Kereta api penumpang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Kereta api penumpang Lokal Merak yang melayani rute Rangkasbitung-Merak PP.
Kereta api penumpang Lokal Merak yang melayani rute Rangkasbitung-Merak PP.

Kereta api penumpang adalah satu rangkaian kereta penumpang dan lokomotif yang digunakan untuk mengangkut manusia. Selain itu biasanya digunakan kereta khusus untuk makan, kereta pembangkit, dan kereta bagasi.

Kelas kereta api[sunting | sunting sumber]

Khusus untuk di Indonesia, kereta api penumpang dapat dibagi menjadi 3 kelas, dan kini seluruhnya sudah dipasangi penyejuk udara (AC). Berikut ini ketiga kelas tersebut:

  1. Eksekutif
    1. Argo (tipe cepat)
    2. Satwa (tipe komersial)
    3. Plus (produksi tahun 2018)
  2. Campuran
    1. Eksekutif dan Ekonomi AC
      1. Eksekutif Satwa dan Ekonomi AC Plus (tipe 50 kelas eksekutif dan tipe 80/64 kelas ekonomi plus khas dari pintu kupu-kupu produksi tahun 2010-2014)
      2. Eksekutif Satwa dan Ekonomi AC Plus tahun 2016 (tipe 50 kelas eksekutif dan tipe 80/64 tanpa kursi yang dapat direbahkan kelas ekonomi plus produksi tahun 2016)
      3. Eksekutif Satwa dan Premium Plus (tipe 50 kelas eksekutif dan tipe 64/80 dengan kursi yang dapat direbahkan kelas premium plus produksi tahun 2017)
      4. Eksekutif Plus dan Premium Plus (tipe 50 kelas eksekutif plus dan tipe 80 dengan kursi yang dapat direbahkan kelas premium plus versi Stainless Steel produksi tahun 2018)
    2. Eksekutif dan Bisnis AC
    3. Eksekutif, Bisnis dan Ekonomi AC
  3. Bisnis AC
  4. Ekonomi AC
    1. Subsidi (PSO)/Komersil (Non Subsidi) (tipe 106 penumpang khusus KP tipe 80 penumpang)
    2. Plus (tipe 80 penumpang, modifikasi dari K3 106 penumpang)
    3. Plus (tipe 80 penumpang dengan kaum difabel 64 penumpang khas dari pintu kupu kupu)
    4. Lokal (tipe 80 penumpang, K3 2016, atau 106 penumpang dengan harga terjangkau)
    5. Plus produksi tahun 2016 (tipe 80 penumpang dengan kaum difabel 64 penumpang tanpa kursi yang dapat direbahkan)
    6. Premium Plus versi Mild Steel (tipe 80 atau 64 penumpang dengan kursi yang dapat direbahkan)
    7. Premium Plus versi Stainless Steel (tipe 80 penumpang dan sekarang tidak menggunakan lagi kereta penumpang bertipe kaum difabel)

Kereta makan (KM/M) ada yang merupakan kelas eksekutif (KM1/M1) dan kelas bisnis (KM2). Sedangkan kereta makan dan pembangkit (KMP/MP) ada yang merupakan kelas eksekutif (MP1), kelas bisnis (KMP2/MP2), dan kelas ekonomi (KMP3/MP3).

Untuk kereta pembangkit (KP/P), khusus untuk kereta penumpang dengan generator (KP), hanya ada di kelas ekonomi (KP3), dan untuk kereta pembangkit saja (P), diklasifikasikan sebagai kelas eksekutif karena warna pintunya menggunakan warna biru kereta eksekutif.

Kereta bagasi dapat diklasifikasikan sebagai kereta api eksekutif, bisnis, maupun ekonomi, dan pada era livery kesepakatan, itu tergantung pada warna pintunya, baik pintu berwarna biru, abu-abu, atau jingga, namun kodenya tetap B.

Komuter[sunting | sunting sumber]

Untuk pelayanan penumpang komuter disediakan kereta api komuter (pinggiran kota atau kota penyangga atau kota satelit), berupa kereta rel listrik (KRL) ataupun kereta rel diesel (KRD). Berikut ini beberapa kereta komuter di Indonesia:

  1. KRL Commuter Jabodetabek
  2. KRL Commuter Yogya - Solo
  3. KRDE/KRDI Prambanan Ekspres
  4. KA Sri Lelawangsa
  5. KA Komuter SuPor
  6. Komuter Sulam
  7. KRD Blora Jaya (sekarang menjadi KA lokal biasa ditarik oleh lokomotif)
  8. KRDI Seminung (sekarang menjadi KA lokal biasa ditarik oleh lokomotif)
  9. KRDI Way Umpu (sekarang menjadi KA lokal biasa ditarik oleh lokomotif)

Galeri[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]