Hartanto Edhie Wibowo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Hartanto Edhie Wibowo
Anggota DPR RI
Dapil Banten III
Fraksi Partai Demokrat
Mulai menjabat
1 Oktober 2009
Informasi pribadi
Lahir31 Mei 1969 (umur 49)
Bendera Indonesia Jakarta, Indonesia
Partai politikDemocratic Party (Indonesia).svg Partai Demokrat
PasanganSetya Kumala Sari
Orang tuaSarwo Edhie Wibowo dan Sunarti Sri Hadiyah
Alma materUniversitas Negeri Oregon, Amerika Serikat
PekerjaanPolitisi

Hartanto Edhie Wibowo adalah anggota Komisi VII DPR RI periode 2014-2019 dari Daerah Pemilihan Banten III.[1][2] Ia merupakan adik dari Ibu Negara Indonesia Kristiani Herrawati dan mantan KASAD Pramono Edhie Wibowo serta ipar dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono.

Anggota DPR

Pemilu Legislatif 2009

Antok, sapaan Hartanto, menjadi anggota DPR RI periode 2009-2014 melalui Partai Demokrat. Ia maju di daerah pemilihan Banten III yang meliputi wilayah Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan). Ia kemudian ditempatkan di Komisi VII yang membidangi Energi dan Sumber Daya Mineral, Riset dan Teknologi, serta Lingkungan Hidup.[2]

Skandal Bank Century

Di penghujung tahun 2012, nama Hartanto Edhie Wibowo dan istrinya, Setya Kumala Sari menjadi pembicaraan publik setelah keduanya terekam namanya dalam data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) sebagai pihak yang melakukan transaksi di Bank Century. Dalam dokumen yang sempat beredar dikalangan wartawan tersebut, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan bahwa Hartanto dan Satya Kumala Sari pernah tercatat sebagai nasabah Bank Century pada tahun 2007. Keduanya juga terekam melakukan penyetoran tunai melalui aplikasi pengiriman uang atas nama Setya Kumala Sari yang dilakukan Bank Century di Kantor Cabang Pondok Indah ke rekening Hartanto yang berada di Bank BCA cabang Times Square Cibubur pada tanggal 25 Januari dengan nilai sebesar Rp 452 juta. Penyetoran dengan metode yang sama selanjutnya dilakukan pada tanggal 30 Juli 2007 senilai Rp 368 juta dan transaksi terakhir dikirim ke rekening BII cabang Mangga Dua pada tanggal 22 November 2007 dengan nilai sebesar Rp 469 juta. Melihat rekaman transaksi ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berkesimpulan bahwa transaksi transfer dari Hartanto dan Satya Kumala Sari di Bank Century ke rekening Hartanto di BII patut diduga tidak wajar. Hal ini dikarenakan petugas Bank Century yang bertugas mengatakan tidak pernah menerima secara fisik valas dari keduanya.[2]

Pemilu Legislatif 2014

Pada Pemilu Legislatif 2014, Antok kembali maju sebagai bakal calon anggola lagislatif (bacaleg) dari Partai Demokrat di daerah pemilihan Banten III. Ia maju bersama 12 kerabat dekat (keluarga) Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lainnya.[3]

Referensi