Agus Hermanto

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Agus Hermanto
Agus Hermanto.jpg
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat
Bidang Industri dan Pembangunan
Masa jabatan
2 Oktober 2014 – 1 Oktober 2019
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
Ketua DPRSetya Novanto
Ade Komarudin
Setya Novanto
Bambang Soesatyo
PendahuluPramono Anung
PenggantiRachmad Gobel
Informasi pribadi
Lahir20 Mei 1956 (umur 63)
Bendera Indonesia Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
Partai politikDemocratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat
PasanganIstha Saraswati
Alma materUniversitas Brawijaya
PekerjaanPolitisi, Wirausahawan, Akademisi

Prof. Dr. Ir. H. Agus Hermanto, M.M. (lahir di Semarang, 20 Mei 1956; umur 63 tahun) adalah Wakil Ketua sekaligus anggota DPR RI periode 2014 - 2019. Ia juga adalah wakil ketua komisi VI DPR RI periode 2004-2009 dari Partai Demokrat mewakili Jawa Tengah. Agus Hermanto adalah alumni Universitas Brawijaya dan merupakan Ketua Komisi X yang menangani Pendidikan, Olahraga, Pariwisata, Kesenian dan Kebudayaan pada periode 2009-2014.[1]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Teknisi PT. Hindia Taruna Jaya
  • Teknisi PT. Astra Graphia (Xerox)
  • Asisten Manajer PT. Sama Rito (Canon)
  • Sales Supervisor PT. Haramont (Heidel Berg)
  • Kasubid Prasarana Perlindungan Konsumen pada Puslitbang PDN-BPPIP Kementerian Perdagangan dan Perindustrian RI
  • Direktur Utama CV. Moesgraph
  • Anggota DPR RI (2004–2009)
    • Anggota Komisi VI DPR RI (2004–2009)
  • Anggota DPR RI (2009–2014)
    • Anggota Komisi X DPR RI (2009–2014)
  • Anggota DPR RI (2014–2019)
    • Wakil Ketua DPR RI (2014–2019)

Pengembangan Energi Geothermal[sunting | sunting sumber]

Secara khusus, ia meminta beberapa kampus untuk mengembangkan Energi Geothermal yang menitikberatkan pada kebijakan, pengembangan (riset) dan manajemenya di indonresia. Dalam paparanya di Fakultas MIPA UB, ia menjelaskan bagaimana pengelolaan energi Geothermal sebagai salah satu energi terbarukan yang ramah lingkungan dan efisien serta murah sekaligus ramah lingkungan terutama dapat mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sehingga dapat menghemat cadangan minyak bumi. Mengingat potensi geothermal dunia yang terbesar di Indonesia dan sifat sistem geothermal yang sangat baik, sudah semestinya pengembangan lapangan Geothermal Indonesia dikembangkan oleh tenaga ahli Indonesia yang diakui kepakarannya.[2][3]

Refrensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ http://www.dpr.go.id/anggota/detail/id/407
  2. ^ https://mipa.ub.ac.id/view/kedatangan-wakil-ketua-dpr-ri-kefakukltas-mipa-ub/
  3. ^ http://www.malangtimes.com/baca/22375/20171110/135648/wakil-ketua-dpr-ri-ub-harus-terlibat-proyek-pengembangan-energi-panas-bumi/