaten". klatenkab.go.id. Diakses tanggal 2 November 2016. 
  2. ^ "Hari Ini Pasangan Sri Hartini-Sri Mulyani Dilantik". suaramerdeka.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-11-04. Diakses tanggal 2 November 2016. 
  3. ^ TribunNews: Kemendagri Tunjuk Wakil Bupati, Sri Mulyani, sebagai Pelaksana Tugas Bupati Klaten
  4. ^ Sri Mulyani Resmi Dilantik Sebagai Bupati Klaten
  5. ^ Herlambang, Adib Auliawan. "Bikin Publik Geram, Ini Daftar Kontroversi Bupati Klaten Sri Mulyani". Diakses tanggal 29 April 2020. 
  6. ^ Prabowo, Haris. "Bupati Klaten Diduga Pakai Bantuan Corona Demi Kampanye, Kok Bisa?". tirto.id. Diakses tanggal 29 April 2020. 
  7. ^ Sangka, Khresna Bayu. "Bupati Jaman Now, Narsis di atas Bantuan Publik". gatra.com. Diakses tanggal 29 April 2020.