ST Burhanuddin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dr. H.

Sanitiar Burhanuddin

S.H., M.M.
ST Burhanuddin Jaksa Agung.jpg
[[ Jaksa Agung Republik Indonesia]] ke-24
Masa jabatan
23 Oktober 2019 – masih menjabat
PresidenJoko Widodo
Wakil PresidenMa'ruf Amin
[[Wakil Jaksa Agung Republik Indonesia|Wakil]]Setia Untung Arimuladi
PendahuluMuhammad Prasetyo Arminsyah
(Pelaksana Tugas)
Informasi pribadi
Lahir17 Juli 1954 (umur 67)
Bendera Indonesia Cirebon, Jawa Barat, Indonesia
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
IbuJojoh Juansih
BapakEntis Sutisna
KerabatTubagus Hasanuddin (kakak)
AlmamaterUniversitas 17 Agustus 1945 Semarang
Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jakarta
Universitas Satyagama Jakarta
ProfesiJaksa

Dr. H. ST Burhanuddin, S.H., M.M.[1][2] (lahir 17 Juli 1954), adalah Jaksa Agung pada Kejaksaan Republik Indonesia. Burhanuddin terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun). Pada tanggal 23 Oktober 2019 beliau dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Jaksa Agung dan masih menjabat hingga saat ini.[3]

Biografi[sunting | sunting sumber]

Sebagai Kajati Maluku Utara (2007—2009)

Pria kelahiran Cirebon, 17 Juli 1954 ini mengawali kariernya sebagai staf Kejaksaan Tinggi Jambi sejak tahun 1989. Lulusan Universitas 17 Agustus 1945 Semarang ini kemudian mengikuti pendidikan pembentukan jaksa dan beberapa kali menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri sejumlah daerah, mulai dari Bangko (Jambi) hingga Cilacap.[4]

Pada 2007 Burhanuddin menjabat Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Kejaksaan Agung dan berlanjut sebagai Kejaksaan Tinggi Kejati Maluku Utara pada tahun 2008 hingga tahun 2009.[4]

Kariernya terus melesat hingga pernah menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat. Saat menjabat sebagai Kepala Kejati Sulawesi Selatan dan Barat pada tahun 2010, Burhanuddin cukup fokus pada penanganan kasus korupsi.[4]

Ia mengibaratkan korupsi seperti kentut, ada baunya tapi tidak ada bentuknya. Oleh karena itu, tugasnya di kejaksaan adalah untuk membuktikan bentuk itu. Dia mengatakan hal tersebut pada November 2010 silam.[4]

Saat itu, Burhanuddin juga sempat menangani perkara korupsi yang menjerat mantan Bupati Gowa almarhum Ichsan Yasin Limpo.[4] Ichsan merupakan adik kandung Syahrul Yasin Limpo, eks Gubernur Sulawesi Selatan yang ditunjuk Jokowi sebagai menteri pertanian periode 2019-2024.

Ia terakhir menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Perdata dan Tata Usaha Negara (jamdatun) pada 2011 hingga pensiun pada 2014.[4]

ST Burhanuddin pernah menjabat sebagai Komisaris Utama PT. Hutama Karya (Persero) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Negara BUMN No. SK-132/MBU/8/2015 pada tanggal 4 Agustus 2015.[4]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD Negeri Talaga, Majalengka
  • SMP Negeri Talaga, Majalengka
  • SMEA Negeri Magelang
  • Sarjana Hukum Pidana, 17 Agustus Semarang
  • Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen Labora Jakarta[5]
  • Doktor, Universitas Satyagama

Keluarga[sunting | sunting sumber]

ST Burhanuddin juga merupakan adik dari politikus PDIP Tubagus Hasanuddin yang merupakan mantan calon gubernur Jawa Barat pada Pilkada 2018 lalu.[4][6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Jabatan peradilan
Didahului oleh:
Arminsyah
Pelaksana Tugas
Jaksa Agung Indonesia
2019–sekarang
Petahana