Universitas Trunojoyo Madura

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Universitas Trunojoyo Madura
UTM DIKBUDRISTEK.png
Lambang Universitas Trunojoyo Madura
Nama sebelumnya
Universitas Bangkalan Madura (periode PTS)
Moto"UTM APiK (Amanah, Peduli, Kreatif)"
JenisPerguruan Tinggi Negeri Satuan Kerja (Satker)
Didirikan2001 (sebagai UTM)
1981 (sebagai Unibang)
Lembaga induk
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
RektorDr. Drs. Ec. H. Muh. Syarif, M.Si.
Jumlah mahasiswa21.000 (per 2019)
Alamat
Jalan Raya Telang, Perumahan Telang Inda, Kecamatan Kamal
,
Bangkalan, Indonesia
KampusSuburban: Kampus Bangkalan
Warna  Biru dongker
Nama julukanUTM; UTM Madura; Unijoyo
Situs webwww.trunojoyo.ac.id

Universitas Trunojoyo atau Universitas Trunojoyo Madura atau UTM atau Unijoyo adalah perguruan tinggi negeri yang terletak di Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Pulau Madura, Indonesia. Universitas Trunojoyo Madura dahulu merupakan universitas swasta yang resmi menjadi perguruan tinggi negeri berdasarkan Keputusan Presiden tanggal 5 Juli 2001.[1] Perguruan tinggi ini diresmikan pada tanggal 23 Juli 2001 oleh Presiden Abdurrahman Wahid. Universitas Trunojoyo Madura merupakan perguruan tinggi negeri ke-7 di Jawa Timur.

Universitas Trunojoyo Madura dibangun di atas lahan seluas 28,5 hektare, yang terletak lima kilometer dari Pelabuhan Kamal Madura dan 15 km dari Bangkalan. Pengembangan kampus pada masa yang akan datang diarahkan menjadi lingkungan yang nyaman untuk kegiatan belajar mengajar. Pohon-pohon direncanakan akan lebih banyak ditanam.[2] Selain itu, lokasi Universitas Trunojoyo Madura akan berada dalam lingkungan pusat pengembangan Bangkalan sebagai perluasan Kota Surabaya dalam satuan wilayah pengembangan Gerbangkertasusila (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan)

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Universitas Trunojoyo Madura merupakan perkembangan dari Universitas Bangkalan Madura (Unibang) yang berdiri pada tahun 1981 melalui Yayasan Pendidikan Kyai Lemah Dhuwur MKGR Bangkalan.[3] Saat masih menjadi universitas swasta, Unibang hanya memiliki tiga fakultas, yakni: Fakultas Hukum, Fakultas Ekonomi, dan fakultas Teknik. Unibang kemudian mengalami perubahan status dari perguruan tinggi swasta menjadi perguruan tinggi negeri berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 85 Tahun 2001 tanggal 5 Juli 2001.

Perubahan status Unibang menjadi UTM diresmikan pada tanggal 23 Juli 2001. Dalam sambutannya Abdurrahman Wahid sebagai Presiden Republik Indonesia pada waktu itu, mengatakan bahwa salah satu keinginan masyarakat Madura untuk memiliki universitas negeri telah tercapai.[4] Yang kedua, keinginan lainnya agar pulau Madura dihubungkan dengan pulau Jawa, telah dilaksanakan pencanangan pemancangan Jembatan Suramadu oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada tanggal 20 Agustus 2003.

Keberadaan Universitas Trunojoyo Madura seperti kondisinya yang ada saat ini, masih dalam tahap pembenahan-pembenahan mendasar, seperti renovasi gedung perkuliahan, kantor administrasi kantor pusat maupun fakultas, dan prasarana kampus seperti instalasi listrik dan air, taman kampus serta sarana olahraga dalam kampus.

Identitas[sunting | sunting sumber]

Lambang UTM

Lambang[sunting | sunting sumber]

  • Bingkai segi lima melambangkan Pancasila
  • Delapan penjuru bintang melambangkan kebesaran Majapahit Raya dalam Cakra Surya Kencana (Wawasan Nusantara Raya). Pangeran Trunojoyo ingin melanjutkan Wawasan Nusantara dari Sultan Agung.
  • Tombak melambangkan perjuangan Pangeran Trunojoyo melawan penjajah
  • Luk 3 melambangkan tridharma perguruan tinggi
  • Cakra melambangkan kebesaran Bangkalan
  • Buku melambangkan keilmuan
  • Perahu Lés-Alés melambangkan semangat perjuangan rakyat Madura: "Abhental ombek asapo angin" (Berbantalkan ombak, berselimutkan angin)

Himne dan Mars Universitas Trunojoyo Madura[sunting | sunting sumber]

Himne[sunting | sunting sumber]

Satukan tekad bersama membangun tanah pusaka
Menunjung tinggi cita mulia
Giat belajar dan berkarya
Demi mewujudkan cita-cita kita semua
Bertakwa kepada Tuhan teguhkan iman di dada
Berjanji setia Pancasila
Curahkan segala harapan
Bangkitkan semangat untuk menggapai masa depan
Wahai ksatria jasakan baktimu,
Siap selalu berjuang untuk bangsa dan negara,
Indonesia jaya.

Mars[sunting | sunting sumber]

Terpatri sudah semua di dalam dada
Senada dengan cita bangsa
Menggapai masa depan ceria
Rakyat cerdas dan berbudi mulia
Membangun negara
Sejalan dengan UUD empat lima
Membahanakan gema kata
Mencerdaskan kehidupan bangsa kita
Demi negara Indonesia jaya, negara pusaka
Negara pusaka, mari tuntut ilmu bersama
Universitas Trunojoyo Madura siap sedia
Kelak kita baktikan diri
Terhadap nusa dan bangsa
Berkarya dan sikap perwira
Almamater tak 'kan lupa
Universitas Trunojoyo Madura tercinta
Menjunjung tinggi harkat semua pribadi
Semoga selalu berjaya

Fakultas dan Program Studi[sunting | sunting sumber]

Universitas Trunojoyo menyelenggarakan beberapa program studi diploma, sarjana dan magister.[1]

  • Fakultas Keislaman (F.Kis)
    • Hukum Bisnis Syariah (S-1)
    • Ekonomi Syariah (S-1)

Unit Kegiatan Mahasiswa[sunting | sunting sumber]

Untuk mendukung proses kegiatan ekstrakurikuler dalam kampus, terdapat beberapa unit kegiatan mahasiswa (UKM), antara lain:

Unit Pelaksana Teknis[sunting | sunting sumber]

  • UPT Perpustakaan
  • UPT PUSKOM
  • UPT Pusat Bahasa
  • UPT Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM)
  • UPT Laboratorium Dasar
  • UPT BAAKPSI
  • UPT BAUK
  • UPT Penjaminan Mutu
  • UPT LP3MP

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Akreditasi dan Peringkat Perguruan Tinggi[sunting | sunting sumber]

  • Akreditasi Institusi dari BAN PT (2019 - 2024) adalah "baik sekali", berdasarkan No 417/SK/BAN-PT/Akred/PT/XI/2019.[1][6]
  • Peringkat 150 di Indonesia versi Webometrics (2022).[7]
  • Peringkat 140 di Indonesia versi AD Scientific Index (2022).[8]
  • Peringkat 110 di Indonesia versi SINTA Kemdikbud RI (2022).[9]
  • Peringkat 99 di Indonesia versi UniRank 4ICU (2022).[10]

Prestasi Alumni[sunting | sunting sumber]

UTM telah mencetak beberapa alumni yang menjadi tokoh di Madura dan nasional. Salah satunya adalah alumni dan Mantan Wakil Presiden Mahasiswa UTM, Slamet Ariyadi yang terpilih sebagai anggota DPR RI Dapil Madura periode 2019-2024. Kemudian, aktivis Ach Zahid, Presiden Mahasiswa UTM 2018 yang telah menorehkan rekor pertama di Madura dengan mencetak Rekor MURI: penjahitan dan pembentangan bendera merah putih terpanjang bersama ribuan mahasiswa UTM pada HUT Ke-73 RI.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c PDDikti (2020). "Profil Perguruan Tinggi Universitas Trunojoyo". Pangkalan Data Pendidikan Tinggi Kemdikbud RI. 
  2. ^ "Universitas Trunojoyo Madura". www.trunojoyo.ac.id. Diakses tanggal 2018-03-07. 
  3. ^ "Fakultas Hukum | Fakultas". www.trunojoyo.ac.id. Diakses tanggal 2021-09-17. 
  4. ^ "MENGENANG GUSDUR : MEMBACA SEJARAH KAMPUS UTM – BEM KM – UTM 2021". bem.trunojoyo.ac.id. Diakses tanggal 2021-09-17. 
  5. ^ "Sarana dan Prasarana | Profil". www.trunojoyo.ac.id. Diakses tanggal 2021-09-17. 
  6. ^ BAN PT (2019). "Akreditasi Institusi Universitas Trunojoyo". Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi. 
  7. ^ Webometrics (2022). "Indonesia Rangking Web of Universities". Webometrics. 
  8. ^ AD Scientific Index (2022). "Universitas Trunojoyo Madura Rankings - AD Scientific Index 2022". AD Scientific Index. 
  9. ^ SINTA (2022). "Universitas Trunojoyo". SINTA Kemdikbud RI. 
  10. ^ UniRank (2022). "Top Universities in Indonesia 2021 Indonesian University Ranking". UniRank. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]