Universitas Hasanuddin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Universitas Hasanuddin
Logo Unhas.jpg
Didirikan 10 September 1956
Jenis Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum
Rektor Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu M.A
Staf akademik 16 fakultas
Jumlah mahasiswa 30.000 orang
Lokasi Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Kampus Tamalanrea & Gowa
Warna Merah
Julukan Kampus Merah
Situs web www.unhas.ac.id

Universitas Hasanuddin, yang kemudian disingkat Unhas, merupakan sebuah perguruan tinggi negeri di kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia, yang berdiri pada 10 September 1956.

Perguruan tinggi ini semula merupakan pengembangan dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ketika Bung Hatta masih menjadi Wakil Presiden. Kampus Unhas semula dibangun di Baraya atau Kampus Baraya.

Namun, awal tahun 1980-an, ketika Rektor dijabat Prof. Dr. Ahmad Amiruddin, Kampus Unhas dipindahkan ke Tamalanrea, karena Kampus Baraya sudah berada di tengah kota.

Kini Kampus Unhas menempati areal seluas 220 hektare di Tamalanrea dengan berbagai fasilitas. Sejak akhir tahun 2006, Fakultas di Universitas hasanuddin bertambah 1 yang merupakan pemekaran dari Fakultas Pertanian dan Kehutanan yaitu Fakultas Kehutanan.

Saat ini telah dikembangkan kampus baru UNHAS yang dikhususkan untuk Fakultas Teknik, yang terletak di bekas pabrik kertas Gowa di Kabupaten Gowa. Kampus baru ini mulai dipergunakan sejak tahun 2006 walaupun masih dalam tahap renovasi dan pembangunan gedung dan pengadaan fasilitas.

Pada tahun ini, Universitas Hasanuddin memasuki tantangan sekaligus harapan yang baru, pasalnya UNHAS mulai menjalankan penuh statusnya sebagai Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH) yang sebelumnya sejak tahun lalu UNHAS telah menguji coba sistem tersebut yang sudah diamanahkan Pemerintah bersama belasan PTN lainnya[1].

Sejarah Singkat[sunting | sunting sumber]

Mengawali berdirinya Universitas Hasanuddin secara resmi pada tahun 1956, di kota Makassar pada tahun 1947 telah berdiri Fakultas Ekonomi yang merupakan cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta berdasarkan keputusan Letnan Jenderal Gubernur Pemerintah Hindia Belanda Nomor 127 tanggal 23 Juli 1947. Karena ketidakpastian yang berlarut-larut dan kekacauan di Makassar dan sekitarnya maka fakultas yang dipimpin oleh Drs L.A. Enthoven (Direktur) ini dibekukan dan baru dibuka kembali sebagai cabang Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada 7 Oktober 1953 di bawah pimpinan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk. Fakultas Ekonomi benar-benar hidup sebagai cikal bakal Universitas Hasanuddin setelah dipimpin acting ketua Prof. Drs. Wolhoff dan sekretarisnya Drs. Mohammad Baga pada tanggal 1 September 1956 sampai diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Sebelumnya saat Universitas Hasanuddin sedang dipersiapkan untuk didirikan, berlangsung rapat-rapat yang dihadiri oleh kalangan cendekiawan Sulawesi salah satunya Drs. H. La Ode Manarfa. Beliau adalah seorang Putra Sri Sultan Buton XXXVIII La Ode Falihi yang baru saja menyelesaikan pendidikan sarjananya dari Universitas Leiden Belanda. Saat itu Drs. H. La Ode Manarfa mengusulkan agar Universitas Hasanuddin mengadopsi simbol Ayam Jantan dalam logo yang hendak dirumuskan. Hal ini didasari oleh ingatan Ayam Jantan yang lekat dengan Sultan Hasanuddin dari Kesultanan Gowa, gagah berani menghadapi Belanda layaknya Ayam Jago yang tidak pernah gentar terhadap lawannya. Hingga kemudian pihak Universitas Hasanuddin menyetujui dan mengadakan sayembara, maka dibuatlah logo Universitas Hasanuddin seperti yang dikenal saat ini.

Di saat terjadinya stagnasi Fakultas Ekonomi pada akhir tahun 1950, Nuruddin Sahadat, Prof. Drs. G.J. Wolhoff, Mr. Tjia Kok Tjiang, J.E. Tatengkeng dan kawan-kawan mempersiapkan pendirian Fakultas Hukum swasta. Jerih payah mereka melahirkan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading yang di bawah ketuanya Prof. Drs. G.J. Wolhoff tetap berusaha mewujudkan universitas negeri sampai terbentuknya Panitia Pejuang Universitas Negeri di bulan Maret 1950. Jalan yang ditempuh untuk mewujudkan universitas didahului dengan membuka Fakultas Hukum dan Pengetahuan Masyarakat cabang Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) yang resmi didirikan tanggal 3 Maret 1952 dengan Dekan pertama Prof. Mr. Djokosoetono yang juga sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI). Dilandasi semangat kerja yang tinggi, kemandirian dan pengabdian, Fakultas Hukum yang dipimpin Prof. Dr. Mr. C. de Heern dan dilanjutkan Prof. Drs. G.H.M. Riekerk, dalam kurun waktu empat tahun mampu memisahkan diri dari Universitas Indonesia dengan keluarnya PP no. 23 tahun 1956 tertanggal 10 September 1956.

Langkah usaha Yayasan Balai Perguruan Tinggi Sawerigading untuk membentuk Fakultas Kedokteran terwujud dengan tercapainya kesepakatan antara pihak Yayasan dengan Kementerian PP dan K yang ditetapkan dalam rapat Dewan Menteri tanggal 22 Oktober 1953. Berdasarkan ketetapan tersebut dibentuklah Panitia Persiapan Fakultas Kedokteran di Makassar yang diketuai Syamsuddin Daeng Mangawing dengan Muhammad Rasyid Daeng Sirua sebagai sekretaris dan anggota-anggotanya yaitu J.E. Tatengkeng, Andi Patiwiri dan Sampara Daeng Lili. Pada tanggal 28 Januari 1956, Menteri P dan K Prof. Mr. R. Soewandi meresmikan Fakultas Kedokteran Makassar yang kelak berubah menjadi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin seiring dengan diresmikannya Universitas Hasanuddin pada tanggal 10 September 1956.

Perjuangan dan tekad masyarakat Sulawesi Selatan untuk melahirkan putra bangsa yang berpengalaman teknik mencapai keberhasilannya ketika menteri P dan K RI mengeluarkan SK No. 88130/S tertanggal 8 September 1960 perihal peresmian Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang diketuai lr. J. Pongrekun dan sekretaris lr. Ramli Cambari Saka dengan tiga departemen Sipil, Mesin dan Perkapalan. Pada tahun 1963 menyusul terbentuk Departemen Elektronika dan Arsitektur dan lengkaplah Fakultas Teknik sebagai fakultas yang ke-4.

Mendahului SK Menteri PP dan K tanggal 3 Desember 1960 No. 102248/UU/1960 perihal Pembentukan Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin, telah terjadi “peleburan” beberapa unit Program Kursus B.1 dari Yayasan Perguruan Tinggi Makassar ke Universitas Hasanuddin. Yayasan yang diketuai oleh Syamsuddin Dg Mangawing beranggotakan antara lain Prof. G.J. Wolhoff ini adalah pecahan Universitas Sawerigading yang dipimpin oleh Nuruddin Sahadat. Peristiwa “peleburan” Program Kursus B.1 Paedagogik, Sastra Timur dan Sastra Barat ke UNHAS pada tanggal 2 Nopember 1959 tersebut menjadi cikal bakal Fakultas Sastra yang secara resmi terbentuk sesuai SK menteri PP dan K tanggal 3 Nopember 1960.

Menyusul “kelahiran” Fakultas Sastra, lahirlah Fakultas yang ke - 6 yakni Fakultas Sosial Politik sesuai dengan SK Menteri P & K tertanggal 30 Januari 1961 No. A. 4692/U.U.41961, berlaku mulai 1 Februari 1961. Pada awalnya fakultas ini merupakan Perguruan Tinggi Swasta yang bernama Fakultas Tata Praja Universitas 17 Agustus 1945 yang didirikan oleh Mr. Tjia Kok Tjiang yang kelak setelah penegeriannya menjadi pimpinan fakultas didampingi Mr. Sukamto sebagai sekretaris. Pada tanggal 15 Nopember 1962 Mr. Sukamto diangkat sebagai Dekan dan Abdullah Amu menjadi Sekretaris.

Pada masa kepemimpinan Rektor A. Amiruddin berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0266/Q/1977 tanggal 16 Juli 1977 Fakultas Sastra diintegrasikan ke dalam Fakultas limu Sosial Budaya bersama Fakultas Ilmu Sosial Politik dan Fakultas Ekonomi. Hal yang sama juga terjadi atas Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA yang diintegrasikan menjadi Fakultas Sains dan Teknologi terkecuali Fakultas Hukum yang tidak “rela” berintegrasi dengan Fakultas Ilmu - ilmu Sosial Budaya. Berselang enam tahun kemudian yakni pada tahun 1983 pengintegrasian ini dicabut dengan keluamya PP No. 5 Tahun 1980 yang disusul dengan SK Presiden RI No. 68 Tahun 1982.

Melalui kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dan atas permintaan Rektor Prof. Arnold Mononutu terbentuklah Panitia Persiapan Pendirian Fakultas Pertanian yang beranggotakan Prof. Dr. A. Azis Ressang, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan IPB dan lr Fachrudin, asisten Akhli Fakultas Pertanian IPB. Kerjasama Prof. Ressang dkk dengan Fakultas Pertanian Universitas Indonesia dan IPB membuahkan SK Menteri PTIP RI Prof. Dr. lr. Toyib Hadiwidjaya tertanggal 17 Agustus 1962 dan secara resmi Fakultas Pertanian menjadi fakultas yang ke-7 dalam lingkungan Universitas Hasanuddin.

Gubernur Andi Pangerang Petta Rani dalam rapat tanggal 11 Maret 1963 menunjuk lr. Aminuddin Ressang sebagai ketua sub - panitia kerja Pembentukan Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (FIPIA) resmi terbentuk berdasar surat kawat Menteri PTIP tanggal 8 Agustus 1963 No. 59 1 BM/PTIP/63 disusul SK Menteri No. 102 Tahun 1963 berlaku Tanggal 17 Agustus 1963. Pada tahun 1963 dibentuk Panitia Pendiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan di Makassar yang diketuai Syamsuddin Dg Mangawing dengan anggota Andi Pangerang Petta Rani, Drh. A. Dahlan dan Andi Patiwiri. Pada tanggal 10 Oktober 1963 berdiri Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan (FKHP) yang berstatus swasta didekani oleh Drh. Achmad Dahlan dengan Pembantu Dekan I, II masing - masing Drh. Muh. Gaus Siregar dan Andi Baso Ronda, B. Agr.Sc. Terhitung mulai tanggal 1 Mei 1964 fakultas swasta tersebut dinegerikan menjadi Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin meialui SK Menteri PTIP No. 37 11964 Tanggal 4 Mei 1964.

Pendidikan Dokter Gigi berdiri pada tanggal 23 Januari 1969 sebagai hasil kerjasama antara Universitas dengan TNI - AL sebagai hasif rintisan Laksamana Mursalim Dg Mamanggun, S.H. , Rektor Unhas Let.Kolonel Dr. M. Natsir Said, S.H. serta Drg. Halima Dg Sikati dan diberi nama Institut Kedokteran Gigi Yos Sudarso. Pada tahun 1970 lnstitut ini resmi menjadi Jurusan Kedokteran Gigi Universitas Hasanuddin dan selanjutnya menjadi Fakultas Kedokteran Gigi Unhas pada tahun 1983. Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) didirikan pada tangggal 5 Nopember 1982 yang pada awalnya menerima mahasiswa tamatan Diploma Tiga Kesehatan dan nanti pada tahun 1987 FKM Unhas menerima tamatan SMA. FKM merupakan fakultas yang ke-11 dalam lingkungan Unhas.

Sebagai realisasi dari pengembangan Pola Ilmiah Pokok (PIP) yang menjadi rujukan orientasi lembaga pendidikan tinggi di Indonesia, maka pada tahun 1988 UNHAS secara resmi membuka program Studi Ilmu Kelautan dengan SK Dirjen Dikti No.19/Dikti/Kep/1988, tanggal 16 Juni 1988. Pada awalnya karena belum ada wadah yang tepat program tersebut berstatus lintas fakultas dan langsung dibawahi rektor. Mengingat sifatnya yang berorientasi kelautan, program ini pada akhirnya dibentuk menjadi Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan dengan menggabungkan jurusan Perikanan ke dalamnya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.036/0/1996, tanggal 29 Januari 1996.

Pada Dies Natalis yang ke - 25, 17 September 1981 Presiden RI Soeharto meresmikan Kampus Tamalanrea yang pada awalnya dirancang oleh Paddock Inc., Massachustts, AS dan dibangun oleh OD 205, Belanda yang bekerjasama dengan PT. Sangkuriang Bandung di atas tanah seluas 220 Ha.

Jalur seleksi penerimaan[sunting | sunting sumber]

Universitas Hasanuddin memiliki 3 jalur seleksi penerimaan mahasiswa baru, yaitu:

Jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri)[sunting | sunting sumber]

SNMPTN adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa tanpa ujian tulis. Hanya dapat diikuti oleh siswa kelas 12 yang akan mengikuti Ujian Nasional pada tahun itu. Dilaksanakan secara nasional berdasarkan prestasi akademik sesuai ketentuan SNMPTN. Pada tahun 2016, kuota yang disediakan minimal 40%. Pada tahun 2017, kuota yang disediakan untuk Jalur SNMPTN dikurangi, yaitu minimal 30%. Jenis kelompok UKT atau Uang Kuliah Tunggal yang dapat dipilih adalah UKT I hingga UKT V. Khusus bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara finansial, disediakan beasiswa Bidikmisi.

Jalur SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri)[sunting | sunting sumber]

SBMPTN adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa melalui ujian tulis. Dapat diikuti oleh lulusan 3 tahun terakhir. Terdiri dari 3 jenis kelompok ujian, yaitu kelompok ujian Sains dan Teknologi (Saintek), kelompok ujian Sosial dan Humaniora (Soshum), dan kelompok ujian Campuran (gabungan Saintek dan Soshum). Materi yang diujikan adalah TKPA (TPA, Matematika Dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris), TKD Saintek (Matematika IPA, Fisika, Kimia, Biologi), dan TKD Soshum (Sejarah, Geografi, Ekonomi, Sosiologi). Kuota yang disediakan untuk Jalur SBMPTN adalah minimal 30%. Jenis kelompok UKT atau Uang Kuliah Tunggal yang dapat dipilih adalah UKT I hingga UKT V. Khusus bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara finansial, disediakan beasiswa Bidikmisi.

Jalur Mandiri[sunting | sunting sumber]

Jalur Mandiri adalah seleksi penerimaan calon mahasiswa yang dilaksanakan oleh Universitas Hasanuddin. Kuota yang disediakan untuk Jalur Mandiri adalah maksimal 30%. Jalur Mandiri yang dilaksanakan terbagi atas 3, yaitu:

JNS (Jalur Non Subsidi)[sunting | sunting sumber]

JNS adalah salah satu jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin untuk menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik di samping kemampuan finansial. Hanya dapat diikuti oleh calon mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus jalur SBMPTN. Seleksi dilakukan melalui hasil ujian SBMPTN 2017. Skor hasil ujian diurutkan, lalu dialokasikan pada program studi pilihannya, dengan ketentuan bahwa peserta dengan nilai lebih baik diprioritaskan dialokasikan lebih dulu. Berbeda dengan SNMPTN dan SBMPTN yang dapat memilih 3 program studi, JNS hanya diperbolehkan memilih 2 program studi yang sama atau berbeda dengan program studi yang dipilih saat SBMPTN. Jenis kelompok UKT yang dapat dipilih hanya UKT V.

POSK (Prestasi Olahraga, Seni, dan Keilmuan)[sunting | sunting sumber]

POSK adalah salah satu jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin untuk menjaring calon mahasiswa yang mempunyai prestasi akademik/olahraga/seni/keilmuan. Hanya dapat diikuti oleh peserta calon mahasiswa yang dinyatakan tidak lulus jalur SBMPTN. Penilaian terhadap peserta jalur POSK dilakukan berdasarkan skor nilai SBMPTN 2017 dan nilai ujian keterampilan/bukti prestasi yang bersangkutan. Berbeda dengan SNMPTN dan SBMPTN yang dapat memilih 3 program studi dan JNS yang dapat memilih 2 program studi, POSK hanya diperbolehkan memilih 1 program studi. Program Studi yang tidak dapat dipilih melalui Jalur POSK yaitu Pendidikan Dokter, Keperawatan, Kedokteran Hewan, Fisioterapi, Pendidikan Dokter Gigi, Psikologi, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Gizi, Teknik Pertambangan, Teknik Geologi, Arkeologi, dan Ilmu Sejarah. Jenis kelompok UKT atau Uang Kuliah Tunggal yang dapat dipilih adalah UKT I hingga UKT V.

Kelas Internasional (International Undergraduate Program)[sunting | sunting sumber]

Kelas Internasional adalah salah satu jalur seleksi mandiri yang diselenggarakan oleh Universitas Hasanuddin untuk menjaring calon mahasiswa baru. Hanya dapat diikuti oleh calon mahasiswa lulusan 2 tahun terakhir. Kuota yang disediakan untuk Kelas Internasional adalah maksimum 20 orang per program studi. Bahasa pengantar kuliah pada program ini adalah Bahasa Inggris dengan kurikulum yang mengikuti kurikulum program reguler yang telah disesuaikan dengan universitas mitra di luar negeri. Program ini juga mewajibkan mahasiswa untuk belajar di universitas mitra UNHAS di luar negeri minimal satu sampai enam bulan (Study Abroad or Visiting) selama masa studinya. Kelas Internasional hanya dibuka pada program studi tertentu, yaitu:

Fakultas Ekonomi dan Bisnis:

  • Akuntansi
  • Manajemen
  • Ilmu Ekonomi

Fakultas Kesehatan Masyarakat:

  • Kesehatan Masyarakat

Fakultas Teknik:

  • Teknik Sipil

Rektor[sunting | sunting sumber]

Sejak dikeluarkannya SK Menteri PP dan K No. 3369/S Tanggal 1 1 Juni 1956 terhitung mulai 1 September 1956 dan dengan PP No. 23 Tanggal 8 September 1956, Lembaran Negara No. 39 Tahun 1956 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Presiden RI Drs. Moh. Hatta pada tangggal 10 September 1956, UNHAS pernah dipimpin oleh sejumlah Rektor yaitu:

  1. Prof. Mr. A. G. Pringgodigdo (1956 - 1957)
  2. Prof. Mr. K. R. M. T. Djokomarsaid (1957 - 1960)
  3. Prof. Arnold Mononutu (1960 - 1965)
  4. Let. Kol. Dr. M. Natsir Said, S. H. (1965 - 1969)
  5. Prof. Dr. A. Hafid (1969 - 1973)
  6. Prof. Dr. Ahmad Amiruddin (1973 - 1982)
  7. Prof. Dr. A. Hasan Walinono (1982 - 1984)
  8. Prof. Dr. Ir. Fachruddin (1984 - 1989)
  9. Prof. Dr. Basri Hasanuddin, M.A (1989 - 1997)
  10. Prof. Dr. Ir. Radi A. Gany (1997 - 2006)
  11. Prof. Dr. dr. Idrus A. Paturusi, Sp.BO (2006 - 2014)
  12. Prof. Dr. Dwia Aries Tina Pulubuhu, MA (2014 - sekarang)

Fakultas[sunting | sunting sumber]

Pancuran air di Fakultas Hukum.

Hingga saat ini, Universitas Hasanuddin memiliki 16 fakultas, yaitu:

Penganugerahan Honoris Causa[sunting | sunting sumber]

Universitas Hasanuddin, hingga September 2011, telah memberikan gelar kehormatan doktor Honoris Causa kepada 7 tokoh, yaitu[2]:

  1. Ir. Soekarno, Presiden Pertama RI.
  2. Drs. Mohammad Hatta, Wakil Presiden Pertama RI.
  3. Chaerul Saleh,, Wakil Perdana Menteri RI.
  4. Prof. Dr. BJ Habibie, Presiden ke-3 RI.
  5. Nelson Mandela, Presiden Afrika Selatan.
  6. Tun Najib Tun Razak, Perdana Menteri Malaysia.
  7. Jusuf Kalla, Wakil Presiden ke-10 RI.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "2017, Unhas Mulai PTNBH Menyeluruh". Universitas Hasanuddin. Diakses tanggal 2017-01-14. 
  2. ^ Harian Surya edisi Minggu, 11 September 2011. Kallanomics Antar JK Raih Gelar Doktor HC.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]