Trucuk, Klaten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Trucuk
Kecamatan
Peta klathen-trucuk.png

Peta lokasi Kecamatan Trucuk
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Klaten
Pemerintahan
 • Camat Bambang Haryoko,S.Sos.,M.M.
Luas 33,81 km²
Jumlah penduduk 67.310
Kepadatan 1.991 per km²
Desa/kelurahan 18

Geografi dan Iklim[sunting | sunting sumber]

Letak[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Trucuk merupakan salah satu Kecamatan di Kabupaten Klaten. Kecamatan Trucuk merupakan daerah dataran rendah yang letaknya pada ketinggian 130 MDPL. Terletak pada 110,30°–110,45° bujur timur dan 7,300°–7,450° lintang selatan, sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Ceper dan Pedan, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Bayat, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Cawas dan sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Kalikotes. Untuk jarak Kantor Kecamatan Trucuk ke ibukota Kabupaten Klaten yakni sejauh 10 Km.

Cuaca[sunting | sunting sumber]

Rata-rata hari hujan selama tahun 2015 adalah 6 hari perbulan dengan curah hujan rata – rata sebesar 266 mm. Curah hujan tertinggi terjadi pada Bulan Maret tertinggi kedua dan ketiga berturut – turut Desember dan April.

Luas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Luas wilayah Kecamatan Trucuk 3.380,6 hektar, terdiri dari lahan sawah seluas 1.908,9 hektar (56,47 persen) dan lahan bukan sawah seluas 1.471,7 hektar (43,53 persen). Lahan sawah di tahun 2015 dibagi menjadi berpengairan tehnis seluas 966,7 hektar (50,65 persen), berpengairan setengah tehnis seluas 731,2 hektar (38,3 persen), dan Tadah hujan seluas 211,0 hektar (11,05 persen).

Administrasi[sunting | sunting sumber]

Secara administrasi,Trucuk dibagi menjadi 18 Desa, 178 Dukuh, 197 RW dan 488 RT. Secara Spesifik bisa dilihat pada tabel dibawah ini.

Desa/Kelurahan Dukuh RW RT
Karangpakel 16 7 23
Wanglu 12 10 20
Trucuk 10 12 28
Kalikebo 12 10 35
Gaden 6 11 36
Planggu 15 16 32
Pundungsari 14 9 20
Sajen 7 17 49
Puluhan 8 7 15
Kradenan 8 14 31
Sabrang Lor 7 11 23
Jatipuro 9 13 22
Wonosari 10 8 29
Mireng 9 11 31
Bero 6 18 39
Mandong 8 7 18
Sumber 8 8 19
Palar 9 8 18

Luas wilayah Kecamatan Trucuk sebesar 3.380,6 hektar. Dibagi menjadi 18 desa, 178 dukuh 197 RW dan 488 RT. Desa Karangpakel dengan 16 dukuh menjadi desa terbanyak dukuhnya, di urutan kedua Desa Planggu dengan 15 dukuh dan urutan ketiga Desa Pundungsari dengan 14 dukuh. Sedangkan desa dengan dukuh terkecil sebesar 6 dukuh berada di Desa Bero .

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

71,43 persen pegawai Kantor Kecamatan Trucuk berpen-didikan SMA. Jumlah pegawai di Kantor Kecamatan Trucuk tahun 2015 sebanyak 28 orang, turun 3,45 persen dibanding dengan tahun 2014 yang jumlahnya 29 orang. Apabila dilihat dari jenis kelamin, terdiri dari 21 pegawai laki – laki dan 7 pegawai wanita. Dilihat dari tingkat pen-didikan, sebanyak 20 orang (71,43 persen), berpendidikan SMA, 5 orang (17,86 persen) berpendidikan Sarjana dan 3 orang (10,71 persen) pegawai berpendidikan S-2. Sedangkan jika dilihat dari golongan gaji, sebanyak 8 orang (28,57 persen) adalah golongan II, 17 orang (60,71 persen) golongan III, dan 3 orang (10,72 persen) golongan IV.

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Hasil Sensus Penduduk 2010 (JIWA)

Berdasarkan Proyeksi Penduduk dari hasil Sensus Penduduk 2010, penduduk Kecamatan Trucuk sebanyak 70.601 jiwa, terdiri dari penduduk laki-laki 34.940 jiwa dan 35.661 jiwa penduduk perempuan. Naik sebesar 255 jiwa (0,4 persen) terhadap tahun 2014. Kepadatan penduduk di Kecamatan Trucuk tercatat sebesar 2.088 jiwa per Km2. Rasio jenis kelamin penduduk Kecamatan Trucuk sebesar 97,98. Desa terbanyak penduduknya yaitu Desa Kalikebo dengan penduduk sebesar 6.351 jiwa, sedangkan jumlah penduduk terendah sebesar 2.410 jiwa di Desa Mandong.

Menurut Kelompok Umur[sunting | sunting sumber]

Penduduk berusia 5–9 merupakan kelompok umur yang terbanyak jumlahnya di Kecamatan Trucuk. Apabila dilihat dari kelompok umur, maka kelompok umur 5 - 9 tahun merupakan penduduk yang terbanyak di Kecamatan Trucuk yaitu sebesar 5.474 jiwa terdiri dari 2.864 jiwa laki-laki dan 2.610 jiwa perempuan. Kelompok umur yang paling kecil penduduknya di Kecamatan Trucuk adalah kelompok umur 70–74 tahun, yaitu sebesar 1.926 jiwa terdiri dari 881 jiwa laki-laki dan 1.045 jiwa perempuan.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Jumlah Guru di Kecamatan Trucuk

TK[sunting | sunting sumber]

Jumlah TK selama tahun 2015 sebanyak 60 sekolah, me-ngalami kenaikan bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebesar 53 sekolah. Jumlah murid sebanyak 2.003 orang naik 1,57 persen dan jumlah guru sebanyak 151 orang turun 7,86 persen disbanding tahun 2014.

SD[sunting | sunting sumber]

Jumlah SD sebanyak 48 sekolah, tidak mengalami perubahan bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 48 sekolah. Terdiri dari 39 SD Negeri (81,25 persen) dan 7 Madrasah Ibtidaiyah (14,58 persen) dan 2 SD Swasta (4,17 persen). Jumlah murid SD selama tahun 2015 sebanyak 6.399 murid, naik 1,23 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014. Jika dilihat pengelola sekolahan, terdiri dari 5.155 murid sekolah negeri (80,56 persen) dan 1.244 murid sekolah swasta (19,44 persen). Jumlah guru sebanyak 467 orang, turun 8,25 persendari tahun 2014

SMP[sunting | sunting sumber]

Jumlah SMP selama tahun 2015 tidak mengalami perubahan yaitu sebanyak 7 sekolah. Jumlah murid sebanyak 2.275 orang, naik 3,50 persen dan jumlah guru sebanyak 200 orang, turun 7,83 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014.

SMK[sunting | sunting sumber]

Jumlah SMK tahun 2015 tidak mengalami perubahan yaitu 1 SMK Negeri. Jumlah murid sebanyak 1.513 siswa, naik sebesar 24,42 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 dan jumlah Guru 122 orang naik sebesar 7,96 persen. Perlu diketahui juga, bahwa Desa Sabranglor merupakan satu-satunya desa yang memiliki SMK Negeri.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kelahiran Bayi[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 2015, di Kecamatan Trucuk terdapat 1.105 kelahiran bayi, turun 7,30 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebesar 1.192. Tenaga kesehatan yang ada di Kecamatan Trucuk adalah dokter umum sebanyak 14 orang, naik 7,69 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 13 orang, Bidan sebanyak 31 orang, naik 3,33 persen dari tahun 2014 yang sebanyak 30 orang, perawat 39 orang, tenaga kefarmasian 2 orang, tenaga gizi 2 orang dan dokter gigi 2 orang. Disampin gitu di Kecamatan Trucuk terdapat 4 apotek swasta, tidak ada perubahan dibanding tahun 2014.

Keluarga Berencana[sunting | sunting sumber]

Akseptor KB Aktif di Kecamatan Trucuk pada tahun 2015 sebanyak 7.450 orang, turun sebesar 35,22 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 11.500 orang. Jika dilihat dari alat kontrasepsi yang digunakan, 68,97 persen menggunakan suntik, 9,28 persen menggunakan Susuk, 6,35 persen menggunakan MOW / MOP, 8,35 persen menggunakan Pil, 5,81 persen menggunakan IUD dan 1,25 persen menggunakan Kondom.

Pertanian[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 2015, di Ke-camatan Trucuk terjadi serangan hama seluas 99 hektar, turun 61,92 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014. Jika dilihat per jenis hamanya, serangan hama wereng coklat ada serangan 2,0 hektar padahal tahun 2014 tidak ada serangan. Hama tikus seluas 13 hektar dan BLB kresek seluas 19 hektar.

Padi dan Palawija[sunting | sunting sumber]

Luas panen padi sawah pada tahun 2015 turun 6,33 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebesar 4.025 hektar. Luas panen Jagung turun 10,02 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebesar 745 hektar. Luas panen kacang tanah turun sebesar 5,71 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebesar 33 hektar.

Sayur-sayuran[sunting | sunting sumber]

Potensi sayur–sayuran yang ada di Kecamatan Trucuk adalah Kacang panjang, Terong, Mentimun dan Cabe Merah. Selama tahun 2015, produksi kacang panjang sebanyak 56,00 Kuintal, naik sebesar 72,90 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014. Produksi terong sebanyak 23,00 kuintal, naik sebesar 6,98 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014. Produksi mentimun sebanyak 68 kuintal, naik sebesar 36,00 persen dari tahun 2014 yang sebanyak 50 kuintal. Dan produksi cabe merah sebanyak 102 kuintal, naik sebesar 580 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebesar 15 kuintal.

Buah-buahan[sunting | sunting sumber]

Potensi buah-buahan yang ada di Kecamatan Trucuk dianta-ranya adalah pisang. Selama tahun 2015 rambutan dan mangga tidak ada produksi. Pada tahun 2015 produksi pisang sebanyak 243 kuintal.

Perikanan[sunting | sunting sumber]

Luas areal perikanan di Kecamatan Trucuk tahun 2015 seluas 19,80 hektar, sama dengan tahun 2014. Areal perikanan terbesar terdapat di sungai yaitu sebesar 18,00 hektar (90,59 persen), di kolam sebesar 0,21 hektar (1,38 persen) dan genangan air seluas 1,59 hektar (8,03 persen).

Perkebunan[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 2015, potensi perkebunan yang ada di Kecamatan Trucuk adalah Kelapa Dalam, Kelapa Hibrida, Kapok dan Tembakau Asep-an. Produksi Kelapa Dalam, Kelapa Hibrida dan Kapok masing–masing sebesar 1075 Ton, 1,057 Ton dan 1,24 Ton. Sedangkan produksi tembakau asepan turun dari 1.925 ton di tahun 2014 menjadi 1.119 ton di tahun 2015.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 2015, beberapa potensi populasi ternak di Kecamatan Trucuk adalah Sapi sebesar 3.8326 ekor, turun sebesar 3,35 persen terhadap tahun 2014. Kambing naik sebesar 5,96 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 3.661 ekor. Ayam Buras naik sebesar 6,63 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yaitu sebanyak 46.827 ekor. Ayam pedaging turun sebesar 52,62 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 23.500 ekor. Ayam petelor naik sebesar 137,51 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 81.683 ekor.

Perdagangan[sunting | sunting sumber]

Selama tahun 2015 jumlah pasar di Kecamatan Trucuk sebanyak 5 buah terdiri dari pasar Pemerintah sebanyak 2 buah dan pasar desa sebanyak 3 buah. Dari 5 pasar tersebut, tercatat jumlah pedagang sebanyak 250 peda-gang, tidak berubah dari tahun 2014 yang sebesar 250 pedagang. Jumlah los sebanyak 16 los, turun 11,11 persen dengan tahun 2014, dan kios sebanyak 89 kios, naik 535,71 persen dibanding tahun 2014. Jumlah pasar di Kecamatan Trucuk tahun 2015 tidak mengalami perubahan dari tahun sebelumnya.
Selama tahun 2015, di Kecamatan Trucuk tercatat 36 usaha pemegang tanda daftar perusahaan (TDP). Jumlah ini mengalami kenaikan sebesar 50 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 yang sebanyak 26 usaha. Dari sekian banyak TDP 100 persen memiliki badan hukum perorangan.
Jumlah pemegang surat ijin usaha perdagangan (SIUP) tahun 2015 yang sebesar 32 usaha, naik sebesar 18,52 persen bila dibandingkan terhadap tahun 2014 sebesar 27 usaha. Dari sekian banyak badan usaha pemegang surat ijin usaha, 62,96 persen memiliki badan hokum perorangan.
Apabila dilihat dari skala usaha, maka yang masuk kategori usaha kecil sebanyak 31 perusahaan dan masuk kategori menengah yang sebesar 1 usaha. Jika dilihat dari sifat barang yang diperdagangkan, 31 usaha bergerak dibidang perdagangan barang dan sisanya sebesar 1 usaha bergerak dibidang perdagangan jasa.

Industri[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Trucuk merupakan salah satu sentra industri kecil permebelan kayu terutama di desa Mireng, Sajen, Kradenan dan Bero.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Di desa Palar kecamatan Trucuk terdapat makam pujangga besar Surakarta yaitu Ranggawarsita.

Perbandingan Regional[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Proyeksi Penduduk dari hasil Sensus Penduduk 2010, Kecamatan Trucuk merupakan Kecamatan dengan penduduk terbanyak di tahun 2015 se eks Kawedanan Pedan dengan Luas wilayah 3380,6 hektar dengan jumlah penduduk sebesar 70.601 jiwa. Terbanyak kedua dan ketiga adalah Kecamatan Cawas dan Bayat. Sedangkan penduduk yang terkecil Kecamatan Karangdowo dengan jumlah penduduk sebesar 38.644 jiwa. [1]

  1. ^ https://klatenkab.bps.go.id/index.php/Publikasi Badan Pusat Statistik Kabupaten Klaten