Keluarga politik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Dinasti politik adalah kekuasaan yang secara turun temurun dilakukan dalam kelompok keluarga yang masih terikat dengan hubungan darah tujuannya untuk mendapatkan atau mempertahankan kekuasaan.Dengan Dinasti politik pergantian Kepemimpinan mirip Kerajaan,Sebab kekuasaan di wariskan turun temurun dari pemilik dinasti kepada ahli warisanya agar kekuasaan tetap berada di lingkungan keluarga.

keluarga yang beberapa anggotanya terlibat dalam politik terutama politik berbasis pemilihan umum Anggota keluarga politik terikat lewat keturunan atau pernikahan, biasanya mencapai melibatkan beberapa generasi atau saudara umumnya dianggap bukan "keluarga politik", tetapi keturunan akhir keluarga kerajaan turut terjun ke dunia politik monarki absolut tetapi berkuasa di negara

Contoh di Amerika Serikat[sunting | sunting sumber]

Keluarga Bush[sunting | sunting sumber]

Amerika Serikat memiliki banyak sekali dinasti politik. Peter Schweizer menyebut keluarga Bush sebagai "dinasti politik tersukses sepanjang sejarah Amerika Serikat."[1] Keluarga Bush telah menghasilkan dua Presiden (George H.W. Bush dan George W. Bush, masing-masing presiden ke-41 dan 43), satu Gubernur Texas (George W. Bush), satu Gubernur Florida (Jeb Bush), satu Direktur CIA (George H.W. Bush), dan satu Senator A.S. dari Connecticut (Prescott Bush). Selain itu, ada pula pejabat penting seperti Perwakilan A.S., bankir, dan industrialis yang berasal dari keluarga Bush.

Keluarga Kennedy[sunting | sunting sumber]

Keluarga Kennedy atau klan Kennedy merujuk kepada sebuah keluarga besar keturunan dari Joseph Patrick "Joe" Kennedy, Sr. dan Rose Elizabeth Fitzgerald yang berdarah Irlandia-Amerika. Keluarga ini berpengaruh di bidang pemerintahan dan politik Amerika Serikat terutama di Partai Demokrat. Anggota keluarga Kennedy banyak yang lulusan Universitas Harvard, dan berkontribusi untuk almamater mereka di Sekolah Pemerintahan John F. Kennedy. Kekayaan, keglamoran, penampilan mereka yang rata-rata fotogenik, serta keterlibatan mereka secara terus menerus dalam politik telah mengangkat nama keluarga ini hingga mencapai status sebagai sebuah ikon lebih dari setengah abad belakangan ini. Julukan yang kadang-kadang diberikan kepada keluarga Kennedy adalah "Keluarga Kerajaan Amerika".

Anak pertama dari Joseph P. Kennedy, Sr. adalah Joseph Patrick "Joe" Kennedy, Jr. yang diharapkan ayahnya untuk terjun di dunia politik dan menjadi presiden. Setelah Joe, Jr. tewas dalam Perang Dunia II, harapan menjadi presiden dialihkan ke putra kedua John Fitzgerald "Jack" Kennedy. Segera setelah terpilih sebagai presiden pada November 1960, Jack mengajak adik laki-lakinya, Robert Francis "Bobby" Kennedy dan Edward Moore "Ted" Kennedy untuk menempati jabatan-jabatan penting di pemerintah federal. Mereka menerima publisitas yang intens, sering kali menonjolkan penampilan mereka yang tampak muda, daya pikat, pendidikan, dan masa depan mereka di politik. Selama 64 tahun, terhitung dari tahun 1947 ketika Jack dilantik sebagai anggota Kongres hingga tahun 2011 saat Patrick Joseph Kennedy II pensiun dari Kongres, anggota klan Kennedy selalu menempati jabatan politik di Washington, D.C. (meski ada kekosongan kurang dari sebulan antara pengunduran diri Jack dari Senat dan pelantikannya sebagai presiden).[2] Seperempat dari sejarah negara Amerika Serikat tidak terlepas dari aktifnya anggota keluarga Kennedy dalam politik.[2] Kekosongan terjadi setelah Patrick pensiun dari Kongres pada tahun 2011 hingga disumpahnya Joseph P. Kennedy III sebagai anggota Kongres pada tahun 2013.

Keluarga ini telah mengalami berbagai tragedi sehingga beredar cerita tentang kutukan keluarga Kennedy. Rosemary menderita seumur hidup akibat kegagalan lobotomi, Jack dan Bobby keduanya dibunuh, Ted mengaku bersalah dalam kecelakaan Chappaquiddick, dan empat anggota keluarga pernah mengalami kecelakaan pesawat terbang: Joe, Jr., Kick, Ted, dan John F. Kennedy, Jr.. Semuanya meninggal dunia, kecuali Ted.

Keluarga Trump[sunting | sunting sumber]

Lain-lain[sunting | sunting sumber]

Keluarga Presiden A.S. ke-42, Bill Clinton, juga disebut sebagai dinasti. Istrinya, Hillary Clinton, adalah mantan Menteri Luar Negeri A.S. dan mantan Senator A.S. sekaligus calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat tahun 2016.[3] Putrinya, Chelsea Clinton, adalah wartawan yang turut berkampanye ketika ibunya menjadi calon presiden tahun 2008.

Presiden A.S. ke-2, John Adams, adalah bapak dari Presiden A.S. ke-6, John Quincy Adams.

Presiden A.S. ke-32, Franklin D. Roosevelt, adalah sepupu kelima Presiden A.S. ke-26, Theodore Roosevelt. Istri FDR, Eleanor Roosevelt, adalah keponakan Theodore Roosevelt. Karena itu, FDR juga merupakan sepupu kelima yang terpisah satu generasi.[4]

Contoh di Indonesia [5][sunting | sunting sumber]

Untuk mencegah terbentuknya dinasti politik, DPR Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, mengesahkan undang-undang yang baru melarang seseorang memegang jabatan tinggi selama lima tahun setelah masa jabatan kerabatnya selesai.

Keluarga Soekarno[sunting | sunting sumber]

Keluarga Soeharto[sunting | sunting sumber]

Keluarga Hatta
Keluarga Habibie
Keluarga Wahid
Keluarga Yudhoyono-Rajasa-Pohan
Keluarga Ratu-Tubagus
Keluarga Zulkifli
Keluarga Noerdin
Keluarga Limpo
Keluarga Asrun
Keluarga Rais
Keluarga Hasan
Keluarga Gumelar
Keluarga Moeloek
Keluarga Baharsjah
Keluarga Idris
Keluarga Mangindaan
Keluarga Laksono
Keluarga Kartasasmita
Keluarga Paloh
Keluarga Sarundajang
Keluarga Baswedan
Keluarga Brodjonegoro
Keluarga Hartarto
Keluarga Soemarno
Keluarga Alisjahbana
Keluarga Mahfud
Keluarga Ali
Keluarga Madji
Keluarga Cornelis

Contoh lain[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Joseph Curl (January 20, 2005). "Rise of 'dynasty' quick, far-reaching". The Washington Times. Archived from the original on 2006-03-19.
  2. ^ a b Levenson, Michael (February 13, 2010). "Pondering a Congress without Kennedys". The Boston Globe. Diakses tanggal March 28, 2010. 
  3. ^ Feldmann, Linda. "Hillary Clinton vs. Jeb Bush? Why Political Dynasties Might Make Sense. (+video)." The Christian Science Monitor. The Christian Science Monitor, n.d. Web. 23 July 2014. <http://www.csmonitor.com/USA/DC-Decoder/2014/0325/Hillary-Clinton-vs.-Jeb-Bush-Why-political-dynasties-might-make-sense.-video>.
  4. ^ "Question: How Was ER Related to FDR?" George Washington University, n.d. Web. 23 July 2014. <http://www.gwu.edu/~erpapers/teachinger/q-and-a/q6.cfm>.
  5. ^ https://m.detik.com/news/berita/d-4694584/formappi-48-anggota-dpr-terpilih-berpotensi-dinasti-politik?tag_from=mnews_beritaTerkait