Hary Tanoesoedibjo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Hary Tanoesoedibjo
Berkas:Harytanoe.jpg
Lahir Bambang Hary Iswanto Tanoesoedibjo[1]
26 September 1965 (umur 52)
Surabaya, Indonesia
Kebangsaan  Indonesia
Almamater Carleton University
Ottawa University[1]
Tempat kerja MNC Corporation
Global Mediacom
MNC Media
Dikenal karena CEO MNC Group
Partai politik Partai NasDem.svg Nasdem (2011-2013)
HANURA.jpg Hanura (2013-2014)
PartaiPerindo.png Perindo (2015-Sekarang)
Agama Kristen Protestan[2][3]
Pasangan Liliana Tanaja Tanoesoedibjo[2]
Anak Angela Herliani Tanoesoedibjo
Valencia Herliani Tanoesoedibjo
Jessica Herliani Tanoesoedibjo
Clarissa Herliani Tanoesoedibjo
Warren Haryputra Tanoesoedibjo[2]
Orang tua A. Tanoesoedibjo (alm.) (ayah)
Lilek Yohana (ibu)
Kerabat Hartono Tanoesoedibjo (kakak)
Haryanto Tanoesoedibjo (kakak)
Ratna Endang Hartatiek Tanoesoedibjo (kakak)
Ratna Endang Soelistyowati Tanoesoedibjo (kakak)
Bambang Rudijanto Tanoesoedibjo (kakak)
Tanda tangan
Sign Hary Tanoesoedibjo.png

Hary Tanoesoedibjo B.Com. MBA atau Hary Tanoe[2] (lahir di Surabaya, 26 September 1965; umur 52 tahun) adalah seorang pengusaha dan tokoh politik asal Indonesia. Hary adalah pemilik dari MNC Group. Di bidang politik, dia merupakan pendiri dan Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Partai Perindo). Ia pernah bergabung dalam Partai NasDem dan Partai Hanura.

Pada tanggal 23 Juni 2017, Kepolisian Negara Republik Indonesia menetapkan Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka terkait melakukan ancaman melalui media elektronik kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia.[4][5][6]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Hary Tanoesoedibjo lahir dan dibesarkan di Surabaya.[7] Ia adalah anak dari Ahmad Tanoesoedibjo, seorang pengusaha.[8] Hary adalah bungsu dari enam bersaudara, [7]

Seusai menamatkan pendidikan menengahnya di SMA Katolik St. Louis 1 Surabaya,[9] Hary meneruskan pendidikannya untuk mencapai gelar Bachelor of Commerce (Honours) dari Carleton University, Ottawa, Kanada (1988); serta Master of Business Administration dari Ottawa University, Ottawa, Kanada (1989).[1][2]

Hary menikah dengan Liliana Tanaja, dan memiliki lima orang anak yaitu Angela Herliani Tanoesoedibjo (1987), Valencia Herliani Tanoesoedibjo (1993), Jessica Herliani Tanoesoedibjo (1994), Clarissa Herliani Tanoesoedibjo (1996), dan Warren Haryputra Tanoesoedibjo (2000).[2][7]

Karier bisnis[sunting | sunting sumber]

Hary Tanoesoedibjo adalah pendiri, pemegang saham, dan Presiden Eksekutif Grup Bhakti Investama sejak tahun 1989. Bhakti Investama bergerak dalam bisnis manajemen investasi, yang membeli kepemilikan berbagai perusahaan, membenahinya, dan kemudian menjualnya kembali. Perusahaan tersebut terdaftar dalam bursa efek sebagai perusahaan terbuka, dan seiring dengan waktu berkembang semakin besar.

Pada masa krisis ekonomi Indonesia pasca tumbangnya Orde Baru, Hary melalui perusahaannya banyak melakukan merger dan akuisisi. Pada tahun 2000, Bhakti Investama mengambil alih sebagian saham Bimantara Citra dan kemudian diubah namanya menjadi Global Mediacom ketika mayoritas saham sudah dimilikinya.

Sejak pengambil-alihan tersebut, Hary terjun dalam bisnis media penyiaran dan telekomunikasi. Hary kemudian menjadi Presiden Direktur Global Mediacom sejak tahun 2002, setelah sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden Komisaris perusahaan tersebut. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Presiden Direktur Media Nusantara Citra (MNC) dan RCTI sejak tahun 2003, serta sebagai Komisaris Mobile-8, Indovision dan perusahaan-perusahaan lainnya dibawah bendera grup perusahaan Global Mediacom dan Bhakti Investama. Selain tiga stasiun televisi swasta, yaitu RCTI, MNCTV, dan GTV, grup medianya juga mencakup stasiun radio Trijaya FM dan media cetak Harian Seputar Indonesia, majalah ekonomi dan bisnis Trust, tabloid remaja Genie.

Pada tahun 2011, Majalah Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dan Hary menduduki peringkat ke-22 dengan total nilai kekayaan sebesar US$ 1,19 miliar.[2][10]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Kabar bahwa Hary Tanoesoedibjo masuk ke dunia politik mulai terdengar sejak awal bulan Oktober 2011[11], yang kemudian terkonfirmasi ketika ia secara resmi bergabung dengan Partai NasDem pada tanggal 9 Oktober 2011.[12] Pada bulan November 2011, Hary muncul pada acara Rapat Pimpinan Nasional Partai NasDem yang pertama.[13] Di partai tersebut, Hary menduduki posisi sebagai Ketua Dewan Pakar dan juga Wakil Ketua Majelis Nasional. Sejak ia berkiprah melalui Partai NasDem, Hary mendengung-dengungkan semboyan Gerakan Perubahan, suatu gerakan yang dimotori oleh kelompok angkatan muda Indonesia.[14]. Menurutnya, di dalam Partai NasDem 70% kadernya terdiri dari generasi muda.

Pada tanggal 21 Januari 2013, Hary Tanoesoedibjo mengumumkan bahwa ia resmi mengundurkan diri dari Partai NasDem karena adanya perbedaan pendapat dan pandangan mengenai struktur kepengurusan partai.[15][16] Hary menyebutkan alasan bahwa "politik itu adalah idealisme",[17] dan dirinya merasa sedih dan sangat berat meninggalkan Partai NasDem yang telah tiga bulan ia besarkan;[18] apalagi Partai NasDem telah berhasil lolos verifikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan resmi menjadi partai politik peserta Pemilu 2014 dengan Nomor Urutan 1.[19]

Setelah keluar dari Partai NasDem, Hary Tanoesoedibjo resmi bergabung dengan Partai Hanura pada tanggal 17 Februari 2013. Hal ini disampaikan di kantor DPP Partai Hanura di Jl. Tanjung Karang, Jakarta, dan langsung menduduki posisi Ketua Dewan Pertimbangan.[20] Ia selanjutnya menjabat Ketua Bapilu[21] dan Calon Wakil Presiden dari Hanura berpasangan dengan Wiranto.[22]

Pada 7 Februari 2015, ia mendeklarasikan Partai Politik baru, yaitu Partai Persatuan Indonesia atau biasa disebut Partai Perindo[23][24]. Pada acara deklarasi tersebut, dihadiri oleh beberapa petinggi Koalisi Merah Putih (KMP), seperti Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketua Umum Partai Amanat Nasional Hatta Rajasa, Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta, dan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Djan Faridz. Selain itu juga hadir Wiranto, Ketua Umum Hanura[25]. Awalnya Perindo adalah ormas yang baru dideklarasikan pada 24 Februari 2013 di Istora Senayan, Jakarta.

Kegiatan sosial[sunting | sunting sumber]

Hary Tanoesoedibjo pernah berkecimpung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat peride 2003-2007, dengan jabatan Bendahara.[26] Selain itu, ia kerap diundang sebagai pembicara seminar atau dosen tamu di berbagai perguruan tinggi.[2][27][28][29] Ia menjabat sebagai ketua Asosiasi Futsal Indonesia periode 2014-2019.[30] Selain itu dia juga menjabat sebagai Dewan Kehormatan/Pembina Persatuan Tinju Amatir Indonesia periode 2012-2016.[31]

Kontroversi[sunting | sunting sumber]

Tanggal 23 Juni 2017, Hary Tanoesoedibjo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan ancaman melalui pesan singkat (SMS) yang dikirimkan kepada Jaksa Yulianto. Penetapan status tersangka ini dilakukan setelah 1,5 tahun jaksa Yulianto melaporkan Hary Tanoe ke Markas Besar Polri. Hary Tanoe dijerat dengan Pasal 29 UU ITE sebagaimana pasal yang disertakan dalam laporan jaksa Yulianto ke Mabes Polri. Namun Hary membantah telah mengancam Yulianto. Atas penetapan tersebut, Hary Tanoe mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, namun pada tanggal 17 Juli 2017 permohonan tersebut ditolak oleh majelis hakim.[32] Pesan singkat yang sempat beredar luas di surat kabar dan jejaring sosial berbunyi sebagai berikut:

""Mas Yulianto kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar, siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasan tak akan langgeng, saya masuk politik karena ingin membuat Indonesia maju dalam arti yang sesungguhnya, termasuk penegakan hukum yang profesional, tidak transaksional, tidak bertindak semena mena demi popularitas, dan abuse of power. Suatu saat saya akan jadi pimpinan negeri ini, di situlah saatnya Indonesia akan berubah dan dibersihkan dari hal hal yang tidak sebagaimana mestinya. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak sedangkan yang lain berkembang dan makin maju,"

— Hary Tanoesoedibjo

[33][34]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Hary Tanoesoedibjo: Kami Akan Bertahan". tempointeraktif.com. Diakses tanggal 18 September 2013. 
  2. ^ a b c d e f g h Vizcardine Audinovic. "Hary Tanoesoedibjo". profil.merdeka.com. Diakses tanggal 18 September 2013. 
  3. ^ "Hary Tanoesoedibjo: Berfokus dan Berespons Benar di Saat Krisis". jawaban.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 8 Januari 2014. Diakses tanggal 18 September 2013. 
  4. ^ Ambaranie Nadia Kemala Movanita (23 Juni 2017). "Polri: Hary Tanoe Sudah Tersangka". nasional.kompas.com. Kompas.com. Diakses tanggal 23 Juni 2017. 
  5. ^ Hanz Jimnez Salim (23 Juni 2017). "Polri Resmi Tetapkan Hary Tanoe sebagai Tersangka". news.liputan6.com. Liputan6.com. Diakses tanggal 23 Juni 2017. 
  6. ^ Audrey Santoso (23 Juni 2017). "Hary Tanoe Jadi Tersangka, Terancam Pidana Penjara 4 Tahun". news.detik.com. detikNews. Diakses tanggal 23 Juni 2017. 
  7. ^ a b c "Hary Tanoesoedibjo, Surabaya". Pusaka Jawatimuran. Diakses tanggal 23 September 2013. 
  8. ^ "Hary Tanoesoedibjo Berambisi Menjadi Raja Bisnis Media Penyiaran Dan Telekomunikasi". 2 Agustus 2012. Diakses tanggal 23 September 2013. 
  9. ^ Arief Ardliyanto (8 September 2013). "Hary Tanoe Tularkan Ilmu Bisnis - "Hidup Tidak Seperti Perhitungan Matematika"". Koran Sindo. Diakses tanggal 23 September 2013. 
  10. ^ Nurul Qomariah (24 November 2011). "Ini Dia 40 Orang Terkaya Indonesia". detiknews. Diakses tanggal 20 September 2013. 
  11. ^ Hary Tanoesoedibjo no threat, says PDI-P.
  12. ^ Hary Tanoe Disarankan Fokus Urus Bisnis.
  13. ^ Hary Tanoesoedibjo Dibebani Tanggung Jawab Besarkan NasDem.
  14. ^ Partai NasDem – Gerakan Perubahan: Visi dan Misi.
  15. ^ Pengunduran Diri Pengusaha Hary Tanoe dari Partai NasDem.
  16. ^ Ini Penjelasan Lengkap Hary Tanoe Soal Pengunduran Diri dari NasDem.
  17. ^ Hary Tanoesoedibjo: Politik Itu Idealisme.
  18. ^ Hary Tanoe: Saya dan Surya Paloh Sama-sama Sedih.
  19. ^ KPU: NasDem Harus Segera Lapor ke Kemenkum HAM
  20. ^ Tanoe resmi bergabung ke Hanura
  21. ^ Bermodal besar, Hanura pilih Hary Tanoe jadi Ketua Bappilu
  22. ^ Komentar Surya Paloh tentang Wiranto dan Hary Tanoe deklarasi Capres dan Cawapres
  23. ^ Artikel:"Setelah Gagal di Nasdem dan Hanura, Hary Tanoe Deklarasikan Partai Perindo" di Kompas.com
  24. ^ Artikel:"Deklarasi Perindo, Hary Tanoe: Permasalahan Korupsi Hanya Bagian Kecil" di detik.com
  25. ^ Artikel:"Wiranto dan Petinggi KMP Hadiri Deklarasi Perindo" di detik.com
  26. ^ Jeremy Teti; Ari Trisna (20 Maret 2003). "Susunan Pengurus KONI Pusat 2003-2007". liputan6.com. Diakses tanggal 18 September 2013. 
  27. ^ Hendrik (28 April 2013). "Hary Tanoe Jadi Pembicara Seminar INAFE". deliknews.com. Diakses tanggal 20 September 2013. 
  28. ^ Marieska Harya Virdhani (16 April 2013). "Hary Tanoe: Generasi Muda Jadi Tulang Punggung Negara". Okezone. Diakses tanggal 20 September 2013. 
  29. ^ "Seminar Kewirausahaan Bersama Hary Tanoe". uib.ac.id. Diakses tanggal 20 September 2013. 
  30. ^ http://www.goal.com/id-ID/news/1387/nasional/2014/06/22/4904496/terpilih-aklamasi-hary-tanoesoedibjo-jadi-ketua-asosiasi
  31. ^ http://pp-pertina.com/?option=pageOrganisasi&MaN=1
  32. ^ Nasional Kompas: Hakim Praperadilan Tolak Gugatan Hary Tanoe diakses 18 Juli 2017
  33. ^ News Detik: Hary Tanoe Jadi Tersangka, Ini Perjalanan Kasus SMS Ancaman diakses 8 Juli 2017
  34. ^ Nasional Kompas: Kata Hary Tanoe soal Status Tersangka dalam Kasus SMS kepada Jaksa diakses 8 Juli 2017

Pranala luar[sunting | sunting sumber]