Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kota Makassar
ᨉᨙᨓ ᨄᨙᨓᨀᨗᨒ ᨑᨐ ᨉᨕᨙᨑ ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kota Makassar
2014-2019
Coat of arms or logo
Jenis
Jenis
Pimpinan
Ketua
Farouk M. Betta, MM, Partai Golkar
sejak 12 Novembar 2014[1]
Wakil Ketua
Adi Rasyid Ali, SE, Partai Demokrat
sejak 12 Novembar 2014[1]
Wakil Ketua
Erick Horas, SE, Partai Gerindra
sejak 12 Novembar 2014[1]
Wakil Ketua
Komposisi
Anggota50
Partai & kursi
Pemilihan
Representasi Proposional
Pemilihan terakhir
9 April 2014
Tempat bersidang
Gedung DPRD Kota Makassar
Sulawesi Selatan
Indonesia
Situs web
http://dprd-makassarkota.go.id/

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Makassar (disingkat DPRD Kota Makassar) (Makassar: ᨉᨙᨓ ᨄᨙᨓᨀᨗᨒ ᨑᨐ ᨉᨕᨙᨑ ᨀᨚᨈ ᨆᨀᨔᨑ) adalah lembaga legislatif unikameral yang berkedudukan di Kota Makassar Sulawesi Selatan dan mitra Pemerintah Kota Makassar. DPRD Kota Makassar memiliki 50 anggota yang terbagi dalam 9 (sembilan) fraksi.[2][3][4][5]

Pimpinan DPRD[sunting | sunting sumber]

Pimpinan DPRD Kota Makassar adalah alat kelengkapan DPRD dan merupakan satu kesatuan pimpinan yang bersifat kolektif. Pimpinan DPRD Kota Makassar terdiri atas 1 (satu) orang Ketua dan 3 (tiga) orang Wakil Ketua. Pimpinan DPRD Kota Makassar berasal dari partai politik berdasarkan urutan perolehan kursi terbanyak di DPRD Pimpinan DPRD Sulawesi berjumlah 4 orang, 1 (satu) orang Ketua dan 3 (tiga) wakil ketua.

Pimpinan DPRD Periode 2014-2019[sunting | sunting sumber]

  • Farouk M. Betta, MM (Ketua)
  • Adi Rasyid Ali, SE (Wakil Ketua)
  • Erick Horas, SE (Wakil Ketua)
  • Indira Mulyasari Paramastuti (Wakil Ketua)

Tugas Pimpinan DPRD Kota Makassar[sunting | sunting sumber]

Tugas Pimpinan DPRD Kota Makassar antara lain;

  • Memimpin sidang dan menyimpulkan hasil sidang untuk mengambil keputusan
  • Menyusun rencana kerja pimpinan dan mengadakan pembagian kerja antara ketua dan wakil ketua
  • Melakukan koordinasi dalam upaya mensinergikan pelaksanaan agenda dan materi kegiatan dari alat kelengkapan
  • Menjadi juru bicara DPRD
  • Mewakili DPRD dalam berhubungan dengan lembaga/ instansi vertikal lainnya
  • Mengadakan konsultasi dengan wali kota dan pimpinan lembaga/ instansi vertikal lainnya sesuai dengan keputusan DPRD
  • Mewakili DPRD ke Pengadilan
  • Melaksanakan Keputusan DPRD berkenaan dengan penetapan sanksi atau rehabilitasi anggota sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan
  • Menyusun rencana anggaran DPRD bersama sekretariat DPRD yang pengesahannya dilakukan dalam rapat paripurna, dan
  • Menyampaikan laporan kinerja pimpinan DPRD dalam rapat paripurna DPRD yang khusus diadakan untuk itu.

Anggota DPRD[sunting | sunting sumber]

Anggota DPRD Periode 2014-2019[sunting | sunting sumber]

Anggota DPRD Kota Makassar periode 2014-2019 telah resmi dilantik di gedung DPRD Kota Makassar Jalan AP Pettarani pada tanggal 8 September 2014. Anggota DPRD Kota Makassar yang terpilih berasal dari 11 (sebelas) partai politik.Sebanyak 33 orang merupakan wajah baru dan 17 lainnya muka lama atau petahana. 7 (tujuh) di antaranya adalah perempuan. Jumlah anggota bertambah dari 45 orang pada periode sebelumnya, 2009-2014 menjadi 50. Karena jumlah anggota bertambah, maka jumlah fraksi pun bertambah. Pelantikan anggota DPRD Makassar kali ini menghabiskan Rp181 juta. Sementara untuk pengamanan pelantikan ini dilakukan oleh sekitar 1.856 personil dari Kepolisian Daerah Sulsel, Porestabes Makassar dan Brigadir Mobil Polda Sulsel.

Pileg 9 April 2014 lalu dibagi dalam lima daerah pemilihan (Dapil). Dapil I Kota Makassar meliputi kecamatan Rappocini, Makassar dan Ujungpandang dengan 9 jatah kursi. Kemudian Dapil II Makassar mencakup Kecamatan Wajo, Tallo, Bontoala dan Ujungtanah dengan 10 kursi. Dapil 5 memiliki jatah 11 kursi meliputi kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate (Mamarita). Berikut daftar anggota DPRD Kota Makassar terpilih periode 2014-2019:

Dapil I Makassar, Kecamatan Rappocini, Makassar dan Ujungpandang[sunting | sunting sumber]

  • Irwan Jaffar (NasDem)
  • Mudzakkir Ali Jamil (PKS)
  • M. Munir N Mangkana (PDIP)
  • Farouk M Betta (Golkar)
  • Eric Horas (Gerindra)
  • Agung Wirawan (Demokrat)
  • Zaenal Dg Beta (PAN)
  • Fasruddin Rusli (PPP)
  • Azis Djarre (Hanura)

Dapil II Makassar, Kecamatan Wajo, Tallo, Bontoala dan Ujungtanah[sunting | sunting sumber]

  • Rudianto Lallo (NasDem)
  • Irwan ST (PKS)
  • William (PDIP)
  • Abdul Wahab Tahir (Golkar)
  • Sahruddin Said (Golkar)
  • A Pahlevi (Gerindra)
  • Hj Fatma Wahyuddin (Demokrat)
  • Basdir (Demokrat)
  • Sampara Sarip (PPP)
  • HM Yunus HJ (Hanura)

Dapil III Makassar, Kecamatan Biringkanaya dan Tamanrea[sunting | sunting sumber]

  • Mario David (NasDem)
  • Muh Iqbal (PKS)
  • H Andi Hasri (Golkar)
  • Melani Mustari (Golkar)
  • Lisdayanti Sabry (Gerindra)
  • Abdi Asmara (Demokrat)
  • H Syarifuddin (Demokrat)
  • Sangkala Saddiko (PAN)
  • Abdul Wahid (PPP)
  • Andi Abd Kadir (Hanura)

Dapil IV Makassar, Kecamatan Panakukang dan Manggala[sunting | sunting sumber]

  • Supratman (NasDem)
  • Hj Haslinda (PKS)
  • Mesakh Raymond Rantepadang (PDIP)
  • Rahman Pina (Golkar)
  • Samsuddin Kadir (Golkar)
  • Amar Busthanul (Gerindra)
  • Adi Rasyid Ali (Demokrat)
  • Hamzah Hamid (PAN)
  • Abdul Azis Namu (PPP)
  • H Jufri (Hanura)

Dapil 5 Makassar, Kecamatan Mamajang, Mariso dan Tamalate (Mamarita)[sunting | sunting sumber]

  • Indira Mulyasari Paramastuti (NasDem)
  • Yeni Rahman (PKS)
  • Andi Vivin Sukmasari (PDIP)
  • A Nurman (Golkar)
  • Mustafa Alwi (Gerindra)
  • Susuman Halim (Demokrat)
  • Hasanuddin Leo (PAN)
  • Busranuddin (PPP)
  • Shinta Mashita Molina (Hanura)
  • Muh Said (PBB)
  • Arifin Dg Kulle (PKPI)


DPRD Kota Makassar
2014-2019
Partai Kursi
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 8
Lambang Partai Demokrat Partai Demokrat 7
Lambang Partai NasDem Partai NasDem 5
Lambang PKS PKS 5
Lambang Partai Gerindra Partai Gerindra 5
Lambang PPP PPP 5
Lambang Partai Hanura Partai Hanura 5
Lambang PDI-P PDI-P 4
Lambang PAN PAN 4
Lambang PBB PBB 1
Lambang PKPI PKPI 1
Total 50
Sumber: Situs web DPRD Kota Makassar[6]

Komposisi Fraksi[sunting | sunting sumber]

Komposisi Fraksi DPRD 2014-2019[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat daerah (DPRD) Kota Makassar menetapkan sembilan fraksi untuk periode 2014-2019. Penetapan ini digelar dalam rapat paripurna di Ruang paripurna Gedung DPRD Makassar, Selasa,23 September 2014. Berikut komposisi sembilan fraksi di DPRD Makassar :

Fraksi Golkar[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Drs H Andi Hasir
  • Wakil Ketua: Rahman Pina
  • Sekretaris: Abdul Wahab Tahir
  • Bendahara: Andi Nurman

Fraksi Demokrat[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Abdi Asmara
  • Wakil Ketua 1: Agung Wirawan
  • Wakil Ketua II: Arifin Daeng Kulle
  • Sekretaris: Basdir
  • Bendahara: Hj Fatma Wahyuddin

Fraksi Gerindra[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Drs Amar Bustahnul
  • Wakil Ketua: Eric Horas
  • Sekretaris: Andi Pahlevi

Fraksi NasDem[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Mario David
  • Sekretaris: Rudianto Lallo
  • Bendahara: Irwan Djafar

Fraksi PPP[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: H Busranuddin BT
  • Wakil Ketua: Fasruddin Rusli
  • Sekretaris: Abdul Wahid
  • Bendahara: Sampara Sarip

Fraksi Hanura[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: HM Yunus
  • Wakil Ketua: Mustagfir Sabry
  • Sekretaris: Shinta Mashita Molina

Fraksi PKS[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Irwan
  • Wakil Ketua: H Muhammad Iqbal
  • Sekretaris: Yeni Rahman
  • Bendahara: Hj Haslinda

Fraksi PDI Perjuangan[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: Andi Vivin Sukmasari
  • Sekretaris: Mesakh Raymond Rantepadang
  • Bendahara: William

Fraksi PAN[sunting | sunting sumber]

  • Ketua: H Zaenal Dg Beta
  • Wakil Ketua: H Sangkala Saddiko
  • Sekretaris: Hamzah Hamid

Alat kelengkapan DPRD Lainnya[sunting | sunting sumber]

  • Badan Kehormatan
  • Badan Anggaran
  • Badan Musyawarah
  • Badan Legislasi
  • Panitia Khusus
  • Komisi-komisi

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Makassar. Tribunnews: [1], diakses 17 Juni 2016
  2. ^ Berita Bulukumba: [2], diakses 16 Juni 2016
  3. ^ KPU RI: [3], diakses 16 Juni 2016
  4. ^ ZAILANI, Akhmad. Wajah Parlemen Daerah di Indonesia. Jakarta: Sultan Pustaka, 2015. ISBN 219-42-5470-8]
  5. ^ Kemendagri: [4], diakses 17 Juni 2016
  6. ^ [5]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]