Lompat ke isi

Stasiun Blimbing (Malang)

Stasiun Blimbing
Kereta Api Indonesia
PD23

Bangunan Stasiun Blimbing peninggalan Staatsspoorwegen yang hingga kini masih beroperasi
Lokasi
Koordinat 7°56′11″S 112°38′30″E / 7.93639°S 112.64167°E / -7.93639; 112.64167
Ketinggian+460 m
Operator
Letak
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 2: sepur lurus)
LayananCommuter Line Dhoho dan Penataran
Konstruksi
Jenis strukturAtas tanah
Informasi lain
Kode stasiun
KlasifikasiIII/kecil[2]
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Stasiun berikutnya
Malang
Perjalanan satu arah
Commuter Line Dhoho
Lingkar Jawa Timur
Via Kertosono-Blitar-Malang berlawanan arah jarum jam
Singosari
Commuter Line Dhoho
Blitar-Surabaya Kota via Malang berlawanan arah jarum jam
Commuter Line Dhoho
Malang-Surabaya Kota berlawanan arah jarum jam
Singosari
Perjalanan satu arah
Commuter Line Penataran
Lingkar Jawa Timur
Via Malang-Blitar-Kertosono searah jarum jam
Malang
Commuter Line Penataran
Surabaya Kota-Malang searah jarum jam
Malang
Terminus
Commuter Line Penataran
Surabaya Kota-Blitar via Malang searah jarum jam
Malang
menuju Blitar
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Toilet Ruang/area tunggu 
Jenis persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Lokasi pada peta
Peta
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Info templat
Bantuan penggunaan templat ini

Stasiun Blimbing (BMG) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Purwodadi, Blimbing, Malang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +460 m ini merupakan stasiun kereta api paling utara di Kota Malang dan berada dalam pengelolaan KAI Commuter. Stasiun ini terletak 200 meter dari jalan utama Malang–Tumpang dan berjarak 91,6 km arah selatan dari Surabaya Kota.

Selain melayani penumpang kereta api lokal, stasiun ini juga melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api.

Pada masa Hindia Belanda, stasiun ini dijadikan stasiun singgah untuk perusahaan trem swasta yang beroperasi di wilayah Malang, yaitu Malang Stoomtram Maatschappij.

Dari stasiun ini ke arah timur, dahulu terdapat jalur kereta api menuju Tumpang yang juga memiliki percabangan menuju Bandara Abdul Rachman Saleh—kini jalur tersebut telah dinonaktifkan.

Bangunan dan tata letak

[sunting | sunting sumber]

Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.

PD23

G Bangunan utama stasiun
Peron sisi
Jalur 1 P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar/Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam) (Malang)
(Singosari) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
Peron pulau
Jalur 2 Sepur lurus
P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar/Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam) (Malang)
(Singosari) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam)
Peron pulau
Jalur 3 P Commuter Line Penataran, tujuan Malang/Blitar/Surabaya Kota (rute memutar searah jarum jam) (Malang)
(Singosari) D Commuter Line Dhoho, tujuan Surabaya Kota (rute memutar berlawanan arah jarum jam)

Pada pertengahan 2025, peron pulau eksisting di antara jalur 1 dan 2 stasiun ini ditinggikan sehingga memudahkan penumpang naik turun kereta api. Terdapat juga peron pulau baru yang tinggi yang dibangun di antara jalur 2 dan 3. Selain itu, di emplasemen stasiun ini ditambahkan kanopi (overcapping) agar penumpang tidak lagi kepanasan ataupun kehujanan saat menunggu maupun naik turun kereta api.

Layanan kereta api

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah layanan kereta api yang berhenti di stasiun ini sesuai Gapeka 2025 per 1 Februari 2025.[3]

Nama kereta api Relasi perjalanan Keterangan
P Penataran Surabaya Kota Surabaya Kota Perjalanan memutar searah jarum jam via MalangBlitarKertosono.
Blitar Perjalanan searah jarum jam via Malang pada jadwal sore.
Malang Hanya jadwal malam.
D Dhoho Surabaya Kota Perjalanan memutar berlawanan arah jarum jam via KertosonoBlitarMalang.
Blitar Perjalanan berlawanan arah jarum jam jam via Malang pada jadwal pagi.
Malang Hanya jadwal pagi.

Pada hari Sabtu sore bulan Juni 1934, sebuah kereta api tergelincir di Stasiun Blimbing lintas Malang–Bangil sehingga rangkaian kereta keluar dari lintasan. Kejadian ini mengakibatkan perjalanan kereta api menuju Malang terhambat.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  2. 1 2 Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020.
  3. Grafik Perjalanan Kereta Api pada Jaringan Jalur Kereta Api Nasional di Jawa Tahun 2025 (PDF). Bandung: Kereta Api Indonesia (Persero). 2024-12-30. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2025-01-27 via Direktorat Jenderal Perkeretaapian.
  4. "Malang: Trein-ontsporing". De Indische Courant van Maandag. 4 Juni 1934

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]

(Indonesia) Jadwal Commuter Line Wilayah VIII Surabaya

Stasiun sebelumnya Piktogram dari KA Jarak Jauh Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Malang
menuju Kertosono
Kertosono–Bangil Singosari
menuju Bangil
Glintung Malang Kotalama–Blimbing–Singosari
Lintas utama MS
Arjosari
Terminus Blimbing–Tumpang
Lintas cabang MS
Wendit
menuju Tumpang