Nasrul Abit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Nasrul Abit
Nasrul Abit 2016.jpg
Wakil Gubernur Sumatera Barat ke-8
Mulai menjabat
12 Februari 2016
PresidenJoko Widodo
GubernurIrwan Prayitno
PendahuluMuslim Kasim
Bupati Pesisir Selatan
Masa jabatan
17 September 2005 – 17 September 2015
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
GubernurGamawan Fauzi
Marlis Rahman
Irwan Prayitno
Reydonnyzar Moenek (Pj.)
WakilSyafrizal Ucok
Editiawarman
PendahuluDarizal Basir
PenggantiDrs. Alwis (Pj.)
Wakil Bupati Pesisir Selatan ke-1
Masa jabatan
17 September 2000 – 17 September 2005
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
GubernurZainal Bakar
Thamrin (Pj.)
Gamawan Fauzi
Pendahulutidak ada, jabatan baru
PenggantiSyafrizal Ucok
Informasi pribadi
Lahir24 Desember 1954 (umur 64)
Bendera Indonesia Air Haji, Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Sumatra Barat
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Partai politikPartai Gerindra
PasanganWartawati
AnakNia Widyanti
Denis Saputra
Nasta Oktavian

Drs. H. Nasrul Abit gelar Datuk Malintang Panai (lahir di Air Haji, Linggo Sari Baganti, Pesisir Selatan, Sumatra Barat, 24 Desember 1954; umur 64 tahun) adalah Wakil Gubernur Sumatera Barat periode 2016-2021 yang dilantik pada 12 Februari 2016.[1] Sebelumnya, ia menjabat Bupati Pesisir Selatan, Sumatera Barat periode 2005-2015[2] dan Wakil Bupati Pesisir Selatan 2000-2005. Pada Pilgub Sumbar 2015, dia terpilih menjadi Wakil Gubernur Sumatera Barat berpasangan dengan Gubernur Irwan Prayitno.

Saat pencalonannya sebagai wakil gubernur pada 2015, ia awalnya ditolak oleh pengurus Partai Gerindra di tingkat kabupaten/kota se-Sumbar.[3][4] Dalam proses penjaringan nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur oleh panitia seleksi, nama Nasrul Abit tidak pernah diusulkan oleh pengurus di daerah, tapi direkomendasikan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).[5] Pada 8 September 2015, Ketua Panitia Seleksi Gerindra Zulkifli Jailani melayangkan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Padang.[6] Kasus ini selesai setelah Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar Desrio Putra meminta Zulkifli menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik atau terancam dipecat.[7][8]

Pada 17 Juli 2017, Nasrul Abit mulai menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Sumbar.[9]

Konflik partai[sunting | sunting sumber]

Pada 19 Juli 2018, Nasrul menghadapi perlawanan dari pengurus daerah Partai Gerindra sekiatan proses pendaftaran nama bakal calon anggota legislatif (bacaleg) untuk pemilu 2019. Sejumlah kader melakukan aksi di Kantor DPD Gerindra Sumbar karena kecewa ada sejumlah nama yang tidak masuk dalam daftar bacaleg.[10] Mereka menuntut Nasrul untuk mundur dari Ketua DPD Partai Gerindra Sumbar karena menduga ada kecurangan yang dilakukan internal DPD Gerindra Sumbar dalam menetapkan daftar calon sementara (DCS) dan nomor urut bacaleg Gerindra.[11][12]

Riwayat Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  • SD - Air Haji (tamat tahun 1969)
  • SLTP / ST - Balai Selasa (tamat tahun 1972)
  • SLTA / STM - Padang (tamat tahun 1975)
  • Diploma II AAN Bandar Lampung (tamat tahun 1986)
  • Sarjana Universitas Bandar Lampung (tamat tahun 1989)

Riwayat Pekerjaan[sunting | sunting sumber]

  • Staf Subag Umum Kanwil Depkes Provinsi Bandar Lampung (1977-1991)
  • Asisten Teknis Proyek Peningkatan RSU Prov Lampung (1990-1995)
  • Kasubag Perlengkapan Kanwil Depkes Prov Lampung (1991-1995)
  • Pimbagpro Prasarana Fisik Fasilitas Kerja Kanwil Depkes Prov Lampung (1997-1999)
  • Pjs Kasubag Umum Kanwil Depkes Prov Lampung (1999)
  • Kabag Tata Usaha Kanwil Depkes Prov Lampung (1999-2000)
  • Wakil Bupati Pesisir Selatan (2000-2005)
  • Bupati Pesisir Selatan (2005-2015)
  • Wakil Gubernur Sumatra Barat (2016-sekarang)

Riwayat Organisasi[sunting | sunting sumber]

  • Ketua DPD Partai Gerindra Sumatra Barat[13] (sejak 17 Juli 2017)

Galeri foto[sunting | sunting sumber]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Sebelum Dilantik, Kepala Daerah Terpilih Jalan Kaki Bersama Jokowi Situs Resmi Kementerian Dalam Negeri. 12 Februari 2016. Diakses 19 Februari 2016.
  2. ^ "Profil Bupati dan Wakil Bupati" Situs Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah. Diakses 18 Agustus 2015.
  3. ^ "Pansel Gerindra Sumbar PTUN-kan DPP". www.harianhaluan.com. Diakses tanggal 2019-05-15. 
  4. ^ "Pansel Penjaringan Balon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar Gugat SK DPP Gerindra". Sumbarsatu (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-15. 
  5. ^ "Kader Gerindra Gugat Prabowo dan Fadli Zon ke Pengadilan". Portal Berita Singgalang. 2015-09-10. Diakses tanggal 2019-05-15. 
  6. ^ "Di Padang, Kader Gerindra Gugat Prabowo Subianto". Republika Online. 2015-09-10. Diakses tanggal 2019-05-15. 
  7. ^ "Suir Syam, Darmawi dan Zulkifli Terancam Dipecat". Portal Berita Singgalang. 2015-09-14. Diakses tanggal 2019-05-15. 
  8. ^ "Mantan ketua pansel cagub Gerindra gugat Prabowo & Fadli Zon - Piala Dunia". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-15. 
  9. ^ Adek, Indra (2017-04-17). "Nasrul Abit Diberi Mandat Sebagai Ketua DPD Gerindra Sumbar". Semangat News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-13. 
  10. ^ "Sejumlah Massa Seruduk Kantor DPD Gerindra Sumbar". www.harianhaluan.com. Diakses tanggal 2019-05-13. 
  11. ^ JawaPos.com (2018-07-19). "Ketua dan Sekretaris Gerindra Sumbar Diminta Segera Mundur". JawaPos.com. Diakses tanggal 2019-05-13. 
  12. ^ Eri; Eri, i; i (2018-07-19). "Dituntut Kader Gerindra Mundur, Nasrul Abit Ngaku Siap Saja". Top Satu. Diakses tanggal 2019-05-13. 
  13. ^ http://news.klikpositif.com/baca/13189/nasrul-abit-resmi-menjadi-ketua-dpd-gerindra-sumbar

Pranala luar[sunting | sunting sumber]