Lompat ke isi

Penyerangan Pearl Harbor

(Dialihkan dari Pengeboman Pearl Harbor)

Penyerangan Pearl Harbor adalah serangan militer mendadak yang dilancarkan oleh Kekaisaran Jepang terhadap Armada Pasifik Amerika Serikat di pangkalan angkatan lautnya di Pearl Harbor, Hawaii, pada 7 Desember 1941. Pada saat itu, Amerika Serikat merupakan negara netral dalam Perang Dunia II. Serangan udara terhadap Pearl Harbor, yang dilancarkan dari kapal induk, mengakibatkan Amerika Serikat mendeklarasikan perang terhadap Jepang keesokan harinya. Markas Besar Kekaisaran Jepang menyebut serangan tersebut sebagai Operasi Hawaii dan Operasi AI, serta Operasi Z selama tahap perencanaan.[13][14][15]

Serangan terhadap Pearl Harbor didahului oleh bulan-bulan negosiasi antara Amerika Serikat dan Jepang mengenai masa depan Pasifik. Permintaan Jepang meliputi agar Amarika Serikat menghentikan sanksinya terhadap Jepang, menghentikan bantuannya kepada Tiongkok dalam Perang Tiongkok–Jepang Kedua, dan mengizinkan Jepang mengakses sumber daya Hindia Belanda. Jepang mengirimkan kelompok serangan lautnya pada 26 November 1941, tepat sebelum menerima nota Hull, yang menyatakan keinginan Amerika Serikat agar Jepang menarik diri dari Tiongkok dan Indochina Prancis. Isoroku Yamamoto, komandan Armada Gabungan Jepang, merencanakan serangan sebagai serangan preventif terhadap Armada Pasifik, yang berbasis di Pearl Harbor sejak 1940 guna mencegah armada tersebut mengganggu rencana aksi Jepang di Asia Tenggara. Yamamoto berharap serangan tersebut akan memungkinkan Jepang untuk meraih keuntungan teritorial dengan cepat dan menegosiasikan perdamaian. Selain Pearl Harbor, selama lebih dari tujuh jam Jepang melancarkan serangan terkoordinasi terhadap Filipina, Guam, dan Pulau Wake yang dikuasai AS; serta terhadap Imperium Britania Raya di Malaya, Singapura, dan Hong Kong.[16]

Pasukan serangan, yang dipimpin oleh Chūichi Nagumo, memulai serangannya pada pukul 07.48 waktu Hawaii (18.18 GMT) pada tanggal 7 Desember 1941. Pangkalan tersebut diserang oleh 353 pesawat tempur, pesawat pengebom level dan tukik, serta pesawat pengebom torpedo dalam dua gelombang yang diluncurkan dari enam kapal induk. Dari delapan kapal perang AS yang hadir, semuanya rusak dan empat tenggelam. Semua kecuali Arizona kemudian diangkat kembali, dan enam di antaranya kembali beroperasi selama perang. Jepang juga menenggelamkan atau merusak tiga kapal penjelajah, tiga kapal perusak, kapal latihan anti-pesawat, dan kapal penebar ranjau. Lebih dari 180 pesawat AS dihancurkan.[17] Total 2.403 orang Amerika tewas dan 1.178 lainnya luka-luka, sementara Jepang kehilangan total 29 pesawat, lima kapal selam mini, dan 130 orang. Ketiga kapal induk AS yang berlabuh di Pearl Harbor sedang berada di laut pada saat itu, dan fasilitas pangkalan penting, termasuk penyimpanan minyak dan fasilitas perbaikan angkatan laut, tidak diserang.

Jepang mendeklarasikan perang terhadap Amerika Serikat dan Imperium Britania Raya pada hari yang sama (8 Desember di Tokyo), tetapi deklarasi tersebut baru disampaikan keesokan harinya. Pada 8 Desember, baik Britania Raya maupun AS menyatakan perang terhadap Jepang. Pada 11 Desember, meskipun tidak ada kewajiban formal berdasarkan Pakta Tripartit dengan Jepang, Jerman dan Italia masing-masing menyatakan perang terhadap Amerika Serikat, yang kemudian membalas dengan pernyataan perang terhadap Jerman dan Italia. Meskipun ada preseden historis untuk tindakan militer tanpa pemberitahuan oleh Jepang, ketidakhadiran peringatan formal dan persepsi bahwa serangan itu tidak provokatif membuat Presiden AS Franklin D. Roosevelt secara terkenal menyebut 7 Desember 1941 sebagai "tanggal yang akan dikenang dalam sejarah sebagai hari kejahatan". Serangan tersebut merupakan peristiwa paling mematikan dalam sejarah Hawaii,[18] dan serangan asing paling mematikan terhadap Amerika Serikat hingga serangan 11 September 2001.[19]

Kilas Balik

[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 26 November 1941, sebuah armada Jepang yang terdiri dari enam kapal induk, dua kapal tempur, dua penjelajah berat, satu penjelajah ringan, sembilan perusak, dan delapan tanker bergerak meninggalkan Teluk Hitokappu di Kepulauan Kuril. Armada yang dipimpin oleh Laksamana Madya Chuichi Nagumo tersebut berlayar menuju Pearl Harbor tanpa melakukan hubungan radio apa pun (radio silence).

Pada pagi hari tanggal 7 Desember 1941, ratusan pesawat pemburu, pengebom, dan pengebom-torpedo diluncurkan dari keenam kapal induk tersebut, dan mengebom pangkalan militer Amerika Serikat di kepulauan Hawaii (terbesar merupakan pangkalan udara Angkatan Darat Amerika Serikat di pangkalan militer Angkatan Udara Hickam), dan kebanyakan kapal yang berlabuh di pelabuhan Pearl, termasuk "Barisan Kapal Tempur". Hampir semua kapal terbang Amerika dimusnahkan di atas tanah; hanya beberapa pejuang berhasil lolos dan bertempur. Dua belas kapal perang dan kapal lain ditenggelamkan atau rusak, 188 kapal terbang dimusnahkan, 155 telah rusak dan 2.403 orang Amerika kehilangan nyawa mereka. Kapal perang USS Arizona meledak dan tenggelam menyebabkan 1.100 orang kehilangan jiwa, hampir separuh dari jumlah korban Amerika yang mati. Bangkai USS Arizona diabadikan menjadi tugu peringatan kepada mereka yang tewas pada hari itu, kebanyakan dari mereka terkubur di dalam kapal tersebut.

Tembakan Amerika pertama dilepaskan pada Perang Dunia II dan korban pertama serangan Pearl Harbor sebenarnya terjadi saat USS Ward menyerang dan menenggelamkan kapal selam kerdil Jepang. Terdapat lima kapal selam kerdil kelas Ko-hyoteki yang merancang untuk mentorpedo kapal Amerika Serikat saat pengeboman dimulai. Tidak satupun kapal selam tersebut berhasil kembali, dan hanya empat dari lima yang dijumpai semenjak itu. Dari sepuluh kelasi kapal selam tersebut, sembilan mati dan hanya seorang selamat, Sakamaki Kazuo, yang ditangkap; dia merupakan tahanan perang pertama yang ditangkap oleh pihak Amerika dalam Perang Dunia II.

Analisis gambar terkini oleh Institut Angkatan Laut Amerika Serikat - United States Naval Institute menunjukkan bahwa terdapat kemungkinan besar salah sebuah kapal selam kerdil telah berhasil memasuki pelabuhan, dan berhasil menembakkan torpedo ke arah missing name. Kedudukan terakhir kapal selam ini tidak diketahui.[20]

Kapal induk Jepang yang terlibat dalam serangan tersebut adalah: missing name, missing name, missing name, missing name, missing name, missing name. Semuanya memiliki sejumlah 441 kapal terbang, termasuk pesawat pemburu, pengebom-torpedo, pengebom-tukik dan pemburu-pengebom (fighter-bombers). Dari semuanya, 29 tertembak jatuh dalam pertempuran. Kapal terbang menyerang dalam dua gelombang, dan Nagumo memutuskan untuk membatalkan serangan gelombang ketiga untuk mundur.

Serangan pertama terhadap Pearl Harbor adalah pada pukul 07:53 tanggal 7 Desember, Waktu Hawai'i ataupun pukul 03:23 tanggal 8 Desember Waktu Jepang (lihat Nota Pasukan Penyerang Pearl Harbor). Militer Jepang mulai memasuki perbatasan Jajahan Baru Hong Kong pada subuh 8 Desember 1941 Diarsipkan 2007-02-26 di Wayback Machine.. Hong Kong Time adalah satu jam belakang Masa Kemenangan Jepang, dengan itu serangan pada Pearl Harbor merupakan sebagian perperangan pentas luas serangan hampir serentak dan bukannya permulaan —24 jam sebelum serangan di Asia— gambaran yang mungkin kelihatan jika sekilas melihat tanggal.

Angkatan Jepang berlayar ke arah Pearl Harbor tanpa pemberitahuan sampai saat-saat terakhir.

Tujuan serangan Pearl Harbor adalah untuk melumpuhkan Angkatan Laut Amerika Serikat di Pasifik, walaupun untuk sementara. Laksamana Isoroku Yamamoto sendiri menyatakan bahwa serangan yang berhasil sekalipun hanya memberikan setahun dua tahun kebebasan bertindak. Jepang telah terlibat dalam perperangan dengan Cina selama beberapa tahun (bermula pada tahun 1937) dan telah merampas Manchuria beberapa tahun sebelumnya. Rancangan untuk serangan Pearl Harbor untuk menyokong kelanjutan ketentaraan lanjut bermulai pada Januari 1941, dan latihan untuk misi berlangsung pada pertengahan tahun saat proyek ini dianggap layak setelah perselisihan sesama tentara laut Kekaisaran (Imperial Navy infighting).

Dua gelombang serangan dilancarkan oleh Jepang yang datang dari pelbagai arah. Radar Amerika Serikat yang mendeteksi mereka dari sejauh 200 batu terletak di bagian atas peta ini.

Duta Besar Jepang di Washington, termasuk wakil istimewa Kurusu Saburu, telah mengadakan perbincangan lanjut dengan Departemen Negara mengenai reaksi Amerika Serikat terhadap pergerakan Jepang ke Indochina pada musim panas. Hanya sebelum serangan, perutusan panjang dengan tujuan mengantarkannya dari Kedutaan ke Kantor Urusan Luar Negeri di Tokyo, dengan tujuan untuk mengantarkannya ke Sekretaris Hull beberapa saat sebelum serangan dijadwalkan bermula (contoh., 1 PM waktu Washington). Disebabkan kelewatan nyah-enkripsi dan menaip, tangan kanan Kedutaan gagal melakukannya; perutusan panjang memutuskan perundingan diantarkan lama setelah waktu yang sepatutnya, dan lama selepas serangan telah bermulai. Kelewatan penyampaian nota tersebut menambah kemarahan Amerika Serikat terhadap serangan tersebut, dan sebab utama bagi gambaran terkemuka Roosevelt sebagai "… tanggal yang akan abadi dalam kekejian". Yamamoto kelihatannya setuju; dia juga tidak gembira dengan kesalahan waktu. Dia dikatakan telah berkata, "Saya bimbang apa yang kita lakukan adalah membangunkan raksasa yang tidur dan memberikannya tekad yang dashyat", tetapi ini dikatakan petikan yang dicipta untuk film, Tora! Tora! Tora!. Walaupun petikan itu bukan disebut oleh Yamamoto, ia kelihatannya menggambarkan perasaannya mengenai serangan tersebut.

Barisan Kapal Tempur memberikan kepadatan sasaran yang menarik.

Kedua bagian perutusan akhir telah dinyah-enkripsi oleh Amerika Serikat lama sebelum Kedutaan Jepang berhasil melakukannya, dan nyah-enkripsi bagian kedua yang menyebabkan Jenderal George Marshall untuk menghantar peringatan terkenalnya ke Hawaii pada pagi — yang sebenarnya diantar oleh, penunggang sepeda perutusan Jepang kelahiran Amerika, kepada Jenderal Walter Short di Pearl Harbor beberapa jam selepas serangan berakhir (terdapat kesulitan dengan komunikasi Militer, dan kelewatan penghantaran akibat kabel perdagangan, dan entah bagaimana kehilangan tanda "PENTING" dalam penghantarannya).

Dampak jangka pendek

[sunting | sunting sumber]
Tempat penyimpanan peluru bagian depan USS Arizona meledak saat terkena bom yang dijatuhkan oleh Kusumi Tadashi.

Dari segi tujuan, strategi serangan terhadap Pearl Harbor merupakan serangan singkat dan sederhana, keberhasilan cemerlang yang melebihi mimpi terbaik penggagasnya yang jarang terjadi dalam sejarah ketentaraan di era apa pun. Disebabkan kekalahan telak di Pearl Harbor dan penjajahan lanjutan Jepang di Filipina, dalam tempo enam bulan berikutnya angkatan laut Amerika Serikat hampir gagal memainkan peranan penting dalam Panggung Perang Dunia II Asia dimana Armada Pasifik Amerika Serikat sudah hampir tidak diperhitungkan lagi kekuatannya, pihak Jepang terlepas dari kebimbangan tentang kekuasaan laut Pasifik lain. Jepang terus menjajah Asia Tenggara, seluruh barat daya Pasifik dan mengukuhkan cengkeramannya jauh ke Samudra Hindia.

Dampak jangka panjang

[sunting | sunting sumber]

Bagaimanapun, dalam jangka panjang serangan terhadap Pearl Harbor merupakan malapetaka strategis bagi Jepang. Malah Laksamana Yamamoto Isoroku, yang mencetuskan ide menyerang Pearl Harbor, telah meramalkan bahwa meskipun dengan keberhasilan menyerang Angkatan Amerika Serikat tidak akan dan tidak mampu memenangkan peperangan dengan Amerika Serikat, sebab kemampuan pendanaan Amerika terlalu besar. Salah satu tujuan Jepang adalah untuk memusnahkan tiga kapal induk Amerika Serikat yang beroperasi di Pasifik, yang justru tidak terlihat ketika serangan terjadi — Enterprise dalam perjalanan pulang, Lexington telah berlayar keluar beberapa hari sebelumnya, dan Saratoga berada di San Diego setelah kustomisasi peralatan di Galangan Angkatan Laut Puget Sound. Merusak kebanyakan kapal perang Amerika Serikat dari tugasnya, dianggap secara meluas oleh tentara Angkatan Laut dan pemerhati dunia sebagai keberhasilan cermelang bagi pihak Jepang. Kehilangan kapal perang membuat Angkatan Laut Amerika tidak mempunyai pilihan selain menitikberatkan kekuatan mereka pada kapal induk dan kapal selam yang memang kebanyakan tersisa dan ini merupakan kekuatan Angkatan Laut Amerika yang pada akhirnya menghentikan dan kemudian menahan kemajuan serangan Jepang. Kehilangan armada perang itu sebenarnya tidak terlalu krusial seperti yang diperkirakan semua orang sebelum (di Jepang) dan setelah penyerangan (di Jepang dan Amerika Serikat).

Presiden Franklin Delano Roosevelt menandatangani Deklarasi Perang terhadap Jepang pada hari berikutnya selepas serangan.

Kemungkinan yang paling penting, serangan Pearl Harbor bertindak sebagai katalisator yang menggerakkan sebuah negara untuk bertindak serta merta yang tidak mungkin dapat dilakukan oleh perkara lain. Dalam waktu semalam saja, ia menyatukan seluruh Amerika dengan tujuan berperang dan memenangkan peperangan dengan Jepang, dan kemungkinan mendorong kedudukan penyerahan tanpa syarat yang ditekankan oleh pihak Sekutu. Sebagian sejarawan percaya bahwa Jepang tetap akan kalah, tanpa memandang "seandainya" depot minyak dimusnahkan atau sekiranya kapal induk berada di pelabuhan dan ditenggelamkan.

Tindakan balasan Amerika Serikat

[sunting | sunting sumber]

Pada 8 Desember 1941, Kongres Amerika Serikat menyatakan perang atas Jepang dengan Jeannette Rankin yang merupakan orang yang satu-satunya tak setuju atas pernyataan itu. Franklin D. Roosevelt menandatangani pernyataan perang tidak lama kemudian, setelah sebelumnya menggelar pidato terkenal berjudul "hari yang akan kekal dalam keburukan." Pemerintah Amerika Serikat meneruskan pengerahan tentara, dan mulai beralih kepada ekonomi perang.

Permasalahan terkait adalah kenapa Jerman Nazi menyatakan perang atas Amerika Serikat pada 11 Desember 1941 sejurus selepas serangan Jepang. Hitler tidak perlu melakukannya di bawah syarat blok Poros, tetapi tetap melakukannya. In pastinya menggandakan kemarahan penduduk Amerika dan membenarkan Amerika Serikat untuk meningkatkan sokongannya terhadap Britania Raya, yang melewatkan sedikit tempo tindakan pembalasan Amerika atas kekalahan di Pasifik.

Kepentingan dalam sejarah

[sunting | sunting sumber]
Bullet Holes

Pertempuran ini, sebagaimana Pertempuran Lexington dan Concord, mempunyai dampak terhadap sejarah. Ia hanya mempunyai sedikit dampak militer akibat kegagalan Angkatan Laut Kekaisaran Jepang untuk menenggelamkan kapal induk Amerika Serikat, tetapi sungguhpun sekiranya kapal induk telah ditenggelamkan tidak akan membantu Jepang dalam jangka masa panjang. Serangan tersebut membuat Amerika Serikat terlibat penuh dan ekonomi pengilangan dan pelayanannya yang besar kepada Perang Dunia II, mendorong pada kekalahan blok Poros sedunia. Saat mendengar bahwa serangan atas Pearl Harbor akhirnya telah melibatkan Amerika Serikat ke dalam peperangan, Perdana Menteri Britania Raya, Winston Churchill, menulis "Dengan emosi dan penuh perasaan yang puas, saya baring ke pembaringan dan tidur dengan tidur orang yang diselamatkan dan bersyukur". (Sir Winston ChurchillThe Second World War, jilid 3, halaman 539)". Kemenangan pihak Sekutu dalam pertempuran ini dan kebangkitan Amerika Serikat sebagai kuasa besar dunia telah membentuk politik internasional sejak saat itu.

Catatan kaki

[sunting | sunting sumber]
  1. "Ships and District Craft Present at Pearl Harbor, 0800 7 December 1941", The Navy Department Library, Naval History and Heritage Command, November 13, 2020, diarsipkan dari versi aslinya tanggal November 18, 2021, diakses tanggal December 8, 2021
  2. Thiesen, William H. (December 7, 2017), "The Long Blue Line: The Attack on Pearl Harbor – "a date that will live in infamy"", Coast Guard Compass, diarsipkan dari asli tanggal December 9, 2017, diakses tanggal December 8, 2017
  3. "U.S. Coast Guard Units in Hawaii: December 7, 1941" (PDF), United States Department of Defense, 2017, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal December 9, 2017, diakses tanggal December 8, 2017
  4. Total includes missing name, missing name, and missing name.[2][3]
  5. 1 2 3 4 "Overview of The Pearl Harbor Attack, 7 December 1941", The Navy Department Library, Naval History and Heritage Command, December 2, 2020, diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 2, 2021, diakses tanggal December 8, 2021
  6. 1 2 "A Pearl Harbor Fact Sheet" Diarsipkan May 16, 2023, di Wayback Machine. United States Census Bureau
  7. "Remembering Pearl Harbor: A Pearl Harbor Fact Sheet" (PDF). www.census.gov. The National WWII Museum via United States Census Bureau.
  8. Sarmiento, Kimberly (January 17, 2017). Events That Changed the Course of History: The Story of the Attack on Pearl Harbor 75 Years Later (dalam bahasa Inggris). Atlantic Publishing Company. ISBN 978-1-62023-149-4. Only 129 Japanese soldiers were killed during that attack, and one was taken prisoner.
  9. Gilbert 2004, hlm. 272.
  10. Gailey 1997, hlm. 96: "There were 103 civilian casualties, including 68 dead."
  11. Full Pearl Harbor Casualty List, USSWestVirginia.org, diarsipkan dari versi aslinya tanggal January 17, 2013, diakses tanggal December 8, 2021
  12. Conn, Engelman & Fairchild 2000, hlm. 194.
  13. Fukudome 1955b.
  14. Goldstein & Dillon 2000, hlm. 17ff.
  15. Morison 2001, hlm. 101, 120, 250.
  16. Gill 1957, hlm. 485
  17. "Pearl Harbor attack | Date, History, Map, Casualties, Timeline, & Facts". www.britannica.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 8, 2022. Diakses tanggal April 11, 2022.
  18. "The deadliest disaster to ever happen in each state". MSN. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 25, 2023. Diakses tanggal April 25, 2023.
  19. Robertson, Albert. "Attacks on American Soil: Pearl Harbor and September 11". Digital Public Library of America. DPLA.
  20. "Salinan arsip". Diarsipkan dari asli tanggal 2006-09-30. Diakses tanggal 2006-02-26.