Agus Harimurti Yudhoyono

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Mayor Inf. (Purn.)
Agus Harimurti Yudhoyono
Informasi pribadi
Lahir 10 Agustus 1978 (umur 39)
Bendera Indonesia Bandung, Jawa Barat
Suami/istri Annisa Pohan
Relasi Edhie Baskoro Yudhoyono (adik)
Anak Almira Tunggadewi Yudhoyono
Orangtua Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati
Alma mater Akademi Militer (2000)
Pekerjaan Tentara
Agama Islam
Tanda tangan
Dinas militer
Pengabdian  Indonesia
Dinas/cabang Lambang TNI AD.png TNI Angkatan Darat
Masa dinas 2000–2016
Pangkat Pdu mayortni staf.png Mayor
Unit Infanteri (Kostrad)
Penghargaan Adhi Makayasa - Tri Sakti Wiratama 2000

Mayor Inf. (Purn.) Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A. (lahir di Bandung, Jawa Barat, 10 Agustus 1978; umur 39 tahun) adalah putera pertama Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati[1]. Namanya mulai dikenal secara luas ketika dicalonkan oleh gabungan partai yaitu Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional untuk maju sebagai salah satu calon dalam Pemilihan umum Gubernur DKI Jakarta 2017.

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Agus Harimurti Yudhoyono di Bandung, 10 Agustus 1978, putera pertama dari Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono dan Kristiani Herawati. Tahun 2005, Agus menikah dengan Annisa Larasati Pohan, dan dikaruniai seorang putri bernama Almira Tunggadewi Yudhoyono.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Agus menempuh pendidikan dasar di Bandung, tahun 1984, di Timor Timur selama 2,5 dan Jakarta dan melanjutkan di Amerika Serikat pada tahun 1990, sewaktu mengikuti penugasan ayahnya sebagai siswa Seko AD di Fort Leavenworth. Di Amerika Serikat, Agus pernah mendapatkan penghargaan dari sekolahnya dalam bidang akademik[butuh rujukan]. Selepas lulus dari SMP Negeri 5 Bandung, Agus masuk SMA Taruna Nusantara Magelang pada tahun 1994 dan lulus dengan predikat terbaik pada tahun 1997 dan meraih medali Garuda Trisakti Tarunatama Emas. Ia masuk Akademi Militer Magelang.

Ia meraih penghargaan Tri Sakti Wiratama—pada tingkat I dan II membuat Agus terpilih menjadi Komandan Resimen Korps Taruna Akademi Militer pada tahun 1999. Agus lulus AKMIL dengan predikat terbaik dan meraih penghargaan pedang Tri Sakti Wiratama dan Adhi Makayasa pada Desember 2000. Setelah itu, dia mengikuti Sekolah Dasar Kecabangan Infanteri dan lulus terbaik Kursus Combat Intel pada tahun 2001. Agus bergabung dengan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad). Pada tahun 2002, dia menjadi Komandan Peleton di Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak, jajaran Brigif Linud 17 Kostrad yang berpartisipasi dalam Operasi Pemulihan Keamanan di Aceh.

Agus mendapatkan gelar Master of Science in Strategic Studies dari Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University.

Agus beberapa kali ia juga memenuhi undangan Universitas Katolik Parahyangan yang berkolaborasi dengan Universitas Giessen Jerman untuk mengikuti kegiatan International Summer Course pada tahun 2008 dan 2009 dan menjadi peneliti pada kegiatan The Pacific Armies Management Seminar.

Pada tahun 2008, Agus dimintai kontribusinya oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan), untuk bergabung dalam tim kecil guna merealisasikan gagasan Presiden SBY dalam rangka pendirian Universitas Pertahana Indonesia. Peran Agus dalam pembentukan perguruan tinggi tersebut berdampak pada pemindahtugasan ke Kementerian Pertahanan sebagai Kepala Seksi Amerika di Direktorat Jenderal Strategi Pertahanan.

Agus termasuk salah satu mahasiswa program Kennedy School, yaitu Edward S. Mason Fellowship, dengan Program studi Master in Public Administration/Mid Career (MPA/MC) dan lulus pada tahun 2010.

Pengabdian[sunting | sunting sumber]

Di Aceh, Agus terpilih sebagai Komandan Tim Khusus (Dan Timsus). Seiring dengan operasi tempur—menyadari pentingnya fungsi media bagi keberhasilan operasi militer—Korem Teuku Umar mendirikan media center, dengan Agus sebagai Public Information Officer (PIO). Setahun setelah kembali dari Aceh, dia menjabat sebagai Pasiops di Yonif Linud 305/ Tengkorak, usai mengikuti Kursus Pasiops di Pusat Pendidikan Infanteri Pusat Kesenjataan Infanteri Bandung dengan predikat lulus terbaik.

Ketika terjadi perang 34 hari antara Israel dan Hezbollah di Lebanon Selatan pada medio 2006, Agus berangkat sebagai bagian dari Kontingen Garuda XXIII-A pada November 2006 sebagai Pasiops Batalyon Infanteri Mekanis Kontingen Garuda XXIII-A

UN Medal Parade Lebanon
Lebanon UNIFIL Smart Car

Seiring dengan bertambahnya pengalaman lapangan, Agus mendapat promosi sebagai Komandan Kompi (Danki) di Yonif Linud 305/Tengkorak pada tahun 2007 dan terpilih sebagai Danki terbaik di jajaran Divisi Infanteri 1 Kostrad pada tahun 2008. Pada tahun yang sama, Agus mengikuti kursus Scuba Divers TNI-AL di Kepulauan Seribu, 2008. Agus memperoleh penghargaan sebagai Komandan Kompi terbaik di jajaran divisi Infanteri 1 Kostrad, 2008 pada Latihan Gabungan TNI Yudha Siaga di Sangata.

Wisuda Harvard

Setelah terpilih sebagai peserta The Young Future Defence Leader Workshop, yang digagas Kementerian Pertahanan, dia ditugaskan ke Amerika Serikat untuk mengikuti pendidikan Sekolah Lanjutan Perwira di Fort Benning. Ia terpilih sebagai lulusan terbaik dan mendapat sejumlah penghargaan dari sekolah tersebut. Sampai awal 2016, Agus berdinas sebagai Kepala Seksi 2 / Operasi di lingkungan satuan elite Kostrad, Brigade Infanteri Lintas Udara 17.

Pada bulan Juni 2014, Agus menempuh tugas pendidikan militer setingkat Sekolah Staf Komando Angkatan Darat (Seskoad) di Command and General Staff College (CGSC) di Fort Leavenworth, Kansas, Amerika Serikat. Ia menuntaskan tugas pendidikannya selama satu tahun dan lulus pada 12 Juni 2015 dengan hasil sempurna yaitu dengan IPK 4.0. Di samping menempuh pendidikan militer, Agus juga menyelesaikan program Master dalam Kepemimpinan dan Manajemen (MA in Leadership and Management) dari George Herbert Walker School di Webster University dengan IPK 4.0.[2]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Beberapa tanda jasa dan penghargaan yang dimiliki Agus, antara lain;

Graduation

Riwayat jabatan[sunting | sunting sumber]

Talkshow[sunting | sunting sumber]

  • Agus tampil sebagai perwakilan Generasi Muda TNI di Mata Najwa Metro TV
  • Obrolan Optimis TVRI,
  • Jurnal Utama Berita Satu
  • Debat Calon Gubernur (tiga kali)

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]