Adnan Purichta Ichsan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Adnan Purichta Ichsan, S.H, M.H adalah Bupati Gowa yang dilantik pada usia 29 tahun. Saat dilantik, Adnan tercatat sebagai bupati termuda di Indonesia Timur.[1]

Sebelum menjabat sebagai Bupati Gowa, Adnan sebelumnya telah menjadi anggota DPRD Sulsel selama dua periode. Periode pertama, Adnan Purichta Ichsan terpilih sebagai anggota legislatif dengan raihan suara terbanyak di Dapil 1 Sulsel (Makassar) untuk DPRD Sulsel pada Pemilu 2009 melalui Partai Demokrat. Keluarga besar Adnan sebenarnya kebanyakan di Partai Golkar yang merupakan partai penguasa di Sulsel.

Pemilu 2009 ia bertarung di luar daerah basisnya, Gowa. Saat itu, ayahnya DR. H. Ichsan Yasin Limpo, SH, MH, masih berstatus Bupati Gowa.

5 April 2013, Adnan memutuskan mundur dari Partai Demokrat yang dihari yang sama diikuti pengunduran dirinya di DPRD Provinsi Sulsel. Konstalasi politik di Pemilihan Gubernur Sulsel 2013, membuatnya mengambil keputusan itu.[2]

Pemilu 2014, anak kedua dari empat bersaudara ini kembali bertarung memperebutkan kursi di DPRD Provinsi Sulsel. Di Pemilu 2014, Adnan terpilih kembali menjadi anggota DPRD Sulsel, kali ini melalui Partai Golkar.[3]

Langkahnya menjadi Bupati Gowa, tidak mudah. Saat memutuskan untuk bertarung di Pilkada Gowa, saat itu DPR RI mengesahkan UU Pilkada yang memuat pasal dinasti atau larangan keluarga petahana untuk mengikuti Pilkada. Adnan Purichta masih berstatus sebagai putra dari Bupati Gowa saat itu, Ichsan Yasin Limpo. Berdasarkan UU Pilkada Pasal 7 Huruf r, Adnan seharusnya tidak bisa ikut bertarung di Pilkada Gowa 2015 lalu.

Adnan Purichta Ichsan lalu mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi untuk judicial review atas Pasal 1 angka 6, Pasal 7 huruf r berikut penjelasannya dan huruf s UU Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali kota (UU Pilkada) terkait persyaratan menjadi bakal calon kepala daerah baik sebagai calon bupati/wali kota maupun gubernur. Baginya, pasal yang ia gugat dari UU Nomor 1 Tahun 2015 menyalahi UUD 1945 terkait hak warga negara untuk dipilih dan memilih.[4]

Mahkamah Konstitusi kemudian mengabulkan gugatan Adnan Purichta Ichsan, sehingga dirinya bisa ikut bertarung di Pilkada Serentak 2015.[5]

Saat Pilkada Gowa 2015 ia maju melalui jalur independen. Sebagai anak dari petahana dan keponakan dari Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, saat itu, tentu bukan hal sulit untuk menarik dukungan partai.[6]

Berpasangan dengan Abdul Rauf Malaganni, Adnan Purichta Ichsan sukses menjadi pemenang dari lima pasangan yang bertarung. Ia mematahkan mitos di Sulawesi Selatan, yang di pilkada-pilkada sebelumnya, belum pernah ada anak petahana yang memenangkan pertarungan.[7]

Renovasi Masjid Agung Syekh Yusuf Jadi Prioritas Pembangunan Pertamanya

Dii tahun pertamanya memimpin, kepuasan masyarakat Gowa atas kepemimpinannya begitu tinggi, mencapai angka 74,9 persen.[8]

Di sektor pembangunan fisik, Masjid Agung Syekh Yusuf yang merupakan masjid kebanggan masyarakat Gowa yang di awal pemerintahannya masih dikelola dan dimiliki yayasan jadi perhatian khususnya. Kondisinya yang mengkuatirkan, mendorongnya mencari solusi agar pemerintah bisa terlibat dalam proses renovasi. Pemkab Gowa dan yayasan sepakat, sehingga kepemilikan masjid agung itu beralih menjadi aset Pemkab Gowa.[9]

Memasuki tahun kedua pemerintahannya (2017-2018), Adnan Purichta mulai menggenjot pembangunan fisik fasilitas publik yang lain, seperti Lapangan Syekh Yusuf dan Syech Yusuf Discovery[10].

Kembangkan Malino Jadi Destinasi Wisata Nasional

Adnan Purichta Ichsan melihat potensi menjadikan salah satu wilayahnya sebagai destinasi wisata nasional, yakni Malino yang berada di Kecamatan Tinggi Moncong.

Malino dengan segala pesona alam dan sejarah masa lalu sejak dulu memang adalah destinasi wisata andalan Kabupaten Gowa. Adnan Purichta melihat potensi menjadikan Malino sebagai destinasi wisata nasional, akhirnya memprogramkan event tahunan yang diberi nama “Beautiful Malino”[11]. Event ini telah diselenggarakan selama dua tahun berturut-turut yakni tahun 2017 dan tahun 2018.

Langkah besar Pemerintah Kabupaten Gowa dibawah kepemimpinan Adnan Purichta Ichsan untuk menjadikan Malino sebagai destinasi wisata nasional ternyata juga mendapat sambutan positif dari Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla[12]

Targetkan Gowa Menjadi Kabupaten Pendidikan Pertama di Sulawesi Selatan

Sejak pemerintahan Ichsan Yasin Limpo sebagai Bupati Gowa, kabupaten ini memang dikenal sangat pro atas program pembangunan sumber daya manusia. Berbagai program pendidikan yang akhirnya diadopsi daerah lain sempat lahir di Kabupaten Gowa, seperti pendidikan gratis.[13]

Selain pendidikan gratis, Gowa juga menjadi daerah yang pertama menolak penentuan kelulusan melalui ujian nasional melalui program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB). Ada lagi, pemberian beasiswa bagi ratusan anak kabupaten Gowa untuk kuliah melalui program Investasi Sumber Daya Manusia Seperempat Abad.[14]

Keberpihakan Pemerintah Kabupaten Gowa atas pendidikan meyakinkan Adnan Purichta Ichsan sebagai Bupati Gowa menargetkan Gowa bisa menjadi kabupaten pendidikan pertama di Sulawesi Selatan. Apalagi, di Gowa juga sudah cukup banyak perguruan tinggi yang berdiri. Seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, STPDN, kampus Teknis Universitas Hasanuddin, dan berbagai kampus lainnya.[15]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pattisahusiwa, Din (2016-02-16). "Besok, Bupati Termuda di KTI Dilantik - Inspirasi Makassar". Inspirasi Makassar. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  2. ^ "Siang Ini, Adnan YL Mundur dari Demokrat dan DPRD Sulsel - Tribun Timur". Tribun Timur. 2013-04-05. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  3. ^ "Ini 85 Anggota DPRD Sulsel Terpilih, 57 Pendatang Baru 28 Wajah Lama - Tribun Timur". Tribun Timur. 2014-05-06. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  4. ^ "Putra dan Menantu Bupati Gugat Larangan 'Politik Dinasti'". hukumonline.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-18. 
  5. ^ "MK Hapuskan Pasal soal Politik Dinasti". beritasatu.com. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  6. ^ "Anak Bupati Gowa daftar jalur perseorangan". Antara News Makassar. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  7. ^ JawaPos.com. "Pilkada Gowa, Kemenangan Adnan Patahkan Mitos Anak Bupati tak Bisa Terpilih" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-18. 
  8. ^ "Survei JSI Catatkan 74,9 Persen Masyarakat Puas atas Kinerja Pemerintahan Adnan-Kio". Inipasti.com. 2017-02-18. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  9. ^ "Yayasan Masjid Syekh Yusuf Kini Jadi Aset Pemkab Gowa - Tribun Timur". Tribun Timur. 2018-04-06. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  10. ^ "Revitalisasi Lapangan Syekh Yusuf Discovery Mulai Dikerja, Target Rampung 2019 - Gosulsel". Gosulsel.com. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  11. ^ "Kembalikan Malino Sebagai Destinasi Wisata Lewat Beautiful Malino - Tribun Timur". Tribun Timur. 2018-07-13. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  12. ^ "Wapres Ingin Malino Jadi Destinasi Wisata Baru | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  13. ^ "Gowa, Perintis Pendidikan Gratis di Sulsel | Republika Online". Republika Online. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  14. ^ "Adnan Beberkan Inovasi Pendidikan di Kabupaten Gowa". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2018-11-18. 
  15. ^ "Bupati Gowa Target Jadi Kabupaten Pendidikan 2020, Ini Indikatornya - Tribun Timur". Tribun Timur. 2018-05-02. Diakses tanggal 2018-11-18.