Kabupaten Batu Bara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Kabupaten Batubara)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Koordinat: 2°59′N 99°32′E / 2.983°N 99.533°E / 2.983; 99.533

Kabupaten Batu Bara
Kabupaten di Indonesia
Transkripsi Lain
 • Jawiباتوبارا
Lambang resmi Kabupaten Batu Bara
Lambang
Semboyan: Sejahtera Berjaya
Lokasi di Sumatra Utara
Lokasi di Sumatra Utara
NegaraIndonesia
ProvinsiSumatra Utara
Dasar HukumUU No. 5 Tahun 2007 [1]
Hari Jadi15 Juni 2007
IbukotaLimapuluh
Pembagian administratif7 kecamatan
10 kelurahan
141 desa
Pemerintahan
 • BupatiIr. H. Zahir, M. AP
 • Wakil BupatiOky Iqbal Prima
 • DAURp602.464.355.000 (2018)[2]
Luas
 • Total922.20 km2 (356.06 sq mi)
Titik terendah0 m (0 ft)
Penduduk (2016[3])
 • Total358,031
 • KepadatanBad rounding here390/km2 (Bad rounding here1,000/sq mi)
 [3]
Demografi
 • BahasaMelayu, Mandailing, Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+7)
Kodepos212xx
Kode wilayah0622
Plat kendaraanBK
Situs webwww.batubarakab.go.id
Rumah di Sungai Birung (1902)

Kabupaten Batu Bara adalah salah satu kabupaten di Provinsi Sumatra Utara, Indonesia. DPR menyetujui Rancangan Undang-Undang pembentukannya tanggal 8 Desember 2006. Kabupaten ini diresmikan pada tanggal 15 Juni 2007, bersamaan dengan dilantiknya Penjabat Bupati Batu Bara, Drs. H. Sofyan Nasution, S.H.

Kabupaten ini merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Asahan dan beribukota di Kecamatan Limapuluh.

Kabupaten Batu Bara adalah salah satu dari 16 kabupaten dan kota baru yang dimekarkan pada dalam kurun tahun 2006.

Geografis[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Batu Bara merupakan pemekaran dari Kabupaten Asahan di mana tujuh kecamatan di Kabupaten Asahan dikurangi dan dipindahkan wilayahnya menjadi wilayah Kabupaten Batu Bara. Kabupaten ini terletak di tepi pantai Selat Malaka, sekitar 175 km selatan ibu kota Medan. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, Kabupaten Batu Bara termasuk ke dalam Karesidenan Sumatra Timur.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Bandar Khalipah (Kabupaten Serdang Bedagai) dan Selat Malaka.
Selatan Meranti (Kabupaten Asahan) dan Ujung Padang (Kabupaten Simalungun).
Barat Bosar Maligas, Bandar, Bandar Masilam, Dolok Batunanggar (Kabupaten Simalungun) dan Tebingtinggi (Kabupaten Serdang Bedagai).
Timur Meranti (Kabupaten Asahan) dan Selat Malaka.

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

No. Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Bupati Ket.
H.
Sofyan Nasution
S.H., M.M.
2007
2008
Drs.
Syaiful Syafri Sipahutar
MM
2008
2008
1
Bupati Batu Baru OK Arya Zulkarnaen (Periode II).jpg H.
OK Arya Zulkarnaen
S.H., M.M.
Desember 2008
Desember 2013
1
Gong Matua Siregar
[4]
24 Desember 2013
24 Desember 2018
2
Raden Mas
Harry Nugroho
[5]
Faisal Hasrimy (pjs.)
14 Februari 2018
9 November 2018
2
Cabup Batu Bara - Zahir.png Ir. H.
Zahir
M. AP
8 November 2018
2023
1
Oky Iqbal Prima
[6]

Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Batubara

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Batu Bara memiliki 7 kecamatan, 10 kelurahan, dan 141 desa. Luas wilayahnya mencapai 922,20 km² dan penduduk 358.031 jiwa (2017) dengan kepadatan penduduk 388 jiwa/km².[7]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Berkas:Kabupaten Batu Bara, Sumatra Utara 01.jpg
Kantor Bupati Kabupaten Batu Bara

Penduduk Kabupaten Batu Bara didominasi oleh etnis Melayu, kemudian diikuti oleh orang-orang Jawa, dan Suku Batak. Orang Mandailing merupakan sub-etnis Batak yang paling banyak bermukim disini. Etnis Jawa atau yang dikenal dengan Pujakesuma (Putra Jawa Kelahiran Sumatra) mencapai 43% dari keseluruhan penduduk Batu Bara.[8] Mereka merupakan keturunan kuli-kuli perkebunan yang dibawa para pekebun Eropa pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.

Selain itu orang Minangkabau juga banyak ditemui di kabupaten ini. Sejak abad ke-18, Batu Bara telah menjadi pangkalan bagi orang-orang kaya Minangkabau yang melakukan perdagangan lintas selat. Mereka membawa hasil-hasil bumi dari pedalaman Sumatra, untuk dijual kepada orang-orang Eropa di Penang dan Singapura.[9] Seperti halnya Pelalawan, Siak, dan Jambi; Batu Bara merupakan koloni dagang orang-orang Minang di pesisir timur Sumatra.[10] Dari lima suku (klan) asli yang terdapat di Batu Bara yakni Lima Laras, Tanah Datar, Pesisir, Lima Puluh dan Suku Boga, dua di antaranya teridentifikasi sebagai nama luhak di Minangkabau, yang diperkirakan sebagai tempat asal masyarakat suku tersebut.

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan Sensus Penduduk tahun 2015, persentase agama penduduk Kabupaten Batu Bara adalah Islam 87.40%, Kristen Protestan 9.94%, Katolik 2.34%, Budha 0.31% dan Hindu 0.02%[11]

Agama di Kabupaten Batu Bara
Agama Persen
Islam
  
87,40
Kristen Protestan
  
9,94
Katolik
  
2,33
Buddha
  
0,32
Hindu
  
0,02

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Pada 27 Januari 2015 groundbreaking Pelabuhan Kuala Tanjung telah dilakukan. Pelabuhan ini dapat menampung 60 juta TEU (unit setara dua puluh kaki) per tahun sebagai pelabuhan terbesar di Indonesia Barat, lebih besar dari Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta dengan hanya 15 juta TEU per tahun.[12]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ UU No. 5 Tahun 2007
  2. ^ "APBD 2018 ringkasan update 04 Mei 2018". 2018-05-04. Diakses tanggal 2018-07-06. 
  3. ^ a b "Kabupaten Asahan Dalam Angka" (PDF). 
  4. ^ ALS (12 Juli 2010). "Perjalanan Sejarah Batubara". BeritaSore. Diakses tanggal 22 Januari 2018. 
  5. ^ DED; Dito (OK Arya-Raden Mas Harry Dilantik Jadi Bupati-Wabup Batubara Periode 2013-2018). "OK Arya-Raden Mas Harry Dilantik Jadi Bupati-Wabup Batubara Periode 2013-2018". MedanBagus. Diakses tanggal 22 Januari 2018. 
  6. ^ Yusri, M. Andi (9 November 2018). "Bupati Batubara Dilantik, Ini Pesan Gubernur Sumut". SindoNews. Diakses tanggal 16 Januari 2019. 
  7. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Desember 2018. 
  8. ^ Pengurus DPD Pujakesuma Batubara Dilantik. Medan Bisnis Daily
  9. ^ Christine Dobbin, Islamic Revivalism in a Changing Peasant Economy: Central Sumatra 1784-1847, Curzon Press, 1983
  10. ^ Usman Pelly, Sejarah sosial daerah Sumatra Utara, Kotamadya Medan, 1984
  11. ^ "Kabupaten Batu Bara Dalam Angka 2016"
  12. ^ "Presiden: Pelabuhan Kuala Tanjung Bakal Besar Sekali". January 27, 2015. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]