Jalur kereta api Kertosono–Bangil

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Kertosono–Bangil
COLLECTIE TROPENMUSEUM De aanleg van de ijzeren spoorbrug over de Kali Metro op de lijn Malang-Blitar TMnr 10008085.jpg
Pembangunan Jembatan Metro
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusKertosono
Bangil
Operasi
Dibuka1879-1896
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun dan VIII Surabaya.
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 90 km/jam

Jalur kereta api Kertosono–Bangil—dikenal sebagai jalur kantong— (bahasa Jawa: ꦗꦭꦸꦂ​ꦱꦼꦥꦸꦂ​ꦏꦼꦂꦠꦱꦤ​ꦧꦔꦶꦭ꧀, translit. Jalur sepur Kertasana-Bangil) adalah salah satu jalur penting dalam sejarah perkeretaapian di Jawa Timur. Jalur ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya dan Daerah Operasi VII Madiun melalui Kediri, Blitar, dan Malang.

Di jalur ini, terdapat dua terowongan buatan dalam negeri bernama Eka Bakti Karya dan Dwi Bakti Karya. Kedua terowongan tersebut dibangun bersebelahan dengan Waduk Sutami pada tahun 1969, tepatnya di petak jalur antara Stasiun Sumberpucung dan Stasiun Pohgajih.[1] Selain itu, terdapat pula Jembatan Lahor yang merupakan jembatan terpanjang di jalur tersebut.

Profil jalur[sunting | sunting sumber]

Segmen Jenis rel Bantalan Laju maksimum
Bangil–Malang Kotalama R42 beton 60 km/jam
Malang Kotalama–Ngebruk R54 beton 60 km/jam
Ngebruk–Wlingi R54 beton 60 km/jam (di terowongan dibatasi antara 40-50 km/jam)
Wlingi–Blitar R54 beton 80 km/jam
Blitar–Kediri R54 beton 90 km/jam
Kediri–Kertosono R54 beton 60 km/jam

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

KA tambahan SGU–ML, pp., tujuan Surabaya dan tujuan Bangil bersambung Malang

Kelas ekonomi AC plus[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Lokal/komuter ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 22 SurabayaMojokertoKertosonoTulungagung
Segmen Kertosono–Kediri
Diresmikan pada tanggal 13 Agustus 1882 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4031 Kertosono KTS Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk km 96+888 lintas SurabayaKertosonoMadiunSolo Balapan
km 215+479 lintas BangilBlitarKertosono
+43 m Beroperasi Kereta api krd kertosono.jpg
5001 Purwoasri PWA Jalan Stasiun Purwoasri, Purwoasri, Purwoasri, Kediri km 208+329 +59 m Beroperasi PWA 01.jpg
5002 Papar PPR Papar, Papar, Kediri km 202+337 lintas BangilBlitarKertosono
km 15+500 lintas ParePapar
+52 m Beroperasi PPR 02.jpg
5003 Minggiran MGN Minggiran, Papar, Kediri km 198+123 +56 m Beroperasi MGN 04.jpg
5004 Susuhan SS Nasional 22 Jalan Raya Kertosono–Kediri, Gampengrejo, Gampengrejo, Kediri km 192+084 +60 m Beroperasi SS 05.jpg
5010 Kediri KD Jalan Stasiun Kediri, Balowerti, Kediri, Kediri km 186+866 lintas BangilBlitarKertosono
km 49+522 lintas JombangPareKediri
+68 m Beroperasi KD 03.jpg
Segmen Kediri–Tulungagung Diresmikan pada tanggal 2 Juni 1883
5011 Ngadiluwih NDL Jalan Stasiun Ngadiluwih, Ngadiluwih, Ngadiluwih, Kediri km 177+321 +78 m Beroperasi NDL 05.jpg
5012 Kras KRS Jalan Stasiun Kras, Purwodadi, Kras, Kediri km 170+979 +75 m Beroperasi KRS 02.jpg
5013 Ngujang NJG Ngantru, Ngantru, Tulungagung km 163+249 +87 m Beroperasi
5014 Tulungagung TA Jalan Pangeran Antasari 7, Kampungdalem, Tulungagung, Tulungagung km 156+820 lintas BangilBlitarKertosono
km 0+000 lintas Tulungagung–Tugu
+85 m Beroperasi Sta. Tulungagung.jpg
Lintas 23 SurabayaMalangTulungagung
Segmen Tulungagung–Blitar
Diresmikan pada tanggal 10 Juni 1884
5015 Sumbergempol SBL Nasional 3 Jalan Raya Tulungagung–Blitar, Sumberdadi, Sumbergempol, Tulungagung km 151+638 +92 m Beroperasi Sumbergempol.jpg
5016 Ngunut NT Jalan Stasiun Ngunut, Ngunut, Ngunut, Tulungagung km 143+861 +104 m Beroperasi NT 01.jpg
5017 Rejotangan RJ Nasional 3 Jalan Raya Tulungagung–Blitar, Rejotangan, Rejotangan, Tulungagung km 135+971 +116 m Beroperasi RJ 03.jpg
5018 Bendo BDO Ngaglik, Srengat, Blitar km 128+014 +151 m Tidak beroperasi EksstaBendo.jpg
5019 Blitar BL Jalan Mastrip 75, Kepanjenkidul, Kepanjenkidul, Blitar km 122+895 +167 m Beroperasi Gare de Blitar 1.jpg
Segmen Blitar–Wlingi Diresmikan pada tanggal 10 Januari 1896
Gebang GEL Sananwetan, Sananwetan, Blitar km ? +159 m Tidak beroperasi
5021 Garum GRM Jalan Stasiun Garum, Tawangsari, Garum, Blitar km 115+673 +244 m Beroperasi Stasiun Garum.jpg
5022 Talun TAL Jalan Stasiun Talun, Talun, Talun, Blitar km 107+389 +244 m Beroperasi
Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
5023 Wlingi WG Jalan Stasiun Wlingi, Beru, Wlingi, Blitar km 103+669 +274 m Beroperasi Wlingi.jpg
Segmen WlingiKepanjen SS Diresmikan pada tanggal 30 Januari 1897
5024 Kesamben KSB Kesamben, Kesamben, Blitar km 94+353 +193 m Beroperasi
5025 Plampangan PAG Jugo, Kesamben, Blitar km ? Tidak beroperasi
5026 Pogajih PGJ Pohgajih, Selorejo, Blitar km 86+773 +205 m Beroperasi Stasiun Pohgajih.jpg
BH ?
Jembatan Lahor
Perbatasan Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Malang
BH -
Terowongan Eka Bakti Karya
panjang: 750 m
Dibangun pada tahun 1969 bersamaan dengan peresmian bendungan Karangkates
BH -
Terowongan Dwi Bakti Karya
panjang: 460 m
Dibangun pada tahun 1969 bersamaan dengan peresmian bendungan Karangkates
5027 Sumberpucung SBP Jalan Sukamaju, Sumberpucung, Sumberpucung, Malang km 79+447 +296 m Beroperasi P1040254.JPG
5028 Ngebruk NB Ngebruk, Sumberpucung, Malang km 75+084 +319 m Beroperasi
BH ?
Jembatan Metro
5029 Kepanjen KPN Kepanjen, Kepanjen, Malang km 68+102 lintas BangilBlitarKertosono
km 16+900 lintas GondanglegiKepanjen
+335 m Beroperasi PN Stasiun Kepanjen.jpg
Segmen Kepanjen–Malang Kotalama Diresmikan pada tanggal 5 Januari 1896
5031 Pakisaji PSI Pakisaji, Pakisaji, Malang km 60+455 +386 m Beroperasi Stasiun Pakisaji 2011.jpg
5032 Kebonagung KBA Kebonagung, Pakisaji, Malang km ? Tidak beroperasi
5033 Malang Kotalama MLK Jalan Kolonel Sugiyono, Ciptomulyo, Sukun, Malang km 51+370 lintas BangilBlitarKertosono
km 0+000 lintas Malang KotalamaBlimbingTumpang
km 0+000 lintas Malang KotalamaBlimbingSingosari MS
+429 m Beroperasi Sta. Malang Kotalama.jpg
Segmen Malang–Lawang Diresmikan pada tanggal 20 Juli 1879
5100 Malang ML Jalan Trunojoyo, Kiduldalem, Klojen, Malang km 49+234 +444 m Beroperasi Stasiun Malang.jpg
5101 Blimbing (Malang) BMG Jalan Stasiun Blimbing, Purwodadi, Blimbing, Malang km 44+946 +460 m Beroperasi Sta. Blimbing Jatim.jpg
5102 Singosari SGS Jalan Stasiun Singosari, Pagentan, Singosari, Malang km 39+172 +487 m Beroperasi Ruang tunggu stasiun Singosari.JPG
5110 Lawang LW Nasional 23 Jalan Mohammad Husni Thamrin, Lawang, Lawang, Malang km 31+114 +491 m Beroperasi IMG-20150219-01499.jpg
Segmen Lawang–Sengon Diresmikan pada tanggal 1 Mei 1879
5111 Sengon SN Sengonagung, Purwosari, Pasuruan km 21+237 +312 m Beroperasi DSCN8260 Sengon.jpg
Segmen Sengon–Bangil Diresmikan pada tanggal 1 November 1879
5112 Sukorejo SKJ Glagahsari, Sukorejo, Pasuruan km 16+971 +239 m Beroperasi IMG-20150227-01563.jpg
5113 Wonokerto WN Wonokerto, Sukorejo, Pasuruan km 8+758 +90 m Beroperasi DSCN8267 Wonokerto.jpg
5120 Bangil BG Jalan Stasiun Bangil, Pogar, Bangil, Pasuruan, 67153 km 47+038 lintas Surabaya KotaProbolinggoKalisatPanarukan
km 0+000 lintas BangilBlitarKertosono
+9 m Beroperasi IMG 19800106 070300 Bangil.jpg

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [2][3][4]


Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Majalah KA Edisi Maret 2009
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia