TVR Parlemen

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
TVR Parlemen
JenisPenyiar dan sindikat siaran
MerekTV Parlemen
Radio Parlemen
SloganSuara Rakyat Untuk Rakyat
NegaraIndonesia
Tanggal peluncuran8 Januari 2007; 14 tahun lalu (2007-01-08)
Kantor pusatKompleks Parlemen Republik Indonesia, Jakarta Pusat
Wilayah siaranIndonesia
PemilikDewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia
Radio InternetDengar langsung
KabelFirst Media: 18 (TV Parlemen)
Televisi InternetTonton langsung
Situs webtvr.dpr.go.id

TVR Parlemen (singkatan dari Televisi dan Radio Parlemen, juga disebut sebagai RTV Parlemen) adalah penyiar dan penyedia konten siaran milik Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). TVR Parlemen berstatus unit produksi di bawah Biro Pemberitaan Parlemen Sekretariat Jenderal DPR RI. TVR Parlemen menyajikan siaran langsung kegiatan DPR RI, berita kegiatan DPR RI, dan acara lainnya dengan nama TV Parlemen (untuk konten audiovisual) dan Radio Parlemen (untuk konten audio).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Usaha mendirikan saluran televisi parlemen telah dimulai sejak tahun 1999 dengan mengudaranya Swara milik Jaring Data Interaktif (kini di bawah Lippo Group). Walau begitu, Swara tidak bertahan lama dan menutup siarannya.

TVR Parlemen diresmikan sebagai TV Parlemen, saluran televisi terbatas pada tanggal 8 Januari 2007 oleh ketua DPR RI saat itu Agung Laksono (Golkar).[1] Setelah satu tahun berjalan, efektivitas TV Parlemen mulai dipertanyakan. Ketua Fraksi PKB Effendi Choirie mengkritik stasiun televisi tersebut. TV Parlemen, yang saat itu hanya disaksikan di layar televisi yang dipasang di sudut-sudut Gedung MPR/DPR, dinilainya "hanya untuk dilihat sendiri dan tidak bisa dilihat rakyat" serta "buang-buang uang saja".[2]

Pada tahun 2013, PT First Media News – anak perusahaan Lippo Group yang menaungi saluran televisi berlangganan BeritaSatu – menandatangani kerjasama dengan Sekretariat Jenderal DPR RI. Melalui kerjasama tersebut, saluran baru direncanakan akan disiarkan melalui penyedia televisi berlangganan First Media pada awal Juni 2013 dengan nama BeritaSatu Swara[3] – kemungkinan sebagai upaya menghidupkan kembali Swara. Alih-alih nama tersebut, saat ini saluran tersebut bersiaran di First Media dengan nama TV Parlemen.[4]

Pada tahun 2015, TV Parlemen sempat tidak dapat meliput secara langsung pemeriksaan ketua DPR RI saat itu Setya Novanto (Golkar) oleh Mahkamah Kehormatan Dewan.[5] Hal ini terkait dengan kasus pelanggaran kode etik, imbas pertemuan dengan salah satu calon presiden Amerika Serikat untuk tahun 2016 Donald Trump.

Bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-9, pada tahun 2016 TVR Parlemen mengadopsi slogan Suara Rakyat Untuk Rakyat.[6] Di tahun yang sama, Badan Urusan Rumah Tangga DPR RI mengumumkan bahwa pihaknya akan memperjuangkan agar TVR Parlemen dapat dikategorikan sebagai Lembaga Penyiaran Publik, sejajar dengan RRI, TVRI, dan lembaga penyiaran publik lokal.[7]

Pada tahun 2020, TVR Parlemen mencoba menggandeng stasiun radio dan televisi lokal untuk mendistribusikan konten-kontennya. Dalam lokakarya yang diadakan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Jawa Tengah dan DPR RI, anggota DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto (PDI-P) menyebut langkah tersebut merupakan "terobosan yang baik untuk mendongkrak citra positif DPR RI".[8]

Kegiatan[sunting | sunting sumber]

TVR Parlemen mendistribusikan kegiatan siarannya dengan nama TV Parlemen dan Radio Parlemen. Meski begitu, nama TVR Parlemen juga sering digunakan.

TV Parlemen[sunting | sunting sumber]

TV Parlemen adalah saluran televisi daring (streaming) dan berlangganan yang dijalankan oleh TVR Parlemen. TV Parlemen menyiarkan siaran langsung rapat dan sidang DPR RI dan acara-acara current affairs lainnya. TV Parlemen juga membuat Warta Parlemen, acara sari berita dari DPR RI selama sekitar 5 menit yang disiarkan di beberapa jaringan televisi terestrial nasional.

Radio Parlemen[sunting | sunting sumber]

Radio Parlemen adalah saluran radio daring yang dijalankan oleh TVR Parlemen. Radio ini memulai siaran perdana secara daring pada 4 Februari 2017.[1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "TVR Parlemen". Diakses tanggal 19 Juni 2021. 
  2. ^ Kompas.com (2008). "TV Parlemen Dipertanyakan". Kompas.com. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 
  3. ^ BeritaSatu (YouTube) (2013). "Kerjasama Siaran TV Parlemen Dengan DPR". Diakses tanggal 27 Juni 2021. 
  4. ^ "Pilih Paket". First Media. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 
  5. ^ Cicilia, Sanny (2015). "TV Parlemen pun tak bisa meliput sidang MKD". Kontan.co.id. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 
  6. ^ "Selamat Ulang Tahun TV Parlemen". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 2016. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 
  7. ^ Ayu (2016). "BURT DPR-RI Akan Perjuangkan TVR Parlemen". Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021. 
  8. ^ Nastuti, Arin (2020). "Dongkrak Citra Positif, TVR Parlemen Gandeng Media Lokal Siarkan Kegiatan DPR RI". Pemerintah Kabupaten Cilacap. Diakses tanggal 27 Juni 2021. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]