USS Lexington (CV-2)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
USS Lexington (CV-2) leaving San Diego on 14 October 1941 (80-G-416362).jpg
Foto Lexington dari atasu udara 14 Oktober 1941
Karier (Amerika Serikat)
Nama: USS Lexington
Asal nama: Pertempuran Lexington
Dipesan:
  • 1916 (kapal penjelajah tempur)
  • 1922 (kapal induk)
Pembangun: Fore River Ship and Engine Building Co., Quincy, Massachusetts
Pasang lunas: 8 Januari 1921
Diluncurkan: 3 Oktober 1925
Dibaptis: Mrs. Theodore Douglas Robinson
Mulai berlayar: 14 Desember 1927
Reklasifikasi: Menjadi kapal induk pada 1 Juli 1922
Mogok: 24 Juni 1942
Identifikasi: Nomor lambung: CC-1, kemudian CV-2
Julukan: "Lady Lex", "Gray Lady"
Nasib: Tenggelam saat Pertempuran Laut Koral pada 8 Mei 1942
Catatan: Bangkainya ditemukan pada 4 Maret 2018

USS Lexington (CV-2), (Julukan: "Lady Lex"),[1] merupakan kapal induk yang dibangun untuk Angkatan Laut Amerika Serikat pada tahun 1921. Ia awalnya didesain sebagai kapal penjelajah tempur sebelum Traktat Angkatan Laut Washington mengubah dirinya menjadi kapal induk, sehingga pada 1925 ia baru selesai dibangun dan diperkenalkan, ditugaskan pada 1928 bersama Saratoga di area Pasifik. Julukannya adalah Lady Lex. Keduanya pula menjadi tulang punggung bagi Angkatan Laut Amerika Serikat kala itu dengan rancangan strategi untuk serangan dari kapal induk, latihan para pilot serta simulasi perang.

Pra Perang Dunia 2[sunting | sunting sumber]

Selama periode antarperang, dan berkat propeler turbo elektrik yang kala itu amat canggih, ia menolong Tacoma, Washington dari kekeringan parah dengan suplai listriknya dari tahun 1929 sampau 1930. Tahun 1931, ia menuju Managua, Nikaragua yang dilanda gempa bumi.

Perang Dunia 2[sunting | sunting sumber]

Saat Perang Pasifik pecah, Lady Lex membawa sejumlah pesawat pemburu menuju Kepulauan Midway. Berbagai misi pun sempat akan dijalankan, tetapi keraguan komando Angkatan Laut Amerika Serikat ditambah dengan kemajuan Jepang yang impresif, hilangnya Kepulauan Wake dan sejumlah gugus pulau lainnya dan kekuatan Jepang yang masih terlalu kuat, memaksa dirinya harus bersabar.

Namun akhirnya di area Laut Koral, ia bersama dengan Saratoga sukses mengagalkan misi transpor Jepang beserta pengebom yang berusaha menyerangnya meski pesawat pengintai musuh sempat mengetahui posisinya. Lady Lex menuju ke Pearl Harbour guna disuplai kembali.

Nasib[sunting | sunting sumber]

Misi terakhirnya adalah Operasi MO yaitu invasi terhadap Port Moresby, Papua Nugini oleh Jepang. 2 kapal induk berusaha mencegatnya. Hasilnya mengejutkan, kapal induk Shōhō tenggelam pada 7 Mei. Esoknya, Pesawat dari Lady Lex dan Yorktown merusakberatkan Shōkaku, tetapi lawannya juga mampu merusak Lady Lex. Kebocoran oli menyebabkan ledakan hebat beserta kebakaran yang kian membesar. Dirinya harus sengja ditenggelamkan oleh kapal perusak Amerika Serikat untuk mencegahnya diambil oleh Jepang pada 8 Mei.

2 bom dan 2 torpedo ditambah dengan ledakan yang masif sudah cukup untuk menenggelamkan sang Lady Lex, kekalahan yang sangat telak bagi Amerika Serikat dan kejutan bagi Jepang (sekaligus menjadi kapal yang pertama tenggelam dari kubu Amerika Serikat). Namun, setidaknya adiknya, Saratoga dapat bertahan hingga dirinya dijadikan korban keganasan oleh negaranya sendiri..

Penemuan bangkai kapal[sunting | sunting sumber]

Pada 4 Maret 2018, kapal penelitian RV Petrel menemukan bangkai kapal Lexington selama ekspedisi menuju Laut Karang yang dipimpin oleh Paul Allen. Bangkai kapal terletak pada 2 mile (3 km) di bawah permukaan dan 430 nautical mile (800 km) dari tepi pantai Queensland.[2][3][4] Sebuah kendaraan bawah laut yang dikendalikan dengan pengendali jarak jauh mengonfirmasi identitas bangkai kapal tersebut dengan menemukan plang nama di buritan. Bangkai kapal itu terpecah menjadi tiga bagian, dengan posisi bagian utama berdiri tegak. Bagian haluan dan buritannya terletak satu mil ke arah barat, dan berseberangan satu sama lain, dengan jembatan yang terbentang di antara bagian-bagian haluan dan buritan. Pesawat-pesawat terbangnya terletak jauh ke barat, semuanya dalam keadaan yang baik. Pesawat tersebut terdiri dari tujuh Devastator, tiga Dauntless, dan sebuah Wildcat.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Groom, hlm. 203
  2. ^ "USS Lexington: Lost WW2 aircraft carrier found after 76 years". BBC News. 6 March 2018. Diakses tanggal 6 March 2018. 
  3. ^ "VIDEO: Billionaire Paul Allen Finds Lost World War II Carrier USS Lexington". USNI News. 5 March 2018. 
  4. ^ "Wreck of Aircraft Carrier USS Lexington Located in Coral Sea After 76 Years". PaulAllen.com. 5 March 2018. Diakses tanggal 6 March 2018. 
  5. ^ LaGrone, Sam (5 March 2018). "Billionaire Paul Allen Finds Lost World War II Carrier USS Lexington", USNI News, United States Naval Institute.

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Anderson, Richard M.; Baker, Arthur D. III (1977). "CV-2 Lex and CV-3 Sara". Warship International. Toledo, OH: International Naval Research Organization. XIV (4): 291–328. ISSN 0043-0374. 
  • Brown, J. D. (2009). Carrier Operations in World War II. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBN 978-1-59114-108-2. 
  • Friedman, Norman (1983). U.S. Aircraft Carriers: An Illustrated Design History. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBN 0-87021-739-9.  (Google Books link)
  • Friedman, Norman (1984). U.S. Cruisers: An Illustrated Design History. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBN 0-87021-718-6. 
  • Groom, Winston (2005). 1942: The Year That Tried Men's Souls. New York: Atlantic Monthly Press. ISBN 0-87113-889-1. 
  • Herts, Dylan. Fleet Problem XIII & Grand Joint Exercise No. 4: Reconsidering Aircraft Carrier Doctrine. 
  • James, Robert (2003). "Afterword: A Clean Sweep". Dalam Heinlein, Robert A. For Us, The Living: A Comedy of Customs. New York: Scribner. ISBN 0-7432-6157-7. 
  • Johnston, Stanley (1942). Queen of the Flat-Tops: The U.S.S. Lexington and the Coral Sea Battle. New York: E. P. Dutton. OCLC 560099. 
  • Lundstrom, John B. (2006). Black Shoe Carrier Admiral: Frank Jack Fletcher at Coral Sea, Midway, and Guadalcanal. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBN 1-59114-475-2. 
  • Lundstrom, John B. (2005). The First Team: Pacific Naval Air Combat from Pearl Harbor to Midway. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBN 1-59114-471-X. 
  • Nofi, Albert A. (2010). To Train the Fleet for War: The U.S. Navy Fleet Problems. Naval War College Historical Monograph. 18. Newport, Rhode Island: Naval War College Press. ISBN 978-1-884733-69-7. 
  • Patterson, William H. (2010). Robert A. Heinlein: In Dialogue with His Century. Volume 1, 1907–1948 Learning Curve. New York: Tom Doherty Associates Book. ISBN 978-0-7653-1960-9. 
  • Polmar, Norman; Genda, Minoru (2006). Aircraft Carriers: A History of Carrier Aviation and Its Influence on World Events. Volume 1, 1909–1945. Washington, D.C.: Potomac Books. ISBN 1-57488-663-0. 
  • Prange, Gordon W.; in collaboration with Donald M. Goldstein and Katherine V. Dillon (1981). At Dawn We Slept: The Untold Story of Pearl Harbor. New York: McGraw-Hill. ISBN 0-07-050669-8. 
  • Stern, Robert C. (1993). The Lexington Class Carriers. Annapolis, Maryland: Naval Institute Press. ISBN 1-55750-503-9. 
  • Stille, Mark (2009). The Coral Sea 1942: The First Carrier Battle. Campaign. 214. Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 978-1-84908-106-1. 
  • Stille, Mark (2005). US Navy Aircraft Carriers 1922–1945: Prewar Classes. New Vanguard. 114. Oxford, UK: Osprey Publishing. ISBN 1-84176-890-1. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]