Lompat ke isi

Pembunuhan John F. Kennedy

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Pembunuhan John F. Kennedy
Presiden Kennedy, istrinya Jacqueline, gubernur Texas John Connally, dan istri Connally Nellie dalam limosin kepresidenan beberapa saat sebelum pembunuhan di Dallas
Presiden Kennedy, istrinya Jacqueline, gubernur Texas John Connally, dan istri Connally Nellie dalam limosin kepresidenan beberapa saat sebelum pembunuhan di Dallas
Peta
LokasiDealey Plaza di Dallas, Texas, Amerika Serikat
TanggalNovember 22, 1963; 62 tahun lalu (1963-11-22)
12.30 p.m. (CST)
SasaranJohn F. Kennedy
SenjataSenapan Carcano Italia 6.5×52mm M91/38 (Kennedy)
Revolver 38cal Smith & Wesson (Tippit)
Korban tewas
John F. Kennedy
J. D. Tippit
Korban luka
John Connally
James Tague
PelakuLee Harvey Oswald
TuntutanPembunuhan karena kebencian (2 dakwaan, dibunuh sebelum diadili)

Pada tanggal 22 November 1963, John F. Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35, dibunuh saat menumpangi iring-iringan mobil kepresidenan di Dealey Plaza, Dallas, Texas. Saat itu, Kennedy sedang berada di dalam mobil bersama istrinya, Jacqueline, John Connally (Gubernur Texas), dan istri Connally, Nellie. Pada kejadian tersebut, Kennedy ditembak oleh seorang mantan Marinir AS bernama Lee Harvey Oswald saat berada di dalam gedung Texas School Book Depository. Setelah kejadian penembakan, iring-iringan mobil presiden lalu bergegas ke Rumah Sakit Parkland Memorial. Di rumah sakit tersebut, Kennedy dinyatakan tewas sekitar 30 menit setelah penembakan. Di samping itu, Connally juga terluka dalam peristiwa penembakan ini, tetapi berhasil pulih. Wakil Presiden Lyndon B. Johnson dilantik menjadi Presiden dengan tergesa-gesa sekitar dua jam delapan menit setelah penembakan Kennedy.

Setelah menembak Kennedy, Oswald pulang ke rumahnya untuk mengambil pistol, dan tak lama kemudian menembak seorang polisi Dallas bernama J. D. Tippit. Sekitar 70 menit setelah penembakan Kennedy dan Connally, Oswald ditangkap oleh Kepolisian Dallas dan didakwa sesuai hukum negara bagian Texas atas pembunuhan Kennedy dan Tippit. Pada pukul 11.21 tanggal 24 November 1963, ketika kamera televisi meliput secara langsung pemindahan Oswald dari basemen Mabes Kepolisian Dallas, ia ditembak oleh seorang pemilik klub malam di Dallas bernama Jack Ruby. Sama seperti Kennedy, Oswald dilarikan ke Rumah Sakit Parkland Memorial dan tewas di sana. Ruby dijatuhi hukuman atas pembunuhan Oswald, tetapi putusan tersebut dibatalkan setelah ia mengajukan banding. Ruby tewas di penjara pada tahun 1967 selagi menunggu persidangan barunya.

Setelah melakukan penyelidikan selama 10 bulan, Komisi Warren menyimpulkan bahwa Kennedy dibunuh oleh Oswald, dan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Oswald maupun Ruby merupakan bagian dari konspirasi. Empat tahun kemudian, Jim Garrison, jaksa wilayah New Orleans, menggelar persidangan terhadap pengusaha Clay Shaw yang dinyatakan tidak bersalah. Persidangan tersebut merupakan satu-satunya persidangan yang digelar terkait pembunuhan Kennedy. Penyelidikan federal lainnya, seperti Komisi Rockefeller dan Komite Church, sepakat dengan hasil temuan Komisi Warren. Dalam laporannya pada tahun 1979, House Select Committee on Assassinations (HSCA) Amerika Serikat menyimpulkan bahwa Kennedy kemungkinan "terbunuh akibat konspirasi". HSCA tidak menyebutkan identitas para konspirator yang mungkin terlibat, tetapi menyimpulkan bahwa "kemungkinan besar ada dua orang penembak yang menembak Presiden". Kesimpulan demikian bersumber dari rekaman Dictabelt kepolisian, yang kemudian dibantah oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Pembunuhan Kennedy masih diperdebatkan secara luas dan telah memunculkan banyak teori konspirasi serta skenario alternatif. Jajak pendapat menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika Serikat percaya adanya konspirasi dalam pembunuhan Kennedy. Peristiwa tersebut berdampak besar dan menjadi yang pertama dari empat pembunuhan tokoh nasional di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Pembunuhan Kennedy terjadi dua tahun sebelum pembunuhan Malcolm X pada tahun 1965, dan lima tahun sebelum pembunuhan Martin Luther King Jr. dan adik laki-laki Kennedy, Robert, pada tahun 1968. Kennedy adalah presiden Amerika Serikat keempat yang dibunuh setelah Abraham Lincoln, James Abram Garfield dan William McKinley, dan presiden terakhir yang tewas saat menjabat.

Latar belakang

[sunting | sunting sumber]
Fidel Castro is pictured speaking into several microphones
Pemimpin Kuba, Fidel Castro, saat mengunjungi Washington, D.C. pada tahun 1959

Pada tahun 1960, John F. Kennedy, yang saat itu merupakan Senator AS dari Massachusetts, terpilih sebagai presiden Amerika Serikat ke-35 dengan Lyndon B. Johnson sebagai wakilnya.[1][2][3][4] Masa pemerintahan Kennedy bertepatan dengan puncak Perang Dingin, dan sebagian besar kebijakan luar negerinya bertujuan untuk melawan Uni Soviet dan komunisme.[5][6] Saat menjadi presiden, ia menyetujui operasi rahasia untuk menggulingkan pemerintahan komunis Fidel Castro di Kuba.[7] Kebijakan tersebut berpuncak pada Invasi Teluk Babi yang gagal pada tahun 1961. Dalam invasi tersebut, ia menolak pengerahan langsung pasukan Amerika Serikat.[8] Setahun kemudian, Kennedy berhasil meredakan Krisis Rudal Kuba, yang hampir menghantarkan umat manusia ke ambang kiamat nuklir.[9]

Pada tahun 1963, Kennedy memutuskan mengunjungi Texas untuk meredakan perselisihan internal Partai Demokrat antara Senator Ralph Yarborough yang liberal dan Gubernur John Connally yang konservatif.[10][11] Kunjungan tersebut pertama kali disepakati oleh Kennedy, Johnson, dan Connally dalam pertemuan di El Paso pada bulan Juni.[12] Rute yang akan ditempuh oleh iring-iringan mobil kepresidenan ditetapkan pada tanggal 18 November dan diumumkan tidak lama kemudian.[13] Kennedy juga menganggap kunjungannya ke Texas sebagai upaya kampanye tidak resmi sehubungan dengan pencalonan kembali dirinya dalam pemilu presiden 1964.[14]

Oswald is pictured passing out pamphlets on a street in New Orleans. Other men, possibly Cuban, are also passing out pamphlets behind him.
Lee Harvey Oswald (tengah) dan sejumlah orang tak dikenal yang menyebarkan selebaran pro-Castro di New Orleans, 16 Agustus 1963. Ia ditangkap tak lama kemudian karena berkelahi dengan warga eksil Kuba yang anti-Castro.
Oswald is pictured posing in a backyard. He holds rifle in his left hand and a leftist publication in his right.
Sebuah foto yang diberikan oleh Oswald kepada George de Mohrenschildt. Foto tersebut memperlihatkan Oswald berpose sambil memegang senapannya dan selebaran komunis.[a]

Lee Harvey Oswald (lahir 1939)[17] adalah mantan Marinir Amerika Serikat yang pernah bertugas di Jepang dan Filipina. Ia memeluk pandangan-pandangan komunis setelah membaca karya Karl Marx saat berusia 14 tahun.[18][19][20] Setelah tidak sengaja menembak sikunya sendiri dengan pistol ilegal dan berkelahi dengan seorang bintara, Oswald disidang oleh persidangan militer dan diturunkan pangkatnya.[19] Pada bulan September 1959, ia dibebaskan dari tugas militer setelah mengaku bahwa ibunya adalah penyandang disabilitas.[21] Saat berusia 19 tahun, Oswald menumpang kapal barang dari New Orleans menuju Prancis, lalu melanjutkan perjalanan ke Finlandia, tempat ia memperoleh visa Soviet.[22]

Oswald memutuskan untuk membelot ke Uni Soviet,[23][b] dan pada bulan Januari 1960 ia dipekerjakan di sebuah pabrik di Minsk, Belarus.[26][27] Pada tahun 1961, ia bertemu dengan seorang wanita Rusia bernama Marina Prusakova.[28] Keduanya kemudian menikah dan dikaruniai seorang anak.[29] Pada tahun 1962, ia kembali ke Amerika Serikat setelah diberi pinjaman repatriasi oleh Kedubes AS.[29] Ia menetap di kawasan Dallas/Fort Worth,[30] dan berteman dengan para emigran asal Rusia, termasuk George de Mohrenschildt, seorang informan CIA.[31][32] Pada bulan Maret 1963, sebuah peluru nyaris mengenai Jenderal Edwin Walker di kediamannya di Dallas. Saksi mata mengaku melihat dua orang pria mencurigakan. Dengan mengandalkan kesaksian Marina, catatan yang ditinggalkan oleh Oswald, dan barang bukti peluru, Komisi Warren mengaitkan percobaan pembunuhan tersebut dengan keterlibatan Oswald.[33]

Pada bulan April 1963, Oswald kembali ke kampung halamannya di New Orleans.[34] Di sana, ia mendirikan cabang independen organisasi Fair Play for Cuba Committee yang pro-Castro, dengan satu-satunya anggota adalah dirinya sendiri.[35][36] Saat membagikan selebaran pro-Castro bersama rekan-rekan seperjuangannya, Oswald ditangkap setelah berkelahi dengan warga eksil Kuba yang anti-Castro.[37][38][c] Pada akhir September 1963, Oswald bepergian ke Mexico City, dan menurut keterangan Komisi Warren, ia mengunjungi kedutaan Soviet dan Kuba.[40] Perjalanannya ke Mexico City ini memunculkan perdebatan, laporan internal House Select Committee on Assassinations (HSCA) menerangkan bahwa orang yang mengunjungi kedutaan bukanlah Oswald, melainkan seorang penyaru.[41][42][d] Pada tanggal 3 Oktober, Oswald kembali ke Dallas dan mendapat pekerjaan di Texas School Book Depository di Dealey Plaza.[44] Pada hari kerja, ia tinggal di sebuah rumah kos di Dallas tempat ia terpisah dari Marina.[45] Pagi hari menjelang terjadinya pembunuhan, ia terlihat membawa sebuah paket panjang (yang dikatakan olehnya kepada rekan kerjanya berisi batang gorden) ke tempat kerjanya.[46][e] Komisi Warren menduga bahwa paket tersebut berisi senapan Oswald yang belum dirakit.[49]

22 November

[sunting | sunting sumber]

Kedatangan Kennedy di Dallas dan perjalanan ke Dealey Plaza

[sunting | sunting sumber]
Kennedy and the First Lady, dresseing in a pink outfit and holding a bouquet of flowers, depart from Air Force One and greet welcomers.
Presiden Kennedy dan Ibu Negara Jacqueline Kennedy tiba di Dallas Love Field pada tanggal 22 November 1963
The route of the motorcade: A right turn from Main Street onto Houston Street, then shortly thereafter a left turn before the Texas School Book Depository onto the snaking Elm Street, passing by the Grassy Knoll and exiting Dealey Plaza under the Triple Underpass bridge.
Rute iring-iringan mobil Kennedy melewati Dealey Plaza. Penembakan terjadi di Elm Street.

Pada tanggal 21 November, Air Force One tiba di Dallas Love Field pada pukul 23.07. Presiden Kennedy dan Ibu Negara datang ke Hotel Texas di pusat kota Fort Worth pada pukul 23.35.[50] Keesokan paginya, pada 22 November, Presiden Kennedy dan Ibu Negara menaiki sebuah limosin konvertibel Lincoln Continental 1961 untuk makan siang di Dallas Trade Mart.[51][13] Mobil Kennedy adalah mobil kedua dalam iring-iringan, yang juga ditumpangi oleh Agen Dinas Rahasia Bill Greer di kursi pengemudi, Agen Khusus Roy Kellerman di kursi penumpang depan, dan Gubernur Conally beserta istrinya Nellie, yang duduk tepat di depan Kennedy.[52][53] Empat sepeda motor kepolisian Dallas mengiringi limosin Kennedy.[54] Wakil Presiden Johnson beserta istrinya, Lady Bird, dan Senator Yarborough berada di limosin di belakangnya.[55]

Rute iring-iringan yang berkelok-kelok sepanjang 16 km melintasi Dallas dirancang agar Kennedy bisa disaksikan oleh banyak orang. Rute tersebut melewati kawasan pinggiran kota Dallas,[51][13] dan Main Street di Pusat Kota Dallas, kemudian berbelok ke kanan ke Houston Street. Setelah itu, iring-iringan akan berbelok ke kiri menuju Elm Street, melewati Dealey Plaza, dan melintasi sebagian kecil Stemmons Freeway menuju Trade Mart.[13] Rute yang direncanakan tersebut telah diberitakan di surat kabar beberapa hari sebelumnya.[13] Meskipun muncul kekhawatiran akan adanya aksi unjuk rasa—Duta Besar yang diutus Kennedy kepada PBB, Adlai Stevenson, diludahi di Dallas pada tahun 1961—Kennedy disambut dengan semarak oleh kerumunan warga Dallas yang antusias.[56][57][58]

Penembakan

[sunting | sunting sumber]
A panoramic view of Dealey Plaza, Dallas, Texas, the location where President John F. Kennedy is assassinated on November 22, 1963.
Dealey Plaza pada tahun 2006, dengan Elm Street berada di sebelah kanan dan jalan lintas bawah tiga jalur di sebelah kiri. Pergola beton putih, tempat Zapruder merekam rekaman, berada di bagian tengah di belakang tiang lampu, dan guguk berumput berada di sebelah kirinya. Gedung merah tersembunyi di ujung kanan atas adalah Texas School Book Depository. Iring-iringan mobil Kennedy melaju dari kanan ke kiri, dan Kennedy dihantam peluru terakhir di sebelah kiri tiang lampu di depan pergola.
John F. Kennedy is seen sitting in a limousine, waving with a crowd on Elm Street, Dealey Plaza.
John F. Kennedy is fatally shot in the head, with Jacqueline Kennedy sitting beside him. Jacqueline can be seen turning over and looking at him at that moment.
Foto Kennedy di Dealey Plaza oleh Robert Croft, sebelum tembakan pertama mengenai Kennedy (kiri), dan foto oleh Mary Moorman (kanan), diambil sesaat setelah tembakan fatal.

Limosin Kennedy memasuki Dealey Plaza pada pukul 12.30.[3] Nellie Connally menoleh dan berkata kepada Kennedy yang duduk di belakangnya, "Bapak Presiden, sekarang Anda tidak bisa mengatakan bahwa Dallas tidak mencintai dan menghargai Anda," Jawaban Kennedy–"Tidak, tentu saja tidak"–menjadi kata-kata terakhirnya.[59]

Dari Houston Street, limosin hendak berbelok ke kiri menuju Elm Street, melewati Texas School Book Depository.[60] Saat limosin terus melaju di Elm Street, beberapa tembakan dilepaskan. Kira-kira 80% saksi mata bersaksi mendengar tiga suara tembakan.[61] Komisi Warren menyimpulkan bahwa tiga tembakan dilepaskan dan sebagian besar saksi mengungkapkan bahwa tembakan kedua dan ketiga dilontarkan hampir bersamaan.[62] Saat Kennedy sedang melambaikan tangan kepada kerumunan, beberapa saksi mendengar suara tembakan pertama, tetapi hanya segelintir orang di kerumunan maupun di iring-iringan mobil yang bereaksi, banyak yang mengira bahwa suara tersebut adalah suara petasan atau letusan knalpot mobil.[63][64][f]

A straight line is shown illustrating the trajectory of the bullet that hit John F. Kennedy and John Connally, according to the single-bullet theory.
A curve showing the same bullet's trajectory in an alternative scenario where Kennedy sat directly behind Connally, according to conspiracy theorists.
Menurut teori satu peluru yang dikemukakan oleh Komisi Warren (atas), satu peluru menyebabkan luka tidak fatal pada Kennedy dan Connally. Para ahli teori konspirasi, yang mengabaikan fakta bahwa posisi Kennedy tidak tepat berada di belakang Connally, mengeklaim bahwa lintasan demikian hanya bisa dilakukan oleh "peluru ajaib" (bawah).[66]

Gubernur Connally dan, dalam sepersekian detik kemudian, Nyonya Kennedy mendadak menoleh ke samping.[67] Sebagai seorang pemburu berpengalaman, Connally langsung mengenali suara tersebut sebagai suara senapan dan menoleh ke kanan, tetapi tidak menemukan ada yang ganjil di belakangnya.[65] Ia mengungkapkan bahwa ia tidak bisa melihat Kennedy, sehingga ia kembali menoleh ke depan, dan ketika hendak menghadapkan kepala ke depan,[68] sebutir peluru yang tembakannya tidak didengarnya menghantamnya, tepat di punggung kanannya.[68][69] Ia lantas berteriak, "Ya Tuhan. Mereka akan membunuh kita semua!"[70]

Menurut Komisi Warren dan HSCA, Kennedy sedang melambai kepada kerumunan orang di sebelah kanannya ketika sebuah tembakan mengenai punggung atas dan menembus tenggorokannya tepat di bawah laring.[71][72] Ia mengangkat siku dan mengepalkan tangan di depan wajah dan lehernya, lalu mencondongkan tubuh ke depan dan ke kiri. Nyonya Kennedy menghadap ke arahnya dan memeluknya.[68][73][74] Meskipun mengalami luka serius, kemungkinan besar Kennedy masih bisa diselamatkan.[75]

Menurut teori satu peluru yang dikemukakan oleh Komisi Warren, yang kemudian dicemooh dengan sebutan "teori peluru ajaib" oleh para pendukung teori konspirasi, Gubernur Connally dihantam oleh peluru yang menembus leher Kennedy. Peluru tersebut menciptakan luka berbentuk oval di dekat bahu kanan Connally, mengenai dan meremukkan tulang rusuk kanannya, serta menembus dada tepat di bawah puting susu kanan, yang menusuk dan menghancurkan paru-parunya. Peluru yang sama kemudian menyambar lengannya tepat di atas pergelangan tangan kanan dan meretakkan tulang radius kanannya. Peluru tersebut tembus sampai ke bawah pergelangan tangan di sisi dalam telapak tangan kanan dan akhirnya bersarang di paha kirinya.[76][77][75]

A sketch shows an arrow illustrating the first bullet that struck John F. Kennedy. The bullet is seen entering into his neck and exiting the throat.
Another sketch shows an arrow illustrating the second bullet that fatally hit Kennedy in the head. Fragments are shown breaking from his skull.
Lintasan dua peluru yang menghantam Kennedy, menurut Komite Khusus DPR Amerika Serikat untuk Pembunuhan

Saat limosin melewati guguk berumput,[78] Kennedy dihantam peluru untuk kedua kalinya di kepala, sebuah tembakan yang fatal.[79] Komisi Warren tidak memastikan apakah ini peluru yang kedua atau ketiga, dan menyimpulkan bahwa tembakan kedua yang menyasar Kennedy mengenai bagian belakang kepalanya. Peluru menembus tengkoraknya, menciptakan lubang besar "berbentuk bulat telur" di sisi kanan kepala bagian belakang. Darah dan pecahan tengkoraknya berhamburan. Percikan otak dan darah Kennedy memencar hingga ke mobil milik Dinas Rahasia dan sepeda motor di belakangnya.[80][81][82][g]

Agen Dinas Rahasia Clint Hill berdiri di pijakan samping mobil tepat di belakang limosin Kennedy.[84] Hill mengungkapkan kepada Komisi Warren bahwa setelah mendengar suara tembakan, ia melompat ke jalan dan berlari menuju limosin untuk melindungi Kennedy. Hill menyatakan bahwa ia mendengar suara tembakan kedua saat ia tiba di limosin, "kira-kira lima detik" setelah ia mendengar tembakan pertama.[85] Setelah Kennedy tertembak di kepala, Nyonya Kennedy mulai memanjat bagasi limosin, tetapi ia kelak mengungkapkan bahwa ia tidak ingat pernah melakukan hal tersebut.[86] Hill meyakini bahwa Nyonya Kennedy telah meraup sepotong tengkorak Kennedy.[85] Ia melompat ke bumper limosin dan berpegangan pada mobil saat mobil tersebut keluar dari Dealey Plaza dan melaju ke Rumah Sakit Parkland Memorial. Setelah Nyonya Kennedy kembali ke kursinya, Gubernur dan Nyonya Connally mendengarnya berulang kali berkata: "Mereka telah membunuh suami saya. Otaknya ada di genggaman saya."[68][87][88]

Seorang penonton bernama James Tague menderita luka ringan di pipi, entah akibat peluru atau pecahan dari pembatas trotoar, saat ia tengah berdiri di dekat jalan lintas bawah tiga jalur.[89] Sembilan bulan kemudian, FBI menyingkirkan pembatas trotoar di jalur tersebut. Analisis spektrografi terhadap pembatas trotoar menunjukkan adanya residu logam yang serupa dengan inti peluru pada amunisi milik Oswald.[90] Tague memberikan kesaksiannya di hadapan Komisi Warren dan pada awalnya menyatakan bahwa dari tiga tembakan yang didengarnya, ia terluka akibat tembakan kedua atau ketiga. Ketika Komisi Warren mendesaknya untuk menjelaskan lebih spesifik, Tague bersaksi bahwa ia terluka akibat tembakan kedua.[91]

Kejadian setelahnya di Dealey Plaza

[sunting | sunting sumber]
Witness hunker down on the grassy incline before the grassy knoll after the shooting
Bill dan Gayle Newman melindungi anak mereka setelah mendengar tembakan dan menjatuhkan diri ke rerumputan. Guguk berumput dan pagar kayu tampak di latar belakang.[h]

Selepas iring-iringan mobil meninggalkan Dealey Plaza, sejumlah orang di kerumunan bergegas mencari perlindungan,[93] sedangkan yang lainnya dan polisi lari ke atas guguk berumput untuk mencari penembaknya.[78][94] Akan tetapi, di balik pagar kayu guguk berumput tersebut tidak ada penembaknya.[95] Dari 178 orang yang memberikan kesaksian kepada Komisi Warren, 78 di antaranya tidak mengetahui secara pasti dari mana tembakan tersebut berasal, sedangkan 49 orang yakin bahwa tembakan berasal dari gedung Depository, dan 21 orang mengira-ngira bahwa tembakan berasal dari guguk berumput.[96] Tidak ada saksi mata yang pernah melaporkan bahwa mereka melihat seseorang—dengan atau tanpa senapan—di balik pagar kayu pada saat terjadinya penembakan.[95]

Lee Bowers tengah berada di menara saklar dua tingkat, yang jaraknya 109 meter di balik pagar kayu saat penembakan terjadi. Ia sedang menyaksikan iring-iringan mobil lewat dan memiliki pandangan yang tidak terhalang terhadap satu-satunya jalur pelarian yang bisa digunakan penembak dari kawasan guguk berumput. Namun, ia tidak melihat seorang pun yang meninggalkan tempat kejadian.[95] Bowers mengungkapkan kepada Komisi Warren bahwa ada "satu atau dua" orang yang berdiri di antara dirinya dan pagar saat terjadinya pembunuhan, salah seorangnya adalah petugas parkir yang dikenalinya dan satu lagi mengenakan seragam seperti pegawai persidangan. Ia mengungkapkan bahwa ia menyaksikan "kegaduhan" di guguk berumput pada saat terjadinya pembunuhan Kennedy: "sesuatu yang tidak biasa, semacam kehebohan, tetapi sesuatu yang di luar kebiasaan telah terjadi di tempat khusus ini, yang menarik perhatian saya untuk alasan yang tidak saya ketahui".[97][i]

Pada pukul 12.36, seorang remaja bernama Amos Euins mendekati polisi Dallas, Sersan D.V. Harkness. Ia melaporkan telah melihat "seorang pria kulit berwarna ... bersandar pada jendela, memegang senapan" di lantai enam gedung Depository saat terjadinya pembunuhan. Sebagai tanggapan, Harkness memerintahkan untuk menutup gedung Depository.[99] Saksi Howard Brennan lantas mendekati seorang inspektur polisi untuk melaporkan bahwa ia telah melihat si penembak, seorang pria kulit putih mengenakan pakaian khaki, yang bersandar di jendela yang sama.[100][101] Polisi menyebarluaskan keterangan Brennan mengenai pria tersebut pada pukul 12.45.[102] Brennan menjelaskan bahwa setelah tembakan kedua, "Orang itu ... sedang membidik tembakan terakhirnya ... dan tampaknya berhenti sejenak seolah-olah meyakinkan dirinya bahwa ia telah mengenai sasarannya."[103] Saksi James R. Worrell Jr. juga melaporkan melihat laras senapan menyembul dari jendela di lantai enam gedung Depository.[104] Bonnie Ray Williams, yang tengah berada di lantai lima gedung Depository, mengungkapkan bahwa tembakan senapan terdengar sangat keras dan dekat sehingga plester langit-langit jatuh menimpa kepalanya.[105]

Kaburnya Oswald, Pembunuhan J. D. Tippit, dan penangkapan

[sunting | sunting sumber]
A photograph of the Texas School Book Depository, showing its view from a witness of John F. Kennedy's assassination. The window from the sixth floor is marked A, and another window from the fifth floor marked B.
A view through a window to Elm Street, Dealey Plaza, from the shooter's location in the Depository to kill Kennedy, the so-called "sniper's nest".
Penampakan Texas School Book Depository dari sudut pandang Howard Brennan: lingkaran "A" menunjukkan tempat ia melihat Oswald menembakkan senapan. Foto sebelah kanan, pemandangan dari "sarang penembak" di Texas School Book Depository

Saat menggeledah lantai enam gedung Depository, dua polisi menemukan sebuah senapan Carcano Italia M91/38 bolt-action.[106][j] Oswald membeli senapan bekas tersebut pada bulan Maret yang lalu dengan memakai nama samaran "A. Hidell" dan mengirimkannya ke kotak pos miliknya di Dallas.[108] FBI menemukan sidik telapak tangan Oswald pada laras senapan,[109][110][k] dan serat yang ditemukan pada senapan cocok dengan bahan baju yang dikenakan Oswald pada saat kejadian.[113] Sebuah peluru yang ditemukan di jempana Gubernur Connally di rumah sakit dan dua pecahan peluru yang ditemukan di limosin juga dicocokkan dengan senapan Carcano secara balistik.[114]

Oswald kabur dari gedung Depository dan pulang ke rumah kosnya dengan menaiki bus. Di sana, ia mengambil jaket dan pistol.[115] Pada pukul 13.12, petugas polisi J. D. Tippit menyaksikan Oswald berjalan kaki di lingkungan perumahan Oak Cliff dan memanggilnya ke mobil patrolinya. Setelah menanyai Oswald, Tippit keluar dari mobilnya dan Oswald menembak Tippit tiga kali di dada. Ketika Tippit tergeletak di tanah, Oswald melontarkan tembakan terakhir ke pelipis kanan Tippit. Oswald lantas berjalan pergi dengan tenang, kemudian mulai berlari ketika para saksi mata muncul.[116]

Oswald berbicara di dalam tahanan
Oswald mengaku tidak bersalah
Konferensi pers Oswald

Ketika polisi Dallas mengabsen karyawan gedung Depository, atasan Oswald, Roy Truly, menyadari bahwa Oswald tidak ada dan memberi tahu polisi.[117] Berbekal tanda pengenal palsu milik Oswald, polisi Dallas menggerebek sebuah perpustakaan di Oak Cliff sebelum menyadari kekeliruan tersebut.[118] Pada pukul 13.36, polisi menerima sebuah panggilan yang menjelaskan bahwa Oswald terlihat sedang berlarian dan menyelinap memasuki Texas Theatre tanpa membeli tiket.[119] Setelah pergulatan singkat, polisi Dallas membekuk Oswald saat ia tengah menonton film War Is Hell.[120] Oswald membantah telah menembak orang dan menyatakan bahwa dirinya dijadikan "kambing hitam" karena pernah tinggal di Uni Soviet.[121]

Kennedy dinyatakan tewas dan pelantikan Johnson

[sunting | sunting sumber]
Lyndon B. Johnson raises his hand above an outstretched Bible as his is sworn in as President as Air Force One prepares to depart Love Field in Dallas. Jacqueline Kennedy, still in her blood-spattered clothes (not visible), looks on.
Foto oleh Cecil Stoughton. Lyndon B. Johnson dilantik sebagai Presiden tatkala Air Force One bersiap meninggalkan Love Field di Dallas. Jacqueline Kennedy, masih mengenakan pakaian yang berlumuran darah (tidak terlihat di foto), berdiri di sampingnya.

Pada pukul 12.38, Kennedy tiba di ruang gawat darurat Rumah Sakit Parkland Memorial.[122] Meski Kennedy masih bernapas setelah ditembak, dokter pribadinya, George Burkley, menyadari bahwa nyawanya sudah tidak bisa diselamatkan.[123][124][125] Setelah para ahli bedah Parkland melakukan upaya pijat jantung dengan sia-sia, Kennedy dinyatakan tewas pada pukul 13.00, 30 menit setelah penembakan.[124] Pembawa acara CBS, Walter Cronkite, menyampaikan kabar duka tersebut melalui siaran langsung di televisi.[126][127]

Dinas Rahasia khawatir mengenai kemungkinan adanya komplotan yang lebih besar dan mendesak Johnson agar segera meninggalkan Dallas dan kembali ke Gedung Putih, tetapi Johnson menolak pergi tanpa adanya bukti kematian Kennedy.[128][l] Johnson akhirnya kembali ke Air Force One kira-kira pukul 13.30. Tidak lama kemudian, ia menerima panggilan telepon dari penasihat presiden, McGeorge Bundy dan Walter Jenkins, yang menyarankan agar ia lekas kembali ke Washington, D.C..[130] Johnson bersikeras bahwa ia tidak akan meninggalkan Dallas tanpa Jacqueline Kennedy, dan Jacqueline tidak akan pergi tanpa jenazah suaminya.[128][130] Menurut Esquire, Johnson "tidak ingin dikenang sebagai sosok yang menelantarkan janda cantik".[130]

Pada saat terjadinya pembunuhan Kennedy, pembunuhan seorang presiden tidak berada dalam kewenangan hukum federal.[131] Oleh sebab itu, dokter forensik Dallas County, Earl Rose, bersikukuh bahwa hukum Texas mengharuskannya untuk melakukan autopsi.[132][133] Terjadi perselisihan sengit antara para ajudan Kennedy dengan pejabat Dallas. Perselisihan tersebut nyaris berubah menjadi perkelahian sebelum pihak Texas akhirnya menyerah dan mengizinkan jenazah Kennedy diangkut ke Air Force One.[132][133][134] Pada pukul 14.38, didampingi Jacqueline Kennedy di sisinya, Johnson disumpah oleh hakim federal Sarah Tilghman Hughes di atas pesawat Air Force One sesaat sebelum berangkat ke Washington bersama peti mati Kennedy.[135]

Setelah penembakan

[sunting | sunting sumber]

Saat membicarakan autopsi yang ceroboh, maka autopsi Presiden Kennedy adalah contoh utamanya.

— Dr. Michael Baden, kepala patologi forensik Komite Khusus DPR Amerika Serikat untuk Pembunuhan[136]

Proses autopsi Kennedy dilakukan di Rumah Sakit Angkatan Laut Bethesda di Maryland pada malam hari tanggal 22 November. Jacqueline Kennedy memilih rumah sakit angkatan laut sebagai tempat autopsi karena Presiden Kennedy pernah menjadi perwira angkatan laut semasa Perang Dunia II.[137][138] Autopsi dilakukan oleh tiga orang dokter, yakni komandan angkatan laut James Humes dan J. Thornton Boswell, dengan bantuan dari pakar luka balistik Pierre A. Finck; Humes bertindak sebagai ketua.[139] Di bawah tekanan dari keluarga Kennedy dan staf Gedung Putih untuk mempercepat prosedur autopsi, para dokter tersebut mengautopsi jenazah Kennedy dengan "terburu-buru" dan tidak lengkap.[140] Dokter pribadi Kennedy, Laksamana Muda George Burkley,[141] menandatangani akta kematian pada tanggal 23 November dan mencatat penyebab kematian Kennedy adalah luka tembak di tengkorak.[142][143]

Tiga tahun setelah autopsi dilakukan, otak Kennedy—yang diangkat dan disimpan untuk analisis lanjutan—didapati hilang ketika keluarga Kennedy memindahkan material ke Arsip Nasional.[144][145] Para teoretikus konspirasi seringkali mengklaim bahwa otak tersebut mungkin menunjukkan bahwa tembakan kepala berasal dari arah depan. Meskipun demikian, HSCA menyatakan bahwa seorang asisten Jaksa Agung Robert F. Kennedy, saudara presiden, kemungkinan mengambil peti kecil berisi otak dan material lainnya atas pengarahannya, dan ia "menghancurkan atau membuat material-material tersebut tak dapat diakses" untuk mencegah "penyalahgunaan" material tersebut atau menyembunyikan keberadaan penyakit kronis presiden dan pengobatan yang dijalaninya.[146][145] Sejumlah hasil rontgen dan foto autopsi juga hilang.[147]

Sebagian besar sejarawan berpendapat bahwa hasil autopsi Kennedy adalah bagian yang "paling kacau" dari penyelidikan pemerintah.[136] Panel patologi forensik HSCA menyimpulkan bahwa proses autopsi tersebut memiliki banyak kegagalan yang serius, termasuk mengambil foto yang layak, gagal menentukan titik keluar atau masuk peluru di kepala, tidak membedah bagian punggung dan leher, dan kegagalan menentukan sudut luka tembak terhadap sumbu tubuh.[148] HSCA juga menyimpulkan kedua dokter yang mengautopsi Kennedy tidak memenuhi syarat untuk melakukan autopsi forensik. Dokter forensik HSCA, Milton Helpern, berpendapat bahwa memilih Humes (yang hanya mengambil satu kuliah patologi forensik) untuk mengepalai proses autopsi "seperti mengirim seorang bocah laki-laki berusia tujuh tahun yang tiga kali ikut les biola ke New York Philharmonic dan mengharapkannya menampilkan simfoni Tchaikovsky".[149]

Pemakaman

[sunting | sunting sumber]
Kennedy's coffin in front of the US Capitol
Peti mati Kennedy diarak dari Gedung Capitol, 25 November

Setelah autopsi dilakukan, Kennedy disemayamkan di East Room Gedung Putih selama 24 jam.[150][151] Presiden Johnson mengeluarkan Proklamasi Kepresidenan 3561, yang menetapkan tanggal 25 November sebagai hari berkabung nasional,[152][153] dan hanya pekerja darurat penting yang tetap bertugas.[154] Peti mati Kennedy lalu dinaikkan ke kereta jenazah dan ditarik oleh enam kuda putih menuju Gedung Capitol untuk disemayamkan di sana. Ratusan ribu pelayat mengantre untuk melihat peti mati,[155][156] dan kurang lebih seperempat juta orang mendatangi rotunda selagi jenazah Kennedy disemayamkan di sana selama 18 jam.[155] Menurut keterangan Direktur FBI J. Edgar Hoover, di Uni Soviet, berita pembunuhan Kennedy "disambut dengan keterkejutan dan kebingungan besar. Lonceng gereja dibunyikan untuk mengenang Presiden Kennedy".[157][158]

Upacara pemakaman Kennedy diselenggarakan pada tanggal 25 November di Katedral St. Matthew Washington, D.C..[159] Misa Rekuiem dipimpin oleh Kardinal Richard Cushing.[159] Upacara tersebut dihadiri oleh kurang lebih 1.200 tamu, termasuk perwakilan lebih dari 90 negara.[160][161] Meskipun tidak ada pembacaan eulogi resmi,[162][163] Uskup Auksilier Philip M. Hannan membacakan kutipan pidato dan tulisan-tulisan Kennedy.[161] Usai upacara pemakaman, Kennedy dimakamkan di Pemakaman Nasional Arlington di Virginia.[164] Api abadi dinyalakan di makamnya pada tahun 1967.[165]

Pembunuhan Oswald

[sunting | sunting sumber]
Photograph of the exact moment that Jack Ruby shot Oswald
Foto oleh Robert H. Jackson yang memperlihatkan Jack Ruby menembak Oswald, yang tengah dikawal oleh detektif polisi Jim Leavelle untuk dipindahkan dari penjara kota ke penjara county. Ruby tewas di penjara pada tahun 1967.

Pada pukul 11.21 hari Minggu, 24 November, ketika Oswald sedang dikawal menuju mobil di basemen markas besar Kepolisian Dallas untuk dipindahkan dari penjara kota ke penjara county, ia ditembak oleh seorang pemilik klub malam di Dallas bernama Jack Ruby. Penembakan tersebut disiarkan langsung di televisi.[45] Robert H. Jackson dari Dallas Times Herald memotret penembakan tersebut. Karena foto tersebut, yang diberi judul Jack Ruby Menembak Lee Harvey Oswald, ia dianugerahi Penghargaan Pulitzer untuk Fotografi pada tahun 1964.[166]

Dalam keadaan setengah sadar, Oswald dilarikan dengan ambulans ke Rumah Sakit Parkland Memorial. Ia dirawat oleh ahli bedah yang sama yang dulu berupaya menyelamatkan Kennedy.[167] Peluru masuk ke dada kirinya di bagian bawah, tetapi tidak keluar. Pembuluh darah utama jantung seperti aorta dan vena cava inferior terputus, limpa, ginjal, dan hatinya juga terkena peluru.[168] Meskipun sudah menjalani operasi bedah dan defibrilasi, Oswald tewas pada pukul 13.07.[169]

Ruby ditangkap segera setelah penembakan. Ia bersaksi di hadapan Komisi Warren bahwa ia sangat terguncang atas kematian Kennedy, bahwa dengan membunuh Oswald, "Nyonya Kennedy akan terhindar dari ketidaknyamanan karena harus kembali ke persidangan". Ia juga menyatakan bahwa ia menembak Oswald secara mendadak begitu ada kesempatan, tanpa mempertimbangkan alasan kenapa ia melakukannya.[170] Pada awalnya, Ruby ingin membela dirinya sendiri dalam persidangan, tetapi sang pengacara, Melvin Belli, membujuk Ruby agar ia tidak melakukan hal tersebut. Belli berpendapat bahwa Ruby mengidap epilepsi psikomotorik dan oleh sebab itu tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.[171] Ruby dinyatakan bersalah, tetapi putusan tersebut dibatalkan dalam proses banding. Selagi menunggu persidangan ulang pada tahun 1967,[172] Ruby tewas akibat emboli paru dan kanker. Sama halnya dengan Oswald dan Kennedy, Ruby juga dinyatakan tewas di Rumah Sakit Parkland.[173]

Film dan foto pembunuhan

[sunting | sunting sumber]

Ya Tuhan, saya melihat semuanya. Saya melihat otak pria itu berhamburan dari kepalanya.

Abraham Zapruder[93]

The Bell & Howell Zoomatic movie camera used by Abraham Zapruder
Kamera film Zoomatic Bell & Howell yang dipakai oleh Abraham Zapruder untuk merekam cuplikan iring-iringan mobil dan pembunuhan Kennedy, yang kemudian dikenal dengan film Zapruder. Kamera tersebut disimpan di koleksi Arsip Nasional.

Seorang tukang jahit bernama Abraham Zapruder berdiri di atas dinding pergola, kira-kira berjarak 20 meter dari jalan raya.[174] Ia merekam peristiwa pembunuhan Kennedy dalam film 8 mm tanpa suara berdurasi 26 detik, yang dikenal sebagai film Zapruder.[175] Bingkai film 313 menangkap dengan tepat momen ketika kepala Kennedy meledak.[176] Majalah Life menerbitkan foto pembesaran beberapa bingkai dari film Zapruder, tidak lama berselang setelah pembunuhan Kennedy.[175][177] Rekaman tersebut pertama kali dipertunjukkan kepada publik dalam persidangan Clay Shaw pada tahun 1969, dan ditayangkan di televisi pada tahun 1975 oleh Geraldo Rivera.[178] Pada tahun 1999, sebuah panel arbitrase memerintahkan pemerintah federal untuk membayar $615.384 per detik film kepada ahli waris Zapruder, dengan nilai keseluruhan film mencapai $16 juta (setara dengan $28,2 juta pada 2022).[179][180]

Zapruder hanyalah satu dari setidaknya 32 orang di Dealey Plaza yang diketahui telah merekam film atau mengambil foto pada atau sekitar waktu penembakan.[181] Salah seorang fotografer yang paling dikenal adalah Mary Moorman, yang mengambil sejumlah foto Kennedy dengan kamera polaroid, termasuk satu foto Kennedy yang diambil kurang dari seperenam detik setelah tembakan di kepala.[182]

Selain Zapruder, Charles Bronson, Marie Muchmore, dan Orville Nix juga merekam pembunuhan tersebut, meskipun pada jarak yang lebih jauh dari Zapruder.[183][184] Dari ketiga orang tersebut, hanya Nix yang benar-benar merekam tembakan mematikan terhadap Kennedy. Nix merekam rekaman pembunuhan dengan menyorot area guguk berumput dari sisi berlawanan dengan Zapruder di seberang Elm Street.[184][185][m] Pada tahun 1966, Nix mengungkapkan bahwa setelah ia memberikan film tersebut kepada FBI, duplikat yang mereka kembalikan memiliki cuplikan yang "hilang" atau "rusak". Meskipun ada duplikat film dengan kualitas lebih rendah, film aslinya hilang sejak tahun 1978.[185] Rekaman yang sebelumnya tidak diketahui, yang dibuat oleh George Jefferies, dirilis pada tahun 2007.[186][187] Rekaman tersebut diambil beberapa blok sebelum lokasi penembakan dan memperlihatkan jas Kennedy yang mengerut. Hal ini menjelaskan perbedaan posisi lubang peluru di punggung dan di jas Kennedy..[188]

Sejumlah film dan foto memperlihatkan seorang wanita tak dikenal yang kelihatannya sedang merekam pembunuhan tersebut. Para peneliti menjulukinya “Babushka Lady” karena selendang yang menutupi kepalanya.[189] Pada tahun 1978, seorang pria bernama Gordon Arnold mengaku bahwa ia telah merekam pembunuhan Kennedy dari guguk berumput dan bahwa seorang polisi menyita filmnya.[190] Arnold tidak terlihat dalam satu pun foto yang diambil di kawasan tersebut. Vincent Bugliosi, penulis buku Reclaiming History, menyebut hal ini sebagai "bukti fotografi yang tidak terbantahkan bahwa kisah Arnold direkayasa".[191]

Penyelidikan resmi

[sunting | sunting sumber]

Kepolisian Dallas

[sunting | sunting sumber]
Oswald in police custody
Lee Harvey Oswald saat ditahan polisi

Di markas besar Kepolisian Dallas, polisi menginterogasi Oswald terkait penembakan Kennedy dan Tippit. Interogasi yang terputus-putus tersebut berlangsung dalam waktu kurang lebih 12 jam dari pukul 14.30 tanggal 22 November sampai pukul 11.00 tanggal 24 November.[192] Selama interogasi tersebut, Oswald menyangkal keterlibatannya dan memberikan pernyataan yang kemudian terbukti tidak benar.[193]

Kapten J. W. Fritz dari Biro Pembunuhan dan Perampokan bertanggung jawab atas sebagian besar interogasi Oswald dan hanya mencatat hal-hal mendasar.[194][195] Beberapa hari kemudian, Fritz menulis laporan berdasarkan catatan yang ia buat setelah proses interogasi.[194] Tidak ada stenografi maupun perekaman suara. Sejumlah perwakilan dari lembaga penegak hukum lainnya juga turut hadir, termasuk FBI dan Dinas Rahasia, yang sesekali ikut serta menginterogasi.[193] Beberapa agen FBI yang hadir dalam proses interogasi menulis laporan pada saat itu juga.[196]

Pada malam tanggal 22 November, Kepolisian Dallas melakukan tes parafin pada tangan dan pipi kanan Oswald untuk menentukan apakah ia baru saja menembakkan senjata. Hasilnya positif pada tangan dan negatif pada pipi kanan. Hasil tes semacam itu tidak bisa diandalkan,[193][197] dan Komisi Warren tidak mengandalkan hasil tes tersebut.[193]

Kepolisian Dallas memaksa Oswald menggelar konferensi pers selepas tengah malam tanggal 23 November, dan ketika penyelidikan dimulai, banyak informasi yang telah bocor ke media. Tindakan tersebut membuat Johnson berang. Ia memerintahkan FBI meminta kepada media agar "berhenti menyebarluaskan kabar pembunuhan tersebut".[131] Setelah FBI menyatakan kekhawatiran mengenai keselamatan Oswald, Kepolisian Dallas meyakinkan FBI bahwa mereka akan memberinya perlindungan yang memadai.[198]

Penyelidikan FBI

[sunting | sunting sumber]
Attorney General Robert F. Kennedy and President John F. Kennedy are pictured speaking at the White House
Direktur FBI J. Edgar Hoover (tengah, di antara Robert dan John F. Kennedy pada bulan Mei 1963) menyatakan dalam sebuah memo pada tahun 1964 bahwa "kami telah melakukan segala upaya."[199]

FBI segera mengadakan penyelidikan tidak lama setelah pembunuhan Kennedy, mengandalkan undang-undang yang melarang penyerangan terhadap petugas federal. Dalam waktu 24 jam setelah pembunuhan, Direktur FBI, Hoover, mengirimkan laporan awal kepada Presiden Johnson yang menerangkan bahwa Oswald adalah pelaku tunggal pembunuhan tersebut. Setelah Ruby membunuh Oswald, Johnson berpendapat bahwa penegak hukum Texas kurang kompeten, dan memerintahkan FBI untuk memimpin penyelidikan secara menyeluruh.[131]

Pada tanggal 9 Desember 1963, Komisi Warren menerima laporan penyelidikan FBI yang menyimpulkan bahwa tiga peluru telah ditembakkan‍: peluru pertama menghantam punggung atas Kennedy, peluru kedua mengenai Connally, dan peluru ketiga bersarang di kepala Kennedy.[200] FBI terus berperan sebagai badan penyelidik utama Komisi Warren di lapangan. Sebanyak 169 agen FBI menangani kasus tersebut, melakukan lebih dari 25.000 interogasi dan menulis lebih dari 2.300 laporan.[199]

Kesaksamaan penyelidikan FBI masih diperdebatkan. Bugliosi memuji mutu penyelidikan FBI dan merujuk pada ahli teori konspirasi Harrison Edward Livingstone, yang menghargai upaya FBI dalam menyelidiki semua petunjuk.[201] Dalam laporan pada tahun 1979, HSCA mengungkapkan bahwa penyelidikan FBI terhadap orang-orang Kuba yang pro dan anti-Castro, serta seluruh penyelidikan yang berhubungan dengan Oswald atau Ruby, tidak memadai.[199] HSCA juga menyatakan bahwa Hoover "kelihatannya bertekad [menjadikan Oswald sebagai pembunuh tunggal] dalam waktu 24 jam setelah pembunuhan Kennedy".[202]

Komisi Warren

[sunting | sunting sumber]
Members of the Warren Commission present their report to President Johnson
Komisi Warren menyerahkan laporannya kepada Presiden Johnson. Dari kiri ke kanan: John McCloy, J. Lee Rankin (Penasihat Umum), Senator Richard Russell, Anggota Kongres Gerald Ford, Ketua Mahkamah Agung Earl Warren, Presiden Lyndon B. Johnson, Allen Dulles, Senator John Sherman Cooper, dan Anggota Kongres Hale Boggs.

Pada tanggal 29 November, Presiden Johnson membentuk "Komisi Presiden untuk Pembunuhan Kennedy" dan memilih Ketua Mahkamah Agung Earl Warren untuk mengepalai penyelidikan, yang lebih dikenal dengan nama Komisi Warren.[203][131] Laporan akhir setebal 888 halaman diserahkan kepada Johnson pada tanggal 24 September 1964, dan dipublikasikan tiga hari kemudian.[204] Laporan tersebut menyimpulkan bahwa Lee Harvey Oswald bertindak sendiri dalam membunuh Kennedy dan melukai Connally, demikian juga Jack Ruby yang juga bertindak sendiri dalam membunuh Oswald.[205][206] Laporan tersebut tidak menarik kesimpulan mengenai motif Oswald membunuh Kennedy, meskipun menjelaskan bahwa meskipun mencatat bahwa ia memiliki pandangan Marxis, anti-otoritarian, kecenderungan kekerasan, kesulitan dalam membangun hubungan pribadi, serta keinginan untuk dikenang oleh sejarah.[207]

Setelah memeriksa film Zapruder, staf Komisi menyadari bahwa teori penembakan yang dikemukakan oleh FBI tidak masuk akal sama sekali. Waktu yang dibutuhkan Kennedy dan Connely untuk merespons tembakan tersebut teramat dekat sehingga tidak mungkin disebabkan oleh dua peluru berbeda. Rentang waktu reaksi kedua korban kurang dari 2,3 detik dan mustahil untuk memuat ulang peluru dalam waktu sesingkat itu.[208][209] Temuan ini menjadi salah satu temuan Komisi yang paling penting, bahwa Kennedy dan Connally ditembak oleh peluru yang sama. Teori tersebut dikenal dengan sebutan "teori satu peluru".[210][211] Pada bulan Mei 1964, seorang staf bernama Arlen Spectre melakukan reka ulang lintasan peluru tunggal di Dealey Plaza, dan jalur lintasan peluru tersebut sama persis dengan luka yang didapat oleh Kennedy dan Connally.[212]

Dari delapan anggota Komisi, tiga di antaranya (Hale Boggs, John Cooper dan Richard Russell) meragukan teori tersebut dan menganggapnya "tidak mungkin", tetapi keraguan tersebut tidak dituangkan dalam laporan akhir.[213] Para pendukung teori konspirasi menjuluki teori tersebut "teori peluru ajaib", dijuluki demikian karena kondisi peluru yang konon masih utuh dan tanpa cacat. Namun, Michael Baden dari HSCA mengungkapkan bahwa meskipun peluru tersebut tidak pecah, pada dasarnya peluru telah berubah bentuk.[76] Pada tahun 2023, Agen Dinas Rahasia Paul Landis mengungkapkan kepada The New York Times bahwa ialah yang memungut "peluru ajaib" dari belakang kursi Kennedy saat tiba di Parkland, dan ia juga yang meletakkannya di jempana Kennedy. Landis yakin peluru tersebut terlepas dari luka dangkal di punggung Kennedy.[214]

Selain menerbitkan 27 jilid laporan, Komisi Warren juga menyusun ratusan ribu halaman dokumen penyelidikan. Relman Morin menyatakan bahwa "Tidak pernah ada kejahatan yang diselidiki semendalam ini dalam sejarah". Bugliosi mengemukakan bahwa hasil temuan dasar Komisi Warren "tetap bertahan dengan sangat baik".[215] Menurut Gerald Posner, laporan Warren "dicemooh secara luas" oleh publik Amerika Serikat.[216] Sementara itu, Walter Cronkite berpendapat bahwa "Meskipun Komisi Warren memiliki kekuasaan penuh untuk melakukan penyelidikan secara mandiri, Komisi juga mengizinkan FBI dan CIA untuk melakukan penyelidikan sendiri, dan hal itu meninggalkan bayangan permanen atas hasil penyelidikannya.[217] Menurut laporan tahun 2014 yang disusun oleh Sejarawan Utama CIA, David Robarge, Direktur CIA saat itu, John A. McCone, melakukan sebuah "penyembunyian ringan" dengan menahan sebagian informasi dari Komisi.[218]

Persidangan Clay Shaw

[sunting | sunting sumber]
A portrait of Clay Shaw
Clay Shaw (foto tahun 1951) dibebaskan oleh dewan juri New Orleans setelah pertimbangan kurang dari satu jam.

Pada tanggal 22 Maret 1967, Jaksa Wilayah New Orleans, Jim Garrison, menangkap dan mendakwa seorang pengusaha bernama Clay Shaw atas tuduhan berkonspirasi untuk membunuh Presiden Kennedy, dibantu oleh Oswald, David Ferrie, dan pihak lainnya.[219] Shaw adalah seorang pengusaha terpandang yang banyak membantu merenovasi dan melestarikan French Quarter,[219] dan digambarkan sebagai "penjahat paling tidak terduga sejak Oscar Wilde".[220] Shaw maupun Ferrie, yang dikenal neurotik dan anti-Castro garis keras, adalah anggota perkumpulan gay di New Orleans.[221] Ferrie meninggal, kemungkinan karena bunuh diri, empat hari setelah kabar penyelidikannya tersebar.[222] Dalam acara The Tonight Show Starring Johnny Carson pada tahun 1968, Garrison secara terbuka menuduh bahwa Shaw dan Ferrie telah menjadi bagian dari rencana besar CIA untuk membunuh Kennedy dan menjebak Oswald.[223] Dalam persidangan yang digelar selama 34 hari pada tahun 1969,[224] Garrison memutar film Zapruder dan berpendapat bahwa gerakan kepala Kennedy ke belakang setelah penembakan merupakan tanda bahwa ia ditembak dari depan guguk berumput.[225]

Setelah pertimbangan singkat, dewan juri memutuskan bahwa Shaw tidak bersalah.[224] Mark Lane mewawancarai para juri usai persidangan, dan terungkap bahwa sejumlah juri percaya Shaw kemungkinan besar terlibat dalam konspirasi, tetapi tidak ada bukti yang cukup untuk mendakwanya.[226][227] Pernyataan Lane tersebut dibantah oleh teman dekat Clay Shaw, James Kirkwood, yang mengungkapkan bahwa ia telah bertemu dengan beberapa anggota juri yang menyangkal pernah berbicara dengan Lane.[228][229] Kirkwood juga meragukan klaim Lane bahwa para juri percaya adanya konspirasi.[230] Ketua juri Sidney Hebert berkata kepada Kirkwood, "Sebelum persidangan, saya tidak terlalu percaya pada Laporan Warren. Sekarang, saya jauh lebih menghargainya daripada sebelumnya."[231]

Menurut akademisi E. Jerald Ogg, saat ini, persidangan Shaw dipandang sebagai "penodaan terhadap keadilan".[232] Kirkwood menyamakan persidangan tersebut dengan persidangan Inkuisisi Spanyol.[233] Pengamat lainnya memandang persidangan Shaw dilandasi oleh homofobia.[234] Persidangan tersebut masih menjadi satu-satunya persidangan yang digelar terkait pembunuhan Kennedy.[219] Pada tahun 1979, mantan Direktur CIA, Richard Helms, bersaksi bahwa Shaw pernah menjadi kontak tidak tetap di Layanan Kontak Domestik CIA, sebuah divisi tempat ia secara sukarela memberikan informasi dari perjalanan luar negerinya, terutama ke Amerika Latin. Namun, menurut Max Holland, ada sekitar 150.000 warga Amerika yang juga menjadi kontak CIA.[235] Pada tahun 1993, acara TV PBS Frontline berhasil mendapatkan foto kelompok dari tahun 1955 yang menampilkan Ferrie dan Oswald bersama dalam acara barbeku Civil Air Patrol, meskipun sebelumnya Ferrie menyangkal pernah mengenal Oswald.[236]

Panel Ramsey Clark

[sunting | sunting sumber]
President Lyndon B. Johnson and Attorney General Ramsey Clark shaking hands.
Panel yang dibentuk oleh Jaksa Agung Ramsey Clark (difoto bersama Presiden Lyndon B. Johnson pada tahun 1968) menemukan bahwa dua peluru menghantam Kennedy dari belakang.

Anggota Komisi Warren yang melihat hasil foto atau sinar-X autopsi Kennedy hanyalah Ketua Mahkamah Agung Warren. Menurut Warren, hal tersebut dilakukan untuk menghindari kewajiban merilis materi eksplisit itu kepada para pencari sensasi.[237] Karena spekulasi yang terus bermunculan, Jaksa Agung Ramsey Clark membentuk panel yang beranggotakan empat ahli medis untuk memeriksa foto dan sinar-X autopsi Kennedy pada bulan Februari 1968. Hasil temuan mereka selaras dengan temuan Komisi Warren: Kennedy terkena dua peluru, keduanya ditembakkan dari arah belakang.[238]

Komisi Rockefeller

[sunting | sunting sumber]
Luka di kepala Kennedy. Komisi Rockefeller menyimpulkan bahwa gerakan kepala Kennedy ke belakang setelah penembakan merupakan "gerakan kejang akibat reaksi neuromuskuler terhadap kerusakan pusat saraf di otak".

Pada tahun 1975, Presiden Gerald Ford, yang menjadi anggota Komisi Warren satu dekade yang lalu, membentuk Komisi Presiden atas Kegiatan CIA di Amerika Serikat, yang lebih dikenal dengan Komisi Rockefeller, dinamai sesuai nama ketuanya, Wakil Presiden Nelson Rockefeller.[239][240] Komisi tersebut bertugas menyelidiki apakah ada kegiatan CIA di dalam negeri yang melanggar hukum dan memberikan rekomendasi yang sesuai. Oleh karena itu, Komisi tersebut juga meninjau kembali pembunuhan Kennedy.[238]

Setelah melakukan penyelidikan selama lima bulan, Komisi Rockefeller menyerahkan laporannya kepada Presiden Ford.[241] Laporan tersebut meninjau bukti medis autopsi Kennedy, dan Komisi sepakat bahwa Kennedy tewas akibat dua tembakan dari belakang.[238] Komisi Rockefeller juga membantah pernyataan Garrison yang berpendapat bahwa gerakan kepala Kennedy ke belakang sebagaimana diperlihatkan dalam film Zapruder merupakan tanda bahwa si penembak berada di depan.[225] Komisi menyatakan bahwa "gerakan demikian disebabkan oleh pelurusan dan penegangan seluruh tubuh yang terjadi secara paksa akibat reaksi neuromuskuler terhadap kerusakan pusat saraf di otak".[242] HSCA kelak juga berpendapat bahwa "efek propulsif yang dihasilkan dari materi otak" yang menghambur dari luka luar bisa menyebabkan terjadinya hal demikian.[243] Ahli patologi Vincent Di Maio mengungkapkan kepada HSCA bahwa gagasan mengenai penembakan dari depan adalah hal yang tidak berdasar dan mungkin diilhami oleh "film-film Arnold Schwarzenegger".[242]

Komisi Rockefeller juga berupaya memastikan apakah agen CIA, khususnya E. Howard Hunt dan Frank Sturgis, berada di Dealey Plaza saat terjadinya pembunuhan, dan apakah mereka berdua termasuk dalam "tiga gelandangan" yang konon terlihat tak lama setelah pembunuhan. Komisi tidak menemukan bukti atas tuduhan tersebut.[240] Komisi juga menyelidiki dugaan adanya hubungan antara CIA dengan Oswald dan Ruby, tetapi tidak menemukan bukti dan menyimpulkan bahwa dugaan tersebut hanyalah "spekulasi tidak berdasar".[240] Komisi menjelaskan "tidak ada bukti terpercaya mengenai keterlibatan CIA [dalam pembunuhan Kennedy]".[238]

Komite Church

[sunting | sunting sumber]
Title page of Book II of the Church Committee report
Laporan Komite Church (Buku II)

Pada tahun 1975, setelah skandal Watergate dan pelanggaran CIA diungkap oleh Seymour Hersh melalui laporan yang dijuluki "Family Jewels", Senat Amerika Serikat membentuk Komite Terpilih Senat Amerika Serikat untuk Mengkaji Operasi Pemerintah Sehubungan dengan Kegiatan Intelijen, yang lebih dikenal dengan Komite Church, dinamai sesuai nama ketuanya, Senator Frank Church.[244][245][246] Komite Church bertugas menyelidiki seluruh tindakan tidak pantas dan melanggar hukum yang dilakukan oleh CIA dan FBI, baik di luar maupun di dalam negeri. Karena masih adanya berbagai teori tentang pembunuhan Kennedy, Komite Church kemudian membentuk subkomite yang beranggotakan Senator Richard Schweiker dan Gary Hart untuk meneliti tindakan CIA dan FBI yang berkaitan dengan pembunuhan tersebut.[247]

Dalam laporan akhirnya, Komite Church menyimpulkan bahwa tidak ditemukan bukti mengenai adanya konspirasi yang dikomandoi oleh CIA ataupun FBI.[247] Komite mengemukakan bahwa penyelidikan awal terhadap pembunuhan Kennedy dinilai "tidak memadai" dan mengkritik FBI dan CIA karena menyembunyikan informasi dari Komisi Warren. Laporan tersebut secara khusus mencatat bahwa pengetahuan tentang banyaknya upaya CIA yang gagal untuk membunuh Castro mungkin akan memengaruhi jalannya penyelidikan.[247][248] Di samping itu, Komite Church mengungkapkan bahwa CIA berkomplot dengan Mafia dalam rencana pembunuhan terhadap Castro.[247][249] Pengungkapan tersebut kembali meningkatkan perhatian publik terhadap pembunuhan Kennedy.[248]

Komite Khusus DPR Amerika Serikat untuk Pembunuhan

[sunting | sunting sumber]
A illustration shows the bullet, which had hit Kennedy a moment before, rotating and tumbling before entering Connally's skin, causing his entry wound.
HSCA sependapat dengan teori satu peluru yang dikemukakan oleh Komisi Warren. Gambar di atas mengilustrasikan lintasan peluru yang menyebabkan luka berbentuk lonjong di punggung Connally.
Kesaksian Dr. Cyril Wecht. Dari panel medis beranggotakan sembilan orang tersebut, hanya Wecht yang menolak teori Warren.[250]

Akibat makin meningkatnya keraguan publik dan kongres atas temuan Komisi Warren dan kurangnya transparansi lembaga pemerintah,[248] Komite Khusus DPR Amerika Serikat untuk Pembunuhan (HSCA) dibentuk oleh Kongres pada tahun 1976. Komite tersebut bertugas menyelidiki pembunuhan Kennedy dan Martin Luther King, Jr.[251]

HSCA melakukan penyelidikan sampai tahun 1978 dan menerbitkan laporan terakhirnya setahun kemudian. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa kemungkinan besar pembunuhan Kennedy adalah hasil konspirasi.[252] HSCA mengungkapkan adanya dugaan bahwa tembakan keempat dilepaskan dari arah guguk berumput, tetapi tembakan tersebut tidak mengenai Kennedy.[253] Berkaitan dengan dugaan konspirasi, empat dari dua belas anggota komite memiliki pendapat berbeda.[254]

HSCA juga menyimpulkan bahwa penyelidikan sebelumnya terhadap tanggung jawab Oswald bersifat "menyeluruh dan dapat diandalkan", tetapi tidak memeriksa dengan cukup kemungkinan adanya konspirasi. Komite juga menilai bahwa lembaga-lembaga federal menunjukkan tingkat kompetensi yang bervariasi.[255] Secara khusus, FBI dan CIA dikritik karena tidak membagikan informasi yang mereka miliki kepada Komisi Warren dan lembaga lainnya. Alih-alih memberikan semua informasi yang relevan, FBI dan CIA hanya menanggapi permintaan tertentu dan terkadang informasi yang diberikan kurang memadai.[256] Lebih lanjut, HSCA juga mengecam Dinas Rahasia karena tidak menganalisis dengan baik informasi yang mereka miliki menjelang pembunuhan, serta kurang siap dalam melindungi Kennedy.[254]

Alasan utama pernyataan "dugaan konspirasi" HSCA didasarkan oleh analisis akustik terhadap rekaman Dictabelt siaran kepolisian.[253][257][258] Atas saran HSCA, rekaman Dictabelt dan bukti akustik yang berkaitan dengan pembunuh kedua diperiksa ulang. Berdasarkan laporan-laporan penyelidikan dari Divisi Layanan Teknis FBI dan Komite Akademi Sains Nasional yang ditunjuk secara khusus untuk memeriksa rekaman tersebut, ditemukan bahwa "data akustik yang dapat diandalkan tidak mendukung kesimpulan adanya penembak kedua."[257] Departemen Kehakiman menyimpulkan bahwa "tidak ada bukti meyakinkan yang bisa mendukung teori konspirasi" dalam pembunuhan Kennedy.[258]

JFK Records Act dan Dewan Peninjau Arsip Pembunuhan

[sunting | sunting sumber]
A portrait of Oliver Stone
Film JFK (1991) karya Oliver Stone mendorong disahkannya "JFK Act", yang menuntut pemublikasian semua berkas rahasia.

Pada tahun 1991, film JFK karya Oliver Stone kembali membangkitkan minat publik terhadap pembunuhan Kennedy, khususnya terhadap berkas rahasia yang berkaitan dengan pembunuhan tersebut. Sebagai tanggapan, Kongres mengesahkan JFK Records Act, yang menginstruksikan Arsip Nasional untuk mengumpulkan dan merilis seluruh dokumen yang berkaitan dengan pembunuhan tersebut dalam waktu 25 tahun.[259][260][261] Undang-undang tersebut juga mengamanatkan pembentukan lembaga independen Dewan Peninjau Arsip Pembunuhan, yang bertugas meninjau kelengkapan dan kerahasiaan arsip yang diserahkan. Dari tahun 1994 sampai 1998, Dewan Peninjau Arsip Pembunuhan telah mengumpulkan dan membuka sekitar 60.000 dokumen yang terdiri atas lebih dari 4 juta halaman.[262][263]

Dalam laporannya pada tahun 1998, Dewan Peninjau Arsip Pembunuhan mengungkapkan bahwa foto-foto otak pada arsip pembunuhan kemungkinan bukanlah otak Kennedy. Otak tersebut dilaporkan mengalami kerusakan yang jauh lebih kecil daripada yang sebenarnya dialami Kennedy. Dr. Boswell membantah tuduhan tersebut.[264] Dewan Peninjau Arsip Pembunuhan juga menemukan bahwa bertentangan dengan foto-foto yang tidak menunjukkan cacat semacam itu, beberapa saksi (baik di rumah sakit Parkland maupun di tempat autopsi) mengatakan terdapat luka besar di bagian belakang kepala Kennedy.[265] Anggota Dewan Peninjau Arsip Pembunuhan, Jeremy Gunn, menekankan adanya masalah dalam pernyataan para saksi, dan menganjurkan masyarakat untuk menilai seluruh bukti dengan mempertimbangkan kesalahan manusia, bukannya menjadikan pernyataan tunggal sebagai "pembenaran" bagi suatu teori.[266]

Seluruh sisa arsip yang berkaitan dengan pembunuhan Kennedy dijadwalkan akan dirilis pada bulan Oktober 2017, dengan pengecualian dokumen yang disetujui untuk ditunda perilisannya oleh presiden berikutnya karena mengandung "bahaya yang dapat diidentifikasi ... berkaitan dengan militer, pertahanan, operasi intelijen, penegakan hukum, atau pelaksanaan hubungan luar negeri ... sedemikian seriusnya sehingga harus mengesampingkan keterbukaan demi kepentingan publik."[267][268] Presiden Donald Trump memberi pernyataan pada bulan Oktober 2017 bahwa ia tidak akan menghalangi perilisan dokumen-dokumen tersebut,[268] tetapi pada bulan April 2018—batas waktu yang ia tetapkan untuk perilisan semua arsip JFK—Trump menunda perilisan beberapa arsip sampai bulan Oktober 2021.[269][260] Presiden Joe Biden juga menunda perilisan arsip lebih lanjut dengan alasan pandemi COVID-19.[270][271] Biden akhirnya merilis 13.173 dokumen tanpa sensor atau tanpa penyuntingan pada tahun 2022.[272] Kumpulan arsip kedua dibuka untuk umum pada bulan Juni 2023, dan dengan demikian, 99 persen arsip pembunuhan Kennedy telah dibuka untuk umum.[272][273]

Tiga hari setelah memulai masa jabatan keduanya pada bulan Januari 2025, Trump menandatangani sebuah perintah eksekutif untuk mencabut status rahasia dokumen tersisa yang berkaitan dengan pembunuhan tersebut dalam 15 hari.[274] Lebih dari 60.000 dokumen dirilis dua bulan kemudian pada tanggal 18 Maret.[275][276]

Teori konspirasi

[sunting | sunting sumber]
The wooden fence on the grassy knoll
Pagar kayu di guguk berumput, yang diklaim oleh banyak teori konspirasi sebagai tempat penembak kedua berdiri.
A photo of the purported badgeman
Dalam pembesaran foto yang dipotret oleh Mary Moorman di atas, "Badge Man" konon terlihat menembakkan senjata dari arah rerumputan.[182]

Pembunuhan Kennedy dikatakan sebagai "induk dari segala konspirasi".[277] Selama beberapa dekade, hasil jajak pendapat secara konsisten menunjukkan bahwa mayoritas warga Amerika memercayai adanya konspirasi dalam pembunuhan Kennedy.[278][279] Kurang lebih 1.000 sampai 2.000 buku telah ditulis mengenai pembunuhan Kennedy, sebagian besarnya mendukung adanya konspirasi.[280] Menurut bermacam-macam teori, peran Oswald dalam pembunuhan bervariasi, mulai dari anggota komplotan sampai tidak bersalah sama sekali.[281][282] Pihak-pihak yang sering dituduh adalah FBI, CIA, militer AS,[282] Mafia,[283] kompleks militer–industri,[283] Wakil Presiden Johnson, Castro, KGB, atau gabungan di antaranya.[284] Bugliosi memperkirakan sebanyak 42 kelompok, 82 pembunuh, dan 214 orang telah dituduh dalam beragam teori pembunuhan.[285]

Para penganut teori konspirasi beranggapan bahwa terdapat lebih dari satu penembak, dan bahwa tembakan fatal terhadap Kennedy dilontarkan dari guguk berumput dan mengenai kepala Kennedy di bagian depan.[286] Orang-orang yang berada di Dealey Plaza menjadi subjek beragam spekulasi, termasuk tiga gelandangan, pria berpayung, dan orang yang diduga sebagai Badge Man.[287][288][289] Para pendukung teori konspirasi berpendapat bahwa proses autopsi dan penyelidikan resmi memiliki banyak cacat, atau bahkan ikut terlibat dalam pembunuhan,[290] dan para saksi pembunuhan Kennedy tewas secara misterius dan mencurigakan.[291]

Teori konspirasi juga didukung oleh sejumlah tokoh terkemuka, seperti L. Fletcher Prouty, Komandan Operasi Khusus bagi Kepala Staf Gabungan Amerika Serikat pada masa pemerintahan Kennedy. Ia meyakini bahwa militer dan intelijen AS berkonspirasi untuk membunuh presiden.[292] Gubernur Connally juga menyangkal teori satu peluru.[293][294] Presiden Johnson kabarnya juga meragukan temuan Komisi Warren.[295] Menurut Robert F. Kennedy Jr., ayahnya percaya bahwa Laporan Warren adalah "hasil karya yang dikerjakan dengan buruk" dan meyakini kakaknya dibunuh oleh sebuah konspirasi, yang diduga melibatkan warga eksil Kuba dan CIA.[296] Penguasa komunis seperti Castro dan pemimpin Soviet Nikita Khrushchev beranggapan bahwa Kennedy dibunuh oleh pihak sayap kanan Amerika.[297] Sementara mantan direktur CIA, R. James Woolsey, berpendapat bahwa pembunuhan Kennedy oleh Oswald adalah bagian dari konspirasi Soviet.[298]

Dampak politik dan peringatan

[sunting | sunting sumber]
A 2015 Kennedy half dollar
Kongres mengesahkan pencetakan uang logam 50 sen yang baru, yaitu setengah dolar Kennedy, pada bulan Desember 1963.[299]

Pada tanggal 27 November, lima hari setelah pembunuhan Kennedy, Presiden Johnson menyampaikan pidato "Let Us Continue" di hadapan Kongres,[300] yang pada dasarnya menjadi pidato pelantikannya.[301] Dalam pidato tersebut, Johnson bertekad meneruskan kebijakan Kennedy, terutama mengenai hak-hak sipil. Upaya tersebut diwujudkan tak lama kemudian dengan disahkannya Undang-Undang Hak Sipil 1964.[302] Ketidakjelasan seputar proses suksesi Johnson sebagai presiden mendorong lahirnya Amendemen Kedua Puluh Lima Konstitusi Amerika Serikat, yang kemudian diberlakukan pada tahun 1967. Amendemen tersebut menegaskan bahwa wakil presiden otomatis menjadi presiden setelah presiden meninggal dunia.[303]

Pada tanggal 29 November, Presiden Johnson mengeluarkan Perintah Eksekutif 11129, mengubah nama Tanjung Canaveral di Florida, nama yang telah digunakan setidaknya sejak tahun 1530, menjadi Tanjung Kennedy.[304][n] Pusat Operasi Peluncuran NASA, yang juga terletak di Florida, diubah namanya menjadi Pusat Antariksa Kennedy.[306] Pemerintah federal mengenang Kennedy dengan cara lain, misalnya mengganti uang logam setengah dolar Franklin dengan setengah dolar Kennedy,[299] dan menamai Pusat Kebudayaan Nasional Washington, D.C. dengan John F. Kennedy Center for the Performing Arts.[307] Bandar udara utama di New York City juga diubah namanya menjadi Bandar Udara Internasional John F. Kennedy.[308]

Pembunuhan Kennedy juga berakibat pada dirombaknya struktur dan prosedur Dinas Rahasia. Limosin beratap terbuka ditiadakan, jumlah staf ditingkatkan, dan tim khusus seperti satuan kontra penembak jitu dibentuk. Anggaran lembaga tersebut juga meningkat, dari $5,5 juta pada tahun 1963 (setara dengan $56.500.000 pada 2024) menjadi lebih dari $1,6 miliar pada tahun 2013.[309]

Dampak budaya dan penceritaan

[sunting | sunting sumber]
  • They say they can't believe it; It's a sacrilegious shame.
  • Now, who would want to hurt such a hero of the game?
  • But you know I predicted it; I knew he had to fall.
  • How did it happen? Hope his suffering was small.
  • Tell me every detail, for I've got to know it all,
  • And do you have a picture of the pain?

— Lagu "Crucifixion" (1966) oleh Phil Ochs [310]

Pembunuhan Kennedy menjadi yang pertama dari empat pembunuhan besar pada tahun 1960-an. Pembunuhan Kennedy terjadi dua tahun sebelum pembunuhan Malcolm X pada tahun 1965, dan lima tahun sebelum pembunuhan Martin Luther King, Jr. dan Robert F. Kennedy pada tahun 1968.[311] Bagi banyak orang, pembunuhan Kennedy menjadikannya sosok yang heroik.[312] Meski banyak pakar yang menganggap Kennedy sebagai presiden yang biasa-biasa saja,[313] jajak pendapat publik secara konsisten menobatkannya sebagai presiden paling populer setelah Perang Dunia II.[313][314]

Pembunuhan Kennedy meninggalkan kesan mendalam bagi banyak orang di seluruh dunia. Sama seperti pengeboman Pearl Harbor 1941 dan serangan 11 September 2001, pertanyaan "Di mana Anda ketika mendengar kabar pembunuhan Presiden Kennedy?" menjadi topik yang banyak diperbincangkan pada masa itu.[315][316] Wartawan Dan Rather berpendapat bahwa pembunuhan Kennedy masih akan dibicarakan orang "seratus tahun yang akan datang, seribu tahun yang akan datang, dengan cara yang sama seperti membicarakan Ilias. Orang yang berbeda membaca penceritaan Homeros tentang perang itu dan menarik kesimpulan yang berbeda, hal demikian juga akan terjadi pada peristiwa kematian Kennedy."[317]

Selain film JFK karya Oliver Stone, pembunuhan Kennedy telah digambarkan dalam sejumlah film. Film pro-konspirasi Executive Action (1973), yang ditulis oleh Dalton Trumbo, merupakan film panjang pertama yang membahas pembunuhan Kennedy.[318] Meskipun memuat konten eksplisit, para kritikus beranggapan bahwa film Zapruder, yang telah diputar dalam banyak film dan acara televisi, turut mendorong perkembangan teknik cinéma vérité dan mengilhami penggambaran kekerasan yang lebih gamblang dalam perfilman Amerika.[176][319][320][321] Berbagai karya sastra juga mengulas pembunuhan tersebut, misalnya novel Libra (1988) karangan Don DeLillo, yang mengisahkan bahwa Oswald adalah seorang agen CIA,[322] American Tabloid (1995) karangan James Ellroy,[323] dan 11/22/63 (2011), novel mengenai perjalanan waktu karangan Stephen King.[324] Pembunuhan Kennedy juga telah mengilhami sejumlah karya musik, seperti Elegy for J.F.K. (1964) karya Igor Stravinsky, dan lagu "Crucifixion" (1966) oleh Phil Ochs,[325][326] yang kabarnya membuat Robert Kennedy menangis.[326][327] Lagu lainnya termasuk "Abraham, Martin and John" (1968) dan "Murder Most Foul" (2020) oleh Bob Dylan.[328][329]

Artefak, museum, dan lokasi

[sunting | sunting sumber]
A painted white "X" marks where the spot on Elm Street where the fatal bullet hit Kennedy in Dealey Plaza
Tanda "X" di jalan raya Dealey Plaza menandai tempat peluru fatal menghantam Kennedy.[330]

Pada tahun 1993, Jawatan Taman Nasional menetapkan Dealey Plaza, bangunan di sekitarnya, jalan layang, dan sebagian sebagian dari rel kereta yang berdekatan sebagai Distrik Tengaran Bersejarah Nasional.[330] Gedung Depository dan Museum Lantai Enam, yang dikelola oleh pemerintah kota Dallas, dikunjungi oleh lebih dari 325.000 wisatawan setiap tahunnya.[331]

Pesawat Air Force One Boeing 707 yang ditumpangi Kennedy pada hari pembunuhan dipajang di Museum Nasional Angkatan Udara Amerika Serikat, sedangkan limosin Kennedy dipamerkan di Museum Henry Ford.[332] Bendosa Lincoln, tempat peti mati Kennedy disemayamkan di Capitol, saat ini dipamerkan di Capitol Visitor Center.[333] setelan jas merah jambu milik Jacqueline, rontgen autopsi, dan pakaian Presiden Kennedy yang berlumuran darah disimpan oleh Arsip Nasional, dengan akses dikendalikan oleh keluarga Kennedy. Barang-barang lain yang disimpan di Arsip Nasional meliputi peralatan Rumah Sakit Parkland, senapan, buku harian dan pistol milik Oswald, pecahan peluru, serta kaca depan limosin.[332] Badan Arsip Negara Bagian Texas menyimpan pakaian Connally yang berlubang akibat peluru, sedangkan senjata yang dipakai Ruby untuk membunuh Oswald dimiliki oleh saudara laki-laki Ruby, Earl, dan dijual pada tahun 1991 seharga $220.000 (setara dengan $405.000 pada tahun 2022).[334]

Atas perintah Robert F. Kennedy, beberapa barang yang terkait dengan pembunuhan dihancurkan. Peti mati yang membawa jenazah Kennedy dari Dallas ke Washington dibuang ke laut, karena "memamerkannya kepada publik akan sangat menyinggung dan bertentangan dengan kebijakan publik".[335]

Catatan dan referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Foto tersebut dan satu foto lainnya yang serupa dikenal sebagai "foto halaman belakang". Menurut Bugliosi, foto tersebut menjadi salah satu bukti yang paling memberatkan Oswald. Oswald mengatakan kepada kepolisian Dallas bahwa foto-foto tersebut tidak asli dan ada seseorang yang menyisipkan kepalanya.[15] Marina Oswald bersaksi bahwa ialah yang mengambil foto tersebut.[16]
  2. Pada tahun 1964, Agen KGB Yuri Nosenko membelot ke Amerika Serikat. Ia mengungkapkan bahwa intelijen Soviet mengawasi Oswald, menganggapnya tidak stabil secara mental, dan tidak memiliki hubungan dengannya.[24] Meskipun FBI memercayai Nosenko, CIA percaya bahwa ia adalah seorang mata-mata dan meyakinkan Komisi Warren agar tidak mewawancarainya.[25]
  3. Atas permintaan Oswald, ia bertemu dengan Agen Khusus FBI John Quigley saat berada dalam tahanan. Posner menyatakan hal tersebut sebagai bukti bahwa Oswald bukanlah agen pemerintah, karena dengan bertindak demikian akan "membuka kedoknya".[39]
  4. Silvia Odio bersaksi di hadapan Komisi Warren bahwa pada suatu malam di bulan September 1963, Oswald dan orang-orang Kuba yang anti-Castro mengunjungi rumahnya untuk meminta sumbangan bagi gerakan anti-Castro. Salah seorang dari mereka kemudian menelepon Odio dan mengungkapkan bahwa Oswald mengatakan akan lebih "mudah" untuk membunuh Kennedy dan hal tersebut seharusnya dilakukan setelah Invasi Teluk Babi. Vincent Bugliosi menuduh rekannya sesama ahli teori antikonspirasi seperti Gerald Posner bahwa mereka telah memutarbalikkan dan meremehkan kejadian tersebut dalam tulisan mereka, yang memberi Oswald motif kuat untuk membunuh Kennedy.[43]
  5. Jack Dougherty, satu-satunya saksi yang melihat Oswald memasuki gedung Depository pada pagi hari terjadinya pembunuhan, bersaksi di hadapan Komisi Warren bahwa ia tidak ingat pernah melihat Oswald membawa paket.[47] Bugliosi mempertanyakan keandalannya sebagai saksi. Ayah Dougherty mengatakan kepada agen FBI pada tanggal 23 November bahwa putranya "mengalami kesulitan besar dalam menyesuaikan keadaan mental dengan ucapannya".[48]
  6. Setelah tembakan pertama, saksi bernama Virgie Rachley, seorang karyawan Texas School Book Depository, melaporkan melihat percikan api di trotoar di belakang limosin presiden.[65]
  7. Seorang pelajar bernama Billy Harper kemudian menemukan pecahan tengkorak Kennedy di jalanan.[83]
  8. Para wartawan yang ada di foto tiba bersamaan dengan iring-iringan mobil yang melewati Dealey Plaza.[92]
  9. Bugliosi menjelaskan bahwa Lee Bowers Jr. tidak menyebutkan kata "kegaduhan" dalam pernyataan tertulis sebelumnya, saat Bowers diberi waktu untuk membuat daftar seluruh kejadian mencurigakan lainnya seperti mobil berstiker "Goldwater for '64" yang berputar-putar mengelilingi TKP. Selain itu, pendukung teori konspirasi Jim Moore mempertanyakan apakah Bowers bisa melihat kawasan tersebut secara langsung. Bowers mengungkapkan bahwa ia "mengirimkan [sinyal] merah" tepat setelah tembakan fatal, tetapi guguk berumput menghalanginya.[98]
  10. Tiga selongsong peluru ditemukan di lantai. Satu peluru tajam ditemukan di dalam senapan. Polisi Dallas memotret senapan tersebut secara menyeluruh sebelum membawanya.[107]
  11. Letnan Day dari Kepolisian Dallas memeriksa senjata tersebut sebelum disita oleh FBI. Dia menemukan dan memotret sidik jari di pelatuk senapan. Meskipun Day percaya bahwa sidik jari tersebut adalah jari tengah dan jari manis tangan kanan Oswald, sidik jari tersebut tidak cukup jelas untuk diidentifikasi secara pasti. Day kemudian menemukan bekas telapak tangan pada sebuah tong di bawah balok kayu. Ia mengidentifikasinya sebagai bekas telapak tangan Oswald, tetapi belum sempat memotret atau menganalisisnya lebih dalam ketika FBI menyita Carcano.[111] Di D.C., pakar sidik jari FBI, Sebastian Latona, berpendapat bahwa foto-foto dan jejak tangan yang ada "tidak cukup" untuk bisa disimpulkan. Senapan tersebut dikembalikan kepada kepolisian Dallas pada tanggal 24 November.[110] Lima hari kemudian, FBI mengidentifikasi bahwa jejak tersebut positif milik Oswald dengan memanfaatkan foto Day.[112]
  12. Pada saat pembunuhan Kennedy, sebagian besar anggota kabinet sedang bepergian ke Jepang.[129]
  13. Nix sendiri yakin bahwa tembakan berasal dari guguk berumput.[185]
  14. Pada tahun 1973, karena ketidakpuasan warga Florida terhadap perubahan nama tersebut, Gubernur Florida Reubin Askew menetapkan agar Tanjung Kennedy dikembalikan namanya menjadi Tanjung Canaveral di seluruh dokumen dan peta negara bagian. United States Board on Geographic Names menerima perubahan nama tersebut pada akhir tahun.[305]
  1. "John F. Kennedy". The White House.
  2. "John F. Kennedy: A Featured Biography". United States Senate.
  3. 1 2 Bugliosi (1998), hlm. xi.
  4. "1960 Electoral College Results". National Archives.
  5. "1960 The Cold War". John F. Kennedy Presidential Library and Museum.
  6. Sabato (2013), hlm. 422–423.
  7. Hinckle & Turner (1981), hlm. ix, 15, 18.
  8. Jones (2008), hlm. 41, 50, 94.
  9. Borger (2022)
  10. Bugliosi (2007), hlm. 13–16.
  11. Bugliosi (2008), hlm. 17–23.
  12. Warren (1964), hlm. 28.
  13. 1 2 3 4 5 Warren (1964), hlm. 40.
  14. White (1965), hlm. 3.
  15. Bugliosi (2007), hlm. 792.
  16. Bugliosi (2007), hlm. 793.
  17. Pontchartrain (2019)
  18. Warren (1964), hlm. 683.
  19. 1 2 Posner (1993), hlm. 28.
  20. Posner (1993), hlm. 17–19.
  21. Posner (1993), hlm. 32–33.
  22. Posner (1993), hlm. 32–33, 46.
  23. Posner (1993), hlm. 46–53.
  24. Posner (1993), hlm. 34–36.
  25. Posner (1993), hlm. 38–39.
  26. Warren (1964), hlm. 697.
  27. Posner (1993), hlm. 53.
  28. McMillan (1977), hlm. 64–65.
  29. 1 2 Warren (1964), hlm. 712.
  30. Warren (1964), hlm. 714.
  31. Posner (1993), hlm. 82–83, 85, 100.
  32. Summers (2013), hlm. 152–160.
  33. Warren (1964), hlm. 183.
  34. Warren (1964), hlm. 403.
  35. Posner (1993), hlm. 125–127.
  36. Warren (1964), hlm. 728–729.
  37. Summers (2013), hlm. 211.
  38. Posner (1993), hlm. 151–152.
  39. Posner (1993), hlm. 153–155.
  40. Posner (1993), hlm. 172–190.
  41. Posner (1993), hlm. 173–189.
  42. Sabato (2013), hlm. 183–185.
  43. Bugliosi (2007), hlm. xxxvii.
  44. Warren (1964), hlm. 14–15.
  45. 1 2 Bagdikian (1963), hlm. 26.
  46. Bugliosi (2007), hlm. 6, 165.
  47. Bugliosi (2007), hlm. 819.
  48. Bugliosi (2007), hlm. 820.
  49. Warren (1964), hlm. 130–135.
  50. Bugliosi (2007), hlm. 23–24.
  51. 1 2 Testimony of Kenneth hlm. O'Donnell, Warren Commission Hearings.
  52. Blaine (2011), hlm. 196.
  53. Bugliosi (2008), hlm. 25, 41.
  54. Bugliosi (2007), hlm. 29.
  55. Bugliosi (2008), hlm. 30.
  56. Bugliosi (2007), hlm. 19–20, 30–38, 49.
  57. "November 22, 1963: Death of the President". John F. Kennedy Presidential Library and Museum.
  58. Bugliosi (2008), hlm. 51.
  59. Bugliosi (2008), hlm. 56–57.
  60. Bugliosi (2008), hlm. 56, 58.
  61. McAdams (2012)
  62. Warren (1964), hlm. 110.
  63. Warren (1964), hlm. 49.
  64. Bugliosi (2008), hlm. 58–60.
  65. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 39.
  66. Bugliosi (2007), hlm. xxix, 458.
  67. HSCA Appendix to Hearings, Vol VI. hlm. 29.
  68. 1 2 3 4 Testimony of Gov. John Bowden Connally, Jr, Warren Commission Hearings.
  69. Bugliosi (2008), hlm. 61.
  70. Bugliosi (2008), hlm. 62.
  71. Warren (1964), hlm. 18–19.
  72. Stokes (1979), hlm. 41–46.
  73. Testimony of Dr. Robert Roeder Shaw, Warren Commission Hearings.
  74. Bugliosi (2008), hlm. 61–62.
  75. 1 2 Sabato (2013), hlm. 216.
  76. 1 2 Posner (1993), hlm. 335–336.
  77. Warren (1964), hlm. 85–96.
  78. 1 2 Testimony of Clyde A. Haygood, Warren Commission Hearings.
  79. Bugliosi (2008), hlm. 63–64.
  80. Warren (1964), hlm. 111–115.
  81. Bugliosi (2007), hlm. xx, 501.
  82. Testimony of Bobby W. Hargis, Warren Commission Hearings.
  83. Summers (2013), hlm. 45.
  84. Bugliosi (2007), hlm. 29.
  85. 1 2 Testimony of Clinton J. Hill, Special Agent, Secret Service, Warren Commission Hearings.
  86. Testimony of Mrs. John F. Kennedy, Warren Commission Hearings.
  87. Testimony of Mrs. John Bowden Connally, Jr, Warren Commission Hearings.
  88. Bugliosi (2007), hlm. 42.
  89. Sabato (2013), hlm. 221.
  90. Holland (2014)
  91. Testimony of James Thomas Tague, Warren Commission Hearings.
  92. Trask (1994), hlm. 38–40.
  93. 1 2 Trask (1994), hlm. 76.
  94. Summers (2013), hlm. 56–57.
  95. 1 2 3 Bugliosi (2007), hlm. 852.
  96. Summers (2013), hlm. 35.
  97. Bugliosi (2007), hlm. 898.
  98. Bugliosi (2007), hlm. 898–899.
  99. Bugliosi (2008), hlm. 80.
  100. Bugliosi (2008), hlm. 81.
  101. Testimony of Howard Brennan, Warren Commission Hearings.
  102. Bugliosi (2008), hlm. 64.
  103. Summers (2013), hlm. 62.
  104. Bugliosi (2008), hlm. 60.
  105. Bugliosi (2007), hlm. 40.
  106. Warren (1964), hlm. 645.
  107. Bugliosi (2007), hlm. 86–87.
  108. Warren (1964), hlm. 118.
  109. Warren (1964), hlm. 122.
  110. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 801.
  111. Bugliosi (2007), hlm. 800.
  112. Bugliosi (2007), hlm. 801−802.
  113. Warren (1964), hlm. 124.
  114. Warren (1964), hlm. 79.
  115. Bugliosi (2008), hlm. 110−111, 151.
  116. Bugliosi (2008), hlm. 122–124, 127.
  117. Bugliosi (2008), hlm. 93–94.
  118. Bugliosi (2007), hlm. 94–95, 101.
  119. Bugliosi (2008), hlm. 150–152.
  120. Bugliosi (2008), hlm. 153.
  121. Bugliosi (2007), hlm. 161.
  122. Bugliosi (2008), hlm. 85.
  123. "Biographical sketch of Dr. George Gregory Burkley". Arlington National Cemetery.
  124. 1 2 Huber (2007), hlm. 380–393.
  125. Bugliosi (2008), hlm. 93.
  126. "Walter Cronkite On The Assassination Of John F. Kennedy". NPR.
  127. Daniel (2007), hlm. 87, 88.
  128. 1 2 Boyd (2015), hlm. 59, 62.
  129. Ball (1982), hlm. 107.
  130. 1 2 3 Jones (2013)
  131. 1 2 3 4 Kurtz (1982), hlm. 2.
  132. 1 2 Munson (2012)
  133. 1 2 Stafford (2012)
  134. Bugliosi (2007), hlm. 110.
  135. "President Lyndon B. Johnson takes Oath of Office, 22 November 1963". John F. Kennedy Presidential Library and Museum.
  136. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 382.
  137. Associated Press (1963), hlm.. 29–31.
  138. Sabato (2013), hlm. 22.
  139. Bugliosi (2007), hlm.. 139–140.
  140. Sabato (2013), hlm. 213.
  141. Bugliosi (2007), hlm.. 137–138.
  142. "Oswald's Ghost". PBS
  143. Burkley (1963)
  144. Bugliosi (2007), p. 431.
  145. 1 2 Saner (2013)
  146. Bugliosi (2007), p. 432
  147. Kurtz (1982), p. 9.
  148. Bugliosi (2007), hlm.. 382–383.
  149. Bugliosi (2007), hlm. 384.
  150. Associated Press (1963), hlm. 36–37, 56–57, 68.
  151. The New York Times (2003), hlm. 197–201.
  152. Associated Press (1963), hlm. 40.
  153. American Heritage (1964), hlm. 52–53.
  154. "Government Offices Closed by President". The Washington Post.
  155. 1 2 White (1965), hlm. 16.
  156. NBC News (1966), hlm. 106–107, 110, 114–115, 119–123, 133–134.
  157. Neuman (2017)
  158. Hoover (1963)
  159. 1 2 White (1965), hlm. 17.
  160. Associated Press (1963), hlm. 93.
  161. 1 2 NBC News (1966), hlm. 126.
  162. Associated Press (1963), hlm. 94, 96.
  163. Spivak (1963)
  164. White (1965), hlm. 18.
  165. "President John Fitzgerald Kennedy Gravesite". Arlington National Cemetery.
  166. Fischer (2003), hlm. 206.
  167. Bugliosi (2008), hlm. 450–451.
  168. Bugliosi (2008), hlm. 451–452, 458–459.
  169. Bugliosi (2008), hlm. 465.
  170. Testimony of Jack Ruby, Warren Commission Hearings.
  171. Bugliosi (2007), hlm. 357.
  172. Bugliosi (2007), hlm. 351, 1453.
  173. Bugliosi (2007), hlm. 1019, 1484.
  174. Trask (1994), hlm. 59–61, 73.
  175. 1 2 Cosgrove (2011)
  176. 1 2 "How the JFK Zapruder film 'revolutionised' Hollywood". France24.
  177. Pasternack (2011)
  178. Bugliosi (2007), hlm. 371.
  179. Inverne (2004)
  180. Pasternack (2012)
  181. Bugliosi (1998), hlm. 291.
  182. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 885.
  183. Friedman (1963), hlm. 17.
  184. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 452.
  185. 1 2 3 Rose (2015)
  186. "George Jefferies Film". Sixth Floor Museum at Dealey Plaza.
  187. "Newly released film of JFK before assassination". Associated Press.
  188. MacAskill (2007)
  189. Bugliosi (2007), hlm. 1045.
  190. Bugliosi (2007), hlm. 886–887.
  191. Bugliosi (2007), hlm. 887.
  192. Warren (1964), hlm. 180.
  193. 1 2 3 4 Warren (1964), hlm. 180–195.
  194. 1 2 Report of Capt. J. W. Fritz, Dallas Police Department, Warren Commission Hearings.
  195. Bugliosi (2007), hlm. 113–116, 126, 123–132.
  196. Reports of Agents of the Federal Bureau of Investigation (1964), Warren Commission Hearings.
  197. Bugliosi (2007), hlm. 164–165.
  198. Pappalardo (2017)
  199. 1 2 3 Bugliosi (2007), hlm. 338.
  200. Associated Press (1963), hlm. 16.
  201. Bugliosi (2007), hlm. 338–339.
  202. Bugliosi (2007), hlm. 339.
  203. Baluch (1963)
  204. Roberts (1964)
  205. Lewis (1964), hlm. 1.
  206. Pomfret (1964), hlm. 17.
  207. Bugliosi (2007), hlm. 359.
  208. Bugliosi (2007), hlm. 454–457.
  209. Sabato (2013), hlm. 136.
  210. Bugliosi (2007), hlm. xx.
  211. Specter (2015)
  212. Bugliosi (2007), hlm. 355, 455.
  213. Bugliosi (2007), hlm. 455–456.
  214. Baker (2023)
  215. Bugliosi (2007), hlm. xxxii–xxxiii.
  216. Posner (1993), hlm. x.
  217. 'The Warren Report – Part 4 – Why Doesn't America Believe the Warren Report?". CBS.
  218. Shenon (2014)
  219. 1 2 3 Bugliosi (2007), hlm. 1347.
  220. Bugliosi (2007), hlm. 1348.
  221. Bugliosi (2007), hlm. 1348–1349.
  222. Bugliosi (2007), hlm. 1399, 1401.
  223. Bugliosi (2007), hlm. 1349.
  224. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 1351.
  225. 1 2 Bugliosi (2007), hlm. 371, 504, 1349.
  226. Lane (1991), hlm. 221.
  227. Davy (1999), hlm. 173.
  228. Kirkwood (1992), hlm. 510.
  229. Kirkwood (1968)
  230. Kirkwood (1992), hlm. 557.
  231. Kirkwood (1992), hlm. 511.
  232. Ogg (2004), hlm. 137.
  233. Ogg (2004), hlm. 139.
  234. Evica (1992), hlm. 18.
  235. Holland (2001)
  236. "Who Was Lee Harvey Oswald". PBS.
  237. Bugliosi (2007), hlm. 426–427.
  238. 1 2 3 4 Bugliosi (2007), hlm. 369.
  239. Bugliosi (2007), hlm. xix, 369.
  240. 1 2 3 "U.S. President's Commission on CIA Activities within the United States Files, [1947-74] 1975". Gerald R. Ford Presidential Library and Museum.
  241. Bugliosi (2007), hlm. 1214.
  242. 1 2 Reitzes (2013)
  243. Bugliosi (2007), hlm. 484.
  244. "Timeline of the C.I.A.'s 'Family Jewels'". The New York Times
  245. "Senate Select Committee to Study Governmental Operations with Respect to Intelligence Activities". US Senate.
  246. Bugliosi (2007), hlm. 369–370.
  247. 1 2 3 4 Bugliosi (2007), hlm. 370.
  248. 1 2 3 Kurtz (1982), hlm. 8.
  249. Sabato (2013), hlm. 548.
  250. Bugliosi (2007), hlm. 859.
  251. Stokes (1979), hlm. 9–16.
  252. Stokes (1979), hlm. 2.
  253. 1 2 Bugliosi (1998), hlm. xxii.
  254. 1 2 Stokes (1979), hlm. 483–511.
  255. Stokes (1979), hlm. 2–3.
  256. Stokes (1979), hlm. 239–261.
  257. 1 2 "Report of the Committee on Ballistic Acoustics". National Research Council.
  258. 1 2 Letter from Assistant Attorney General William F. Weld to Peter W. Rodino Jr., undated.
  259. Final Report of the Assassination Records Review Board, hlm. xxiii.
  260. 1 2 "National Archives Releases JFK Assassination Records". The National Archives.
  261. Hornaday (2021)
  262. Final Report of the Assassination Records Review Board, Chapter 4.
  263. Tunheim (2000).
  264. Lardner Jr. (1998).
  265. Stone (2013)
  266. "Clarifying the Federal Record on the Zapruder Film and the Medical and Ballistics Evidence". Federation of American Scientists.
  267. Bender (2013)
  268. 1 2 "Trump has no plan to block scheduled release of JFK records". Associated Press.
  269. Shapira (2018)
  270. Bender (2021)
  271. "Memorandum for the Heads of Executive Departments and Agencies on the Temporary Certification Regarding Disclosure of Information in Certain Records Related to the Assassination of President John F. Kennedy". The White House.
  272. 1 2 Matza (2022)
  273. Fossum (2023)
  274. Becket, Stefan. "Trump says he will release more JFK assassination files. Here's what we know about the declassification". CBS News. Diakses tanggal 12 Februari 2025.
  275. "JFK experts scour newly unsealed assassination files". BBC News. 2025-03-18. Diakses tanggal 2025-03-19.
  276. "Released JFK files reveal Social Security numbers of former staffers". ABC News. 2025-03-18. Diakses tanggal 2025-03-20.
  277. Broderick (2008), hlm. 203.
  278. "Majority in U.S. Still Believe JFK Killed in a Conspiracy: Mafia, federal government top list of potential conspirators". Gallup.
  279. Chinni (2017)
  280. Bugliosi (2007), hlm. xiv, 974.
  281. Posner (1993), hlm. ix.
  282. 1 2 Assassination Records Review Board (1998), hlm. 6.
  283. 1 2 Bugliosi (2008), hlm. xlii.
  284. Summers (2013), hlm. 238.
  285. Patterson (2013)
  286. Bugliosi (2007), hlm. 390, 1012.
  287. "Oswald Didn't Kill Kennedy". New York Magazine.
  288. Michaud (2011)
  289. Bugliosi (2007), hlm. 903–904.
  290. Bugliosi (2007), hlm. xiv, 385, 440, 1057–1059.
  291. Bugliosi (2008), hlm. 1012.
  292. Carlson (2001)
  293. Ogg (2004), hlm. 134.
  294. Posner (1993), hlm. 333.
  295. Ogg (2004), hlm. 134–135.
  296. Shenon (2023)
  297. Sabato (2013), hlm. 29–30.
  298. Russo (2021)
  299. 1 2 "Minting a Legacy: The History of the Kennedy Half Dollar". NPS.
  300. Witherspoon (1987), hlm. 531—532.
  301. Witherspoon (1987), hlm. 536.
  302. Witherspoon (1987), hlm. 536—538.
  303. Bomboy (2022)
  304. Fantova (1964), hlm. 57–58, 62.
  305. "History of Cape Canaveral" Spaceline.
  306. "History of John F. Kennedy Space Center". NASA.
  307. Robertson (1971)
  308. "JFK International Marks Major Milestones in 2013 as 50th Anniversary of Airport Renaming Approaches". Port Authority of New York and New Jersey.
  309. Naylor (2013)
  310. Trask (1994), hlm. iix.
  311. Shahidullah (2015), hlm. 94.
  312. Ball (1982), hlm. 105.
  313. 1 2 Brinkley (2013)
  314. Dugan (2013)
  315. Brinkley (2003) hlm. 186.
  316. White (1965), hlm. 6.
  317. Bugliosi (2007), hlm. xliii–xliv.
  318. Bugliosi (2007), hlm. 996.
  319. Wrone (2003), hlm. 47.
  320. Scott (2013)
  321. Cilento (2018) hlm. 149—178.
  322. Bugliosi (2007), hlm. 1356–1357; Lawson (2017); Thomas (1997)
  323. Goldstein (1995); Vollman (1995); Jordison (2019)
  324. Lawson (2011); Maslin (2011); Morris (2011)
  325. "Music: Stravinsky Leads; Composer Conducts at Philharmonic Hall". The New York Times.; Lengel; Payne (1965)
  326. 1 2 Gates (1998)
  327. Newfield (2002), hlm. 176–178.
  328. D'Angelo (2018); Margolick (2018); Paulson (2020)
  329. Dettmar (2020); Hogan (2020); Petridis (2020)
  330. 1 2 "Dealey Plaza Historic District". NPS.
  331. "Q: Why is it called The Sixth Floor Museum at Dealey Plaza?". Sixth Floor Museum at Dealey Plaza.
  332. 1 2 Keen (2009)
  333. "The Catafalque". Architect of the Capitol.
  334. "Jack Ruby's Gun Sold For $220,000". Associated Press.
  335. "Documents State JFK's Dallas Coffin Disposed At Sea". Associated Press.

Karya kutipan

[sunting | sunting sumber]

Laporan dan dokumen pemerintah

[sunting | sunting sumber]

Testimoni, barang bukti, dan dokumen Komisi Warren

[sunting | sunting sumber]

Artikel jurnal

[sunting | sunting sumber]

Situs web dan publikasi berita

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]