Jalur kereta api Kertosono–Wonokromo

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Jalur kereta api Kertosono–Wonokromo
Ikhtisar
JenisJalur lintas utama
SistemJalur kereta api rel berat
StatusBeroperasi
TerminusKertosono
Wonokromo
Stasiun15
Operasi
Dibuka1881–1897
PemilikDitjen KA, Kemenhub RI
OperatorPT Kereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun (Kertosono-Curahmalang)
Daerah Operasi VIII Surabaya (Mojokerto-Wonokromo)
Karakteristik lintasRel lintas datar
Data teknis
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasi60 s.d. 100 km/jam

Jalur kereta api Kertosono–Wonokromo adalah jalur yang menghubungkan Stasiun Kertosono dengan Stasiun Wonokromo; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun dan VIII Surabaya. Perbatasan kedua daop KAI tersebut terletak menjelang Stasiun Mojokerto.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Untuk mendukung distribusi hasil bumi di lintas Surabaya–Solo, diperlukan sistem transportasi terpadu, terutama pada sektor kereta api. Pada tahun 1873, Pemerintah Kolonial Belanda mengeluarkan konsesi izin pembangunan jalur kereta api rute Surabaya–Solo dan Madiun–Ponorogo, begitu disebutkan dalam buku Spoorwegen op Java (1873). Pembangunannya diprakarsasi oleh Staatsspoorwegen, perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda.[1]

Pembangunan jalur kereta api dimulai dari Tarik menuju Mojokerto pada tanggal 16 Oktober 1880, bersamaan dengan pembukaan jalur kereta api Tarik–Sidoarjo. Selanjutnya, jalur diperpanjang lagi menuju Stasiun Sembung pada tanggal 27 Februari 1881 dan sampai di Stasiun Kertosono pada tanggal 25 Juni 1881. Mulanya, untuk bisa sampai ke Solo dari Surabaya, kereta api harus melewati Stasiun Sidoarjo. Seiring berkembangnya jalur-jalur kereta api di Jawa, SS kemudian menambah lagi segmen baru, yaitu Tarik–Sepanjang pada tanggal 1 Juli 1897, dan terhubung ke Wonokromo pada tanggal 1 Desember 1898.[2]

Dahulu, dalam lintas ini, pernah dibuatkan jalur ganda pada segmen Wonokromo–Tarik pada tahun 1920-an. Laporan tahunan SS tahun 1922 sudah mencatatkan informasi mengenai jalur ganda ini, namun jalur ganda tersebut dinonaktifkan oleh pekerja romusha Jepang, dan sejak saat itu segmen tersebut menjadi jalur tunggal lagi.[3][4]

Saat ini, jalur ini sedang dalam progres pembangunan jalur ganda. Kemungkinan juga jalur ganda Tarik–Surabaya akan dihidupkan kembali mengingat frekuensi lalu lintasnya yang cukup tinggi.[5]

Jalur terhubung[sunting | sunting sumber]

Lintas aktif[sunting | sunting sumber]

Lintas nonaktif[sunting | sunting sumber]

Layanan kereta api[sunting | sunting sumber]

Penumpang[sunting | sunting sumber]

Kelas eksekutif[sunting | sunting sumber]

Kelas campuran[sunting | sunting sumber]

Kelas ekonomi AC premium[sunting | sunting sumber]

Jayakarta Premium, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya via Purwokerto–Yogyakarta–Madiun–Jombang

Kelas ekonomi AC[sunting | sunting sumber]

Lokal/komuter[sunting | sunting sumber]

Barang[sunting | sunting sumber]

Daftar stasiun[sunting | sunting sumber]

Nomor Nama stasiun Singkatan Alamat Letak Ketinggian Status Foto
Lintas 16, 21, 22 SurabayaKertosono
Segmen Kertosono–Sembung
Diresmikan pada tanggal 25 Juni 1881 oleh Staatsspoorwegen Oosterlijnen
Termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun
4031 Kertosono KTS Jalan Stasiun Kertosono, Banaran, Kertosono, Nganjuk km 96+888 lintas SurabayaKertosonoMadiunSolo Balapan
km 215+479 lintas BangilBlitarKertosono
+43 m Beroperasi Kereta api krd kertosono.jpg
BH - Jembatan Kali Brantas
Wesel pemisah arah Bangil dan arah Wonokromo
Segmen Sembung–Mojokerto Diresmikan pada tanggal 27 Februari 1881
4032 Sembung (Jombang) SMB Jalan Raya Perak, Sembung, Perak, Jombang km 89+307 +47 m Beroperasi SMB 04.jpg
4040 Jombang JG Jalan Jenderal Basuki Rachmat 1, Jombatan, Jombang, Jombang km 81+497 +43 m Beroperasi Stasiun Jombang.jpg
4041 Peterongan PTR Peterongan, Peterongan, Jombang km 76+161 +33 m Beroperasi PTR 02.jpg
4042 Sumobito SBO Sumobito, Sumobito, Jombang km 69+110 +28 m Beroperasi SBO 07.jpg
4043 Curahmalang CRM Budugsidorejo, Sumobito, Jombang km 65+412 +25 m Beroperasi CRM 03.jpg
Segmen Mojokerto–Tarik Diresmikan pada tanggal 16 Oktober 1880 Termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya
4600 Mojokerto MR Jalan Bhayangkara 20, Miji, Kranggan, Mojokerto km 57+358 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 36+126 lintas Porong-Japanan-Mojosari-Mojokerto
+22 m Beroperasi Stasiun Mojokerto.png
4601 Bangsal SS (Damarsi) BSL Jalan Bangsal–Mojoanyar, Kepuhanyar, Mojoanyar, Mojokerto km 51+947 Tidak beroperasi Halte Damarsi 2019.jpg
BH - Jembatan Kali Brantas
Segmen Tarik–Sepanjang Diresmikan pada tanggal 1 Juli 1897
4602 Tarik TRK Tarik, Tarik, Sidoarjo km 47+657 (dari Krian maupun dari Tulangan) +16 m Beroperasi Stasiun Tarik.jpg
4603 Kedinding KDN Kedinding, Tarik, Sidoarjo km 43+068 +13 m Beroperasi Stasiun Kedinding 2019.jpg
4604 Krian KRN Jalan Stasiun Krian, Krian, Krian, Sidoarjo km 38+330 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
km 0+000 lintas Krian-Gempolkerep-Ploso
km 37+657 lintas Wonokromo Kota-Krian
+12 m Beroperasi Stasiun Krian Dhoho.JPG
4605 Boharan BH Keboharan, Krian, Sidoarjo km 33+867 +10 m Beroperasi Stasiun Boharan 2019.jpg
4606 Kumendung KMG Tidak beroperasi
4607 Sepanjang SPJ Wonocolo, Taman, Sidoarjo km 24+167 +9 m Beroperasi Stasiun Sepanjang 1101.JPG
Segmen Sepanjang–Wonokromo Diresmikan pada tanggal 1 Desember 1898
4530 Wonokromo WO Jalan Wonokromo 1, Jagir, Wonokromo, Surabaya km 7+881 lintas Surabaya Kota-Probolinggo-Kalisat-Panarukan
km 17+361 lintas Surabaya Kota-Mojokerto-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
+7 m Beroperasi 100px

Keterangan:

  • Stasiun yang ditulis tebal merupakan stasiun kelas besar dan kelas I.
  • Stasiun yang ditulis biasa merupakan stasiun kelas II/menengah, III/kecil, dan halte.
  • Stasiun yang ditulis tebal miring merupakan stasiun kelas besar atau kelas I yang nonaktif.
  • Stasiun yang ditulis miring merupakan halte atau stasiun kecil yang nonaktif.

Referensi: [6][4][7]


Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  2. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  3. ^ "Reglement volgens het welk een provinciaal bestuur voor en over de provincie, Stad en Lande, door het volk zal worden by een geroepen en werkzaam zyn. : Ontworpen door ene daartoe aangestelde commissie in het jaar 1796". Dutch Pamphlets Online. Diakses tanggal 2019-02-06. 
  4. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ Rozack, Abdul (27 Desember 2017). "Rel Ganda Solo-Jombang Mulai Dikerjakan, Jombang-Surabaya Masih Belum". Jawa Pos. Diakses tanggal 1 Mei 2018. 
  6. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian (PDF). Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  7. ^ Arsip milik alm. Totok Purwo mengenai Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun Kereta Api Indonesia