Sirombu, Nias Barat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Sirombu adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara, Indonesia, yang letaknya di pesisir barat dari Pulau Nias berbatasan dengan Samudera Hindia, Kecamatan Mandrehe dan Kecamatan Lölöwa'u. Sirombu juga dapat bermakna Desa Sirombu, salah satu desa yang berada di dalam wilayah kecamatan Sirombu.

Kecamatan Sirombu memiliki luas wilayah 223,80 km² terletak di koordinat 00 59 10,0 N dan 97 30 04,0 E. Sirombu hanya berjarak sekitar 76 km dari Kota Gunungsitoli yang dapat ditempuh dalam waktu 2,5 jam. Perjalanan melalui laut juga bisa dilakukan ke Sirombu karena kecamatan ini memiliki Pelabuhan Laut, oleh masyarakat setempat menyebutnya sebagai Dermaga Sirombu.

Ibukota kecamatan Sirombu adalah Tetesua, di sinilah terdapat kantor-kantor pemerintahan kecamatan Sirombu seperti kantor camat, kantor polsek, kantor koramil dan sejumlah fasilitas pendidikan antara lain: SD Negeri No. 071184 Tetesua, SMP Negeri 1 Sirombu dan SMA Negeri 1 Sirombu.

Sebelum peristiwa tsunami yang menimpa Nias pada tahun 2005, kecamatan sirombu memiliki pasar yang dikenal dengan nama pasar Sirombu. Pasar ini terletak di pesisir pantai barat Nias Barat tepatnya di Desa Sirombu yang berjarak 4 km dari Tetesua. Kini pasar Sirombu sudah direlokasi yang hanya berjarak kurang lebih sekitar 100 meter dari Kantor Camat Sirombu di Tetesua yang dibangun oleh IOM (International Organisation for Migration) sebanyak 100 unit loods tertutup. Hanya ada satu pekan yang dibuka setiap hari sabtu di Kecamatan Sirombu yaitu Pekan Beringin atau dikenal dengan istilah "Harimbale Mbawa Dasi" yang berjarak sekitar 12 km dari Tetesua.

Desa di Kecamatan Sirombu[sunting | sunting sumber]

Sirombu terdiri dari beberapa wilayah administrasi di bawah kecamatan berupa puluhan desa yaitu:

  1. Hilimberuana'a
  2. Lahusa
  3. Sisobaöhö
  4. Ombölata
  5. Tetehösi
  6. Tögimbögi
  7. Bawözamaiwö
  8. Sitölubanua
  9. Lölögundre
  10. Iraonogaila
  11. Sisobandrao
  12. Fadoro
  13. Tugalagawu
  14. Sirombu
  15. Tögide'u
  16. Tugala
  17. Orahili
  18. Gunung Cahaya
  19. Tiga Serangkai
  20. Onowaembo
  21. Onolimbu
  22. Hiliadulo
  23. Sisobambowo
  24. Lölöwa'u
  25. Lahömi
  26. Bawosalo'o
  27. Imana
  28. Tuwa-tuwa
  29. Kafo-kafo
  30. Bawa Sawa
  31. Pulau Bögi
  32. Halamona
  33. Hanöfa
  34. Lahawa
  35. Hinako
  36. Sinene'eto
  37. Balöwondratö.

Pariwisata Sirombu[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Sirombu memiliki andalan pariwisata antara lain:

  • Rumah Adat atau dikenal dengan OMO HADA (Traditional House of Nias) dengan peninggalan situs Megalit di Desa Onolimbu.
  • Delapan Pulau Kecil di Kepulauan Hinako semuanya berpantai berpasir putih (disebut Nene) dan berbatu karang (disebut Hogo Gara) antara lain Pulau Hinako, Pulau Bawa, Pulau Asu, Pulau Bogi, Pulau Heruanga, Pulau Imana, Pulau Langu dan Pulau Hamutala. Pulau-pulau ini umumnya tidak banyak dihuni sehingga masih alami bahkan ada yang tidak berpenghuni sama sekali, kecuali Pulau Hinako yang memiliki penghuni lebih banyak dari tujuh pulau lainnya.
  • Selancar (Surfing) dan Penyelaman (Diving) di Kepulauan Hinako yakni di Pulau Bawa dan Pulau Asu.
  • Muara Bawa Sawa di Desa Bawa Sawa yang terletak di Pulau Bawa, dimana air tawar terhubung langsung dengan lautan.
  • Danau Bawa yang terletak di Pulau Bawa, danau ini masih asri terletak di tengah-tengah Pulau Bawa.
  • Dermaga Sirombu yakni pelabuhan laut di Desa Sirombu yang menghadap Samudera Hindia. Pelabuhan laut ini juga merupakan tempat berlabuhnya para nelayan dan menjual hasil tangkapannya.
  • Sungai Baela, sungai yang melintasi Kecamatan Sirombu yang bermuara ke laut pesisir barat Nias Barat.
  • Gua Jepang di Pulau Hinako, gua ini sepanjang memiliki panjang sekilat 5 km dan tembus ke pantai.

Pariwisata di Kecamatan Sirombu memiliki potensi yang sangat besar akan tetapi perhatian dari pemerintah daerah hingga pemerintah pusat masih dirasakan sangat kurang. Ditambah oleh wawasan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan dunia pariwisata juga masih sangat kurang. Pemekaran Provinsi Sumatera Utara menjadi Provinsi Kepulauan Nias (Kepni) diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi masyarakat Nias pada khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Pemekaran Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Untuk memajukan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nias, khususnya Sirombu maka kecamatan Sirombu telah dimekarkan menjadi dua kecamatan yaitu Kecamatan Sirombu dan Kecamatan Lahomi. Setelah dilakukan pemekaran, Kecamatan Lahomi ini menjadi ibukota Kabupaten Nias Barat

Referensi[sunting | sunting sumber]

http://niasjaya.wordpress.com

http://jehademusa.blogspot.co.id

http://mapcarta.com/14775814

http://www.niasbarat.go.id

http://welcometonias.blogspot.co.id

http://regional.coremap.or.id/nias/profil_kabupaten/deskripsi_wilayah/kondisi_geografis/

http://anthonynh.blogspot.co.id/2013/12/8-pulau-di-kepulauan-hinako-nias-barat.html

http://nias-site.blogspot.co.id/2012/10/kepulauan-hinako.html

https://kanisbar.wordpress.com/2009/03/06/kepulauan-hinako-alam-kaya-raya-manusia-biasa-saja/