Batalyon Infanteri Lintas Udara 305

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak
Gambar Yonif Linud 305.png
Lambang Yonif Linud 305/TK
Dibentuk 7 September 1949
Negara Indonesia
Cabang TNI Angkatan Darat
Tipe unit Infanteri Lintas Udara (Paratooper)
Peran Pasukan Pemukul Reaksi Cepat TNI
Moto Dari Pada Menyerah, Lebih Baik Mati Bercermin Sebagai Tengkorak
Situs web www.brigiflinud17.mil.id

Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak disingkat Yonif Para Raider 305/Tengkorak merupakan salah satu dari tiga batalyon Linud di Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I, Divisi Infanteri 1/Kostrad. Dua batalyon lainnya, yaitu Yonif Linud 328/Dirgahayu dan Yonif Para Raider 330/Tri Dharma. Yonif ini berdiri pada tanggal 7 September 1949 di Bintaran Kulon, Yogyakarta.

Markas Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak bermarkas di Desa Sirnabaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur, Kabupaten Karawang.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Saat perang kemerdekaan[sunting | sunting sumber]

  • 1945, Pertama kali yonif ini langsung dibawah kendali Markas Besar TKR,
  • 1946, berganti nama menjadi Batalyon Mobile dengan pimpinan Kapten Nasuhi.
  • 1947, diorganisasikan ke dalam Kesatuan Mobile Brigade yang berintikan Yon A di Yogyakarta, Yon B di Solo dan Yon C di Tawangmangu Karanganyar.
  • 1948, dengan adanya rasionalisasi dan reorganisasi pada APRI (Angkatan Perang Republik Indonesia) Yon A berganti nama Batalyon I Brigade IV Siliwangi III Kesatuan Reserve Umum Z.
  • November 1948, sewaktu Divisi Siliwangi bermarkas di Magelang, Batalyon I Brigade IV dimasukkan ke dalam Brigade Divisi Siliwangi dengan nama Batalyon IV Brigade XIV Divisi Siliwangi.

Hari Jadi[sunting | sunting sumber]

Berdasar Surat Perintah Divisi Siliwangi No. 56/DB/49 Tanggal 24 Agustus 1949 dan SK Komandan Pertempuran Tasikmalaya secara resmi tanggal 07 September 1949 resmi sebagai ditetapkan sebagai Hari Jadi Batalyon C. Batalyon C adalah hasil reorganisasi dari Yon IV Brigade XIV menjadi dua batalyon yaitu:

  1. Batalyon B yang berinti Kompi 1 dan 2 dengan komandan Kapten Kaharudin Nasution
  2. Batalyon C yang berinti Kompi 3 dan 4 dengan komandan Kapten Moeng Parhadimulyo

Kedua Batalyon tersebut merupakan organik dari Brigade 13 Priangan Timur. Tahun 1951 Batalyon C berganti nama menjadi Batalyon 135 Brigade B yang akhirnya pada akhir tahun 1951 ditetapkan dengan nama Batalyon Infanteri 305/Tengkorak.

Status Lintas Udara dan Raider[sunting | sunting sumber]

Status Lintas Udara diperoleh Yonif 305 pada tahun 1966 setelah menyelesaikan pendidikan dasar Para di Batujajar dan tanggal 20 Mei 1966 ditetapkan sebagai Yonif Linud 305 Para, Brigif 17 Linud Kujang, Kodam VI/Siliwangi.

Status Raider diperoleh akhir tahun 1967 dengan latihan raider di Kompleks Cititis, Garut yang diresmikan tanggal 20 Januari 1968 sebagai Yonif 305 Para Raider, Brigif 17 Linud Kujang, Kodam VI Siliwangi.

Yonif 305 Tengkorak tahun 1969 sampai sekarang[sunting | sunting sumber]

Kini Batalyon 305 merupakan satuan organik Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I dan bermarkas di Karawang, Jawa Barat. Yonif 305 masuk ke administratif Kostrad terhitung mulai tahun 1969 sehingga berganti sebutan Batalyon Infanteri Linud 305/Tengkorak, Brigif Linud 17/Kujang I, Kostrad dan bermarkas di Teluk Jambe, Karawang, Jawa Barat.

Yonif Linud 305 Akan Latihan Raider[sunting | sunting sumber]

Tanggal 1 april 2015, Sebanyak 650 personel Yonif Linud 305 dipimpin oleh Mayor Inf Dwi Sasongko, S.E akan melaksanakan kegiatan latihan Raider di Pusdikpassus, Batujajar, Bandung. Komandan Brigif Linud 17 Letkol Inf Elkines Villando DK, S.AP melepas secara langsung pemberangkatan Batalyon Infanteri Lintas Udara 305/Tengkorak di lapangan Sadelor, Karawang.[1]

Pejabat - Pejabat Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak[sunting | sunting sumber]

  • Danyon ke-1          : Mayor Inf Mung Parahadimulyo (1949 s.d 1953)
  • Danyon ke-2          : Mayor Inf Kustarjo (1953 s.d 1954)
  • Danyon ke-3          : Kapten Inf Ishak Djuarsa (1954 s.d 1955)
  • Danyon ke-4          : Kapten Inf Samuri (1955 s.d 1956)
  • Danyon ke-5          : Kapten Inf Latief A (1956 s.d 1958)
  • Danyon ke-6          : Kapten Inf E. Sukma (1958 s.d 1961)
  • Danyon ke-7          : Mayor Inf Surdjani (1961 s.d 1962)
  • Danyon ke-8          : Mayor Inf Bakir (1962 s.d 1964)
  • Danyon ke-9          : Mayor Inf Nanang Suhanir (1964 s.d 1966)
  • Danyon ke-10          : Mayor Inf A. Gani (1966 s.d 1967)
  • Danyon ke-11         : Mayor Inf Hartono AR (1967 s.d 1970)
  • Danyon ke-12         : Mayor Inf Atma Wijaya (1970 s.d 1973)
  • Danyon ke-13         : Mayor Inf Arie Sudewo. (1973 s.d 1975)
  • Danyon ke-14         : Mayor Inf Amir Sutanto. (1975 s.d 1975)
  • Danyon ke-15         : Letkol Inf Abinowo (1975 s.d 1976)
  • Danyon ke-16         : Letkol Inf Ade Picaulima. (1976 s.d 1978)
  • Danyon ke-17         : Mayor Inf D. Paliyama (1978 s.d 1979)
  • Danyon ke-18         : Letkol Inf Suwandi. (1979 s.d 1981)
  • Danyon ke-19         : Letkol Inf B. Simbolon. (1981 s.d 1984)
  • Danyon ke-20         : Letkol Inf Tasrifin. (1984 s.d 1985)
  • Danyon ke-21         : Mayor Inf Ismed Yuzairi. (1985 s.d 1987)
  • Danyon ke-22         : Mayor Inf Amir Abdul Kadir (1987 s.d 1988)
  • Danyon ke-23         : Mayor Inf Agus Wirahadikusumah. (1988 s.d 1988)
  • Danyon ke-24         : Letkol Inf Albert Inkiriwang. (1988 s.d 1989)
  • Danyon ke-25         : Mayor Inf Iwan R Sulanjana. (1989 s.d 1990)
  • Danyon ke-26         : Mayor Inf Ryamizard Ryacudu (1990 s.d 1993)
  • Danyon ke-27         : Letkol Inf Amirudin Usman. (1993 s.d 1994)
  • Danyon ke-28         : Letkol Inf Sarining Setyo Utomo. (1994 s.d 1995)
  • Danyon ke-29         : Mayor Inf Sigit Yuwono. (1995 s.d 1996)
  • Danyon ke-30         : Letkol Inf Adi Mulyono. (1996 s.d 1997)
  • Danyon ke-31         : Mayor Inf B. Zuirman. (1997 s.d 1998)
  • Danyon ke-32         : Mayor Inf Surawahadi. (1998 s.d 2000)
  • Danyon ke-33         : Mayor Inf Taufan Kristian. (2000 s.d 2002)
  • Danyon ke-34         : Letkol Inf Agus Rohman. (2002 s.d 2005)
  • Danyon ke-35         : Letkol Inf Syafrial (2005 s.d 2007)
  • Danyon ke-36         : Letkol Inf Endro Satoto (2007 s.d 2009)
  • Danyon ke-37         : Letkol Inf Christian K. Tehuteru (2009 s.d 2011)
  • Danyon ke-38         : Letkol Inf Elkines Villando DK, S.AP (2011 s.d 2013)
  • Danyon ke-39         : Letkol Inf Kristomei Sianturi (2013 s.d 2014)
  • Danyon ke-40         : Letkol Inf Dwi Sasongko (2014 s.d Sekarang)

Pengalaman Tempur[sunting | sunting sumber]

  1. Peperangan melawan Belanda semasa revolusi (1945-1950)
  2. Penumpasan DI/TII dan penyelamatan Panji SIliwangi dari DI/TII
  3. Operasi PRRI/Permesta
  4. Operasi Dwikora
  5. Penumpasan G30S PKI
  6. Penumpasan PGRS PARAKU Kalbar
  7. Operasi Seroja (1976-77, 1980-81, 1986-87, 1994-95)
  8. Penumpasan Aceh Merdeka
  9. Operasi Pengamanan Papua (15 Maret 1996)
  10. Operasi Perdamaian di Kamboja " Garuda XII-A sampai dengan C " (1992)
  11. Operasi Perdamaian di Lebanon " Garuda XXIII-A " (2006-2007)
  12. Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat (2012-2013)
  13. Operasi Perdamaian di Lebanon " Satgas Yonmek Konga XXIII-J " (2015)[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]