Akademi Kepolisian

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Akpol)
Lompat ke: navigasi, cari
Akademi Kepolisian Republik Indonesia
Lambang Akademi Kepolisian.png
Lambang Akademi Kepolisian
Singkatan Akpol
Motto Dharma, Bijaksana, Ksatria
Badan nasional Pemerintah Indonesia
Struktur operasional
Gubernur Akpol Inspektur Jenderal Polisi Rycko Amelza Dahniel
Kampus Akademi Kepolisian RI Jl. Sultan Agung No 131 Candi Baru Semarang, Jawa Tengah
Bagian dari Lambang Polri.png Kepolisian Negara Republik Indonesia
Bertanggung jawab kepada Kapolri
Data personil
Usia penerimaan 18
Situs resmi
Situs www.akpol.ac.id

Akademi Kepolisian atau sering disingkat Akpol adalah sebuah lembaga pendidikan untuk mencetak perwira Polri. Akpol adalah unsur pelaksana pendidikan pembentukan Perwira Polri yang berada di bawah Kalemdikpol (Kepala Lembaga Pendidikan Polri). Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 21 Tahun 2010, Akpol bertujuan untuk menyelenggarakan pendidikan pembentukan Perwira Polri tingkat Akademi dan lama pendidikan adalah 4 tahun dengan output pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda). Pendekatan pendidikan melalui metode pembelajaran, pelatihan dan pengasuhan. Akpol tergabung sebagai anggota INTERPA (International Association of Police Academies) dari 36 negara anggota lainnya.[1]

Sejarah Perkembangan[sunting | sunting sumber]

Siswa Akademi Kepolisian Hindia-Belanda sewaktu masih di Sukabumi pada sekitar tahun 1928-1931

Perjalanan sejarah Akademi kepolisian telah mengalami berbagai perubahan secara organisasi maupun tempat domisilinya sampai pada akhirnya menetap di Semarang. Tonggak berdirinya Akademi Kepolisian dimulai setelah proklamasi kemerdekaan tanggal 17 Agustus 1945, beberapa hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, para cendikiawan bangsa Indonesia mengambil alih kekuasaan pendidikan dari penjajah Jepang. Ambil alih tersebut termasuk pendidikan kepolisian “ Jawea Keisatsu Gakka” selanjutnya diganti menjadi Sekolah polisi Negara RI di Sukabumi. Sekolah inilah nantinya akan menjadi cikal bakal Akademi Kepolisian.

Pada tanggal 10 Juli 1959, Dengan Skep Presiden No. : 253/1959, Kepolisian Negara RI berubah menjadi Angkatan Kepolisian RI, dengan demikian Sekolah Polisi Negara di Sukabumi yang merupakan penyatuan dari Sekolah Inspektur Polisi di Bukit Tinggi dan Jogjakarta berubah menjadi Sekolah Angkatan Kepolisian. Selanjutnya, pada tanggal 1 Oktober 1965, Sekolah Angkatan Kepolisian RI berubah menjadi Akademi Angkatan Kepolisian (AAK), diresmikan oleh Men Pangak Irjen. Pol Soetjipto Judodiharjo, dengan Skep Menhankam Pangab No.:468/5/B/65/M , pada tanggal 1 Oktober ini yang kemudian diperingati sebagai hari jadi Akademi Kepolisian. Pataka AAK berfalsafah Atmaniwedana Aryawirya Kretakarma diserahterimakan. Pada tanggal 16 Desember 1966, AAK diubah menjadi AKABRI bagian Kepolisian. Pada tanggal 29 Januari 1967, dibuka AKABRI bagian umum di Magelang dengan Taruna berasal dari pengiriman dari masing-masing angkatan dan Polri, Setelah menyelesaikan pendidkan selama 1 tahun di Magelang, Taruna AKABRI bagian Kepolisian dikirim ke Sukabumi untuk mengikuti pendidikan matra Kepolisian selama 3 tahun. Perjalanan sejarah selanjutnya pada tanggal 1 Juli 1980, Komplek AKABRI bagian Kepolisian di Semarang diresmikan penggunaannya oleh Kapolri Jendral PO. Drs. Awaloeddin Djamin MPA. Dengan Skep Kapolri No. POL Skep/36/I/1985 tanggal 24 Januari 1985 AKABRI Kepolisian berubah menjadi Akademi Kepolisian setelah AKABRI bagian dialihkan kembali kepada angkatan masing-masing, dan ditetapkan pula Pataka Akpol dengan tambahan pita di atas lambang bertuliskan Akademi Kepolisian, sasanti di bawah gambar lambang menjadi bertuliskan Atmaniwedana Kretakrama Aryawirya, gambar dibalik lambang semula lambang Akabri ” Bhineka eka Bhakti ” menjadi lambang Polri “Tribrata”.

Memasuki periode sejarah reformasi di Indonesia, sejarah Akademi Kepolisian mengalami perubahan dengan dikeluarkan Skep Kapolri No.Pol : Skep/389/IV/1999 tanggal 9 April 1999 tentang Akademi Kepolisian Mandiri, maka sejak 10 April 1999 Akpol dinyatakan terpisah dari AKMIL, AAL, AAU serta teknis administrasi juga lepas dari Mako Akademi TNI. Akhirnya, perubahan terjadi pada logo Akademi Kepolisian pada tanggal 24 Oktober 2003, dengan diresmikannya oleh Kapolri Jenderal Polisi Da’i Bachtiar, penggunaan Logo Akademi Kepolisian yang baru dengan mengganti kata-kata “Atmaniwedana – Kretakarma – Aryawirya” dengan kata-kata “Dharma – Bijaksana – Ksatria” dan pita bertuliskan “Akademi Kepolisian” yang semula terpisah di bagian atas disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dalam perisai Tri-Brata.[2]

Tujuan[sunting | sunting sumber]

Taruna Akpol pada saat upacara 17 Agustus di Istana Merdeka

Pihak Lembaga Pendidikan Polri bersama dengan Akpol telah memformulasikan standar kompetensi lulusan untuk Taruna Akpol yang telah ditetapkan dengan Keputusan Kalemdikpol Nomor : Kep/202/VI/2011 Tanggal 14 Juni 2011, dengan rincian sebagai berikut:

  1. Mampu melaksanakan tugas sebagai Inspektur Polisi yang memiliki kepribadian luhur, mental yang tangguh dan kesamaptaan yang prima dalam mendukung pelaksanaan tugas pokok kepolisian.
  2. Mampu melaksanakan tugas sebagai Inspektur Polisi yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan pemeliharaan dan ketertiban masyarakat, penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat dengan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.
  3. Mampu melaksanakan tugas sebagai Inspektur Polisi yang memiliki kemampuan untuk merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengendalikan dan mengkoordinasikan tugas pokok kepolisian dalam rangka menangkal timbulnya gangguan keamanan dan ketertiban serta penyakit masyarakat dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang relevan.[3]

Fasilitas Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Gerbang utama Akademi Kepolisian Indonesia di Semarang

Fasilitas pendidikan identik dengan istilah sarana dan prasarana pendidikan. Akpol memiliki berbagai fasilitas pendidikan untuk menunjang kegiatan pembelajaran, pelatihan, dan pengasuhan bagi Taruna Akpol, dengan rincian sebagai berikut: Gedung perkantoran, Akpol memiliki setidaknya 6 (enam) gedung yang dijadikan sebagai kegiatan perkantoran, dengan rincian :

  • Gedung Tribrata Utama
  • Gedung Graha Bhayangkara
  • Gedung Graha Oetomo
  • Gedung Graha Cendikia
  • Gedung Graha Taruna
  • Rumah sakit Akpol

Tingkatan Taruna[sunting | sunting sumber]

Tingkat Tanda Pangkat Singkatan Dalam Bhs. Inggris Keterangan
1 / I Calon Bhayangkara Taruna Cabhatar Cadet Enlisted Candidate Ditempuh pada awal semester I selama 4 bulan pada saat Dikcandrabhara
1 / I Bharadatar.png Bhayangkara Dua Taruna Bharadatar Cadet Enlisted Second Class Ditempuh pada akhir semester I selama 2 bulan sebanyak 22 SKS
1 / I Bharatutar.png Bhayangkara Satu Taruna Bharatutar Cadet Enlisted First Class Ditempuh pada semester II selama 6 bulan sebanyak 21 SKS
2 / II Brigdatar.png Brigadir Dua Taruna Brigdatar Cadet Brigadier Second Class Ditempuh selama 1 tahun / 2 semester (semester III dengan 20 SKS dan semester IV dengan 22 SKS)
3 / III Brigtutar.png Brigadir Satu Taruna Brigtutar Cadet Brigadier First Class Ditempuh selama 1 tahun / 2 semester (semester V dengan 21 SKS dan semester VI dengan 22 SKS)
4 / IV Brigtar.png Brigadir Taruna Brigtar Cadet Brigadier Ditempuh selama 1 tahun / 2 semester (semester VII dengan 21 SKS dan semester VIII dengan 4 SKS)

Profil Lulusan[sunting | sunting sumber]

Pangkat Ipda

Profil lulusan taruna Akpol adalah mendapat gelar Sarjana Terapan Kepolisian (STK)[4] dan menjadi seorang Inspektur Polisi Dua (Ipda) yang berkualifikasi:

  1. Penyelidik dan Penyidik Polri.
  2. Pemimpin yang Berkarakter Melindungi, Mengayomi dan Melayani.
  3. Pemelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat Serta Penegak hukum Yang Berkeadilan.
  4. Manajer Lini Terdepan dalam Pemecahan Masalah Masyarakat.
  5. Perwira Polri yang menjadi tauladan dalam kesamaptaan yang prima, sehat dan cerdas secara spiritual, intelektual, dan emosional.[5]

Lulusan terbaik akan mendapat penghargaan Adhi Makayasa dan diserahkan oleh Presiden Republik Indonesia yang dilaksanakan pada upacara Praspa TNI dan Pelantikan Perwira Polri.

Nama-nama Batalyon Akpol[sunting | sunting sumber]

Lihat Juga[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]