Kabupaten Sumba Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kabupaten Sumba Barat
Lambang Kabupaten Sumba Barat.gif
Lambang Kabupaten Sumba Barat


Moto: Pada Eweta Manda Elu



Lokasi Nusa Tenggara Timur Kabupaten Sumba Barat.svg
Peta lokasi Kabupaten Sumba Barat di Nusa Tenggara Timur
Koordinat: -9.635569, 119.413498
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Dasar hukum UU No. 69 Tahun 1958[1]
Tanggal peresmian 9 Agustus 1958
Ibu kota Waikabubak
Pemerintahan
-Bupati Drs.Agustinus Niga Dapawole
APBD
-DAU Rp. 307.533.200.000.-(2013)[2]
Luas 737.42[3]
Populasi
-Total 123.913 jiwa[4] 2016
-Kepadatan 168 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 0387
Pembagian administratif
-Kecamatan 6
-Kelurahan 11
-Desa 49
Simbol khas daerah
Situs web Pemerintah : http://www.sumbabaratkab.go.id/
Pariwisata : http://www.westsumba.com/

Kabupaten Sumba Barat adalah sebuah kabupaten yang terletak di provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Ibu kotanya berada di Kota Waikabubak. Kabupaten Sumba Barat pernah mengalami pemekaran wilayah menjadi Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Sumba Tengah pada tahun 2007.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Barat terletak di Pulau Sumba bagian barat dan merupakan kabupaten dengan luas wilayah terkecil. Secara geografis, Kabupaten Sumba Barat terletak pada 119° 6’ 43,61” - 119° 32’ 5,87” Bujur Timur dan 9° 22’ 24,27” - 9° 47’ 50,14” Lintang Selatan. Jaraknya sekitar dari 128 Kilometer dari Kota Waingapu. Luas wilayahnya 737,42 km2.

Batas Wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Sawu
Selatan Samudera Hindia
Barat Kabupaten Sumba Barat Daya
Timur Kabupaten Sumba Tengah

Topografi[sunting | sunting sumber]

Topografi Kabupaten Sumba Barat berupa pesisir, rangkaian pegunungan dan bukit-bukit kapur yang curam. Sebagian besar wilayah pesisirnya berada di bagian selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Ketinggian wilayahnya antara 0-800 meter diatas permukaan air laut (mdpl) dengan karakteristik wilayah yang sama dengan wilayah lain di Pulau Sumba tergolong kering. Jenis tanah di Kabupaten Sumba Barat umumnya mediteran dengan jenis batuan batu gamping dengan kemiringan lahan 14°-40°. Sebanyak 94,34% wilayah Kabupaten Sumba Barat digunakan sebagai lahan kering.

Iklim dan hidrologi[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Sumba Barat memiliki iklim tropis dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan di Kabupaten Sumba Barat relatif pendek dibandingkan kemarau. Curah hujan rendah yakni 700 mm - 1200 mm per tahun dengan hari hujan sekitar 70-90 hari terutama pada November hingga Maret. Suhu udara berkisar 25 °C - 33 °C dengan suhu minimum 21,8 °C dan maksimum 33,9 °C di musim kemarau. Sungai-sungai yang melintasi wilayah ini yaitu Sungai Wanokaka (Sungai Labariri), Sungai Kadengar, Sungai Kalada, dan Sungai Watupanggata.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati Sumba Barat

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

  1. Kota Waikabubak
  2. Lamboya
  3. Lamboya Barat
  4. Tana Righu (Laratama)
  5. Loli
  6. Wanokaka

Penduduk[sunting | sunting sumber]

Jumlah penduduk[sunting | sunting sumber]

Penduduk Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2016 tercatat 123.913 jiwa jiwa, mengalami pertumbuhan sebesar 1,7% dari tahun sebelumnya, dengan jumlah rumah tangga pada tahun 2015 sebanyak 22.929 rumah tangga[5]. Kepadatan penduduk Kabupaten Sumba Barat pada tahun 2015 sebesar 168 jiwa/km2, dengan Kecamatan Kota Waikabubak merupakan daerah terpadat penduduknya dengan 712 jiwa/km² dan Kecamatan Lamboya Barat merupakan daerah terjarang penduduknya dengan 50 jiwa/km².

Agama dan suku[sunting | sunting sumber]

Agama penduduk Kabupaten Sumba Barat adalah pemeluk Protestan, Katolik, Islam, Hindu dan sisanya adalah Buddha serta masih terdapat pemeluk agama tradisional Marapu. Kenyataan ini diakibatkan karena masih kuatnya pengaruh adat-istiadat. Selain itu di kabupaten ini masih terdapat masyarakat terasing, yaitu suku bangsa Balikeda di desa Dokakaka, Kecamatan Loli.

Jumlah penduduk, luas wilayah, desa dan kelurahan di Kabupaten Sumba Barat tahun 2016
Nama kecamatan Jumlah penduduk Luas wilayah Jumlah desa (2015) Jumlah kelurahan (2015)
Kecamatan Kota Waikabubak 32.278 Jiwa 44,71 km2  7 6
Kecamatan Lamboya 17.481 Jiwa 125,65 km2  11 -
Kecamatan Lamboya Barat 8.262 Jiwa 161,23 km2  4 -
Kecamatan Loli 30.519 Jiwa 132,36 km2  9 5
Kecamatan Tana Righu (Laratama) 19.666 Jiwa 139,76 km2  18 -
Kecamatan Wanokaka 15.707 Jiwa 133,68 km2  14 -

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Secara tradisional (renca) sebagian besar penduduk di kabupaten ini bergantung hidup pada sektor pertanian. Karena keadaan tanahnya, tanaman cokelat dan tembakau dapat tumbuh di areal seluas 110 hektare dan 2.280 hektare. Sektor peternakan juga merupakan nafkah tambahan utama penduduk setempat. Kerbau banyak digunakan dalam pelaksanaan upacara adat. Selain itu kerbau juga digunakan untuk menggarap tanah pertanian.

Budaya[sunting | sunting sumber]

Kampung Adat Praijing

Di Kabupaten Sumba Barat masih bisa ditemukan daerah-daerah yang memiliki nilai historis, baik dari segi sejarah maupun sosial budayanya. Kampung Kadung Tana, Watu Karagata dan Bulu Peka Mila merupakan daerah yang terdapat makam-makam megalitik. Juga di desa Tarung yang berjarak setengah kilometer dari Kota Waikabubak, terdapat makam megalitik yang bercirikan tanduk kerbau dan taring-taring babi yang pada masa lalu merupakan hewan sakral.

Di Kecamatan Lamboya dan Kecamatan Wanokaka sering dilaksanakan acara perang tanding di atas kuda atau pasola pada bulan Februari dan Maret. Pasola adalah keterampilan menunggang kuda sambil melemparkan tombak kayu berujung tumpul yang di arahkan ke tubuh lawan. Sebelum upacara tersebut berlangsung, diadakan terlebih dahulu acara Nyale, yaitu mencari sejenis cacing yang terdapat di antara batu-batu di tepi pantai saat menjelang subuh kala purnama mulai muncul dan kemudian akan dimakan.

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Air Terjun Lapopu
  1. Taman Nasional Manupeu Tanah Daru
  2. Air Terjun Lapopu
  3. Pantai Nihiwatu
  4. Pantai Nihioka
  5. Pantai Rua
  6. Pantai Lailiang
  7. Pantai Pahiwi
  8. Pantai Watuwawi
  9. Pantai Marangaba
  10. Pantai Dewa
  11. Kampung Adat Praijing
  12. Kampung Adat Tarung

Pustaka[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]