Politeknik Pertanian Negeri Kupang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Daftar isi

PENDAHULUAN[sunting | sunting sumber]

POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG (PPNK) adalah sebuah perguruan tinggi negeri yang terdapat di Kupang, provinsi Nusa Tenggara Timur. Politeknik ini lebih dikenal sebagai Politani Negeri Kupang. Awalnya didirikan bersama lima Politani lainnya di Indonesia berdasarkan kesepakatan bersama (MOU) antara pemerintah Indonesia dan Asian Development Bank di Manila, 1983. Sejak 6 Oktober 1997, Politani Undana berubah statusnya menjadi Politeknik Pertanian Negeri Kupang. Menerapkan 40 persen teori, 60 persen pratikum.

Kampus Poltani Negeri Kupang

Sebagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan vokasi, Politeknik Pertanian dikembangkan untuk mampu menghasilkan lulusan dengan tingkat kompetensi tinggi dalam bidang  ilmu pertanian. Lulusan dituntut mampu menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan  Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Seni (IPTEKS) dalam bidang pertanian bagi kesejahteraan masyarakat. Lulusan juga harus mempunyai jiwa kewirausahaan sehingga pengetahuan dan keterampilannya dapat ditransformasikan ke dalam bentuk kegiatan ekonomi produktif  dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa.

Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani) sebagai bagian dari sistem politeknik di Indonesia perlu meningkatkan pencitraan masyarakat tentang pendidikan politeknik. Program studi yang diselenggarakan memiliki relevansi yang tinggi sesuai dengan kebutuhan pembangunan  dan kebutuhan pendidikan masyarakat, untuk itu pembukaan PS baru didasarkan pada keunggulan sumber daya pertanian lokal/regional.

Penyelenggaraan pembangunan pendidikan vokasi dapat menghasilkan lulusan dengan tingkat kompetensi tinggi sesuai dengan kebutuhan masyarakat  dan industri apabila proses belajar mengajar dilakukan oleh tenaga pendidik yang berkualitas dengan dukungan fasilitas pendidikan yang berkembang sejalan perkembangan industri.

PPNK-002.jpg

Politani Negeri Kupang akan dapat mewujudkan pendidikan institusi jika memiliki rencana strategis (Renstra) yang tepat dalam kurun waktu lima tahun ke depan. Secara umum Renstra di pahami sebagai panduan cita-cita bersam, bagaimana mewujudkannya dan indicator keberhasilan dari upaya merealisasikan cita-cita institusi. Penyusunan Renstra Politani untuk lima tahun mendatang (2010-2015) didasarkan pada  UU No 20 tahun 2003 tentang Sistem Nasional Pendidikan, UU No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Presiden RI No. 7 tahun 2005 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah (RPJM) Nasional tahun 2004-2009, PP No. 19 Tahun 2005 tentang Standard Pendidikan Nasional, PP No 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan , Renstra Departemen Pendidikan Nasional 2010-2015, Renstra Politeknik se-Indonesia 2010-2015, Rapat Senat Politani Negeri Kupang Tahun 2010.

PPNK-003.jpg

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Dihasilkannya  lulusan yang memiliki kompetensi bidang pertanian terapan berbasis potensi lokal dan berjiwa wirausaha.
  • Dihasilkannya teknologi tepat guna yang mendukung  pembangunan pertanian yang berkelanjutan
  • Diterapkannya hasil penelitian teknologi tepat guna untuk melayani kebutuhan masyarakat dalam pembangunan pertanian
  • Terwujudnya peran Politani Negeri Kupang  sebagai salah satu kekuatan moral dalam pengembangan masyarakat di provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • Terciptanya tatakelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
  • Terbentuknya masyarakat pertanian dan komunitas alumni yang mandiri dan berjiwa wirausaha.

MOTTO[sunting | sunting sumber]

  • Aku Belajar, Aku Terapkan dan Aku Sejahtera (Learn, Practice and be Rich)

SEJARAH POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG[sunting | sunting sumber]

Pada awal dekade 1980-an pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen Pendidikan dan Kebudayaan merancang pendirian Politeknik Pertanian di Indonesia.  Program ini didanai dari pinjaman Pembangunan Asia (ADB, Asian Development Bank).  Rancangan besar mendirikan Politeknik Pertanian di Indonesia adalah bertujuan mempercepat pengembangan industri pertanian dalam arti luas di negara ini.  Pendidikan Politeknik dikenal sebagai pendidikan profesional (sekarang kita menggunakan istilah pendidikan vokasi) untuk menghasilkan lulusan (tenaga terampil) yang bekerja dibidang industri.  Khusus untuk bidang pertanian, pada waktu itu dirasakan adanya kesenjangan antara  pendidikan tinggi pertanian dengan dunia nyata bidang pertanian sehingga dibutuhkan bentuk pendidikan yang menghasilkan lulusan untuk menjembatani kesenjangan tersebut.

Melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI   No. : 14/Dikti/Kep/1984, pemerintah membentuk 6 (enam) Politeknik Pertanian yang berkedudukan di 6 (enam) Universitas yang ditugaskan untuk mendirikan dan membina bagi pengembangan selanjutnya masing-masing adalah Universitas Andalas (Sumetera Barat), Universitas Lampung (Lampung), Universitas Jember (Jawa Timur), Universitas Mulawarman (Kalimantan Timur), Universitas Hasanuddin (Sulawesi Selatan) dan Universitas Nusa Cendana (Nusa Tenggara Timur).  Politeknik Pertanian yang didirikan di NTT berkedudukan di Kupang dengan nama Politeknik Pertanian Universitas Nusa Cendana.  Juga pemerintan membentuk Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik Pertanian (PEDCA : Polytechnic Education and Development Center for Agricultural) yang berkedudukan di Universitas Padjadjaran Bandung.  Pemerintah menggunakan jasa kosorsium ENEREG dari New Zealand untuk merancang pembentukan Politeknik Pertanian dan PEDCA tersebut.  Untuk mengelola program ini dibentuk Unit  Pelaksana Proyek Pusat (CPIU, Center Project Implementation Unit) berkedudukan di Jakarta yang dipimpin oleh Prof.  Kusmat Tanudimadja. Di  daerah dibentuk Unit Pelaksana Proyek Lokal (LPIU, Local Project Implementation Unit) yang berkedudukan  di  masing-masing perguruan  tinggi  pendiri dan di Undana  dipimpin oleh Ir. A.P.Y. Djogo.  Selanjutnya beliau menjadi orang pertama yang memimpin Politeknik Pertanian Undana.

Pada tahun 1985 dimulai perekrutan calon tenaga pengajar (dosen) yang dilanjutkan dengan pendidikan selama 2 (dua) tahun di PEDCA yang diselenggarakan di Universitas Padjadjaran untuk sub-bidang tanaman pangan dan peternakan,  di Institut Pertanian Bogor untuk sub-bidang kehutanan dan perikanan.  Sebagian calon dosen dididik di Australia selama 1 (satu) tahun.  Calon dosen angkatan pertama menyelesaikan pendidikan pada tahun 1987 dan pendidikan calon dosen Politeknik Pertanian ini berlangsung 4 (empat) angkatan. Selanjutnya PEDCA berfungsi sebagai penyelenggara kursus-kursus penyegaran bagi dosen dan teknisi akademik selama beberapa tahun.  Pada tahun 1987 juga dimulai pembangunan fasilitas fisik, yaitu gedung kantor direktorat, ruang kuliah, gedung laboratorium, gudung perpustakaan dan kandang ternak.

Pemilihan ke-6 wilayah dalam mendirikan Politeknik Pertanian  adalah untuk menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan unggulan dan tipe agroklimat yang berbeda.  Pulau Sumatera untuk pengembangan Tanaman Perkebunan, pulau Jawa untuk Tanaman Pangan dan Hortikultura, Pulau Kalimantan untuk Kehutanan, Pulau Sulawesi untuk Perikanan dan Kelautan, pulau Timor (NTT) untuk Peternakan dan Pertanian Lahan Kering (pertanian pada zona iklim semi-ringkai).  Politeknik Pertanian Undana dibentuk dengan 3 (tiga) jurusan dan 3 (tiga) program studi yaitu Jurusan Peternakan dengan Program Studi Produksi Ternak, Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering dengan Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering dan Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan Program Studi Tanaman Pangan dan Hortikultura. Penerimaan mahasiswa baru, pertama kali dilakukan pada bulan Desember 1988 dan pembelajaran dimulai pada bulan Februari 1989.

Kurikulum yang dikembangkan oleh ENEREGS dan counter part local dari Unpad Bandung adalah pembelajaran sistem blok dengan pendekatan problem solving yang di awal pembentukan dipandang sebagai bentuk pembelajaran yang sesuai dengan pendidikan Politeknik. Dalam perkembangan selanjutnya sistem ini tidak sesuai dengan sistem administrasi pendidikan tinggi Indonesia yang menerapkan sistem kredit semester (SKS), sehingga para dosen mengalami kesulitan dalam usulan kenaikan pangkat.  Keadaan ini memaksakan pembelajaran diubah kepada sistem kredit semester sebagaimana yang dianut pendidikan tinggi Indonesia sekarang ini.

Politeknik Pertanian Undana setelah didirikan terus dibina untuk mandiri oleh induknya Universitas Nusa Cendana dimana sesuai UU RI No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Politeknik merupakan suatu bentuk perguruan tinggi di Indonesia.  Berbagai persiapan dilakukan oleh direktur Politani  Undana pertama dan di tahun-tahun  terakhir masa  jabatannya  dengan  persetujuan  Rektor Undana  di waktu itu

Prof. Dr. Agustinus Benu, MS diusulkan kemandirian Politani sebagai perguruan tinggi kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.  Di tahun 1997 saat Politani Undana dipimpin Ir. Retno Nuningsih, MS  sebagai direktur ke-2, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof. Dr. Ing  Wardiman Djojonegoro menerbitkan  Keputusan No. : 252/O/1997 tentang Pendirian Politeknik Pertanian Negeri Kupang pada tanggal 6 Oktober 1997. Universitas Nusa Cendana tercatat dalam sejarah pendidikan tinggi Indonesia sebagai perguruan tinggi yang melahirkan perguruan tinggi baru.  Saat itulah Politeknik Pertanian Negeri Kupang resmi menjadi suatu perguruan tinggi yang bertugas menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi di bidang pertanian.

LAMBANG DAN SIMBOL[sunting | sunting sumber]

Lambang Politeknik berbentuk segi lima sama sisi, di dalamnya terdapat lingkaran berbentuk roda bergerigi yang berisi simbol pohon lontar dengan 5 (lima) helai daun dan batang pohon berbentuk pena serta di bawahnya terdapat simbol sapi, unggas, tanaman dan buku yang diletakkan di atas permukaan tanah persis di bawah pohon lontar.

Makna lambang dan simbol[sunting | sunting sumber]

  • Bingkai berbentuk segi lima sama sisi, melambangkan Pancasila sebagai azas Politeknik dalam menjalankan tugas dan fungsinya
  • Simbol batang pohon lontar berbentuk pena dan buku melambangkan komitmen Politeknik dalam membantu pemerintah di bidang pendidikan tinggi untuk menghasilkan sumberdaya manusia berkualitas yang memiliki kepedulian terhadap permasalahan pertanian lahan kering pada zone agroklimat Semi-Ringkai, tempat lembaga ini berdiri dan berkembang.
  • Simbol pohon lontar berdaun lima helai, melambangkan jurusan manajemen pertanian lahan kering.
  • Simbol sapi dan unggas melambangkan Jurusan Peternakan.
  • Simbol tanaman di sekitar ternak sapi, unggas dan di bawah pohon lontar  melambangkan Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura.
  • Simbol lingkaran berbentuk roda bergerigi melambangkan bahwa Politeknik adalah penyelenggara program pendidikan tenaga profesional dalam penerapan teknologi.
  • Lambang berwarna dasar biru terang, melambangkan pendidikan tinggi.

AKADEMIK[sunting | sunting sumber]

PENGANTAR[sunting | sunting sumber]

Sebagai Perguruan Tinggi, Politeknik Pertanian Negeri Kupang menyelenggarakan program pendidikan tinggi  vokasi untuk menghasilkan terampil dan profesional. Adapun jenjang program pendidikan yang diselenggarakan saat ini terdiri atas:

  • Program Diploma I. Diarahkan pada hasil Lulusan menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang bersifat atau memecahkan masalah yang sudah akrap sifat-sifat maupun kontekstualnya. 
  • Program Diploma II. Diarahkan pada hasil Lulusan yang menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang bersifat rutin atau memecahkan masalah yang sudah akrap sifat-sifat kontekstualnya secara mendiri dalam bentuk pelaksanaan maupun tanggung jawab pekerjaannya. 
  • Program Diploma III. Diarahkan pada hasil Lulusan yang menguasai kemampuan dalam bidang kerja baik yang bersifat rutin maupun yang belum akrap sifat-sifat maupun kontekstualnya secara mandiri baik dalam bentuk pelaksanaan maupun tanggung jawab pekerjaannya secara mampu melaksanakan pengawasan dan bimbingan atas dasar ketrampilan manajerial yang dimilikinya. 
  • Program Diploma IV. Diarahkan pada hasil Lulusan yang menguasai kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dengan dasar kemampuan profesional tertentu termasuk merencanakan, melaksanakan kegiatan, memecahkan masalah dengan tanggung jawab mandiri pada tingkat tertentu, memiliki ketrampilan manajerial, serta mampu mengikuti perkembangan pengetahuan dan teknologi didalam bidang keahliannya.

PENDIDIKAN VOKASIONAL[sunting | sunting sumber]

Politeknik Pertanian Negeri Kupang sampai dengan saat ini telah menyelenggarakan program Diploma III dan Diploma IV yang meliputi:

PROGRAM DIPLOMA III[sunting | sunting sumber]

  • Program Studi Produksi Ternak dan Kesehatan Hewan pada Jurusan Peternakan.
  • Program Studi Tanaman Pangan dan Hortikultura, dan Prodi Teknologi Pangan pada Jurusan Tanaman Pangan Dan Hortikultura.
  • Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering, Manajemen Agribisnis dan Manajemen Sumber Daya Hutan pada Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering.

PROGRAM DIPLOMA IV[sunting | sunting sumber]

  • Program Studi Teknologi Industri Hortikultura pada Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura
  • Program Studi Teknologi Pakan Ternak pada Jurusan Peternakan
  • Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering pada Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering.

JURUSAN[sunting | sunting sumber]

JURUSAN PETERNAKAN[sunting | sunting sumber]

SEJARAH[sunting | sunting sumber]

Jurusan Peternakan sebagai salah satu pelaksanaan akademik di Politani Negeri Kupang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 252/O/1997 Tanggal 6 Oktober 1997 bagian Kelima Pasal 17 dan 18.

Pada awal berdirinya, Peternakan hanya memiliki satu program studi (PS) yakni PS Produksi Ternak. Pada tahun-tahun berikutnya terjadi penambahan dua program studi sehingga saat ini Jurusan Peternakan memiliki tiga program studi, yakni PS Produksi Ternak (D-III), PS Kesehatan Hewan (D-III) dan PS Teknologi Pakan Ternak (D-IV). Jurusan Peternakan memiliki beberapa fasilitas penunjang kegiatan proses belajar mengajar untuk ketiga program studi seperti laboratorium, kandang, dan kebun.

Dalam kaitannya dengan proses akreditasi, sesuai dengan keputusan BAN-PT nomor 011/BAN-PT/Ak-XII/Dpl-III/VIII/2011 tentang Status Nilai, Peringkat dan Masa Berlaku Hasil Akreditasi Program Diploma III di Perguruan Tinggi, Program Studi Produksi Ternak (D-III) dan Kesehatan Hewan (D-III) memperoleh penilaian Akreditasi B. Sedangkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi akan diusulkan PS Teknologi Pakan Ternak  (D-IV) ke Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Tinggi (BAN-PT)

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi lembaga pendidikan vokasi yang menghasilkan lulusan berkompeten dan berjiwa kewirausahaan dalam bidang peternakan di lingkungan semi ringkai.

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan kurikulum peternakan yang berbasis kompetensi.
  • Menyelenggarakan penelitian terapan di bidang peternakan guna menghasilkan teknologi tepat guna.
  • Desiminasi teknologi tepat guna kepada warga kampus dan stakeholder.
  • Menyelenggarakan kurikulum peternakan berbasis kompetesi.

JURUSAN MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING[sunting | sunting sumber]

Gedung Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering (Tampak Samping)

Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering merupakan salah satu dari 3 jurusan lainnya yang ada di Polteknik Pertanian Negeri Kupang dengan Nomor SK Pendirian 1369/D/O/1989. Awal berdirinya, jurusan MPLK hanya membawahi  1 (satu) Program Studi yakni Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK). Namun seiring dengan berjalannya waktu dan kompetensi lulusan yang dibutuhkan oleh dunia kerja, Jurusan MPLK terus membenahi diri dengan membuka program studi-program studi baru yang relevan guna menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja profesional dan hingga tahun  2011 Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering telah membawahi 4 (empat) program studi masing-masing adalah:

No Nama Program Studi SK. Pendirian Jenjang Pendidikan Keterangan
1 Manajemen Pertanian Lahan Kering 1369/D/O/1989 Diploma III Akreditasi "B"
2 Manajemen Agribisnis 3797/D/T/2004 Diploma III Akreditasi "C"
3 Manajemen Sumber Daya Hutan 2966/D/T/2005 Diploma III Akreditasi "C"
4 Penyuluhan Pertanian Lahan Kering 152/D/T/2009 Diploma IV Akreditasi "C"
Gedung Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering
Gedung Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering (Tampak Depan)

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi penyelenggara pendidikan vokasi yang handal dalam pengelolaan pertanian lahan kering

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan program pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang manajemen PLK berwawasan agroekosistem lahan kering sesuai dinamika perkembangan IPTEKS berdasarkan kebutuhan masyarakat.
  • Menyelenggarakan pembinaan iklim akademik yang sehat dan dinamis dalam mengembangkan dan mengamalkan IPTEKS.
  • Menyelenggarakan kerjasama dengan alumnus dan stakeholders lain.
  • Mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik dan kewirausahaan.
  • Meningkatkan kompetensi dosen dan teknisi untuk meningkatkan daya saing institusi

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Dihasilkannya lulusan yang professional dalam bidang pertanian lahan kering yang memiliki kompetensi dalam bidang: teknologi pertanian, tanaman, peternakan, manajemen, dan sosial ekonomi.
  • Tersedianya fasilitas dalam bentuk ilmu dan teknologi terapan dalam rangka pengelolaan pertanian lahan kering secara terpadu dan berkelanjutan.
  • Berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan melalui lulusan yang memiliki kapabilitas dan akuntabilitas tinggi.
  • Dihasilkannya paket teknologi tepat guna melalui penelitian terapan yang dapat disumbangkan untuk mendukung pembangunan pertanian lahan kering di daerah semi ringkai.
  • Terimplementasinya paket teknologi tarapan melalui program pemberdayaan masyarakat di daerah semiringkai.

FASILITAS PENDUKUNG JURUSAN MPLK[sunting | sunting sumber]

  • Gedung Jurusan MPLK yang berisi ruangan Kajur, Sekjur & Kaur, Prodi MPLK, Prodi MAG, Prodi PPLK, Ruang Dosen, Ruang Kuliah MPLK 1, 2, 3, 4, 5
  • Gedung Program Studi MSDH yang dilengkapi Ruang Kuliah MPLK 6
  • Laboratorium Tanah & Air 
  • Laboratorium Sistem Usaha Tani Terpadu
  • Laboratorium Keterknikan
  • Laboratorium Agribisnis dilengkapi dengan Outlet Agribisnis
  • Laboratorium Penyuluhan/Audiovisual
  • Laboratorium Perencanaan Hutan
  • Laboratorium Lapang SUT yang dilengkapi Screen house, Kumbung Jamur Tiram Putih, Rumah Produksi (Kandang Ayam, Kandang babi, Kandang Kambing, Bak pengomposan)

Fasilitas Pendukung Lainnya

UPT Komputer, Perpustakaan Politani Kupang, Student Centre, Gedung Amphi I dan Amphi II, Laboratorium Ilmu-Ilmu Dasar, Laboratorium Hortikultura, Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian, Laboratorium Perlindungan Tanaman, Laboratorium Produksi Ternak

JURUSAN TANAMAN PANGAN & HORTIKULTURA[sunting | sunting sumber]

Jurusan Tanaman Pangan & Hortikultura

Mempunyai tiga program studi, yaitu program studi D-III Tanaman Pangan dan Hortikultura serta program studi Teknologi Pangan dan   D-IV Teknologi Industri Holtikultura. Pada jurusan ini terdapat lima laboratorium untuk menunjang proses kegiatan belajar mengajar, yakni laboratorium bioteknologi, laboratorium teknologi hasil pertanian, laboratorium produksi tanaman, laboratorium hortikultura dan laboratorium perlindungan tanaman.

PROGRAM STUDI[sunting | sunting sumber]

PROGRAN STUDI PRODUKSI TERNAK[sunting | sunting sumber]

Program Studi Produksi Ternak merupakan salah satu Program Studi yang berada dibawah Jurusan Peternakan. Program studi ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 14/Dikti/Kep/1984; No. 252/O/1997 dan Nomor 45/DIKTI/KEP/2007.

Berdasarkan Nomor Surat Keputusan diatas, PS. Produksi Ternak mulai diselenggarakan tanggal 7 April 1984. Ijin Pendirian Program Studi diproses tanggal 6 Oktober 1997 dan pada tanggal 22 Maret 2007 PS. Produksi Ternak resmi memperoleh ijin penyelenggaraan Program.

Surat Keputusan  ijin operasional PS Produksi Ternak diperoleh pada tanggal 15 Juni 2010 dengan Nomor SK. 2470/D/T/K-N/2010

Berkaitan dengan status akreditasi melalui SK. BAN-PT nomor : 011/BAN-PT/Ak-XI/Dpl.III/VIII/2011 tanggal 18 Agustus 2011 tentang status, nilai, peringkat dan masa berlaku hasil akreditasi program Diploma III di Perguruan Tinggi, memperoleh status penilaian Akreditasi B.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadikan program studi produksi ternak sebagai pelaksana pendidikan vokasi terunggul dalam bidang produksi ternak potong dan unggas dengan kualifikasi lulusan yang kompeten dalam bidang produksi ternak dan berjiwa kewirausahaan.

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Mengembangkan dan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi dalam bidang ternak potong dan unggas yang relevan dengan kebutuhan masyarakat
  • Menyelenggarakan kegiatan akademik yang berpusat pada mahasiswa
  • Menciptakan atmosfir kehidupan kampus yang memungkinkan civitas akademika mengembangkan keahlian dalam mencapai prestasi keilmuan
  • Mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik dan kewirausahaan
  • Meningkatkan kompetensi dosen dan teknisi untuk meningkatkan daya saing institusi
  • Melaksanakan penelitian dalam pengembangan ilmu pengetahuan di bidang produksi ternak
  • Melaksanakan pelayanan pada masyarakat dalam meningkatkan penyebarluasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta peningkatan taraf hidup masyarakat

PROGRAM STUDI KESEHATAN HEWAN[sunting | sunting sumber]

Program Studi Kesehatan Hewan merupakan salah satu Program studi  yang berada dibawah Jurusan Peternakan. Pembukaan Program studi ini ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Nomor 65 Tahun 2003 tanggal 28 Juni 2003 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional nomor 176/O/2001 jo 114/O/2003 tanggal 28 September 2003.

Berdasarkan Nomor Surat Keputusan diatas, PS. Kesehatan Hewan mulai diselenggarakan  Nomor 3156/D/T/2005 tanggal 28 September 2005. Perpanjangan Ulang Ijin Penyelenggaraan PS. Kesehatan Hewan Nomor 4814/D/T/K-N/2010.

Dalam kaitannya dengan proses akreditasi, sesuai dengan keputusan  BAN-PT  Nomor : 011/BAN-PT/Ak-XI/Dpl-III/VIII/2011 tanggal 18 Agustus 2011 tentang status Nilai, Peringkat dan Masa Berlaku Hasil Akreditasi Program Diploma III di Perguruan Tinggi, Program Studi Kesehatan Hewan memperoleh penilaian Akreditasi B.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadikan Program Studi Kesehatan Hewan Politeknik Pertanian Negeri Kupang sebagai Institusi Unggulan (Centre of Excellence) di bidang pengembangan dan penerapan IPTEKS kesehatan hewan di NTT yang menghasilkan tenaga profesional mandiri dan memiliki komitmen tinggi pada peningkatan kualitas dan produktivitas ternak serta kesejahteraan masyarakat di NTT

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Mengimplementasi program akademik yang memungkinkan staf akademik dan mahasiswa mengembangkan bakatnya.
  • Mengembangkan kurikulum yang mampu mengakomodasi kebutuhan pelayanan dan pengembangan kesehatan hewan yang sesuai dengan kebutuhan spesifik wilayah NTT.
  • Menciptakan atmosfir kehidupan kampus bernuansa akademik yang mendorong tercapainya prestasi keilmuan dan teknologi optimal.
  • Menjadikan mata ajaran “Manajemen Kesehatan Hewan” sebagai kurikulum inti (Core Curriculum) yang diterapkan dengan prinsip Learning by Doing. Mata ajaran ini membekali mahasiswa pengetahuan dan ketrampilan tentang penerapan ilmu “Preventive Medicine” dalam proses produksi peternakan.

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Menguasai epidemiologi penyakit hewan tropis, khususnya penyakit hewan yang ada di NTT
  • Memiliki kemampuan dan keterampilan dalam penyidikan dan pengujian penyakit hewan
  • Menguasai dan terampil di dalam penerapan teknik-teknik manajemen kesehatan hewan yang terkait dengan peningkatan produktivitas ternak

KOMPENTENSI DAN BIDANG KERJA[sunting | sunting sumber]

  • Sebagai tenaga profesional mandiri dan memiliki komitmen tinggi pada peningkatan kualitas dan produktivitas ternak serta kesejahteraan masyarakat, sehingga diharapkan lulusan memiliki keahlian khususnya menangani masalah kesehatan ternak, baik itu ternak produksi dan unggas (sapi, kuda, kerbau, babi, kambing, ayam dan lain-lain) maupun hewan kesayangan (anjing, kucing)

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PAKAN TERNAK[sunting | sunting sumber]

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadikan Program Studi Teknologi Pakan Ternak sebagai pusat penyelenggara pendidikan vokasi unggulan dalam bidang teknologi pakan ternak di Indonesia Timur.

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan pendidikan vokasi bidang Teknologi Pakan Ternak
  • Mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan bagi pengembangan teknologi dan wirausaha pakan ternak
  • Melakukan penelitian terapan bidang teknologi pakan ternak untuk memperbaiki efisiensi dan produktivitas industri pakan ternak
  • Memberikan layanan pada masyarakat untuk pengembangan usaha dan industri peternakan melalui penerapan teknologi pakan ternak

PROGRAM STUDI MANAJEMEN PERTANIAN LAHAN KERING (MPLK)[sunting | sunting sumber]

IDENTITAS PROGRAM STUDI[sunting | sunting sumber]

Program Studi : Manajemen Pertanian Lahan Kering
Jurusan/Departemen : Manajemen Pertanian Lahan Kering
Perguruan Tinggi : Politeknik Pertanian Negeri Kupang
No. SK Pendirian : 1369/D/0/1989
Tanggal SK. Pendirian : 7 April 1984
Bulan & Tahun dimulainya Penyelenggaraan : 6 Februari 1989
Nomor SK. Izin Operasional : 2468/D/T/K-N/2010
Tanggal SK. Izin Operasional : 15 Juni 2010
Peringkat (Nilai) Akreditasi Terakhir : B Tahun 2011
Nomor SK. BAN-PT : 012/BAN-PT/Ak-XI/Dpl-III/VIII/2011
Alamat : Jl. Prof. Dr. Herman Johanes, Kel. Lasiana, Kupang 85011, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
No. Telepon : (0380) 881600
No. Faksimili : (0380) 881601
E-Mail : [[1]]
Website : www.politanikoe.ac.id

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi penyelenggara pendidikan vokasi yang handal dalam pengelolaan pertanian lahan kering

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan program pendidikan vokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di bidang manajemen PLK berwawasan agroekosistem lahan kering sesuai dinamika perkembangan IPTEKS berdasarkan kebutuhan masyarakat.
  • Menyelenggarakan pembinaan iklim akademik yang sehat dan dinamis dalam mengembangkan dan mengamalkan IPTEKS.
  • Menyelenggarakan kerjasama dengan alumnus dan stakeholders lain.
  • Mengembangkan sarana dan prasarana untuk menunjang kegiatan akademik dan kewirausahaan.
  • Meningkatkan kompetensi dosen dan teknisi untuk meningkatkan daya saing institusi

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Dihasilkannya lulusan yang professional dalam bidang pertanian lahan kering yang memiliki kompetensi dalam bidang: teknologi pertanian, tanaman, peternakan, manajemen, dan sosial ekonomi.
  • Tersedianya fasilitas dalam bentuk ilmu dan teknologi terapan dalam rangka pengelolaan pertanian lahan kering secara terpadu dan berkelanjutan.
  • Berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan melalui lulusan yang memiliki kapabilitas dan akuntabilitas tinggi.
  • Dihasilkannya paket teknologi tepat guna melalui penelitian terapan yang dapat disumbangkan untuk mendukung pembangunan pertanian lahan kering di daerah semi ringkai.
  • Terimplementasinya paket teknologi tarapan melalui program pemberdayaan masyarakat di daerah semiringkai.

PROGRAM STUDI MANAJEMEN AGRIBISNIS[sunting | sunting sumber]

SEJARAH[sunting | sunting sumber]

Program Studi Manajemen Agribisnis (PS MAG) adalah salah satu dari empat program studi pada Jurusan Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK). Tiga Program Studi lainnya adalah:

  • Program Studi Manajemen Pertanian Lahan Kering (MPLK)
  • Program Studi Manajemen Sumber Daya Hutan (MSDH)
  • Program Studi Penyuluhan Pertanian Lahan Kering (PPLK)

Pendirian PS MAG dilatarbelakangi oleh adanya pergeseran dari sektor primer (budidaya pertanian) ke sektor industri (bisnis pertanian) yang berlangsung cepat dan menyeluruh.

Program  Studi ini mulai beroperasi pada 28 Juni 2003 dengan SK pendirian PS Nomor 3797/D/T/2004, tanggal 21 September 2004. Perpanjangan ijin operasional didasarkan pada SK Dirjen DIKTI Nomor 1968/D/T/2008, tanggal 11 Juni 2008, dan berlaku hingga 11 September 2011.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • “Menjadikan lulusan PS Manajemen Agribisnis sebagai wirausahawan handal di  wilayah Nusa Tenggara dalam bidang manajemen agribisnis.”

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan program pendidikan vokasional yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat/ industri dalam bidang agribisnis berbasis teknologi pertanian terpadu
  • Membangun dan mengembangkan unit-unit produktif dalam lingkungan kampus yang berorientasi bisnis guna mendorong dan menumbuh-kembangkan jiwa kewirausahaan di kalangan mahasiswa.
  • Mendidik dan melatih mahasiswa untuk berpikir secara kritis analitis serta bersikap profesional dalam mengelola usaha di bidang pertanian yang berbasis wirausaha
  • Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian terapan yang dapat menunjang pembangunan baik lokal maupun nasional
  • Menjalin kerjasama dengan masyarakat luas yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Menghasilkan lulusan yang mampu mengidentifikasi dan memecahkan masalah serta terampil menerapkan IPTEKS untuk melaksanakan pekerjaan manajerial pada tingkat menengah di bidang agribisnis/agroindustri.
  • Menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan dalam mengukur produktivitas suatu sistem kerja dan manusia dalam bidang agribisnis/agroindustri, serta mampu merekayasa sistem tersebut untuk meningkatkan produktivitasnya.
  • Menghasilkan lulusan yang memiliki sikap enterpreneur dan mampu bersaing secara global.
  • Menciptakan suasana akademis yang kondusif dan transparan dalam penyelenggaraan pendidikan.
  • Menghasilkan penelitian terapan dan membangun kerjasama dengan industri dalam bidang pertanian (agroindustri) dan bidang-bidang lain yang relevan

KOMPETENSI LULUSAN[sunting | sunting sumber]

  • Wirausahawan agribisnis yang kompetitif berkemampuan manajerial, teknis, sosiologis berbasis pertanian lahan kering.

PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA HUTAN[sunting | sunting sumber]

IDENTITAS PROGRAM STUDI[sunting | sunting sumber]

Program Studi (PS) : Manajemen Sumber Daya Hutan
Jurusan/Departemen : Manajemen Pertanian Lahan Kering
Perguruan Tinggi : Politeknik Pertanian Negeri Kupang
Nomor SK pendirian PS (*) : 2966/D/T/2005
Tanggal SK pendirian PS : 29 Agustus 2005
SK Pendirian PS : Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi
Penyelenggaraan PS : September 2005
Nomor SK Izin Operasional (*) : 1078/D/T/2008
Tanggal SK Izin Operasional : 23 April 2008

VISI (2010-2014)[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi penyelenggara pendidikan vokasi yang mampu menghasilkan tenaga terampil, handal, kompeten dan memiliki jiwa wirausaha di bidang pengelolaan sumberdaya hutan

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan program pendidikan di bidang pengelolaan sumberdaya hutan berwawasan lingkungan sesuai kebutuhan stakeholders dan perkembangan ipteks
  • Menyelenggarakan penelitian terapan di bidang pengelolaan sumberdaya hutan sesuai perkembangan ipteks dan berasaskan kelesetarian lingkungan
  • Menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat di bidang pengelolaan sumberdaya hutan  sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan ipteks
  • Menyelenggarakan pembinaan kehidupan akademik yang sehat dan dinamis dalam mengembangkan dan mengamalkan ilmu pengetahuan dan teknologi
  • Menyelenggarakan  pendidikan dan pelatihan (diklat) kepada masyarakat dalam bidang pengelolaan sumberdaya hutan
  • Menyelenggarakan kerjasama dengan alumni dan stakeholders lain untuk pengembangan program studi berasaskan hubungan kemitraan yang saling menguntungkan

KOMPETENSI LULUSAN[sunting | sunting sumber]

Kompetensi yang dimuliki lulusan sebagai tenaga terampil, handal, kompeten dan memiliki jiwa wirausaha di bidang pengelolaan sumberdaya hutan, adalah:

  • Memiliki kuallitas iman dan ketaqwaan yang tinggi kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Memiliki kepribadian yang kukuh dan menjunjung tinggi kaidah-kaidah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
  • Memiliki kemampuan dalam bidang dasar keilmuan
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi menggunakan berbagai media
  • Memiliki kemampuan bekerja sama
  • Memiliki kemampuan praktis dan akademis dalam bidang pengelolaan sumberdaya hutan
  • Memiliki kemampuan berkarya dan pengembangan diri dalam bidang pengelolaan sumberdaya hutan

PROFESI/BIDANG PEKERJAAN YANG DAPAT DIGELUTI[sunting | sunting sumber]

Kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Hutan Politeknik Pertanian Negeri Kupang membina dan memberi peluang kepada alumni untuk bekerja dalam bidang kehutanan sebagai:

  • Staf teknis pengelolaan sumberdaya hutan pada Instansi Pemerintah, LSM, dan Lembaga Swasta
  • Manajer Usaha Pembibitan Tanaman (Kehutanan) pada Instansi Pemerintah, LSM, Lembaga Swasta, dan Usaha mandiri
  • Tenaga penyuluh kehutanan pada Instansi Pemerintah, LSM, dan Lembaga Swasta
  • Polisi Hutan pada Dinas Kehutanan

PROGRAM STUDI PENYULUHAN PERTANIAN LAHAN KERING[sunting | sunting sumber]

Program Studi Penyuluh Pertanian Lahan Kering (PPL) termasuk salah satu program studi jenjang D IV di Politeknik Pertanian Negeri Kupang (Politani Kupang) yang didirikan pada Tahun 2009 dengan SK Menteri Pendidikan Nasional No.152/D/T/2009. Penyelenggaran Tri Dharma Perguruan Tinggi di PS.PPL mengacu pada visi Politeknik Pertanian Negeri (Politani) Kupang yang tercantum dalam RENSTRA 2006-2010, yaitu “Menjadi Penyelenggara Pendidikan Vokasi Pertanian Bermutu dan Berjiwa Wirausaha” (High Quality of Professional Agriculture Education with Entrepreneur Spirit). 

VISI[sunting | sunting sumber]

  • “Menjadi Program Studi Unggulan di Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam Menghasilkan Tenaga Ahli Terapan Bidang Penyuluhan dan Komunikasi Teknologi Pertanian”

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan program pendidikan vokasi dalam  bidang penyuluhan pertanian yang berorientasi pada kebutuhan pengembangan pertanian lahan kering di NTT
  • Menghasilkan lulusan yang berkompeten dalam bidang penyuluhan pertanian untuk percepatan pembangunan pertanian di  NTT
  • Menyelenggarakan dan mengembangkan penelitian terapan yang dapat menunjang pembangunan pertanian lahan kering baik lokal maupun nasional
  • Menjalin kerjasama dengan masyarakat luas yang saling menguntungkan dan berkesinambungan.

KOMPETENSI[sunting | sunting sumber]

  • "Penyuluh pertanian profesional bidang pertanian lahan kering"

TUJUAN PENDIDIKAN[sunting | sunting sumber]

  • Terselenggaranya suatu pendidikan vokasi jenjang D IV dibidang Penyuluhan Pertanian Lahan Kering yang dapat berkontribusi dalam pembangunan lahan kering di NTT
  • Dihasilkannya luusan ahli dalam bidang penyuluhan dan penerapan teknologi pertanian lahan kering dengan peran sebagai fasilitator/ mediator/innovator
  • Dihasilkannya teknologi terapan model penyuluhan yang efektif dalam mengelola pertanian lahan kering secara terpadu dan berkelanjutan
  • Terbentuknya kerja sama dengan mitra yang saling menguntungkan untuk penguatan kapasitas institusi, lulusan, dan pelaku usahatani lahan kering serta pembangunan pertanian lahan kering

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN[sunting | sunting sumber]

Program Studi Teknologi Pangan (PS TPG) merupakan bagian dari Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, yang telah mendapat ijin penyelenggaraan dari Dirjen Pendidikan Tinggi nomor: 3156/D/T/2005 dan pendidikan dimulai pada Tahun Ajaran 2006/2007. Dan telah terakreditasi oleh BAN PT berdasarkan SK No: 012/BAN-PT/AK-XI/Dpl-III/VIII/2011, dengan nilai C.

Program Studi Teknologi Pangan dibuka dalam rangka mengatasi kekurangan tenaga Ahli Madya bidang pengolahan hasil pertanian. Program Studi Teknologi Pangan mencetak lulusan yang mampu mensinergikan sumber daya alam, manusia, teknologi, dan modal, sehingga dihasilkan produk pangan (hasil bumi dan laut, baik nabati maupun hewani) yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat, baik jumlah maupun mutu yang secara ekonomis menguntungkan serta dari segi ekologis dapat dipertanggungjawabkan. Kekhasan Program Studi Teknologi Pangan adalah ketepatannya dalam penggunaan teknologi olahan hasil bumi dan hasil laut, baik nabati ataupun hewani.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi Program  Studi Teknologi Pangan Berkualitas Yang Mengolah Bahan Pangan Wilayah Semi Ringkai Dan Menghasilkan Lulusan Yang Unggul, Terampil, Dan Berjiwa Wirausaha

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan  pendidikan  vokasi dalam bidang teknologi pangan guna mendukung pengembangan industri pengolahan hasil pertanian berbasis wilayah semi ringkai yang berdaya saing dengan jiwa wirausaha
  • Melakukan penelitian terapan untuk pengembangan industri pengolahan hasil pertanian berbasis wilayah semi ringkai sesuai kebutuhan masyarakat
  • Membangun dan mengembangkan unit-unit pengolahan hasil pertanian sebagai media pembelajaran bagi mahasiswa dan masyarakat
  • Membangun jaringan kemitraan dengan pemerintah dan dunia usaha dalam bidang teknologi pengolahan untuk meningkatkan kualitas kelembagaan dan kesejahteraan masyarakat.

LAPANGAN KERJA & PROSPEK[sunting | sunting sumber]

Seiring dengan tujuan program studi, maka Program Studi Teknologi Pangan dapat bekerja di bidang Industri dan Perdagangan, Pengolahan Pangan, Jasa, Wirausaha bidang Pengolahan Pangan, Asosiasi Makanan dan Obat-obatan, Lembaga Penelitian dan Pengembangan.

PROGRAM STUDI TANAMAN PANGAN & HORTIKULUTURA[sunting | sunting sumber]

Program Studi Tanamn Pangan dan Hortikltura ( TPH ) merupakan bagaian dari Jurusan Tanaman Pangan dan Hortikultura  Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang telah mendapat Surat Keputusan Pendirian Program Studi dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia  Nomor  : 252/O/1997 tanggal 06 Oktober 1997 dan telah akreditasi oleh  BAN PT berdasarkan SK NO:012/BAN-PT/AK-XI/DPL-III/VIII/2011, dengan nilai B.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadi Program Studi terunggul di bidang tanaman pangan dan hortikultura berbasis teknologi ramah lingkungan yang berorientasi pada kewirausahaan

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyelenggarakan pendidikan tinggi vokasi untuk menyiapkan tenaga profesional di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura yang berbasis teknologi ramah lingkungan yang berorientasi pada kewirausahaan.
  • Melakukan penelitian terapan di bidang tanaman pangan dan hortikultura berbasis teknologi ramah lingkungan yang bermanfaat bagi stakeholder.
  • Melaksanakan pengabdian kepada masyarakat berdasarkan hasil pendidikan dan penelitian untuk kesejahteraan masyarakat luas.
  • Melaksanakan kemitraan dengan stakeholder di bidang pertanian tanaman pangan dan hortikultura untuk mendukung keberhasilan penyelenggaraan tri dharma perguruan tinggi.

TUJUAN [sunting | sunting sumber]

  • Menghasilkan lulusan yang:
  1. Lulus tepat waktu (masa studi 3 tahun)
  2. Mempunyai IPK rata-rata 3,0
  3. Mempunyai wawasan dan jiwa kewirausahaan di bidang tanaman pangan dan hortikultura.
  4. Mempunyai waktu tunggu mendapatkan pekerjaan pertama < 1 tahun.
  5. Mempunyai gaji minimal sama dengan standar Upah Minimum Regional
  • Setiap lulusan memiliki kemampuan teknis dan manajemen dalam kegiatan usahatani tanaman pangan dan hortikultura yang   berbasis teknologi ramah lingkungan dan mengolah hasil pertanian.
  • Setiap dosen dalam satu tahun menghasilkan paling sedikit :
  1. Satu bahan ajar atau revisi materi kuliah dan praktikum.
  2. Satu publikasi ilmiah dalam jurnal lokal atau nasional yang terakreditasi.
  3. Satu kegiatan pengabdian masyarakat bidang pertanian tanaman pangan hortikultura bagi kelompok tani/siswa SMK/instansi pemerintah, maupun masyarakat luas.

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI INDUSTRI HORTIKULTURA[sunting | sunting sumber]

Program Studi Teknologi Industri Hortikultura (Prodi TIH) merupakan salah satu prodi jenjang Diploma-IV yang diselenggarakan oleh Politani Negeri Kupang berdasarkan ijin dari Dirjen Pendidikan Tinggi nomor 2142/D2.2/2008 tanggal 25 Agustus 2008. Dan telah teraakreditasi oleh BAN PT berdasarkan SK No: 007/BAN-PT/AK-IX/DPL-IV/VII/2012

Prodi TIH dibuka dalam rangka mengisi kebutuhan tenaga ahli di bidang teknologi industri hortikultura pada tingkat lokal, regional, dan nasional, baik sebagai karyawan pemerintah maupun swasta. Tenaga ahli lulusan prodi TIH berkemampuan untuk melakukan berbagai aspek perencanaan, pengelolaan, pemasaran dan pengembangan teknologi industri hortikultura. Potensi sumberdaya alam di wilayah NTT memiliki peluang dan prospek yang baik untuk berkembangnya produk-produk yang berbasis industri hortikultura (buah-buahan, sayuran, tanaman hias, tanaman rempah dan obat-obatan). Dalam hal ini lulusan prodi TIH akan mampu membangun masyarakat melalui penerapan teknologi yang sejalan dengan daya dukung sumberdaya alam tersebut agar menghasilkan nilai tambah untuk masyarakat. Lulusan Prodi TIH yang berjenjang Diploma-IV memiliki gelar Sarjana Sain Terapan (SST).

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadikan Program Studi D-IV Teknologi Industri Hortikultura sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan, pusat pengembangan teknologi industri hortikultura, dan pusat layanan masyarakat dalam penerapan teknologi industri hortikultura di wilayah propinsi Nusa Tenggara Timur.

MISI[sunting | sunting sumber]

Menyelenggarakan pendidikan vokasi bidang Teknologi Industri Hortikultura untuk menghasilkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi dalam berbagai aspek perencanaan, pengelolaan dan pengembangan teknologi industri hortikultura

  • Membangun komunitas masyarakat profesional dan wirausahawan bidang teknologi industri hortikultura.
  • Menjalin hubungan dan membangun komunitas pemangku kepentingan (stake holder), yang terdiri dari pemerintah, profesional wirausaha, dan petani hortikultura regional maupun nasional dalam upaya mengembangkan teknologi industri hortikultura.
  • Melakukan penelitian terutama penelitian terapan yang berguna untuk memperbaiki efisiensi dan produktivitas teknologi industri hortikultura.
  • Melakukan aktivitas layanan pada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan melalui penerapan teknologi industri hortikultura.

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Menghasilkan lulusan yang memiliki:
  1. Integritas, dedikasi, etika dan moral yang baik dalam bekerja maupun dalam hidup bermasyarakat.
  2. Kompetensi dan sikap profesional dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengembangan di bidang teknologi industri hortikultura
  3. Kemampuan dalam pemanfaatan sumberdaya alam untuk pengembangan teknologi industri hortikultura dengan mempertimbangkan aspek pertanian berkelanjutan
  4. Kemampuan kerja, komunikasi, dan pengembangan jiwa kewirausahaan di bidang teknologi industri hortikultura.
  • Menunjang pengembangan teknologi industri dan produksi hortikultura di daerah Nusa Tenggara Timur melalui penyediaan dan pelayanan fasilitas dan  sumberdaya manusia (SDM)

SASARAN PROFESI[sunting | sunting sumber]

  • Karyawan pemerintah ataupun swasta
  • Jurnalis (wartawan, penulis)
  • Asisten Peneliti / Peneliti
  • Pelaku Agribisnis (wirausaha di bidang teknologi industri hortikultura)
  • Perbankan
  • Pengajar pada pendidikan setingkat SLTA
  • Penyuluh (inovator dan motivator masyarakat petani)
  • Marketing sarana/prasarana, produk dan jasa bidang industri hortikultura (dan pertanian secara luas)
  • Jasa dan lain-lain

UNIT PENUNJANG[sunting | sunting sumber]

UPT PERPUSTAKAAN[sunting | sunting sumber]

RENCANA STRATEGIS[sunting | sunting sumber]

  • Sesuai tugas pokok dan fungsi, UPT Perpustakaan memiliki rencana strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin dicapai kedepan. Rencana strategis tersebut memuat Visi, Misi, Tujuan, Program dan Kegiatan berdasarkan tolak ukur kinerja. UPT Perpustakaan dalam meningkatkan efisiensi dan efektifitas pelayanan, pengelolaan, pelestarian sebagai sumber informasi untuk peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas.

VISI [sunting | sunting sumber]

  • Memberikan pelayanan prima untuk peningkatan mutu pendidikan yang berkualitas dalam proses belajar mengajar, dan menjadikan UPT. Perpustakaan sebagai pusat pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan meningkatkan minat baca di lingkungan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

MISI   [sunting | sunting sumber]

  • Meningkatkan pengelolaan Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Menjadi wahana menemukan informasi bagi Civitas Akademika Politeknik Pertanian Negeri Kupang
  • Memelihara dan melestarikan hasil karya cipta seluruh civitas akademika Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan masyarakat umum
  • Menjadi sarana penunjang dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi

FUNGSI   PERPUSTAKAAN[sunting | sunting sumber]

Pusat Pelestarian Ilmu Pengetahuan[sunting | sunting sumber]

  • Mengikuti perkembangan kurikulum serta perkuliahan dan menyediakan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pengajaran

Pusat Belajar[sunting | sunting sumber]

  • Menyediakan pustaka yang dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam rangka studinya

Pusat Pengajaran[sunting | sunting sumber]

  • Mengikuti perkembangan menganai program-program penelitian yang diselenggarakan dilingkungan Perguruan Tinggi dan berusaha menyediakan literature ilmiah dan bahan lain yang diperlukan peneliti
  • Pusat Penelitian
  • Memutakhirkan koleksi dengan mengikuti terbitan-terbitan yang baru baik berupa tercetak maupun non cetak

Pusat Penyebaran Informasi[sunting | sunting sumber]

  • Menyediakan fasilitas, yang memungkinkan penggunaan mengakses perpustakaan lain maupun pangkalan-pangkalan data melalui jaringan lokal/internet dalam rangka pemenuhan kebutuhan informasi yang diperlukan.

LAYANAN PERPUSTAKAAN[sunting | sunting sumber]

Layanan Sirkulasi[sunting | sunting sumber]

  • Pelayanan Sirkulasi meliputi bentuk kegiatan yang berkaiatan dengan pemanfaatan atau penggunaan koleksi perpustakaan dengan tepat guna dan tepat waktu untuk kepentingan pemustaka. adapun tugas-tugas yang dititik beratkan dalam layanan ini yaitu: peminjaman, pengembalian, penagihan, sanksi, bebas tanggungan, atau bebas pustaka dan statistik pengunjung. Sistem layanan yang digunakan UPT Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Kupang adalah sistem terbuka (open access). Pengguna dapat mencari dan mengambil sendiri koleksi yang diinginkan.

Layanan Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Pelayanan Referansi di UPT Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Kupang dengan menggunakan sistem pelayanan tertutup (close access). Pemustaka yang mencari titerature tertentu dilayani langsung oleh petugas untuk menemukan dan memakai koleksi referensi.

Layanan Bimbingan Pemustaka[sunting | sunting sumber]

  • Memberikan bimbingan atau mengarahkan pemustaka untuk menjadi pemustaka yang tertib dan bertanggung jawab.

Layanan Penelusuran Informasi[sunting | sunting sumber]

  • Layanan penelusuran informasi merupakan layanan yang disediakan UPT Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Kupang untuk memudahkan para pemustaka dalam menelusur informasi yang diinginkan, baik dalam bentuk manual berupa katu katalog maupun dengan menggunakan teknologi komputer sehingga menjadi sebuah sistem penelusuran yang dikenal dengan istilah OPAC (Online Public Access Catalogue)

Layanan Internet/WIFI[sunting | sunting sumber]

  • UPT Perpustakaan menyediakan akses internet/WIFI yang dapat digunakan penguna sebagai bagian dari layanan yang diberikan oleh Perpustakaan Politeknik Pertanian Negeri Kupang

UPT KOMPUTER[sunting | sunting sumber]

UPT KOMPUTER   adalah unit penunjang pendidikan pada Politeknik Pertanian Kupang  yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan  Direktur Politeknik Pertanian Negeri Kupang Nomor  04 Tahun 1999 tanggal 1 April 1999 yang  pelaksanaan tugasnya bertanggung jawab kepada Direktur.

Selanjutnya berdasarkan Surat  Keputusan Mendiknas Nomor 147/O/2002, tanggal 2 Agustus 2002 tentang Organisasi dan Tata Kerja Politeknik Pertanian Negeri Kupang, menetapkan tugas pokok dan fungsi (TUPOKSI) UPT Komputer sebagai berikut:

TUGAS[sunting | sunting sumber]

  • Memberikan layanan  data  dan informasi untuk keperluan   pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat.

FUNGSI[sunting | sunting sumber]

  • Pengumpulan dan Pengolahan Data dan Informasi
  • Penyajian dan Penyimpanan Data dan informasi
  • Pelaksanaan Urusan Tata Usaha UPT. Komputer

UPT Perawatan[sunting | sunting sumber]

Unit Pelaksana Teknis Perawatan mempunyai tugas:

  • Melaksanakan pemeliharaan dan perbaikan terhadap fasilitas fisik (gedung), sarana dan prasarana lingkungan (listrik, air, pagar), sarana dan prasarana pendidikan (meja, kursi, kandang, kebun) dilingkungan politeknik pertanian.
  • Memberikan layanan jasa perbaikan dan perawatan kepada konsumen baik didalam maupun diluar lingkungan politeknik pertanian, sesuai kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.
  • Dalam melaksanakan tugasnya, maka unit pelaksana teknis perbaikan dan pemeliharaan mempunyai fungsi :
  • Pelayanan perbaikan dan pelayanan
  • Pelaksanaan produksi
  • Pelaksanaan urusan tata usaha UPT Perawatan

UPT PRODUKSI[sunting | sunting sumber]

Merupakan unit pelaksana teknis yang mempunyai peranan sebagai revenue generating unit dan mempunyai tugas melaksanakan berbagai kegiatan dibidang agribisnis yang dapat dijadikan percontohan bernilai edukatif baik bagi civitas akademika maupun masyarakat luas sekaligus menghasilkan pendapatan bagi politeknik pertanian, yaitu :

  • Memberikan layanan jasa pelatihan, magang kerja/ usaha
  • Memberikan layanan jasa rental alat mesin pertanian (ALSINTAN) dan sarana serta prasarana pendidikan pada UPT produksi
  • Melaksanakan kegiatan produksi pada semua system (subsistem hulu sampai dengan subsistem hilir dan subsistem penunjang) dan system agribisnis.
  • Melakukan pemasaran berbagai produk system agribisnis
  • UPT produksi dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai pusat pengembangan agribisnis yang harus bisa menjadi mitra kerja terpercaya bagi masyarakat, pemerintah dan industry.

UNIT PENJAMINAN MUTU[sunting | sunting sumber]

Untuk mempertahankan eksistensi institusi dalam era kompetisi yang sangat kompetitif ini maka upaya pembenahan diri perlu dilakukan sebagai langkah penyesuaian dan antisipasi melalui beragam kegiatan. Optimalisasi kekuatan, minimalisasi keterbatasan serta kesiapan menghadapi tantangan dengan memanfaatkan peluang secara positif merupakan strategi terbaik yang diterapkan. Sebagai langkah optimalisasi kekuatan dan minimalisasi kelemahan, upaya ini  dapat ditempuh dengan memperbaiki sistem manajemen internal penyelenggaraan pendidikan tinggi dalam semua aspek pelayanan tridharma yang mengacu pada paradigma baru perguruan tinggi dan Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi (HELTS 2003-2010) dan Renstra Politani 2006 - 2010.

Sesuai dengan paradigma baru pengelolaan perguruan tinggi, masing-masing perguruan tinggi dengan spesifikasi yang berlainan dapat menentukan sendiri tingkat dan cara pencapaian HELTS 2003-2010 dalam kurun waktu tertentu sesuai dengan  kesiapan, kemampuan, situasi dan kondisi dimana perguruan tinggi tersebut berada. Namun demikian semua perguruan tinggi terikat pada satu tujuan sebagaimana dirumuskan dalam visi 2010 Pendidikan Tinggi Indonesia yaitu pada tahun tersebut dapat diwujudkan sistem pendidikan tinggi, termasuk perguruan tinggi yang sehat, sehingga mampu memberikan kontribusi pada daya saing bangsa dengan ciri; berkualitas, memberi akses dan berkeadilan serta mempunyai otonomi yang kuat. Lebih khusus mengenai ciri kualitas pendidikan tinggi nasional pada HELTS 2003-2010 ditekankan pada Penjaminan Mutu (Quality Assurance/QA). Hal ini ditindaklanjuti dengan pembahasan oleh Direktorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan bersama pihak – pihak  terkait untuk merancang dan menyusun Pedoman Penjamin Mutu Pendidikan Tinggi. Selanjutnya  akan digunakan sebagai pedoman oleh perguruan tinggi untuk menjalankan proses penjaminan mutu di perguruan tinggi masing-masing atas inisiatif sendiri (internally driven). Berasaskan konsep inisiatif sendiri maka proses penjaminan mutu pendidikan tingggi di suatu perguruan tinggi merupakan kegiatan mandiri dari perguruan tinggi yang bersangkutan dalam merancang, menjalankan dan mengendalikan proses penjaminan mutu.

Tujuan dari penjaminan mutu yaitu memelihara dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan, yang dijalankan oleh suatu perguruan tinggi secara internal untuk mewujudkan visi dan misinya serta untuk memenuhi kebutuhan stakeholders melalui tridharma perguruan tinggi. Hal ini disebabkan karena eksistensi suatu perguruan tinggi ke depan tidak hanya tergantung pada penilaian pemerintah tetapi terutama tergantung pada penilaian stakeholders (mahasiswa,orang tua, dunia kerja, pemerintah, dosen, tenaga penunjang dan pihak lain yang berkepentingan) tentang mutu pendidikan yang diselenggarakannya. Artinya Penjaminan Mutu merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi suatu perguruan tinggi agar tidak tertinggal perkembangan zaman dan perubahan penilaian stakeholders.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • POLITANI memiliki KOMITMEN TERHADAP PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN VOKASI  PERTANIAN BERBASIS AGRIBISNIS.

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menetapkan standar mutu penyelenggaraan tridharma PT di Politani yang mengacu pada  HELTS (2003 – 2010), Renstra Politani 2006 - 2010 danpotensi sumber daya NTT.
  • Menyelenggarakan  kegiatan tridharma PT di Politani  berdasarkan standar yang telah ditetapkan.
  • Mengawal dan mengaudit  pelaksanaan kegiatan tridharma berdasarkan standar mutu yang telah ditetapkan.
  • Melakukan  perbaikan secara terus menerus  guna peningkatan standar mutu layanan tridharma Politani

TUJUAN[sunting | sunting sumber]

  • Meningkatkan mutu layanan tridharma Politani  melalui penerapan program yang standar, efektif bertanggungjawab dan berkelanjutan.

UNIT P2M[sunting | sunting sumber]

Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, adalah unsur pelaksana akademik yang bertanggungjawab kepada Direktur.

Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat mempunyai tugas mengkoordinasikan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diselenggarakan oleh unit-unit pelaksana akademik di lingkungan Politeknik, serta ikut mengusahakan mengendalikan sumber daya yang diperlukan.

UNIT P2AI[sunting | sunting sumber]

SEJARAH[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1994, Direktorat Pembinaan Sarana Akademik dan Ditjen Dikti menghimbau agar dilingkungan Perguruan Tinggi dapat mendirikan Unit/Pusat Pengembangan Pendidikan dalam bentuk Pusat Peningkatan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI) atau Unit kerja yang sejenis

Pusat Peningkatan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI) yang terbentuk diharapkan berperan untuk melakukan kajian, evaluasi, analisis dan interpretasi yang handal dan sahli agarpimpinan Perguruan Tinggi selalu dapat memperoleh gagasan dalam perencanaan pengembangan pendidikan, menyediyakan layanan dan bantuan kepada staf akademik untuk peningkatan kualitas yang berkelanjutan.

Upaya pengembangan Pusat Peningkatan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI) diperkenalkan kepada kalangan Politeknik Negeri pada tahun 2005 melalui sebuah semiloka yang membahas masalah-masalah dalam pembelajaran di Polieknik. Direktorat Ketenagaan Ditjen Dikti kembali menyediakan dana hibah kompetisi pada tahun 2006 untuk pembentukan unit serta pengembangan program Pusat Peningkatan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI) di Perguruan Tinggi.

Politeknik Pertanian Negeri Kupang merupakan salah satu Perguruan Tinggi yang berhasil dana hibah kompetisi pembentukan Unit Pusat Peningkatan Pengembangan Aktivitas Instruksional (P3AI) tahun 2006 melalui kerja keras beberapa dosen.

Dalam sebuah seminar pada tanggal 3 Oktober 2006 terbentuk dan diresmikanlah Unit Peningkatan dan Pengambangan Aktivitas Instruksional (UP2AI) di Politeknik Pertanian Negeri Kupang melalui Surat Keputusan Direktur No.81 Tahun 2006 Tentang Pengangkatan Pengelola Unit P2AI Politeknik Pertanian Negeri Kupang.

VISI[sunting | sunting sumber]

  • Menjadikan Unit Peningkatan dan Pengambangan Aktivitas Instruksional (UP2AI) Politeknik Pertanian Negeri Kupang "sebagai pusat pengembangan model dan metode pembelajaran pendidikan vokasional bidang pertanian"

MISI[sunting | sunting sumber]

  • Menyusun dan mengembangkan model dan metode pembalajaran
  • Menyusun standar operasional metode pembelajaran
  • Menyusun dan melaksanakan serta evaluasi model pembinaan staf dosen dan tenaga penunjang
  • Program Kerja
  • Memfasilitasi pelaksanaan Pelatihan AA/PEKERTI
  • Pembinaan Dosen Muda
  • Memfasilitasi pelaksanaan Magang Industri Dosen Muda
  • Sertifikasi Dosen

KEMAHASISWAAN[sunting | sunting sumber]

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA[sunting | sunting sumber]

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), adalah organisasi intra di tingkat Politeknik Pertanian yang mempunyai fungsi sebagai sarana dan wadah untuk mahasiswa dapat melaksanakan berbagai kegiatan yang meliputi:

  • Penalaran dan keprofesian
  • Minat dan kegemaran
  • Upaya perbaikan kesejahteraan mahasiswa
  • Bakti sosial bagi masyarakat
  • Pembinaan dan pengembangan jatidiri mahasiswa sebagai insan akademis yang dituntut memiliki keahlian untuk berkarya secara profesional bagi kepentingan bangsa dan Negara dan kegiatan lain sesuai kebutuhan dan aspirasi mahasiswa.

PROGRAM MAHASISWA WIRAUSAHA[sunting | sunting sumber]

LATAR BELAKANG[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2009 menyebutkan bahwa jumlah dan tingkat pengangguran tahun 2004 hingga 2006 mengalami peningkatan yaitu tahun 2004 sebesar 10,14 juta jiwa (10,25%), tahun 2005 10,3 juta jiwa (10,85%) dan tahun 2006 10,4 juta jiwa (11,1%).  Sedangkan tahun 2006 hingga tahun 2009 mengalami penurunan yaitu tahun 2007 sebesar 9,75 juta jiwa (10,55%), tahun 2008 8,46 juta jiwa (9,43%) dan tahun 2009 sebesar 8,14 juta jiwa (9,26%).

Walaupun jumlah dan tingkat pengangguran mengalami penurunan namun kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah sebagai pencari kerja (job  seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (job creator). Hal ini disebabkan kaena sistem pembelajaran yang dierapkan di berbagai perguruan tinggi saat ini lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan lulusan yang siap menciptakan pekerjaan.  Di samping itu, aktivitas kewirausahaan yang relatif masih rendah.

Untuk menumbuhkembangkan jiwa kewirausahaan dan meningkatkan aktivitas kewirausahaan agar para lulusan perguruan tinggi lebih menjadi pencipta lapangan kerja daripada pencari kerja, maka diperlukan suatu kerja nyata.  Dengan latar belakang tersebut, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional mengembangkan sebuah Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) (Student Entrepreneur Program) yang merupakan kelanjutan dari program-program sebelumnya (Program Kreativitas Mahasiswa, Cooperative Education, Kuliah Kerja Usaha, dan lain-lain) untuk menjembatani para mahasiswa memasuki dunia bisnis riil melalui fasilitasi start-up bussines.

Program Mahasiswa Wirausaha (PMW) sebagai bagian dari strategi pendidikan di Perguruan Tinggi, dimaksudkan untuk memfasilitasi para mahasiswa yang mempunyai minat dan bakat kewirausahaan untuk memulai berwirausaha dengan basis ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang sedang dipelajarinya.  Fasilitas yang diberikan meliputi pendidikan dan pelatihan kewirausahaan magang, penyusunan rencana bisnis, dukungan permodalan dan pendampingan usaha.  Program ini diharapkan mampu mendukung visi-misi pemerintah dalam mewujudkan kemandirian bangsa melalui penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan UKM.

TUJUAN PROGRAM[sunting | sunting sumber]

  • Meningkatkan kecakapan dan keterampilan para mahasiswa khususnya sense of bussines sehingga akan tercipta wirausaha-wirausaha muda potensial.
  • Menumbuhkembangkan wirausaha-wirausaha baru yang berpendidikan tinggi
  • Menciptakan unit bisnis baru berbasis IPTEKS.
  • Membangun jejaring bisnis antara pelaku bisnis, wirausaha pemula dengan para pengusaha yang sudah mapan

MANFAAT[sunting | sunting sumber]

Bagi Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

  • Memberikan kesempatan untuk peningkatan kemampuan soft skll mahasiswa dengan terlibat langsung pada kondisi dunia kerja.
  • Memberikan kesempatan langsung untuk terlibat dalam UKM dan mengasah jiwa wirausaha
  • Menumbuhkan jiwa bisnis sehingga memiliki keberanian untuk memulai usaha didukung dengan modal yang diberikan dan pendampingan secara terpadu.

Bagi UKM[sunting | sunting sumber]

  • Mendapatkan tenaga kerja terdidik (dalam jangka pendek) yang memiliki kompetensi memadai, yang tidak menutup kemungkinan dapat direkrut sebagai tenaga kerja baru atau mitra bisnis di masa mendatang.
  • Mengisi kekurangan tenaga kerja pada masa-masa puncak kegiatan produksi atau pada masa cuti/libur.
  • Memberikan akses terhadap informasi dan teknologi.
  • Mempererat hubungan antara UKM dengan dunia kampus.
  • Memiliki perencanaan SDM yang lebih matang dan peluang kerjasama pengembangan usaha.
  • Membantu penyelesaian beberapa permasalahan usaha pada UKM, karena adanya transfer of knowledge.

Bagi Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

  • Penguatan kelembagaan perguruan tinggi dalam pengembangan program pendidikan kewirausahaan.
  • Membuka kesempatan untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  • Mempererat hubungan antara dunia akademis dengan dunia usaha.
  • Memungkinkan untuk penyesuaian kurikulum yang dapat lebih aplikatif pada dunia usaha.
  • Menghasilkan wirausaha-wirausaha muda pencipta lapangan kerja dan calon pengusaha sukses masa depan.

KOMODITAS USAHA[sunting | sunting sumber]

Hasil seleksi terhadap komoditas yang diusahakan meliputi: Komoditas Perbenihan Jagung, Produksi Buah Melon Beraroma Khas, Produksi Sayuran Organik, Produksi Emping Jagung, Produksi Ternak Kelinci, Produksi Ayam Potong/Broiler, Produksi Ternak Babi, Produksi Jamur Tiram Putih, Produksi Tanaman Hias, Produksi Bakery Komposit, Budidaya Lebah Madu, Pengolahan Madu Hutan, dan Perbibitan Tanaman Hutan Alam.

KEGIATAN[sunting | sunting sumber]

Kegiatan Program Mahasiswa Wirausaha tahun 2009 yang dilakukan meliputi: Sosialisasi program kepada mahasiswa dan pengusaha UKM, Seleksi Mahasiswa, Seleksi UKM mitra, Pelatihan Kewirausahaan, Lokakarya, Seleksi Rencana Bisnis, Monitoring, dan Evaluasi pelaksanaan program

Di samping itu, dilakukan pendampingan oleh mentor Politeknik Pertanian Negeri Kupang dan pendampingan usaha oleh UKM selama 9 bulan.

REFERENSI[sunting | sunting sumber]

Politeknik Pertanian Negeri Kupang. http://www.politanikoe.ac.id/