Lompat ke isi

Aie Angek, X Koto, Tanah Datar

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Aie Angek
Gunung Marapi Dari Nagari Air Angek
Negara Indonesia
ProvinsiSumatera Barat
KabupatenTanah Datar
KecamatanX Koto
Kodepos
27151
Kode Kemendagri13.04.01.2007 Suntingan nilai di Wikidata
Luas11,19 km²
Jumlah penduduk3.411 jiwa (2022)[1]
Kepadatan305,64 /km²
Situs web-
Peta
PetaKoordinat: 0°24′21.600″S 100°24′54.000″E / 0.40600000°S 100.41500000°E / -0.40600000; 100.41500000

Aie Angek[2] merupakan salah satu nagari yang termasuk ke dalam wilayah kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Nagari ini berjarak 25 Km dari Kota Batusangkar, ibu kota dari kabupaten Tanah Datar. Nagari ini berada di jalur utama yang menghubungkan dua kota utama yaitu Kota Bukittinggi ke Kota Padang Panjang, dan berada kira-kira setengah perjalanan lamanya antara kedua kota itu.

Wilayah Administratif

[sunting | sunting sumber]

Nagari Aie Angek terdiri dari 4 jorong, yakni:

  1. Kandang Sampie
  2. Kapalo Koto
  3. Kayu Tanduak
  4. Koto Nan Gadang

Potensi Nagari

[sunting | sunting sumber]

Nagari Aie Angek memiliki potensi besar di bidang pertanian, khususnya pertanian sayur-mayur dan buah-buahan karena letak topografi kawasan nagari Aie Angek yang berada di Dataran Tinggi Minangkabau dan di kaki Gunung Marapi. Suhu udara yang dingin, curah hujan yang cukup, dan kelembapan yang tinggi mendukung aktivitas pertanian rakyat yang berfokus pada pertanian sayuran dan buah-buahan.[3]

Tingginya aktivitas pertanian dan perkebunan di kawasan ini menjadi tantangan tersendiri, terutama bagaimana menciptakan aktivitas pertanian yang berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada kegiatan bertani, tetapi juga dalam bentuk agrowisata, sehingga masyarakat selain mendapatkan pendapatan dari hasil tani di ladang mereka juga mendapatkan tambahan pendapatan dari kegiatan bertani yang mereka lakukan.[3]

Selain itu, berlimpahnya produksi tanaman sayuran yang termasuk di dalamnya bumbu dapur di nagari Aie Angek memberikan kesempatan ke pada pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan nagari Aie Angek sebagai Kampung Bumbu Randang. Hal ini dikarenakan kekhawatiran bahwa banyaknya produk bumbu dapur khususnya bahan-bahan utama untuk produksi rendang berasal dari luar Sumatera Barat.[4]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. https://tanahdatarkab.bps.go.id/id/statistics-table/2/ODEjMg==/penduduk-kec-sepuluh-koto-per-nagari.html
  2. https://langgam.id/nagari-aie-angek-sepuluh-koto-kabupaten-tanah-datar/
  3. 1 2 Agusdio, Jovan; Hendrino, Hendrino; Ariyati, Ariyati (2020-12). "PERANCANGAN KAWASAN AGROWISATA TANAMAN HORTIKULTURA DENGAN PENDEKATAN ARSITEKTUR HYDBRID DI KABUPATEN TANAH DATAR, KECAMATAN X KOTO, NAGARI AIE ANGEK" (dalam bahasa Inggris). UNIVERSITAS BUNG HATTA. ;
  4. Fauzan, Alwan Ahmad (2025-06-17). "Nagari Aie Angek X Koto Jadi Kampuang Randang". RRI. Diakses tanggal 2026-01-13.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]