Politeknik Perkeretaapian Indonesia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Akademi Perkeretaapian Indonesia)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Politeknik Perkeretaapian Indonesia
Indonesian Railway Polytechnic
MotoBalawan Birawa Wiratara
(Prima, Profesional, Beretika)
Didirikan14 Agustus 2014
JenisPerguruan Tinggi Kedinasan
DirekturJamaludin, S.SiT, M.T.
LokasiJl. Tirta Raya, Nambangan Lor, Manguharjo, Madiun, Jawa Timur, Jawa Timur, Indonesia
Nama sebelumnyaAkademi Perkeretaapian Indonesia
Situs webwww.api.ac.id

Politeknik Perkeretaapian Indonesia (disingkat PPI) adalah perguruan tinggi kedinasan yang berdiri pada tahun 2014 di Kota Madiun, Jawa Timur di bawah naungan Badan Pengembangan SDM Perkeretaapian Perhubungan Darat. Sekolah ini dibangun di Politeknik Perkereteapian Indonesia dibentuk untuk memenuhi kebutuhan Sumber Daya Manusia Perkeretaapian seperti yang dituangkan dalam Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) tahun 2030.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sejarah Pendidikan Dan Pelatihan Perkeretaapian di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Pada awal berdirinya Djawatan Kereta Api Republik Indonesia (DKARI) , Indonesia mempunyai sekolah khusus ahli kereta api, yaitu Sekolah Ahli Teknik Kereta Api (SATKA) dengan berubahnya bentuk perusahaan sampai terakhir menjadi PT Kereta Api (Persero) tahun 1999, maka SATKA ditutup dan hanya ada pelatihan teknis bidang perkeretaapian, yang dilaksanakan di:

1. Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) di Yogyakarta. Untuk mendidik para tenaga perawat sarana dan masinis,

2. Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) di Bekasi. Untuk mendidik para operator KA Angkutan Perkotaan dan Tenaga perawat Jalan Rel

3. Balai Pelatihan Teknik Sinyal Telekomunikasi (BPTST) di Laswi, Bandung. Untuk mendidik tenaga perawatan Peralatan persinyalan dan telekomunikasi

4. Balai Pelatihan Operasi dan Pemasaran (BP OPSAR) da Dago, Bandung. Untuk mendidik tenaga PPKA dan Manajer bidang Perkeretaapian

Pada Tahun 2003, Direktorat Kereta Api berubah menjadi Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan membutuhkan SDM Regulator perkeretaapian. Sehingga Pada tahun 2004, Badan Pendidikan dan Pelatihan Perhubungan membentuk Diploma III Perkeretaapian di Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Bekasi. Dengan berkembangnya pembangunan perkeretaapian di Indonesia, yang dituangkan dalam RIPNAS (Rencana Induk Perkeretaapian Nasional) tahun 2030 dan membutuhkan SDM Perkeretaapian yang banyak jumlahnya, dibentuklah Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) yang dalam perjalanannya akan dijadikan menjadi Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) di Madiun.

Sejarah Politeknik Perkeretaapian Indonesia[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS) tahun 2030 dalam lampiran Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 43 tahun 2011, Indonesia membutuhkan sebanyak 1.720 orang untuk memenuhi kebutuhan SDM regulator perkeretaapian. Pada saat itu Indonesia hanya mempunyai satu tempat yang melaksanakan pendidikan dan pelatihan SDM regulator perkeretaapian di Sekolah Tinggi Transportasi Darat program studi D-III Perkeretaapian. Pada tahun 2011, pemerintah Kota Madiun menghibahkan tanah dengan lluas sekitar 18 hektar untuk dibangun Sekolah Tinggi Ilmu Kereta Api. Akhirnya, sekolah tersebut resmi berdiri dengan nama Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Madiun pada tanggal 15 Agustus 2014.

Atribut[sunting | sunting sumber]

Lambang[sunting | sunting sumber]

Lambang PPI berupa api yang berasal dari singkatan nama bentuk lembaga Politeknik Perkeretaapian Indonesia sebelumnya, Akademi Perkeretaapian Indonesia, yaitu “PPI” dan secara keseluruhan bermakna tekad Politeknik Perkeretaapian Indonesia dalam mencetak SDM Perkeretaapian di Indonesia ini dengan sungguh-sungguh agar mampu memajukan perkeretaapian di Indonesia dan mampu bersaing di dunia.

Lambang PPI memiliki makna warna logo mencolok keoptimisan untuk tujuan Politeknik Perkeretaapian Indonesia untuk membangun SDM Perkeretaapian menjadi lebih baik dan memajukan perkeretaapian Indonesia menjadi lebih baik. Warna merah mencerminkan ketegasan dan keberanian untuk produktivitas. Warna biru mencerminkan teguh dan handal untuk Perkeretaapian Indonesia. Warna kuning mencerminkan tegas dan penuh konsentrasi untuk pengembangan Sumber Daya Manusia Perkeretaapian.

Visi, Misi dan Tujuan[sunting | sunting sumber]

Visi[sunting | sunting sumber]

Terciptanya Sumber Daya Manusia yang berkompeten, handal dan berkualitas serta profesional di bidang transportasi perkeretaapian.

Misi[sunting | sunting sumber]

  • Mengembangkan pendidikan dan pelatihan yang berbasis kompetensi di bidang perkeretaapian
  • Mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi melalalui penelitian terapan bidang perkeretaapian
  • Melaksanakan pengabdian masyarakat
  • Menjalin kerjasama dengan berbagai institusi baik di dalam maupun di luar sub sektor perkeretaapian dalam rangka pembangunan Sumber Daya Manusia unggul di bidang perkeretaapian
  • Meningkatkan sarana dan prasarana penunjang pendidikan
  • melaksanakan pembinaan terhadap peserta pendidikan dan
  • mewujudkan pengelolaan keuangan BLU yang efektif dan efisien dalam rangka mendukung peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi dan pengetahuan di bidang perkeretaapian yang prima, profesional dan beretika serta mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang perkeretaapian.

Pendidikan dan Pelatihan[sunting | sunting sumber]

Program Pendidikan[sunting | sunting sumber]

  1. Diploma III Teknologi Bangunan dan Jalur Perkeretaapian
  2. Diploma III Teknologi Mekanika Perkeretaapian
  3. Diploma III Teknologi Elektro Perkeretaapian
  4. Diploma III Manajemen Transportasi Perkeretaapian

Program Pelatihan[sunting | sunting sumber]

  1. Diklat Orientasi Perkeretaapian
  2. Diklat Dasar Kereta Api
  3. Diklat Penguji Sarana dan Prasarana KA
  4. Diklat Penjaga Pintu Perlintasan (PJL)
  5. Diklat Pengatur Perjalanan Kereta Api
  6. Diklat Awak Sarana KA
  7. Diklat Perencanaan KA
  8. Diklat Keselamatan KA
  9. Diklat OCC (Operation Control Center)
  10. Diklat Tenaga Perawat Fasilitas Operasi
  11. Diklat Tenaga pemeriksa Fasilitas Operasi
  12. Diklat Tenaga Perawat Jalur dan Bangunan KA
  13. Diklat Tenaga pemeriksa Jalur dan Bangunan KA
  14. Diklat Tenaga Perawat Sarana KA
  15. Diklat Tenaga pemeriksa Sarana KA

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]

"Situs Resmi". 

Referensi[sunting | sunting sumber]