Daftar Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Ketua DPR)
Lompat ke: navigasi, cari
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Coat of arms of the People's Representative Council of Indonesia.svg
Foto Resmi Setya Novanto.jpg
Petahana
Setya Novanto

Sejak 30 November 2016
Menjabat selama 5 tahun
Pemegang pertama Sartono
Dibentuk 1949

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia atau Ketua DPR RI adalah salah satu dari lima pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang dipilih dari dan oleh anggota DPR.[1] Pimpinan DPR bertugas[1] :

  1. memimpin sidang DPR dan menyimpulkan hasil sidang untuk diambil keputusan;
  2. menyusun rencana kerja pimpinan;
  3. melakukan koordinasi dalam upaya menyinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan DPR;
  4. menjadi juru bicara DPR;
  5. melaksanakan dan memasyarakatkan keputusan DPR;
  6. mewakili DPR dalam berhubungan dengan lembaga negara lainnya;
  7. mengadakan konsultasi dengan Presiden dan pimpinan lembaga negara lainnya sesuai dengan keputusan DPR;
  8. mewakili DPR di pengadilan;
  9. melaksanakan keputusan DPR berkenaan dengan penetapan sanksi atau rehabilitasi anggota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;
  10. menyusun rencana anggaran DPR bersama Badan Urusan Rumah Tangga yang pengesahannya dilakukan dalam rapat paripurna; dan
  11. menyampaikan laporan kinerja dalam rapat paripurna DPR yang khusus diadakan untuk itu.

Setelah pemilu tahun 1971 dan terbentuk lembaga kenegaraan MPR/DPR, mulai dikenal seorang ketua dan beberapa wakil ketua MPR/DPR. Jadi, ketua MPR juga merangkap sebagai ketua DPR. Tetapi, semenjak pemilu 1999, pimpinan MPR dan DPR dipisahkan. Jadi sejak 1999, MPR dipimpin oleh seorang ketua dan wakil ketua, serta DPR juga dipimpin oleh seorang ketua dengan beberapa wakil ketua.

Daftar Ketua DPR RI[sunting | sunting sumber]

No Foto Nama
(Lahir-Wafat)
Dari Sampai Partai
Politik
Keterangan Wakil
1 Sartono.jpg Sartono
(1900-1968)
12 Februari 1950
16 Agustus 1950
PNI
[catatan 1]
[2][3][4]
16 Agustus 1950
26 Maret 1956
26 Maret 1956
22 Juli 1959
2 Zainal Arifin2.jpg Zainul Arifin
(1909-1963)
26 Juni 1960
13 Januari 1963
NU
[catatan 2]
[5][6][7]
3 Arudji kartawinata.jpg Arudji Kartawinata
(1905-1970)
13 Januari 1963
Februari 1966
PSII
[2][8][9]
4 Mursalin Daeng Malulung, Jalesveva Jayamahe, p216.jpg Mursalin Daeng
Mamangung

(1922-)
Februari 1966
17 Mei 1966
Militer
5 KH Achmad Syaichu.jpg Achmad Sjaichu
(1923-1995)
17 Mei 1966
28 Oktober 1971
NU
[10][11][12]
6 Idham Chalid.jpg Idham Chalid
(1921-2010)
Oktober 1971
Oktober 1977
NU
[catatan 3]
[13][14][15]
Sumiskum
Djaelani Naro
Domo Pranoto
Kartidjo
Mohammad Isnaeni
7 Adam Malik 1970.jpg Adam Malik
(1917-1984)
Oktober 1977 Maret 1978 Golkar
[6][16][17]
Mashuri Saleh
Achmad Lamo
Masjkur
Kartidjo
Mohammad Isnaeni
8 Daryatmo.png Daryatmo
(1925-)
Maret 1978 Oktober 1982 Golkar
[18][19][20]
9 Amir Mahcmud.png Amir Machmud
(1923-1995)
Oktober 1982 Oktober 1987 Golkar
[21][22]
Kharis Suhud
Amir Murtono
Hardjantho Soemodisastro
Nuddin Lubis
Soenandar Prijosoedarmo
10 Kharis Suhud.jpg Kharis Suhud
(1925-2012)
Oktober 1987 Oktober 1992 Golkar Syaiful Sulun
Raden Sukardi
Raden Soeprapto
Soerjadi
Djaelani Naro
11 Wahono2.jpg Wahono
(1925-2004)
Oktober 1992 Oktober 1997 Golkar
[23][24][25]
Ismail Hassan Metareum
Ahmad Amiruddin
Soerjadi
Soetedjo
12 Official Portrait DPR Harmoko.png Harmoko
(1939-)
1 Oktober 1997 1 Oktober 1999 Golkar Syarwan Hamid
Abdul Gafur
Ismail Hassan Metareum
Fatimah Achmad
Poedjono Pranyoto
13 Akbar Tanjung 1998.jpg Akbar Tandjung
(1945-)
1 Oktober 1999 1 Oktober 2004 Partai
Golkar
[catatan 4]
Soetardjo Soerjogoeritno (PDI-P)
Khofifah Indar Parawansa (PKB)
Muhaimin Iskandar (PKB)
A.M. Fatwa (PAN)
14 Agung laksono.jpg Agung Laksono
(1949-)
2 Oktober 2004
1 Oktober 2009
Partai
Golkar
Soetardjo Soerjogoeritno (PDI-P)
Muhaimin Iskandar (PKB)
Zaenal Maarif (PBR)
15 Marzuki Alie Official Portrait.jpg Marzuki Alie
(1955-)
2 Oktober 2009
1 Oktober 2014
Partai
Demokrat
Priyo Budi Santoso (Golkar)
Pramono Anung (PDI-P)
Anis Matta (PKS)
Marwoto Mitrohardjono (PAN)
Taufik Kurniawan (PAN)
Sohibul Iman (PKS)
16 Foto Resmi Setya Novanto.jpg Setya Novanto
(1954-)
2 Oktober 2014
16 Desember 2015
Partai
Golkar
[catatan 5]
[26][27]
Fadli Zon (Gerindra)
Agus Hermanto (Demokrat)
Taufik Kurniawan (PAN)
Fahri Hamzah (PKS)
Fadli Zon.jpg Fadli Zon
(1971-)
(Pelaksana Tugas)
18 Desember 2015
11 Januari 2016
Partai
Gerindra
[catatan 6]
[28][29]
17 Official Portrait of Ade Komaruddin.jpg Ade Komarudin
(1965-)
11 Januari 2016
30 November 2016
Partai
Golkar
[30][31]
(16) Foto Resmi Setya Novanto.jpg Setya Novanto
(1954-)
30 November 2016
Petahana
Partai
Golkar
[32][33]
  Non-partisan / Penugasan Pemerintah
  Militer

Catatan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pada tahun 1949 ketika Negara Kesatuan Republik Indonesia berubah menjadi Republik Indonesia Serikat maka posisi ini berubah nama menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Serikat (DPRS); setelah kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1950, namanya berubah kembali menjadi Ketua DPR
  2. ^ Pada tahun 1960, setelah Dekret Presiden 1959 dicanangkan maka posisi ini berubah menjadi Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Serikat Gotong Royong (DPR-GR). Ketua DPR-GR pada masa ini tidak menjadi lembaga legislatif, akan tetapi berada di bawah kekuasaan eksekutif, yaitu Presiden Republik Indonesia
  3. ^ Digabungkan dengan Ketua MPR
  4. ^ Dipisahkan dengan Ketua MPR
  5. ^ Setya Novanto mengundurkan diri setelah divonis dalam kasus permintaan saham PT. Freeport Indonesia. Kasus ini berawal dari beredarnya rekaman pembicaraannya dengan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Ma’roef Sjamsoeddin, dan pengusaha M. Riza Chalid.
  6. ^ Fadli Zon ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPR dalam rapat pimpinan tertutup setelah pengunduran diri Novanto. Penunjukan Fadli Zon sebagai ketua sementara ini diatur dalam Pasal 87 ayat (3) Undang-Undang MPR, DPR, DPD, dan DPRD, yang menyebutkan "salah seorang di antara pimpinan [...] melaksanakan tugas pimpinan yang berhenti sampai dengan ditetapkannya pimpinan yang definitif".

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b MPR/DPR RI (5 Agustus 2014). "UU No. 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD dan DPRD" (PDF). Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  2. ^ a b Pringgodigdo, Abdoel Gaffar (1973). Ensiklopedi Umum. Jakarta: Penerbit Kanisius. p. 86. ISBN 9789794135228. 
  3. ^ Tirta, Nyak Wali Alfa (1985). Mr. Sartono: karya dan pengabdiannya. Jakarta: Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional - Direktorat Sejarah Tradisional - Direktorat Jenderal Kebudayaan - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. p. 109. 
  4. ^ Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho (1985). Sejarah Nasional Indonesia IV: Zaman Jepang dan Zaman Republik Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. p. 422. ISBN 9794074128. 
  5. ^ "Profil Personel Kabinet: Zainul Arifin". Kepustakaan Presiden - Pepustakaan Pusat Nasional. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  6. ^ a b Junaedi, Didi (Januari 2014). Pahlawan-Pahlawan Indonesia Sepanjang Masa. Jakarta: Indonesia Tera. p. 20-21, 119-120. ISBN 9797752119. 
  7. ^ Said, Julinar (1 Desember 1995). Ensiklopedi Pahlawan Indonesia. Jakarta: Direktorat Sejarah Tradisional - Direktorat Jenderal Kebudayaan - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. p. 32. 
  8. ^ Madinier, Remy (2015). Islam and Politics in Indonesia: The Masyumi Party Between Democracy and Integralism [Islam dan Politik di Indonesia: Partai Masyumi di antara Demokrasi dan Integralisme] (dalam Bahasa Inggris). Singapura: National University of Singapore. p. 95. ISBN 9789971698430. 
  9. ^ Pakpahan, Mochtar (1994). DPR RI semasa Orde Baru: Tinjauan analitis anggota DPR RI masa kerja 1982-1987. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. p. 100. ISBN 9789971698430. 
  10. ^ "Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 112 Tahun 1966 tentang Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong". Badan Pembinaan Hukum Nasional - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. 23 Mei 1966. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  11. ^ University of Sydney. Dept. of Indonesian and Malayan Studies (1973). Review of Indonesian and Malayan Affairs (dalam Bahasa Inggris). Sydney: University of Sydney dan University of Michigan. p. 42. 
  12. ^ Saifuddin, Fahmi D. (1991). Kembali ke pesantren: kenangan 70 tahun K.H. Achmad Sjaichu. Jakarta: Yayasan Islam al Hamidiyah. 
  13. ^ Yahya, Lip D. (Juli 2006). Ajengan Cipasung. Yogyakarta: Pustaka Pasantren, LKiS. p. 171. ISBN 9798452208. 
  14. ^ "NU calls for prayers for late Idham Chalid" (dalam Bahasa Inggris). Antara News. 11 Juli 2010. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  15. ^ Hadi Suprapto (11 Juli 2010). "Idham Chalid, Ketua PBNU Terlama". Viva. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  16. ^ "Profil Pejabat: Adam Malik". Kepustakaan Presiden Perpustakaan Nasional. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  17. ^ "Adam Malik: Si Kancil Pengubah Sejarah". Tokoh Indonesia. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  18. ^ "Antara Marzuki Alie dan 8 Mantan Ketua DPR RI". Inilah.com. 2 Agustus 2011. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  19. ^ Suryadinata, Leo (Maret 1982). Trends in Indonesia II: Proceedings and Background Paper (dalam Bahasa Inggris). Singapura: Institute of Southeast Asian Studies. p. 27. ISBN 9789971690397. 
  20. ^ "Ensiklopedi Tokoh Indonesia: Daryatmo". TokohIndonesia.com. Diakses tanggal 14 Oktober 2015. 
  21. ^ Moebanoe Moera (30 November 1984). "Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Amir Machmud, Jakarta, 1984". Tempo Store. Diakses tanggal 14 Oktober 2015. 
  22. ^ Rebong, AM (26 Juli 1997). "Catatan Buat Anggota DPR Mendatang:Perlu Bercermin dan Berbenah Diri". Jakarta. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 Agustus 1997. Diakses tanggal 14 Oktober 2015. 
  23. ^ Rimaldi D Gultom (8 November 2004). "Mantan Ketua DPR/MPR Wahono Meninggal Dunia". Tempo Interaktif. Diakses tanggal 12 Oktober 2015. 
  24. ^ MPR/DPR RI (1997). Parlementaria: Majalah bulanan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Volume 29. Jakarta: Bagian Hubungan Masyarakat DPR-RI. p. 5, 34, 46. 
  25. ^ Masuhara, Ayako (2015). The End of Personal Rule in Indonesia: Golkar and the Transformation of the Suharto Regime (Kyoto Area Studies on Asia). Kyoto: Kyoto University Press. p. 120, 131-133. 
  26. ^ Ihsanuddin (16 Desember 2015). Galih, Bayu, ed. "Setya Novanto Mundur sebagai Ketua DPR". Kompas.com. Diakses tanggal 16 Desember 2015. 
  27. ^ "Ketua DPR, Setya Novanto, akhirnya mengundurkan diri". BBC Indonesia. 16 Desember 2015. Diakses tanggal 20 Desember 2015. 
  28. ^ Anindita, Erika (18 Desember 2015). "Fadli Zon appointed acting House speaker". The Jakarta Post. Diakses tanggal 20 Desember 2015. 
  29. ^ Prabowo, Dani (18 Desember 2015). Wiwoho, Laksono Hari, ed. "Fadli Zon Ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Ketua DPR". Kompas.com. Diakses tanggal 20 Desember 2015. 
  30. ^ "Ade Komarudin inaugurated as new House speaker". The Jakarta Post. 
  31. ^ "Ditunjuk Jadi Ketua DPR, Ini Agenda Ade Komarudin". liputan6.com. 
  32. ^ Aritonang, Margareth S (30 November 2016). "House plenary meeting to seal return of Setya Novanto as speaker". The Jakarta Post. Diakses tanggal 1 Desember 2016. 
  33. ^ Bayu, Dimas Jarot (30 November 2016). Krisiandi, ed. "Setya Novanto Kembali Jabat Ketua DPR, Ini Kata Sudirman Said". Kompas.com. Diakses tanggal 1 Desember 2016.