Kabupaten Sumba Timur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Sumba Timur
Lambang Kabupaten Sumba Timur.jpg
Lambang
Motto: 
Matawai Amahu Pada Njara Hamu
Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Timur.svg
Kabupaten Sumba Timur is located in Kepulauan Sunda Kecil
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Sumba Timur is located in Indonesia
Kabupaten Sumba Timur
Kabupaten Sumba Timur
Koordinat: 9°53′00″S 120°15′00″E / 9.88333°S 120.25°E / -9.88333; 120.25
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
Tanggal peresmian1958
Ibu kotaKota Waingapu
Pemerintahan
 • BupatiDrs. Gidion Mbiliyora, M.S
 • Wakil bupatiUmbu Lili Pekuwali, ST, MT
Luas
 • Total7.000,50 km2 (2,702,91 sq mi)
Populasi
 • Total248.864 jiwa
 • Kepadatan36/km2 (90/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 86,98%
Protestan 77,88%
Katolik 9,10%
Marapu 6,47%
Islam 6,36%
Hindu 0,18%
Buddha 0,01%[2][3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0387
Kode Kemendagri53.11 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan22 kecamatan
Jumlah kelurahan16 kelurahan
Jumlah desa140 desa
DAURp 675.471.063.000,- (2020)[4]
IPMKenaikan 65,52 (2020)
Sedang[5]
Situs webwww.sumbatimurkab.go.id
Kantor DPRD Kabupaten Sumba Timur di Waingapu

Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten yang berada di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Kabupaten Sumba Timur sendiri meliputi 55% wilayah yang ada di pulau Sumba, yang terdiri dari 4 kabupaten. Pusat pemerintahan atau ibukota kabupaten terletak di kecamatan Kota Waingapu. Pada tahun 2021, jumlah penduduk Sumba Timur sebanyak 248.864 jiwa.[2]

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Timur merupakan salah satu kabupaten di provinsi Nusa Tenggara Timur yang terletak pada koordinat 119°45'–120°52' Bujur Timur (BT) dan 9°16'–10°20' Lintang Selatan (LS). Luas wilayah Kabupaten Sumba Timur adalah 7.000,5 km² atau 700.050 Ha. Dari 98 pulau-pulau kecil di sekelilingnya, hanya 3 pulau sudah dihuni yaitu Pulau Salura, Pulau Menggudu, dan Pulau Kotak.[6]

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Timur menempati wilayah timur Pulau Sumba dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:

Utara Selat Sumba
Timur Laut Sabu
Selatan Samudra Hindia
Barat Kabupaten Sumba Tengah

Selain itu kabupaten Sumba Timur juga meliputi empat pulau kecil di selatan, yakni Pulau Salura, Pulau Mengkudu, Pulau Kotak dan Pulau Nusa.

Topografi[sunting | sunting sumber]

Kondisi topografi Sumba Timur secara umum datar (di daerah pesisir), landai sampai bergelombang (wilayah dataran rendah <100 meter) dan berbukit (pegunungan). Daerah dengan ketinggian di atas 1000 meter hanya sedikit di wilayah perbukitan dan gunung. Lahan pertanian terutama di dataran pantai utara yang memiliki cukup air di permukaan maupun sungai-sungai besar. Setidaknya terdapat 88 sungai dan mata air yang tidak kering di musim kemarau.

Rangkaian pegunungan dan bukit-bukit kapur curam yang menguasai wilayah bagian tengah dengan empat puncak: Mawunu, Kombapari, Watupatawang dan Wanggameti. Dataran rendah terdapat di sepanjang pesisir dengan bagian yang cukup luas di Tanjung Undu (pesisir paling barat). Amplitudo suhu yang tinggi mengakibatkan batu-batuan menjadi lapuk, tanah merekah dan terjadi seleksi alam terhadap tumbuhan dan hewan yang dapat hidup dalam kondisi demikian. Karena itu, jenis tumbuhan yang ada umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren, sementara hewan peliharaan umumnya adalah sapi, kerbau dan kuda yang telah menyesuaikan diri dengan keadaan alam Sumba yang berpadang sabana luas.

Keadaan tanah di Sumba Timur mengandung pasir, kapur dan batu karang karena ratusan ribu tahun yang lalu daerah ini berada di bawah permukaan laut. Setelah zaman es berlalu, daratan ini muncul di atas permukaan laut, sehingga sering dijumpai berbagai jenis hewan laut seperti kerang, ikan dan tanaman laut yang telah menjadi fosil di bukit-bukit karang. Rumput-rumput pun tumbuh di atas batu-batu karang.

Iklim[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Timur beriklim sabana tropis (Aw) dengan musim hujan yang relatif singkat dan musim kemarau yang panjang (≥7 bulan). Suhu rata-rata adalah 22,5 derajat sampai 31,7 derajat Celsius dan tingkat kelembapan nisbi sebesar ±73% per tahun. Musim penghujan biasanya terjadi di bulan Desember sampai akhir bulan Maret dengan rata-rata curah hujan ≥150 mm per bulan. Sementara itu, musim kemarau biasanya berlangsung sejak pertengahan bulan April sampai dasarian kedua bulan November dengan puncak musim kemarau yakni pada bulan JuliSeptember. Jumlah curah hujan yang cenderung sedikit dalam setahun yakni berkisar 700–1800 milimeter per tahun dengan jumlah hari hujan tahunan berkisar antara 60–130 hari hujan per tahun menyebabkan sebagian besar daerah Kabupaten Sumba Timur termasuk dalam wilayah yang cukup kering.

Data iklim Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 31.5
(88.7)
31.4
(88.5)
31.7
(89.1)
32.1
(89.8)
31.6
(88.9)
30.5
(86.9)
29.6
(85.3)
30.3
(86.5)
31.9
(89.4)
32.6
(90.7)
32.7
(90.9)
31.7
(89.1)
31.47
(88.65)
Rata-rata harian °C (°F) 27.9
(82.2)
27.8
(82)
27.9
(82.2)
27.7
(81.9)
27.2
(81)
26.1
(79)
25.2
(77.4)
25.9
(78.6)
27.1
(80.8)
28.1
(82.6)
28.6
(83.5)
28.1
(82.6)
27.3
(81.15)
Rata-rata terendah °C (°F) 24.4
(75.9)
24.2
(75.6)
24.1
(75.4)
23.4
(74.1)
22.9
(73.2)
21.6
(70.9)
20.8
(69.4)
21.6
(70.9)
22.3
(72.1)
23.6
(74.5)
24.6
(76.3)
24.5
(76.1)
23.17
(73.7)
Presipitasi mm (inci) 264.9
(10.429)
272.6
(10.732)
230.4
(9.071)
141.3
(5.563)
59.3
(2.335)
16.7
(0.657)
8.3
(0.327)
3.1
(0.122)
18.7
(0.736)
44.1
(1.736)
148.3
(5.839)
257.3
(10.13)
1.465
(57,677)
Rata-rata hari hujan 18 18 15 10 5 2 1 1 2 4 10 16 102
% kelembapan 83 83 81 76 72 69 65 61 65 67 73 79 72.8
Rata-rata sinar matahari bulanan 180 171 191 238 267 278 295 301 291 284 247 198 2.941
Sumber #1: Climate-Data.org[7] & BMKG[8]
Sumber #2: Weatherbase[9]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah Daftar Bupati Sumba Timur dari masa ke masa.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Rangga Horo
1946
1950
1
2
Umbu Tipuk Marisi
1950
1958
2
3
Lesu Djaga Dapawolle
1958
1967
3
4
Umbu Haramburu Kapita
1967
1978
4
5
dr.
Lapoe Moekoe
1978
1984
5
6
Adrianus Zooai
1984
1989
6
7
T. P. Munthe
1989
1994
7
8
Drs.
Lukas Mb Kaborang
1994
1999
8
9
Ir.
Umbu Mehang Kunda
2000
2005
9
Ir.
Emanuel Babu Eha
M.Si.
2005
2008
10
Drs.
Gidion Mbiliyora
M.Si.
Drs.
Gidion Mbiliyora
M.Si.
2008
2010
10
2010
2015
11
dr.
Matius Kitu
Sp.B
Yohanes L. Hawula
SH., M.Si
2015
2016
(10)
Drs.
Gidion Mbiliyora
M.Si.
2016
2021
12
[10]
Umbu Lili Pekuwali
ST., MT


11


Drs. Kristofel Praing M.si. 26 Februari 2021 __ 13 David Melo Wadu.ST


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Sumba Timur dalam dua periode terakhir.[11][12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 0 Kenaikan 4
  Gerindra 4 Penurunan 1
  PDI-P 4 Steady 4
  Golkar 8 Steady 8
  NasDem 4 Steady 4
  Perindo (baru) 1
  PAN 3 Steady 3
  Hanura 2 Steady 2
  Demokrat 4 Penurunan 2
  PKPI 1 Steady 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 8 Kenaikan 10

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Timur terdiri dari 22 kecamatan, 16 kelurahan, dan 140 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 237.119 jiwa dengan luas wilayah 7.000,50 km² dan sebaran penduduk 34 jiwa/km².[13][14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Sumba Timur, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
53.11.01 Kota Waingapu 4 3 Desa
Kelurahan
53.11.02 Haharu 7 Desa
53.11.03 Lewa 1 7 Desa
Kelurahan
53.11.04 Nggaha Ori Angu 8 Desa
53.11.05 Tabundung 10 Desa
53.11.06 Pinu Pahar 6 Desa
53.11.07 Pandawai 2 5 Desa
Kelurahan
53.11.08 Umalulu 1 9 Desa
Kelurahan
53.11.09 Rindi 8 Desa
53.11.10 Pahunga Lodu 8 Desa
53.11.11 Wulla Waijelu 7 Desa
53.11.12 Paberiwai 7 Desa
53.11.13 Karera 7 Desa
53.11.14 Kahaungu Eti 9 Desa
53.11.15 Matawai La Pawu 6 Desa
53.11.16 Kambera 7 1 Desa
Kelurahan
53.11.17 Kambata Mapambuhang 6 Desa
53.11.18 Lewa Tidahu 6 Desa
53.11.19 Katala Hamu Lingu 5 Desa
53.11.20 Kanatang 1 4 Desa
Kelurahan
53.11.21 Ngadu Ngala 5 Desa
53.11.22 Mahu 6 Desa
TOTAL 16 140

Demografi[sunting | sunting sumber]

Seorang gadis Sumba Timur dari golongan menengah (kabisu) pada tahun 1930

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk kabupaten Sumba Timur tahun 2002 adalah 190.214 jiwa atau dengan kepadatan rata-rata 27 jiwa/km². Kepadatan tertinggi di Kecamatan Waingapu, yaitu 1.049 jiwa/km², sedang kepadatan terendah ada di Kecamatan Haharu, yaitu 13 jiwa/km². Disamping orang Sumba Timur asli juga terdapat orang Sabu, keturunan Tionghoa, Arab, Bugis, Jawa dan penduduk yang berasal dari daerah Nusa Tenggara Timur lainnya. Bahasa daerah yang digunakan adalah Bahasa Sumba Kambera. Tahun 2021, penduduk kabupaten Sumba Timur mwncapai 248.864 jiwa dengan kepadatan 36 jiwa/km².[2]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Sumba Timur mencatat bahwa sebagian besar penduduk di kabupaten ini menganut agama Kristen sebanyak 91,97% (Protestan 81,70% dan Katolik 10,27%). Selebihnya penganut agama Islam sekitar 7,84% yang kebanyakan tinggal di ibukota kabupaten, kemudian Hindu 0,18% dan Buddha 0,01%.[3] Sejumlah penduduk Sumba Timur masih memegang tradisi leluhur dengan menganut aliran tradisional yakni Marapu,[1] aliran kepercayaan di pulau Sumba yang masih ada hingga saat ini. Pemerintah telah menjamin dan mengakui setiap aliran kepercayaan yang ada di Indonesia.

Meskipun keadaan tanahnya kurang subur, lebih dari separuh penduduk kabupaten Sumba Timur ini adalah petani. Selain itu ada juga yang bekerja sebagai peternak, pegawai, buruh, nelayan dan lain-lain. Walaupun sektor pertanian menempati tempat pertama dalam pendapatan regional, luas sawah yang bisa digarap baru 11 persen dari luas tanah kabupaten seluruhnya.

Penggarapan sawah ini dilakukan dengan cara tradisional yang disebut renca, yaitu pengerahan tenaga manusia dan kerbau dalam jumlah besar di atas tanah sawah yang akan ditanami. Kaki-kaki kerbau yang berjumlah puluhan ini digunakan sebagai pengganti bajak dan pekerjaan renca ini diawali dan diakhiri dengan upacara keagamaan (ritus). Kehidupan sehari-hari penduduknya pada dasarnya merupakan cerminan kehidupan agama tradisional mereka. Hal ini bisa dilihat saat mereka melaksanakan berbagai upacara adat berkenaan dengan daur hidup seperti upacara kelahiran (habola), perkawinan (lalei atau mangoma) dan kematian (pa taningu).

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Perekonomian penduduk Sumba Timur ini sebagian besar adalah pertanian, (termasuk peternakan), industri rumah tangga (terutama kerajinan tekstil/tenun) serta pariwisata.

Kerajinan[sunting | sunting sumber]

Industri rumah tangga di Sumba Timur didominasi kerajinan kain tenun ikat yang terdapat di hampir seluruh penjuru kabupaten. Kerajinan kain tenun ikat ini sudah terkenal sejak ratusan tahun. Ada dua kelompok pengrajin, yaitu yang menggantungkan seluruh penghasilannya pada pekerjaannya dan yang melakukannya hanya sebagai kerjaan sambilan. Seniman sambilan ini umumnya adalah mereka yang secara sosial masih memiliki fungsi adat seperti kaum bangsawan (maramba).

Walaupun merupakan hasil sambilan, tenun jenis ini bermutu tinggi karena sebenarnya tenunan tersebut bukanlah barang dagangan, hanya sebagai koleksi atau digunakan dalam upacara adat. Ada beberapa daerah yang terkenal dengan kain tenunnya, seperti Desa Kaliuda yang terletak di Kecamatan Pahungalodu, Rindi dan Watuhadang yang terletak di kecamatan Rindiumalulu, Rambangaru yang terletak di kecamatan Pandawai dan Kelurahan Prailulu. Tenunan dari daerah ini bermutu tinggi karena dibuat dengan menggunakan ramuan tradisional dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

Tidak jarang ada tenunan yang lama penyelesaiannya hingga tahunan, yang menyebabkan harga jualnya pun mencapai jutaan rupiah, terutama yang berasal dari Rindi, Kaliuda dan Kampung Pau. Kerajinan tenun ini juga mendukung kegiatan pariwisata di kabupaten ini.

Pertanian tanaman[sunting | sunting sumber]

Pada sektor pertanian tanaman, padi, jagung dan ubi kayu menjadi andalan. Hasil pertanian lainnya adalah cengkih, kapuk, kemiri, kelapa, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, sorgum dan jambu mete. Hasil pertanian tersebut telah dikembangkan sejak tahun 1977.

Peternakan[sunting | sunting sumber]

Ekspor Sapi dari Sumba sekitar 1948

Sektor peternakan memiliki sejarah panjang dan cukup berbeda dari daerah lain di Indonesia, oleh sebab keadaan alam wilayah ini yang memiliki musim penghujan pendek dan padang rumput (sabana) luas. Sumba Timur terkenal sebagai pusat penangkaran dan perdagangan kuda sejak abad ke-19. Kuda sandel yang merupakan hasil perbaikan (grading up) kuda lokal dengan kuda Arab telah menjadi maskot daerah dan figurnya dimasukkan dalam lambang daerah.

Pada awal abad ke-20 (1906-1907) pemerintah Hindia Belanda memasukkan empat ras sapi ke Sumba, sapi jawa, sapi madura, sapi bali dan sapi ongole dari India. Hanya yang terakhir yang diketahui bisa beradaptasi dengan baik dan segera menjadi komoditas peternakan unggulan, menggeser kuda.[15] Tujuh tahun sejak introduksi, pemerintah menetapkan Sumba sebagai pusat penangkaran sapi ongole murni dan sejak itu biakannya dikenal sebagai ras SO (Sumba Ongole) dan ini berlangsung hingga sekarang.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Senja di Pantai Walakiri

Pantai Kalala, Pantai Alfon Ndawa Lu, Tarimbang, Purukambera dan Walakiri sudah mendunia dan dikenal sebagai tempat berselancar yang indah. Sisa-sisa kebudayaan megalitik berupa kubur batu dan rumah-rumah adat asli yang sering menjadi tempat pelaksanaan upacara adat penguburan jenazah bangsawan menarik minat para wisatawan. Wisata alam dapat dilakukan di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti.[16]

Tempat wisata populer lainnya adalah Londa Lima, Watuparunu dan Purukambera. Selain itu, Sumba Timur juga mempunyai objek wisata alam Air Terjun Laputi.[17]

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Provinsi Pulau Sumba[sunting | sunting sumber]

Kabupaten/Kota yang mungkin bergabung yang meliputi:

  1. Kabupaten Sumba Barat
  2. Kabupaten Sumba Barat Daya
  3. Kabupaten Sumba Tengah
  4. Kabupaten Sumba Timur
  5. Kabupaten Sumba Timur Jaya
  6. Kabupaten Pahunga Lodu
  7. Kabupaten Sumba Selatan
  8. Kota Waingapu

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Sumba Timur Dalam Angka 2020". BPS Kabupaten Sumba Timur. Diakses tanggal 7 Oktober 2020. 
  2. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 3 Agustus 2021. 
  3. ^ a b "Persentase Pemeluk Agama Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2018". www.nttprov.go.id. Diakses tanggal 16 Januari 2020. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 3 Agustus 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 3 Agustus 2021. 
  6. ^ "Profil Sumba Timur" (PDF). 
  7. ^ "Waingapu, Sumba Timur, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 10 Agustus 2020. 
  8. ^ "Zona Musim 253–255" (PDF). Stasiun Klimatologi Lasiana Kupang. hlm. 15-16. Diakses tanggal 12 Oktober 2020. 
  9. ^ "WAINGAPU, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 11 Agustus 2020. 
  10. ^ Media, Kompas Cyber (2018-10-02). "Bupati Sumba Timur: Pasca-gempa, Warga Jangan Panik - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-07. 
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Sumba Timur 2014-2019
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Sumba Timur 2019-2024
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  15. ^ Artikel "Seabad Sapi Ongole di Sumba Timur" dari arsip Kompas Online edisi 29 Oktober 2005, laporan Cokorda Yudistira
  16. ^ Artikel tentang "Kabupaten Sumba Timur" di laman Kompas Online edisi 3 Mei 2002, dari Litbang Kompas (diambil dari cache google)
  17. ^ "Air Terjun Laputi: Salah Satu Air Terjun Cantik di Sumba Timur". Travelmate Kamu. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-04-17. Diakses tanggal 17 April 2015. 

Pustaka[sunting | sunting sumber]

  • Ensiklopedia Nasional Indonesia.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]