Stasiun Mesigit

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Stasiun Mesigit
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun MST.png
  • Singkatan: MST
  • Nomor: 4502
Stasiun Mesigit 2020.jpg
Tampak luar Stasiun Mesigit, 2020
AlamatJepara, Bubutan, Surabaya
Jawa Timur 60171
Ketinggian+4 m
Letak
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur2 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Sejarah
Nama sebelumnyaHalte Missigit
Layanan
Hanya sebagai pemantau lalu lintas kereta api peti kemas dari dan ke Stasiun Kalimas [3]
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.
Emplasemen di timur Stasiun Mesigit, 2020. Stasiun ini memiliki jalur percabangan: ke kiri menuju Sidotopo dan Surabaya Gubeng, sedangkan ke kanan menuju Surabaya Pasarturi

Stasiun Mesigit (MST) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang berada di Jepara, Bubutan, Surabaya. Stasiun yang terletak pada ketinggian + 4 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya.

Stasiun ini merupakan stasiun percabangan jalur kereta api dari Stasiun Sidotopo lewat jalur layang Surabaya Kota dan Stasiun Surabaya Pasarturi menuju Stasiun Kalimas.[3] Oleh karena itu, stasiun ini hanya difungsikan sebagai stasiun pantau, sedangkan pengontrolan wesel di segitiga Mesigit dipindahkan di Stasiun Surabaya Pasarturi mulai tahun 2014 sejak pengoperasian jalur ganda lintas utara dan pengoperasian kereta api Jayabaya. Stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus.

Bangunan Stasiun Mesigit merupakan bangunan peninggalan Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) dan sulit diamati karena dikerumuni permukiman penduduk. Petak jalan antara Stasiun Kalimas dan pos sinyal Segitiga Mesigit merupakan jalur yang diimpit permukiman penduduk, dan kereta api tidak dapat berjalan lebih dari 20 km/jam. PT KAI sempat merencanakan penggusuran di sepanjang petak tersebut pada 2012, tetapi dibatalkan karena banyaknya penolakan dari warga setempat.[4][5]

Galeri[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b Times, I. D. N.; Alif, Tarida. "Mesigit, Stasiun Mini Berusia Seabad Lebih di Pinggiran Surabaya". IDN Times. Diakses tanggal 2020-02-02. 
  4. ^ "Begini Padatnya Pemukiman Tempat Kereta Anjlok di Surabaya". nusantara.medcom.id. Diakses tanggal 2020-02-19. 
  5. ^ "PT KAI tertibkan bangunan liar pinggir rel di Surabaya". merdeka.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-02-19. 
Stasiun sebelumnya DJKA Kemenhub Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kalimas
Terminus
Lintas Surabaya
Kalimas–Benteng
Sidotopo
Lewat Segitiga Mesigit dan viaduk
ke arah Benteng
Lintas Surabaya
Kalimas–Surabaya Pasarturi
Surabaya Pasarturi
Lewat Segitiga Mesigit
Terminus

Koordinat: 7°14′28″S 112°43′37″E / 7.241180°S 112.726835°E / -7.241180; 112.726835