Kota Waikabubak, Sumba Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kota Waikabubak
Kecamatan
Lahan pertanian di Kota Waikabubak
Negara Indonesia
ProvinsiNusa Tenggara Timur
KabupatenSumba Barat
Pemerintahan
 • CamatGrace W. Ora S. Si
Luas44,71 km²
Kepadatan721 Jiwa/km²
Desa/kelurahan6 kelurahan
7 desa

Kota Waikabubak adalah kecamatan dan merupakan ibu kota Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Waikabubak merupakan kota terbesar kedua di Pulau Sumba setelah Waingapu, Kabupaten Sumba Timur.[1]

Geografi[sunting | sunting sumber]

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kecamatan Loli
Timur Kecamatan Loli
Selatan Kecamatan Wanokaka
Barat Kecamatan Loli

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Pembagian Desa/kelurahan[sunting | sunting sumber]

  1. Kalembu Kuni
  2. Kampung Baru
  3. Kampung Sawah
  4. Kodaka
  5. Komerda
  6. Lapale
  7. Maliti
  8. Modu Waimaringu
  9. Pada Eweta
  10. Puu Mawo
  11. Soba Rade
  12. Tebara
  13. Wailiang

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Pasar Wai Liang[sunting | sunting sumber]

Pasar Wai Liang merupakan menjual barang untuk oleh-oleh khas Sumba berupa gelang, kalung, bahan tenun, madu lebah putih, madu tawon sumbawa, hingga pakaian daerah Sumba. Kain tenun dijual dengan kisaran harga Rp250 ribu hingga Rp10 juta. Sementara syal tenun dapat diperoleh dengan harga Rp50 ribu. Jika ingin membeli madu, wisatawan harus menyediakan uang senilai Rp60ribu hingga Rp100ribu untuk mendapat minuman tersebut.

Lapangan Waikabubak[sunting | sunting sumber]

Lapangan ini terletak tepat di tengah-tengah kota, dan bentuknya menyerupai alun-alun seperti umum ditemui di kota-kota pada Pulau Jawa. Berbagai macam kuliner dijual di lapangan Waikabubak. Namun, tak ada makanan khas yang dijual, karena mayoritas pedagang di sini berasal dari luar Sumba Barat. Setelah makan, wisatawan juga dapat mengambil foto di sekitar Lapangan Waikabubak dengan latar belakang tulisan 'Waikabubak' dan tugu patung pendekar menaiki kuda di perempatan jalan.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]