Laksamana Madya

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pangkat Laksamana Madya di TNI AL

Laksamana Madya (sering disingkat Laksdya) merupakan pangkat perwira tinggi di TNI Angkatan Laut yang setingkat lebih tinggi daripada Laksamana Muda, dan setingkat lebih rendah daripada Laksamana, setara dengan Letnan Jenderal di TNI Angkatan Darat dan Marsekal Madya di TNI Angkatan Udara. Sedangkan penamaan pangkat untuk perwira tinggi TNI AL satuan Korps Marinir menggunakan istilah pangkat seperti TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal Marinir. Pangkat ini ditandai dengan pemakaian tiga bintang emas di pundak. [1]

Orang terkenal[sunting | sunting sumber]

Salah satu penyandang pangkat ini yang terkenal adalah Yos Soedarso yang gugur dalam pertempuran Laut Aru melawan armada Angkatan Laut Belanda pada 13 Januari 1962 dalam upaya perebutan Irian Barat.

Penyandang Jenderal Bintang Tiga TNI[sunting | sunting sumber]

TNI Angkatan Laut

  1. Wakasal: Laksdya TNI Ahmadi Heri Purwono, S.E., M.M.
  2. Kabakamla: Laksdya TNI Aan Kurnia, S.Sos.
  3. Pangkogabwilhan I: Laksdya TNI I Nyoman Gede Ariawan, S.E, M.M
  4. Irjen TNI: Letjen TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han).
  5. Rektor Unhan: Laksdya TNI Dr. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D.
  6. Sesjen Wantannas: Laksdya TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., S.Pi., M.H.

Perwira Tinggi Marinir Bintang Tiga[sunting | sunting sumber]

Berikut daftar perwira tinggi bintang tiga Korps Marinir

  1. Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin
  2. Letnan Jenderal KKO Hartono
  3. Letnan Jenderal KKO Moekijat
  4. Letnan Jenderal KKO Kahpi Suriadiredja
  5. Letnan Jenderal TNI (Mar) Suharto
  6. Letnan Jenderal TNI (Mar) Safzen Noerdin
  7. Letnan Jenderal TNI (Mar) Nono Sampono
  8. Letnan Jenderal TNI (Mar) Muhammad Alfan Baharudin
  9. Letnan Jenderal TNI (Mar) R.M. Trusono
  10. Letnan Jenderal TNI (Mar) Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han).

Pangkat yang setara di negara lain[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 1994. ISBN 979-407-182-X.