Edhie Baskoro Yudhoyono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Edhie Baskoro Yudhoyono
Informasi pribadi
Lahir Edhie Baskoro Yudhoyono
24 November 1980 (umur 36)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat
Kebangsaan Indonesia
Partai politik Partai Demokrat
Suami/istri Siti Rubi Aliya Radjasa
Anak Airlangga Satriadhi Yudhoyono
Pancasakti Maharajasa Yudhoyono
Pekerjaan Politisi
Agama Islam

Edhie Baskoro Yudhoyono (lahir di Bandung, Jawa Barat, 24 November 1980; umur 36 tahun). Ibas, begitu ia biasa disapa adalah anak kedua dari Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono. Adik dari Agus Harimurti Yudhoyono ini meraih gelar Bachelor of Commerce in Finance and E-Commerce tahun 2005 di Curtin University, Perth, Australia.

Ibas kemudian melanjutkan studinya di Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura. Pada tahun 2007 Ibas memperoleh gelar Master of Science in International Political Economic . Ia lulus dengan disertasi berjudul “Revitalization of Indonesia’s Economy: Attempts to Solve the The Twin-Critical-Economic Problems and to Build Foundation for Future Economic Development”.

Pada tahun 2009, Ibas berkecimpung dalam perpolitikan Indonesia dengan mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Daerah Pemilihan VII Jawa Timur, mewakili 5 daerah: Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Magetan, dan Ngawi. Ibas terpilih sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan April 2009 dengan perolehan suara tertinggi se-Indonesia: 327.097 suara.[1] Sebagai anggota DPR RI, ia ditunjuk sebagai anggota Badan Anggaran dan Komisi I DPR RI yang membidangi hubungan luar negeri, pertahanan, dan informasi dan komunikasi.

Saat ini Ibas aktif sebagai politisi Partai Demokrat, partai yang memenangkan Pemilihan Umum tahun 2009. Kariernya di Partai Demokrat diawali dengan penunjukan sebagai Ketua Departemen Kaderisasi. Setelah Kongres II Partai Demokrat di bulan Mei 2010, ia dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal untuk mendampingi Ketua Umum Terpilih Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Penunjukan tersebut menjadikannya sebagai Sekretaris Jenderal partai politik termuda di Indonesia. Ia juga menjabat Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga periode 2010-2015.

Pada 24 November 2011, Ibas melangsungkan akad nikah dengan Siti Ruby Aliya Rajasa di Istana Cipanas. Pernikahan bernuansa adat Palembang. Aliya adalah putri Hatta Rajasa, Menko Perekonomian RI [2].

Sekilas Perjalanan karier[sunting | sunting sumber]

Nama Edhie Baskoro Yudhoyono mencuat sebagai politisi muda Partai Demokrat saat terjun sebagai calon anggota legislatif Partai Demokrat yang mewakili masyarakat di Dapil VII Jawa Timur meliputi, Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Magetan dan Ngawi. Kerja keras Ibas-sapaan akrabnya- membuahkan hasil yang gemilang dan menoreh prestasi sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI peraih suara terbanyak se-Indonesia,  yaitu sebesar 327.097 suara, pada pemilihan anggota legislatif tahun 2009 lalu.

kariernya di dunia politik diawali sebagai Kordinator Wilayah (Korwil) DPP Partai Demokrat untuk wilayah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Bekal ilmu yang dimilikinya serta nilai-nilai kedisiplinan yang ditanamkan sejak kecil dalam keluarga yang berlatar belakang militer dan politik menjadi bekal bagi Ibas dalam menjalankan tugas-tugasnya sebagai kader. Walaupun nama besar Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Ani Yudhoyono memiliki andil dan pengaruh dalam perjalanan karier politiknya, namun dalam perjalanannya, Ibas memandang tugas-tugas sebagai kader partai yang dipercayakan kepadanya adalah tanggung jawab pribadi yang harus diemban dengan sungguh-sungguh. Disamping itu, perjalanan karier politik Ibas  pun harus bertanggung jawab menjaga nama besar Yudhoyono sebagai salah satu tokoh pemimpin nasional.

Bergabung dengan organisasi partai politik memang memerlukan proses ketekunan, dedikasi, komitmen dan prestasi dalam menjalankan tugas-tugas yang dipercayakan. Sejak aktif sebagai kader partai, Ibas terus melakukan gebrakan organisasi, menjalankan perannya sebagai kordinator wilayah dengan memaksimalkan konsolidasi antar kader Demokrat. Tak heran, karier politik Ibas terus naik dengan menjabat Ketua Departemen Kaderisasi yang sukses mengusung SBY sebagai presiden selama dua periode.

Nama Ibas kembali menjadi sorotan media saat ia ditugaskan partai sebagai Ketua Steering Committee pada Kongres II Partai Demokrat di Bandung Jawa Barat 2010 silam. Pelaksanaan kongres yang berlangsung lancar, damai dan demokratis tersebut semakin memperkuat posisinya sebagai kader muda yang potensial untuk membawa nama besar partai pemenang pemilu periode 2009 tersebut.

Pada Mei 2010, usai Kongres PD menghasilkan ketua umum terpilih, Ia pun ditunjuk menjadi Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2010-2015 mendampingi ketua umum terpilih untuk menjalankan roda organisasi partai. Atas posisi tersebut, Ibas menjadi sekjen partai termuda di Indonesia yang ditugaskan untuk menjalankan organisasi partai terbesar hasil pemilu 2009 dalam mengawal pemerintahan SBY.

Kepiawaiannya dalam berpolitik memang terus diuji dengan tugas-tugas baru yang semakin strategis dan menantang. Namun tantangan tersebut sekali lagi dijawab Ibas melalui kesuksesannya menggelar acara-acara organisasi partai di 34 provinsi dan di level nasional. Konsentrasi Sekjen muda ini dalam menjalankan tugas terbilang sukses. Sosok organisatoris ini berhasil merampungkan konsolidasi organisasi dan kader partai melalui penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Demokrat  di hampir 34 provinsi di Indonesia, menggelar acara Rapat Kordinasi Nasional, Sarasehan Nasional, Silaturahim Nasional, Safari Ramadhan PD, Rapat Pimpinan Nasional, Temu Kader Nasional dan agenda partai lainnya.

Belajar berpolitik dari sejumlah politisi senior semakin memantapkan sepak terjang Ibas di dunia politik dan semakin diperhitungkan di kancah politik Indonesia. Selain sukses menjalankan tugas kepartaian, Ia juga sukses mejadi wakil rakyat untuk kedua kalinya dengan meraih  243.747 suara pemilih dan meraih peringkat kelima secara nasional anggota DPR RI pemilik suara terbanyak.

Saat menjadi wakil rakyat DPR RI periode 2009-2014, Ibas ditugaskan partai di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, intelijen, luar negeri dan komunikasi informasi. Kini, Ibas ditugaskan partai menjadi anggota Komisi 10 Fraksi Partai Demokrat (FPD) DPR RI periode 2014-2019 yang membidangi pendidikan, pemuda, olahraga, pariwisata, kesenian, dan kebudayaan.

Setelah sederetan prestasi dan pengalaman Ibas sebagai anggota DPR RI selama dua periode serta kerja keras dan upayanya dalam menjalankan roda organisasi partai, kini Ibas diberikan amanah sebagai  Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI yang memimpin 61 anggota. Saat dilantik pada awal Oktober 2014 lalu, Ibas menyampaikan bahwa tugas dan tanggung jawab yang dipercayakan DPP PD kepadanya adalah amanat yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh dedikasi.

Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI, Ibas meyakini betul team yang kecil tapi solid lebih efektif dan produktif dibanding team yang besar. In union there is strength, in teamwork, silence isn’t golden, it’s deadly. Atas ungkapan tersebut, Ia percaya soliditas adalah kunci untuk FPD menjalankan perannya sebagai perpanjangan tangan partai di DPR RI.

Ibas berkomitmen memimpin FPD bekerja cerdas, bekerja keras dan bekerja tulus menjalankan tupoksinya dengan sebaik-baiknya agar semakin produktif dan bekerja secara terukur. Ibas sangat paham bahwa FPD harus menjadi telinga, mata, dan mulut masyarakat dalam membela dan memperjuangkan kesejahteraan rakyat.  

Tak cukup hanya dengan modal pengalaman, Ibas memang terus mengasah ilmu dan kemampuannya melalui berbagai agenda, salah satunya mengadakan dan mengikuti Demokrat Party Course of Public Relation atau Pelatihan Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat di  Palace Hotel, Cipanas, April 2012. Pada pelatihan yang diselenggarakan DPP Partai Demokrat tersebut bertujuan untuk memahami pentingnya pelatihan yang berkaitan dengan komunikasi politik termasuk komunikasi publik untuk membangun bangsa dan negara. Di internal partai, Ibas juga mengikuti rangkaian agenda pembekalan calon legislatif yang diselenggarakan DPP PD di Jakarta sebelum dan sesudah pemilihan legislatif 2014 lalu.

Sebelum dilantik kembali menjadi wakil rakyat, Ibas dan seluruh anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terpilih 2014-2019 mendapatkan pembekalan dan pemantapan wawasan kebangsaan oleh Lembaga Pertahanan Nasional dan Sekretariat Jenderal DPR RI. Pada acara pembekalan yang bertajuk “Harmonisasi Wawasan Kebangsaan” tersebut, Ibas semakin mantap menjadi wakil rakyat yang berkarakter negarawan dan memahami wawasan strategis dalam melaksanakan tugas dan fungsinya di kursi legislatif. Ibas merasa perlu terus dibekali dengan ilmu untuk menjadi pemimpin nasional yang memiliki karakter kebangsaan yang tinggi dan kompeten di bidangnya serta mampu mengimplementasikan paradigma nasional dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Berbicara mengenai dunia politik yang penuh dinamika, strategi dan kritikan, sosok politisi muda ini berpendapat bahwa nilai-nilai yang digariskan Partai Demokrat untuk seluruh kadernya sangat jelas, yaitu ideologi politik bersih, cerdas dan santun sebagai landasan, prinsip, etika dan karakter kader PD. Hal ini sudah dicontohkan Penggagas dan Pendiri Partai Demokrat Prof. Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai penuntun untuk para kader PD dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya di tengah-tengah masyarakat.

Bagi pria penggemar klub olahraga sepak bola asal Inggris, Liverpool ini yakin bahwa saat ini rakyat sudah semakin cerdas dan kritis dalam memilih partai termasuk menentukan pilihan wakil rakyat serta pemimpin mereka. Ia menilai, karakter, integritas, kualitas dan kapasitas individu dalam memimpin kini menjadi faktor utama untuk berjuang dan berkarya agar dapat tetap eksis.

Selain menjalankan tugas-tugas sebagai anggota DPR RI dan Ketua Fraksi PD, Ibas juga menjabat Wakil Ketua Umum (WKU) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Pariwisata dan Olahraga periode 2010-2015. Salah satu tugas penting yang dijalankan Ibas sebagai WKU Kadin adalah saat menjalin kerja sama dengan Indonesia SEA Games Organizing Committe (INASOC) atau Komite Pelaksana SEA Games ke 26 di Indonesia dengan membuat pameran bertajuk Moda dan Modi Expo. Kerja sama tersebut antara lain untuk membantu mensosialisasikan SEA Games dengan menggelar acara budaya pada saat torch relay dan penjualan merchandise yang akhirnya berjalan sukses dan meriah.

Ia berpendapat,  Sea Games merupakan event internasional yang sangat prestisius. Sebagai wakil Kadin, Ia tidak hanya mengharapkan penyelenggaraan Sea Games di Indonesia saat itu berlangsung secara nyaman, aman dan lancar melainkan nilai-nilai budaya Indonesia ikut dipromosikan melalui ajang yang bergengsi tersebut. Ibas juga bangga dan bersyukur karena Indonesia berhasil menjadi juara umum di ajang tersebut.

Peran Ibas dalam berorganisasi tidak hanya dalam politik dan ekonomi karena Ibas pun tergabung dalam keluarga besar Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Putra Putri TNI Polri (GM FKPPI). Di organisasi ini, Ibas tercatat pernah menjabat Ketua Departemen Olahraga & Pengabdian Masyarakat Pengurus Pusat GM FKPPI.

Sekilas Keluarga[sunting | sunting sumber]

Ibas mengakhiri masa lajangnya pada tanggal 24 November 2011, bertepatan dengan peringatan hari ulang tahunnya yang ke-31. Dengan tekad yang kuat Ia secara resmi menikah dengan Siti Rubi Aliya Rajasa – putri mantan Menko Perekonomian Kabinet Indonesia Bersatu, Hatta Rajasa. Sebelumnya, acara akad nikah yang berlangsung khidmat diselenggarakan di ruang Yudhistira Istana Cipanas, Cianjur Jawa Barat. Sementara resepsi pernikahan Ibas dan Aliya dilangsungkan di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Sabtu, 26 November 2011 malam.

Kebahagiaan keluarga Ibas semakin lengkap setelah rumah tangga mereka dikarunai dua orang putra. Putra pertama bernama Airlangga Satriadhi Yudhoyono yang lahir pada 24 Desember 2012 di RS. Pondok Indah Jakarta, sementara putra kedua lahir bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila, 1 Oktober 2015 sehingga diberi nama Pancasakti Maharajasa Yudhoyono. Sakti begitu panggilan akrabnya lahir di ahri Kamis pukul 00.55 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah Jakarta dengan berat 2,98 kilogram dan panjang 48 cm.

Pada sejumlah kesempatan, Ibas kerap mengajak serta Aliya dan Airlangga untuk mendampinginya termasuk saat melakukan kunjungan kerja dengan konstituennya di Dapil VII Jawa Timur awal tahun 2014 saat menjelang pemilu legislatif.

Kini dalam kesehariannya, Ibas nampak menikmati tugas-tugas dan amanah yang dijalankannya baik sebagai anggota dewan di DPR RI maupun kapasitasnya sebagai Ketua Komisi Pemenangan Pemilu di DPP Partai Demokrat. Meski rangkaian kesibukannya banyak menyita waktu dan pikiran, namun Ibas tetap konsisten menjalankan perannya sebagai seorang suami dan seorang ayah. Salah satu solusi yang diterapkan, Ibas kerap menjalankan agenda pekerjaannya sambil berwisata bersama keluarga.

Program Kerja[sunting | sunting sumber]

Totalitas Edhie Baskoro Yudhoyono menjalankan tugas dan fungsinya sebagai wakil rakyat tidak diragukan. Keseriusannya menjemput dan merespon aspirasi masyarakat di tingkat bawah diimplementasikan dengan membangun kantor di lima kabupaten dapilnya dan diberi nama “Ggriya Aspirasi EBY. Usai dilantik secara resmi sebagai wakil rakyat pada 2009, Ibas meresmikan dua Griya Aspirasi di Pacitan dan Ponorogo, Jawa Timur pada 2010 dan menyusul tiga Griya Aspirasi berikutnya di Kabupaten Trenggalek, Magetan dan Ngawi.

Griya Aspirasi merupakan instrumen yang disediakan Ibas untuk melaksanakan fungsi penyerapan aspirasi di daerah pemilihan (Dapil). Griya Aspirasi diperlukan karena pertimbangan geografis, demografis, problem infrastruktur fisik, dan keterbatasan akses komunikasi dua arah antara anggota DPR terpilih dengan konstituennya, seperti di Dapil VII Jawa Timur, yang meliputi Pacitan, Ponorogo, Magetan, Ngawi dan Trenggalek.

Tak hanya itu saja, Ibas juga meluncurkan sejumlah program kerja Griya Aspirasi EBY yang secara rutin dijadikan agenda kerja staff di masing-masing kabupaten, antara lain : Mobil Aspirasi EBY, ambulance gratis, menyebarkan majalah “Sinergis” secara berkala sebagai sarana komunikasi dengan konstituen. Ibas juga meluncurkan website www.edhiebaskoro.com serta website www.griyaaspirasi-eby.com untuk memberikan sejumlah informasi kinerja Ibas dalam kapasitasnya menjalankan amanah sebagai anggota dewan asal Dapil VII Jawa Timur.

Sementara program kerja Ibas sebagai Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat, beberapa waktu lalu, Ibas meluncurkan sistem informasi (Real Count) secara online saat Demokrat menghantarkan kader-kader terbaiknya bertarung dalam pilkada serentak tahun 2015 yang lalu. Keberhasilan Ibas menjalankan amanah di DPP PD, berhasil melampaui target pemenangan pemilu 30 persen yang ditetapkan Demokrat. 

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Karier[sunting | sunting sumber]

  • Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI periode 2014-2019
  • Anggota Komisi X DPR RI periode 2014-2019
  • Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat periode 2015-2020
  • Sekretaris Jenderal Partai Demokrat periode 2010-2015
  • Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Promosi Internasional, Pariwisata, Seni Budaya, dan Olah Raga periode 2010-2015
  • Anggota Komisi I DPR RI periode 2009-2014 (Namun berhennti sebagai anggota DPR RI pada 2013)
  • Ketua Departemen Kaderisasi DPP Partai Demokrat
  • Sekretaris Yayasan Majelis Dzikir SBY Nurussalam
  • Kepala Departemen Pengabdian Masyarakat dan Olahraga Generasi Muda Forum Komunikasi Putra Putri TNI dan Polri (GMFKKPI)
  • Kepala Pengembangan Industri Derivatif Pertanian KADIN Indonesia

Pelatihan[sunting | sunting sumber]

  • Pelatihan Pimpinan & Kader Utama Partai Demokrat. Negara, Pemerintahan & Sistem Nasional (2016)
  • Pembekalan dan Pemantapan Pemimpin Tingkat Nasional. Lemhanas (2014)

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]