Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Logo Baru UIN Alauddin Makassar.jpg
Moto Pencerdasan, Pencerahan dan Prestasi
Didirikan 1962
Jenis Perguruan Tinggi Negeri
Universitas Negeri
Perguruan Tinggi Islam Negeri
Universitas Islam Negeri
Afiliasi keagamaan Islam
Rektor Prof. Dr. H. Musafir Pababbari, M.Si
Jumlah mahasiswa 17.957 orang
Sarjana 17.416 orang
Magister 113 orang
Doktor 50 orang
Jumlah mahasiswa lain 378 orang
Lokasi Kota Makassar (Kampus 1) dan Samata, Kabupaten Gowa (Kampus 2), Sulawesi Selatan, Bendera Indonesia Indonesia
Nama sebelumnya IAIN Alauddin Makassar
Alamat Jl. Sultan Alauddin No. 63, Kota Makassar (Kampus 1)
Jl. Sultan Alauddin No. 36, Samata, Kabupaten Gowa (Kampus 2)
Julukan UIN Alauddin
Situs web http://www.uin-alauddin.ac.id/

Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar atau UIN Alauddin adalah Perguruan Tinggi Islam Negeri yang berada di Makassar. Penamaan UIN di Makassar dengan Alauddin diambil dari nama raja Kesultanan Gowa yang pertama memeluk Islam dan menerima agama Islam sebagai agama kerajaan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah perkembangan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, yang dulu Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar melalui beberapa fase yaitu:

Fase tahun 1962 s.d 1965[sunting | sunting sumber]

Pada mulanya IAIN Alauddin Makassar yang kini menjadin UIN Alauddin Makassar berstatus Fakultas Cabang dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, atas desakan Rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan serta atas persetujuan Rektor IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Menteri Agama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Nomor 75 tanggal 17 Oktober 1962 tentang penegerian Fakultas Syari'ah UMI menjadi Fakultas Syari'ah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 10 Nopember 1962. Kemudian menyusul penegerian Fakultas Tarbiyah UMI menjadi Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Cabang Makassar pada tanggal 11 Nopember 1964 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 91 tanggal 7 Nopember 1964. Kemudian Menyusul pendirian Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta cabang Makassar tanggal 28 Oktober 1965 dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 77 tanggal 28 Oktober 1965.

Fase tahun 1965 s.d 2005[sunting | sunting sumber]

Dengan mempertimbangkan dukungan dan hasrat yang besar dari rakyat dan Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan terhadap pendidikan dan pengajaran agama Islam tingkat Universitas, serta landasan hukum Peraturan Presiden Nomor 27 tahun 1963 yang antara lain menyatakan bahwa dengan sekurang-kurangnya tiga jenis fakultas IAIN dapat digabung menjadi satu institut tersendiri sedang tiga fakultas dimaksud telah ada di Makassar, yakni Fakultas Syari'ah, Fakultas Tarbiyah dan Fakultas Ushuluddin, maka mulai tanggal 10 Nopember 1965 berstatus mandiri dengan nama Institut Agama Islam Negeri Al-Jami'ah al-Islamiyah al-Hukumiyah di Makassar dengan Keputusan Menteri Agama Nomor 79 tanggal 28 Oktober 1965.

Penamaan IAIN di Makassar dengan Alauddin diambil dari nama raja Kerajaan Gowa yang pertama memeluk agama Islam dan memiliki latar belakang sejarah pengembangan Islam pada masa silam, di samping mengandung harapan peningkatan kejayaan Islam pada masa mendatang di Sulawesi Selatan pada khususnya dan Indonesia bahagian Timur pada umumnya. Ide pemberian nama "Alauddin" kepada IAIN yang berpusat di Makassar tersebut, mula pertama dicetuskan oleh para pendiri IAIN Alauddin , di antaranya adalah Andi Pangeran Daeng Rani, turunan dari Sultan Alauddin, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, dan Ahmad Makkarausu Amansyah Daeng Ilau, ahli sejarah Makassar.

Pada Fase itu, IAIN Alauddin yang semula hanya memiliki tiga buah Fakultas, berkembang menjadi lima buah Fakultas ditandai dengan berdirinya Fakuktas Adab berdasarkan Keputusan Menteri Agama RI No. 148 Tahun 1967 Tanggal 23 Nopember 1967, disusul Fakultas Dakwah dengan Keputusan Menteri Agama RI No.253 Tahun 1971 di mana Fakultas ini berkedudukan di Bulukumba ( 153 km arah selatan kota Makassar), yang selanjutnya dengan Keputusan Presiden RI No.9 Tahun 1987 Fakultas Dakwah dialihkan ke Makassar, kemudian disusul pendirian Program Pascasarjana (PPs) dengan Keputusan Dirjen Binbaga Islam Dep. Agama No. 31/E/1990 tanggal 7 Juni 1990 berstatus kelas jauh dari PPs IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang kemudian dengan Keputusan Menteri Agama RI No. 403 Tahun 1993 PPs IAIN Alauddin Makassar menjadi PPs yang mandiri.

Fase Tahun 2005 s.d sekarang[sunting | sunting sumber]

Untuk merespon tuntutan perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan mendasar atas lahirnya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.2 tahun 1989 di mana jenjang pendidikan pada Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, telah disamakan kedudukannya khususnya jenjang pendidikan menegah, serta untuk menampung lulusan jenjang pendidikan menengah di bawah naungan Departemen Pendidikan Nasional R.I dan Departemen Agama R.I, diperlukan perubahan status Kelembagaan dari Institut menjadi Universitas, maka atas prakarsa pimpinan IAIN Alauddin periode 2002-2006 dan atas dukungan civitas Akademika dan Senat IAIN Alauddin serta Gubernur Sulawesi Selatan, maka diusulkanlah konversi IAIN Alauddin Makassar menjadi UIN Alauddin Makassar kepada Presiden R.I melalui Menteri Agama R.I dan Menteri Pendidikan Nasional R.I. Mulai 10 Oktober 2005 Status Kelembagaan Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar berubah menjadi (UIN) Universitas Islam Negeri Alauddinn Makassar berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Republik Indonesia No 57 tahun 2005 tanggal 10 Oktober 2005 yang ditandai dengan peresmian penandatanganan prasasti oleh Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 4 Desember 2005 di Makassar.

Rektor[sunting | sunting sumber]

Sejak berdirinya, IAIN Alauddin Makassar sampai berubah status menjadi UIN Alauddin (1965 s.d sekarang) telah dipimpin oleh kuasa Rektor dan Rektor sebagai berikut:

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar[sunting | sunting sumber]

  1. Haji Aroeppala (1965-1968)
  2. Drs. H. Muhyiddin Zain (1968-1973)

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Ujung Pandang[sunting | sunting sumber]

  1. Prof. H. Abdurrahman Syihab (1973-1979)
  2. Drs. H. A. Moerad Oesman (1979-1985)
  3. Dra. Hj. A. Rasdiyanah (1985-1994)
  4. Drs. H. M. Shaleh A. Putuhena (1994-1998)

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar[sunting | sunting sumber]

  1. Prof. Dr. H. Abd. Muin Salim (1998-2002)
  2. Prof. Dr. H. Azhar Arsyad, MA (2002-2005)

Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar[sunting | sunting sumber]

  1. Prof. Dr. H. Azhar Arsyad, MA (2005-2011)
  2. Prof. Dr. H. A. Qadir Gasing H.T, M.S. (2011-2015)
  3. Prof. Dr. Musafir Pababbri, M.Si. (2015-sekarang)

Pimpinan[sunting | sunting sumber]

Berikut adalah daftar pimpinan di Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar yang sedang menjabat:

  • Rektor: Prof. Dr. Musafir Pababbri, M.Si
  • Wakil Rektor I: Prof. Dr. Mardan, M.Ag
  • Wakil Rektor II: Prof. Dr. H. Lomba Sultan
  • Wakil Rektor III: Prof. Siti Aisyah, M.A., Ph.D

Fakultas[sunting | sunting sumber]

Dalam perubahan status kelembagaan dari Institut ke Universitas, UIN Alauddin Makasar mengalami perkembangan dari lima buah Fakutas menjadi tujuh buah Fakultas dan satu buah Program Pascasarjana (PPs) berdasarkan Peraturan Menteri Agama RI Nomor 5 tahun 2006 tanggal 16 Maret 2006, yaitu:[1]

Fakultas Syariah dan Hukum[sunting | sunting sumber]

  • Ilmu Hukum
  • Hukum Pidana dan Ketatanegaraan
  • Hukum Acara Peradilan dan Kekeluargaan
  • Perbandingan Mazhab dan Hukum
  • Hukum Ekonomi Islam
  • Ilmu Falaq

Fakultas Tarbiyah dan Keguruan[sunting | sunting sumber]

  • Pendidikan Agama Islam
  • Pendidikan Bahasa Arab
  • Manajemen Pendidikan Islam
  • Pendidikan Bahasa Inggris
  • Pendidikan Matematika
  • Pendidikan Fisika
  • Pendidikan Biologi
  • Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Fakultas Ushuluddin dan Filsafat[sunting | sunting sumber]

  • Aqidah Filsafat
  • Kajian Agama-Agama
  • Instruktur Baca Tulis dan Terjemahan Al-Qur'an
  • Ilmu Politik
  • Pemikiran Politik Islam
  • Sosiologi Agama
  • Tafsir Hadits

Fakultas Adab dan Humaniora[sunting | sunting sumber]

  • Bahasa dan Sastra Arab
  • Bahasa dan Sastra Inggris
  • Sejarah Kebudayaan Islam
  • Ilmu Perpustakaan

Fakultas Dakwah dan Komunikasi[sunting | sunting sumber]

  • Komunikasi Penyiaran Islam
  • Bimbingan Penyuluhan Islam
  • Pengembangan Masyarakat Islam
  • Manajemen Dakwah
  • Jurnalistik
  • Ilmu Komunikasi

Fakultas Sains dan Teknologi[sunting | sunting sumber]

  • Teknik Informatika
  • Biologi
  • Fisika
  • Kimia
  • Matematika
  • Ilmu Peternakan
  • Teknik Pengembangan Wilayah dan Kota
  • Teknik Arsitektur
  • Sistem Informasi

Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan[sunting | sunting sumber]

  • Keperawatan
  • Kedokteran
  • Kesehatan Masyarakat
  • Kebidanan
  • Farmasi

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam[sunting | sunting sumber]

  • Ilmu Akuntansi
  • Ekonomi Islam
  • Ilmu Ekonomi
  • Manajemen
  • Perbankan Syariah

Program Pascasarjana[sunting | sunting sumber]

Magister (S2)[sunting | sunting sumber]

  • Pendidikan Agama Islam
  • Manajemen Pendidikan Islam
  • Pendidikan Bahasa Arab
  • Tafsir Hadits
  • Ekonomi Syariah
  • Dirasah Islamiyah
    1. Syariah/Hukum Islam
    2. Pemikiran Islam
    3. Dakwah dan Komunikasi
    4. Bahasa dan Sastra Arab
    5. Sejarah dan Peradaban Islam
    6. Perpustakaan dan Informasi Islam

Doktor (S3)[sunting | sunting sumber]

  • Dirasah Islamiyah
    1. Pendidikan dan Keguruan
    2. Syariah/Hukum Islam
    3. Tafsir
    4. Hadits
    5. Pemikiran Islam
    6. Dakwah dan Komunikasi
    7. Sejarah Peradaban Islam
    8. Pendidikan Bahasa Arab
    9. Bahasa dan Sastra Arab
    10. Ekonomi Islam
    11. Masyarakat Islam

Lembaga, Unit Pelaksana Teknis dan Pusat Studi[sunting | sunting sumber]

UIN Alauddin Makassar memiliki beberapa lembaga, unit pelaksana teknis (UPT) dan pusat studi sebagai berikut:

Lembaga[sunting | sunting sumber]

  • Lembaga Penjaminan Mutu (LPM)
  • Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M)

Unit Pelaksana Teknis (UPT)[sunting | sunting sumber]

  • UPT Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data
  • UPT Perpustakaan
  • UPT Pusat Bahasa

Pusat Studi[sunting | sunting sumber]

  • Pusat Studi Wanita
  • Pusat Studi Pengembangan Bisnis

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

  1. http://www.uin-alauddin.ac.id
  2. Forum Mahasiswa UIN Se-Indonesia