Kota Waikabubak, Sumba Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Kota Waikabubak
Kecamatan
Negara  Indonesia
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Kabupaten Sumba Barat
Pemerintahan
 • Camat Grace W. Ora S. Si
Luas 44,71 km²
Jumlah penduduk 32.278 Jiwa (Tahun 2016)
Kepadatan 721 Jiwa/km²
Desa/kelurahan 6 kelurahan
7 desa
Lahan pertanian di Kota Waikabubak

Kota Waikabubak adalah kecamatan dan merupakan ibukota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Waikabubak merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumba setelah Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Loli
Selatan Kecamatan Wanokaka
Barat Kecamatan Loli
Timur Kecamatan Loli

Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Kalembu Kuni
  2. Kampung Baru
  3. Kampung Sawah
  4. Kodaka
  5. Komerda
  6. Lapale
  7. Maliti
  8. Modu Waimaringu
  9. Pada Eweta
  10. Puu Mawo
  11. Soba Rade
  12. Tebara
  13. Wailiang

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

1. Pasar Wai Liang

Pasar Wai Liang merupakan menjual barang untuk oleh-oleh khas Sumba berupa gelang, kalung, bahan tenun, madu lebah putih, madu tawon sumbawa, hingga pakaian daerah Sumba. Kain tenun dijual dengan kisaran harga Rp250 ribu hingga Rp10 juta. Sementara syal tenun dapat diperoleh dengan harga Rp50 ribu. Jika ingin membeli madu, wisatawan harus menyediakan uang senilai Rp60ribu hingga Rp100ribu untuk mendapat minuman tersebut.

2. Lapangan Waikabubak

Lapangan ini terletak tepat di tengah-tengah kota, dan bentuknya menyerupai alun-alun seperti umum ditemui di kota-kota pada Pulau Jawa. Berbagai macam kuliner dijual di lapangan Waikabubak. Namun, tak ada makanan khas yang dijual, karena mayoritas pedagang di sini berasal dari luar Sumba Barat. Setelah makan, wisatawan juga dapat mengambil foto di sekitar Lapangan Waikabubak dengan latar belakang tulisan 'Waikabubak' dan tugu patung pendekar menaiki kuda di perempatan jalan.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]