Kabupaten Tana Toraja

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Tana Toraja)
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Kabupaten Tana Toraja
Lambang resmi Kabupaten Tana Toraja
Lambang
Motto: 
Misa' Kada di Po Tuo Pantan kada di Pomate
Locator Tana Toraja Regency.svg
Kabupaten Tana Toraja is located in Sulawesi
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja is located in Indonesia
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja
Koordinat: 3°10′S 119°45′E / 3.17°S 119.75°E / -3.17; 119.75
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Dasar hukumUU Darurat No. 3 Tahun 1957
Hari jadi31 Agustus 1957
Ibu kotaKota Makale
Pemerintahan
 • BupatiTheofilus Allorerung, SE
 • Wakil Bupatidr. Zadrak Tombeg, Sp.A
Luas
 • Total2.054,30 km2 (793,17 sq mi)
Populasi
 • Total270.489 jiwa
 • Kepadatan132/km2 (340/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 85,94%
- Protestan 69,49%
- Katolik 16,45%
Islam 12,17%
Hindu 1,71%
Buddha 0,17%
Kepercayaan 0,01%[2][3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0423
Kode Kemendagri73.18 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan19 kecamatan
Jumlah kelurahan47 kelurahan
Jumlah desa112 lembang
DAURp 603.854.432.000,00- (2020)[4]
IPMKenaikan 68,75 (2020)
Kenaikan 68,25 (2019)
( Sedang )[5]
Bandar udaraBandar Udara Pongtiku
Situs webwww.tanatorajakab.go.id
Peta Administrasi Kabupaten Tana Toraja

Kabupaten Tana Toraja adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota dari kabupaten ini ada di kecamatan Makale. Tana Toraja memiliki luas wilayah 2.054,30 km² dan pada tahun 2021 memiliki penduduk sebanyak 270.489 jiwa dengan kepadatan 132 jiwa/km².[2][1]

Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya suku Nias yang ada di provinsi Sumatra Utara. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di provinsi Sulawesi Selatan.

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pemerintahan Di Toraja telah diawali sejak masa pemerintah Hindia Belanda. Berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1957 dibentuk Kabupaten Daerah Tingkat II Tana Toraja yang peresmiannya dilakuan pada tanggal 31 Agustus 1957 dengan Bupati Kepala Daerah yang pertama bernama Lakitta.[6]

Surat keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sulawesi Selatan Nomor 954/XI/1998 tanggal 14 Desember 1998, wilayah kabupaten Tana Toraja terdiri dari 9 kecamatan defenitif, 6 perwakilan kecamatan, 22 kelurahan, dan 63 desa. Kemudian dikeluarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, dan ditindaklanjuti dengan menerbitkan Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2000 tanggal 29 Desember 2000, 6 perwakilan kecamatan diubah menjadi kecamatan defenitif, sehingga jumlah kecamatan seluruhnya menjadi 15 kecamatan, 22 kelurahan dan 63 desa.[6]

Pada tahun 2001, dikeluarkan Peraturan daerah No. 2 Tahun 2001 tanggal 11 april 2001, dimana keseluruhan nama "desa" yang ada berubah nama menjadi "lembang". Setelah ditetapkannya Peraturan Daerah No. 2 tahun 2001 tentang perubahan Pertama Peraturan Daerah No. 18 Tahun 2000, Peraturan Daerah Kabupaten Tana-Toraja Nomor 8 Tahun 2004 tentang perubahan Kedua Peraturan Daerah Nomor 18 Tahun 2000, serta peraturan daerah nomor 6 Tahun 2005 tentang perubahan Ketiga peraturan Daerah Nomor 18 tahun 2000, wilayah kabupaten Tana Toraja berkembang menjadi 40 kecamatan, 87 kelurahan dan 223 lembang (desa).[6]

Selanjutnya muncul wacana pemekaran wilayah, yakni Kabupaten Toraja Utara. Wacana pemekaran ini menimbulkan pro dan kontra di antara masyarakat Toraja sendiri. Pembentukan kabupaten Toraja Utara akhirnya ditetapkan melalui sidang paripurna DPR-RI pada tanggal 24 Juni 2008. Akan tetapi, peresmian Kabupaten Toraja Utara dilakukan dua bulan kemudian, yang dirangkaikan dengan peringatan hari ulang tahun kabupaten Tana Toraja yang ke-51, yaitu pada tanggal 31 Agustus 2008.[6]

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Daftar Bupati[sunting | sunting sumber]

Bupati KDH Tana Toraja
No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
La Kitta
1 Maret 1957
23 Juli 1958
1
[Ket. 1]
2
SJ. Sarungngu
23 Juli 1958
21 Oktober 1958
2
[Ket. 2]
3
DS. Rantesalu
21 Oktober 1958
15 Mei 1959
3
[Ket. 3]
4
BA. Simatupang
15 Mei 1959
12 Juli 1960
4
5
HL. Lethe
12 Juli 1960
24 Maret 1963
5
AJK. Andi Lolo
24 Maret 1963
11 Januari 1964
[Ket. 4]
6
DS. Rantesalu
11 Januari 1964
25 Juni 1966
6
7
Abner Tampubolon
25 Juni 1966
4 September 1972
7
4 September 1972
11 April 1973
Drs.
Nusu' Lepong Bulan
11 April 1973
24 Januari 1974
[Ket. 5]
8
AJK. Andi Lolo
24 Januari 1974
3 Desember 1984
8
9
9
A. Jacobs
3 Desember 1984
2 Desember 1989
10
10
Prof.
Tandi Roma Andi Lolo
Ph.D
2 Desember 1989
12 Januari 1995
11
11
Drs.
Tarsis Kodrat
12 Januari 1995
12 Januari 2000
12
Drs.
Bartho Sattu
Bupati Tana Toraja
No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
Abbas Sabbi
S.H
12 Januari 2000
5 Agustus 2000
[Ket. 6]
12
Johanis Amping Situru
S.H
5 Agustus 2000
5 Agustus 2005
13
Drs.
Cornelius Lempang Palimbong
M.BA
Amiruddin Maula.jpg Drs. H.
Baso Amiruddin Maula
S.H, M.Si
5 Agustus 2005
27 September 2005
[Ket. 7]
(12)
Johanis Amping Situru
S.H
27 September 2005
27 September 2010
14
Drs.
Andarias Palino Popang
M.H
13
Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung.jpg Theofilus Allorerung
S.E
27 September 2010
27 September 2015
15
Adelheid Sosang
S.P, M.H
Pejabat Bupati Tana Toraja Jufri Rahman.jpg Drs. H.
M. Jufri Rahman
S.H, M.Si
28 September 2015
17 Februari 2016
[Ket. 8]
14
Bupati Tana Toraja Nicodemus Biringkanae.jpg Ir.
Nicodemus Biringkanae
17 Februari 2016
17 Februari 2021
16
Victor Datuan Batara
S.H
(13)
Bupati Tana Toraja.jpg Theofilus Allorerung
S.E
26 Februari 2021
Petahana
17
dr. Zadrak Tombeg, Sp.A
Keterangan
  1. ^ Bupati Pertama Tana Toraja
  2. ^ DPD merangkap Wakil Kepala Daerah Tana Toraja
  3. ^ Wakil Ketua DPD/Kepala Daerah Tana Toraja
  4. ^ Pj. BKDH Tk II Tana Toraja
  5. ^ Penjabat Bupati
  6. ^ Penjabat Bupati
  7. ^ Penjabat Bupati
  8. ^ Penjabat Bupati


Dewan Perwakilan[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Tana Toraja dalam dua periode terakhir.[7][8]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  Gerindra 4 Penurunan 2
  PDI-P 3 Kenaikan 5
  Golkar 7 Steady 7
  NasDem 4 Kenaikan 6
  Berkarya (baru) 1
  PKS 2 Penurunan 0
  Perindo (baru) 1
  Hanura 4 Penurunan 3
  Demokrat 3 Kenaikan 4
  PKPI 3 Penurunan 1
Jumlah Anggota 30 Steady 30
Jumlah Partai 8 Kenaikan 9
Nomor Ketua Wakil Ketua Periode Keterangan
1 Welem Sambolangi, S.E. Johanis Amping Situru, S.H.
Andareas Tadan, S.E.
2014 – 2017
Kendek Rante
Andareas Tadan, S.E.
2017 – 2018 [9]
Kendek Rante
Andareas Tadan, S.E.
2018 – 2019 [10]

Kecamatan[sunting | sunting sumber]

Kabupaten Tana Toraja Kepulauan terdiri dari 19 kecamatan, 47 kelurahan dan 112 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.990,22 km² dan jumlah penduduk sebesar 283.214 jiwa dengan sebaran penduduk 142 jiwa/km².[11][12]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tana Toraja, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Lembang
Status Daftar
Lembang/Kelurahan
73.18.02 Bittuang 1 14 Lembang
Kelurahan
73.18.03 Bonggakaradeng 1 5 Lembang
Kelurahan
73.18.19 Gandangbatu Sillanan 3 9 Lembang
Kelurahan
73.18.38 Kurra 1 5 Lembang
Kelurahan
73.18.05 Makale 14 1 Lembang
Kelurahan
73.18.29 Makale Selatan 4 4 Lembang
Kelurahan
73.18.27 Makale Utara 5 - Kelurahan
73.18.35 Malimbong Balepe 1 5 Lembang
Kelurahan
73.18.28 Mappak 1 5 Lembang
Kelurahan
73.18.31 Masanda 8 Lembang
73.18.12 Mengkendek 4 13 Lembang
Kelurahan
73.18.37 Rano 5 Lembang
73.18.11 Rantetayo 3 3 Lembang
Kelurahan
73.18.20 Rembon 2 11 Lembang
Kelurahan
73.18.01 Saluputi 1 8 Lembang
Kelurahan
73.18.13 Sangalla 2 3 Lembang
Kelurahan
73.18.33 Sangalla Selatan 1 4 Lembang
Kelurahan
73.18.34 Sangalla Utara 2 4 Lembang
Kelurahan
73.18.09 Simbuang 1 5 Lembang
Kelurahan
TOTAL 47 112

Pemekaran Daerah[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1957, daerah Toraja menjadi Dati II Tana Toraja berdasarkan Undang-Undang Darurat Nomor 3 tahun 1957 dan UU Nomor 29 tahun 1959. Willem Linggi Tambing (WL Tambing), seorang anggota DPR, bersama tokoh masyarakat Kristen dan adat tradisional mempelopori berdirinya Kabupaten Tana Toraja (TK.II) tersebut yang secara resmi kemudian berdiri pada 31 Agustus 1957.

Pada tahun 2008, berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 tahun 2008, bagian utara wilayah Kabupaten Tana Toraja dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao.[6]

Demografi[sunting | sunting sumber]

Bahasa[sunting | sunting sumber]

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Tana Toraja adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Tana Toraja,[13] yaitu bahasa Toraja (khususnya dialek Toraja Karadeng, dialek Toraja Mangkendek, dialek Toraja Saluputi, dialek Toraja Makale, dan dialek Toraja Sangalla).[14]

Agama[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2021 mencatat bahwa mayoritas penduduk Tana Toraja menganut agama Kristen yakni 85,94%, dimana Protestan sebanyak 69,49% dan Katolik 16,45%. Sebagian besar lainnya beragama Islam yakni 12,17%, kemudian Hindu 1,71%, Buddha 0,17% dan Kepercayaan 0,01%.[2][3]

Agama di Kabupaten Tana Toraja 2021
Agama Persen
Protestan
  
69.49%
Katolik
  
16.45%
Islam
  
12.17%
Hindu
  
1.71%
Buddha
  
0.17%
Kepercayaan
  
0.01%

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani. Komoditas andalan dari daerah Toraja adalah sayur-sayuran, kopi, cengkih, cokelat dan vanili. Perkenonomian di Tana Toraja digerakkan oleh 6 pasar tradisional dengan sistem perputaran setiap 6 hari. Keenam pasar yang ada ialah:

  1. Pasar Makale
  2. Pasar Ge'tengan
  3. Pasar Sangalla'
  4. Pasar Rembon
  5. Pasar Salubarani

Pariwisata[sunting | sunting sumber]

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

Miniatur rumah Toraja pada sebuah perayaan tahun 1910-1940.
Perayaan di Toraja sebelum tahun 1939.

Tana Toraja menjadi salah satu tujuan wisata atau destinasi wisata berlatar budaya di Indonesia, secara khusus di provinsi [[Sulawesi Selatan. Kehidupan masyarakat suku asli yakni suku Toraja, juga budaya yang unik, menjadikan kawasan dataran tinggi di Sulawesi Selatan ini dipilih wisatawan untuk melihat dan belajar budaya Toraja.

Pada tahun 1974, Tongkonan Siguntu' dirara (diupacarakan secara adat / Rambu Tuka') dihadiri oleh para delegasi 60 negara asing yang mengikuti konferensi PATA di Jakarta tahun 1974. Sejak itulah Toraja mulai dikenal sebagai daerah tujuan wisata budaya di Indonesia.

Buntu Kalando[sunting | sunting sumber]

Tongkonan/rumah tempat Puang Sangalla' (Raja Sangalla') berdiam. Sebagai tempat peristirahatan Puang Sangala' dan juga merupakan Istana tempat mengelola pemerintahan kerajaan Sangalla' pada waktu itu, Tongkonan Buntu Kalando bergelar "tando tananan langi' lantangna Kaero tongkonan layuk". Saat ini Tongkonan Buntu Kalando dijadikan Museum Tempat meyimpan benda-benda prasejarah dan peninggalan kerajaan Sangalla'.

Kambira[sunting | sunting sumber]

Kuburan bayi yang belum tumbuh giginya (umur 6 bulan kebawah) yang diletakkan di dalam pohon hidup yang dilubangi.

Pallawa[sunting | sunting sumber]

Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao.

Lemo[sunting | sunting sumber]

Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo kita dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma' Nene.

Bertempat di Bukit Burake, Tana Toraja telah dibangun Patung Yesus Kristus Memberkati yang diklaim sebagai patung Yesus tertinggi di dunia. Maksudnya letak patung tersebut berada pada ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut atau letak patungnya tertinggi di dunia, sementara ukuran patungnya sendiri bukan yang tertinggi di dunia.[15]

Usaha konservasi[sunting | sunting sumber]

Tana Toraja adalah salah satu tempat konservasi peradaban budaya PROTO MELAYU AUSTRONESIA yang masih terawat hingga kini. Kebudayaan adat istiadat, seni musik, seni tari, seni sastra lisan, bahasa, rumah, ukiran, tenunan dan kuliner yang masih sangat Tradisional, membuat Pemerintah Indonesia mengupayakan agar Tana Toraja bisa dikenal di dunia Internasional, salah satunya adalah mencalonkan Tana Toraja ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Hal tersebut didukung oleh Jepang untuk menjadikan Tana Toraja sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Jepang sendiri akan ikut dalam upaya konservasi tersebut, khususnya terkait dengan rumah adat di daerah itu.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan antara delegasi Indonesia dan Jepang di Poznan, Polandia, Sabtu (11/9/2010), Pertemuan dilakukan setelah usainya Pertemuan Para Menteri Kebudayaan Asia dan Eropa (Asia-Europa Culture Minister Meeting/ASEM) yang keempat pada 9-10 September di Poznan yang dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 40 negara di Asia dan Eropa.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b "Kabupaten Tana Toraja Dalam Angka 2020". BPS Kabupaten Tana Toraja. Diakses tanggal 12 Juni 2020. 
  2. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020" (Visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 9 Agustus 2021. 
  3. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Tana Toraja". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 12 Juni 2020. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  6. ^ a b c d e "Sejarah Singkat Terbentuknya Kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara". www.torajaculture.com. Diakses tanggal 9 Agustus 2021. 
  7. ^ Perolehan Kursi DPRD Tana Toraja 2014-2019
  8. ^ "Perolehan Kursi DPRD Tana Toraja 2019-2024". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-22. Diakses tanggal 2020-05-24. 
  9. ^ Kareba Toraja, 3 November 2017, Sah, Kendek Rante Jadi Wakil Ketua DPRD Tana Toraja[pranala nonaktif permanen], dikunjungi pada 24 Mei 2020.
  10. ^ Kareba Toraja, 26 Desember 2018, Leornardus Dilantik, Satu Periode, Gerindra Tiga Kali Ganti Wakil Ketua DPRD Tana Toraja.[pranala nonaktif permanen], dikunjungi pada 24 Mei 2020.
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  13. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  14. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  15. ^ Muh. Abdiwan. "Patung Yesus Tertinggi di Dunia Ada di Toraja, Ini Foto-Foto Keindahan Alamnya". Diakses tanggal 20 Juli 2018. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]